
" Pergilah.. kau pembawa sial" Ucap Hasea kecil kepada Hasea. Tatapan mata anak itu sangat menakutkan. tiba-tiba suara Hasea kecil berubah menjadi berat. Hasea kecil bangkit. Perlahan tubuhnya berubah. Badan Hasea kecil tiba-tiba membesar. Wajahnya berubah. " Ku bunuh kau dasar keluarga buronan" . Perlahan-lahan Hasea kecil berubah menjadi wujud Panglima Angkar. Hasea begitu terkejut sampai dia melangkahkan kakinya mundur.
" Kau, bagaimana mungkin kau tiba-tiba muncul" . Hasea tampak ketakutan. Wajahnya pucat.Panglima Angkar ada di depannya. Panglima kerajaan yang memimpin pembantaian desa nya. Orang yang memenggal kepala bibi dan pamannya. Panglima Angkar tiba-tiba melesat. Dia melayangkan Pedangnya ke arah Hasea. Hasea menghindari serangan itu. Dia berlari sekuat tenaga.
Hasea terus saja berlari .Semua benda disekitarnya seperti berputar-putar . Kepala Hasea terasa berat.
" Nenek.. nenek masih hidup?" . Hasea menghentikan langkahnya. Dia melihat neneknya berada dihadapannya. Neneknya tersenyum kepada Hasea. " Kau.. akhirnya kau kembali" . Nenek Sabeni tersenyum hangat kepada Hasea. " Kemarilah"
" Nenek... Nek, kita tidak salah. Kita bahkan tidak tau apa yang sedang terjadi" . Hasea berlari kemudian memeluk Nenek nya begitu erat. Rasanya dia tidak mau kehilangan Neneknya lagi. Hasea begitu senang mengetahui neneknya masih hidup.
Tiba-tiba Hasea merasakan cekikan di lehernya. Dia hampir tidak dapat bernafas. " Nek.. nenek, apa yang nenek lakukan?" . Hasea begitu terkejut. Neneknya mencoba membunuhnya. " Kau anak pembawa sial.Kalau saja kau tidak dilahirkan,pasti putriku pasti masih hidup. Takdir tidak menginginkanmu ada. Orang tuamu bahkan tidak menginginkan mu" . Suara Nenek Hasea terdengar parau dan berat. Suara itu bahkan menggema.
" Nek.. jangan lakukan ini, nenek tolong..Aku tidak bisa bernafas" . Hasea memohon sampai air matanya mercucuran. Namun neneknya tidak menghiraukan tangisan Hasea. Mata Nenek Sabeni berubah menjadi Hitam pekat. Dia mendorong Hasea sampai tersungkur.
Hasea terjatuh. Badannya serasa berat. Dia tidak dapat bergerak. Nenek Sabeni mengambil sebilah pisau. Dia mendekati Hasea. Nenek Sabeni bahkan tidak menapakkan kakinya. Dia seolah melayang. " Akan kucabut jantungmu" . Nenek Sabeni begitu menakutkan . Aura hitam pekat menyelimuti seluruh tubuhnya.Nenek tua itu melayang mendekati Hasea
Hasea pasrah. Kalaupun kini harus mati, dia rela mati di tangan neneknya sendiri. Nenek Hasea mengayunkan pisau di tangannya. Dia akan menusuk jantung Hasea. Hasea memejamkan mata. Dia pasrah.
***
__ADS_1
Hasea perlahan membuka matanya. Tiba-tiba dia berada di tempat berbeda. Dia mengenali tepat ini. Sejauh matanya memandang hanya ada hamparan putih di hadapannya. Hasea terduduk lemas. Pikirannya kosong.
" Hai bocah..apa yang ada di otakmu? Apa kau mau bunuh diri begitu saja?" . Ucapan sesepuh Iben mengagetkannya.
" Sesepuh, anda...apa yang terjadi?" . Hasea bertanya . Dia masih bingung. " Dasar bocah bodoh. Sepertinya aku semakin percaya pada sesepuh Ijeb. Mungkin Naga Gumoang memang membuat kesalahan. Orang lemah sepertimu tidak mungkin adalah bagian dari kami". Sesepuh Iben menetap tajam pada Hasea.
" Sesepuh, tolong jelaskan apa yang terjadi?" . Hasea mulai menguasai dirinya.
" Kau hampir menyerahkan jiwamu kepada kegelapan. Kalau saja aku tidak segera menarikmu dari sana, mungkin saja jiwamu telah terjebak di dalam kegelapan. Saat itu terjadi , untuk selamanya kau bukanlah orang yang hidup tapi juga bukan orang yang mati" . Sesepuh Iben menjelaskan.
" Sepertinya ada perasaan bersalah yang teramat besar yang kau pendam didalam hati mu". Sesepuh Iben mulai berbicara ramah. Dia sedikit memaklumi kondisi yang dialami Hasea.
Sesepuh Iben mengelus-elus jenggot panjangnya. Dia kemudian duduk di sebelah Hasea. " Jadi seperti itu? Kalau dipikir- pikir kau merasa bersalah atas apa yang tidak kau lakukan. Kau bahkan tidak mengerti apa yang terjadi".
"Dengarkanlah , setiap orang pernah melakukan salah dalam hidupnya. Persoalannya adalah apakah kau dapat belajar dari kesalahan itu atau tidak. Apakah kau memilih bangkit atau menyerah" . Sesepuh Iben berkata pelan penuh wibawa.
" Apa yang harus ku lakukan sesepuh?" . Hasea menatap sesepuh Iben penuh harap. Dia mengharapkan jawaban. "Pertama-tama, kau harus memaafkan diri mu sendiri. Ikhlaskan apa yang terjadi . Setelah kau bisa melakukan itu, baru kau bisa mencari tau apa kaitanmu dengan semua kejadian yang kau alami" . Ucapan sesepuh Iben itu begitu menenangkan jiwa Hasea. "Duduklah, kau harus melanjutkan meditasimu". Ucap sesepuh Iben pelan.
Hasea mengambil sikap meditasi. Dia duduk bersila. Kakinya saling menyilang. Kedua tapak tangannya dia letakkan di lututnya. Dia menarik nafas panjang. Di setiap tarikan nafas, dia dapat merasakan tenaga dalamnya bertambah. Kini tenaga dalam yang besar menyelimutinya. Tangan kanannya memancarkan aura biru. Gambar Naga Gumoang kembali melilit pergelangan tangannya.
__ADS_1
Sesepuh Iben tersenyum melihat hal tersebut. Dia perlahan menghilang.
***
Perlahan Hasea membuka mata nya. Cahaya matahari yang masuk dari sela-sela daun pohon-pohon di rawa itu menyilaukan matanya. Saat matanya sudah dapat menyesuaikan dengan cahaya yang ada, Pandangan Hasea kembali normal.
"Ketua..." . Hasea terkejut, telah ada ketua Harimotting, ketua Borong , ketua Sulpi dan ketua Altong mengelilinginya. Bahkan Ke empat rekannya yang lain juga menatapnya. Rupanya diantara semua yang bermeditasi, Hasea yang terbangun terakhir.
" Anak muda, ternyata kami sungguh tidak mengenalmu. Bagaimana mungkin tenaga dalam yang sangat besar bisa menyelimutimu pada meditasi pertama mu" . Ucap ketua Harimotting sambil menatap Hasea takjub. Para ketua di tempat itu memang dapat merasakan lonjakan besar di tubuh Hasea.
" Lihat.. anak ini memang sangat berbakat. Suatu saat nanti dia akan menjadi pendekar hebat". Ucap ketua Borong sambil menatap ketua Sulpi.
" Dia bahkan bisa meningkatkan tenaga dalamnya sampai mencapai tingkat pendekar unik level 4 dalam sekali meditasi". Ucapan Ketua Sulpi itu membuat ke 4 rekannya terheran-heran. Bagaimana tidak. Mereka yang rata-rata sudah mempelajari beladiri dalam waktu tahunan saja, kini masih berada pada tingkatan pendekar unik level 1 . Hasea bahkan baru sekitar 3 purnama mempelajari bela diri. Ditambah lagi sumber daya yang mereka konsumsi Sama dengan yang dikonsumsi Hasea.
***
Terima kasih telah mendukung Author dengan menekan like, rate bintang 5 dan Vote
Hal-hal itu akan membuat Author lebih semangat lagi..
__ADS_1
kalian luar biasa