
14 hari sudah ke 10 kandidat dilatih secara militan. Latihan fisik yang berat dan latihan jurus untuk pendekar tingkat dasar telah diajarkan semua. Besok, dari antara mereka akan dipilih 5 orang . Orang yang dipilih adalah mereka yang menunjukkan perkembangan paling pesat selama latihan . Memang hanya 5 orang yang akan menuju tahapan selanjutnya . Tahapan menuju tingkatan pendekar unik level 1. Memilih 5 orang adalah keputusan yang sangat wajar, karena hanya kepada ke 5 orang tersebut akan diberikan sumber daya agar segera mampu mencapai tingkat pendekar unik level 1. karena sumber daya tersebut langka dan mahal, maka orang-orang terbaiklah yang akan mengkonsumsinya.
Selama 2 hari ke depan mereka dibebaskan dari latihan, setelahnya mereka akan mulai bertapa selama 3 hari penuh.
Waktu yang kosong dipergunakan Hasea untuk mengitari seputar perkemahan.
" Sudah hampir 1 Purnama aku tidak dapat melakukan hal ini" gumamnya dalam hati. Tanpa sengaja Hasea melintasi tenda Putri Senni. Putri Senni tampak sedang berdebat dengan kedua pengawalnya.Karena penasaran Hasea mendatangi tenda tersebut.
" Mohon maaf senior, apa yang terjadi?" Hasea bertanya kepada salah satu penjaga putri Senni tersebut. Belum sempat penjaga tersebut menjawab, Putri Senni terlebih dahulu bicara " kau rupanya, kau sampaikanlah kepada kedua orang bodoh ini, aku bosan, aku hanya ingin berkeliling sebentar. Entah sudah berapa lama aku ditenda . Sampai kapan kalian akan mengurungku disini?" Putri Senni sedikit berteriak.
" Tenanglah tuan putri. Beberapa hari lagi tuan putri akan dibebaskan dalam pertukaran" Hasea mencoba menenangkan putri yang Cantik tersebut.
" Setidaknya biarkan aku sedikit berkeliling di perkemahan ini untuk membunuh rasa jenuhku" putri Senni sedikit memelas.
" Oh jadi seperti itu?" Hasea mendekati kedua penjaga tersebut. " Senior mohon maaf apa bila saya lancang, tapi mohon ijinkan tuan putri untuk berkeliling. Saya akan menemaninya "
" Apa kau berani menjamin keselamatanya? Apa kau yakin dia tidak akan melarikan diri?" Sahut salah seorang penjaga. " Saya akan menjaminnnya" Ucap Hasea. Dia kemudian menemani putri Senni berkeliling setelah mendapat persetujuan pengawal tersebut.
" Sepertinya kau orang yang baik, kenapa kau bisa bergabung dengan para perampok ini?" Ucapan Putri Senni mengagetkan Hasea. " Kami lebih senang menyebut diri kami sebagai bagian dari Sekte Harinuan dari pada perampok" Hasea sedikit tersinggung dengan ucapan Putri Senni.
" Huh.. kau sungguh munafik. Jelas-jelas kalian merampok kami, mengambil harta benda kami, kalian bahkan menculikku untuk suatu imbalan. Apa namanya itu kalau bukan merampok?" Ucapan Putri Senni membuat Hasea terdiam.
" Wah apakah itu arena latihan memanah?" Tampak Putri Senni kegirangan saat dirinya dan Hasea tiba di lokasi latihan memanah.
"Disana ada busur panah, anak panah dan papan sasaran. Tentu saja itu arena berkuda" Hasea sedikit mengolok-olok Putri Senni, hal itu membuat Putri Senni memanyungkan bibirnya.
" Dulu Ayahanda adalah seorang ahli memanah. Saat aku kecil, Aku sangat senang melihat Ayahanda latihan memanah" Putri Senni tersenyum. Melihat senyuman Putri Sanni, hati Hasea sedikit bergetar . Entah apa yang terkandung dalam senyuman Putri Sanni itu tapi yang jelas membuat Hasea tidak berhenti memandanginya. Matanya bahkan tidak berkedip.
" Hei, kenapa kau menatapku seperti itu? Jangan bilang kau mulai jatuh cinta kepadaku. Kukatakan kepadamu Jangan sampai kau jatuh cinta kepadaku. Telah banyak hati pria yang ku patahkan" ucapan Putri Senni membuat Hasea salah tingkah.
__ADS_1
" Wah.. anda terlalu percaya diri tuan putri" Hasea kelihatan canggung. " Apa benar aku mulai jatuh cinta kepadanya? Aku bahkan belum mengenalnya" gumam Hasea dalam hatinya.
" Hei.. apa kau bisa memanah?" Ucapan Putri Senni lagi-lagi membuyarkan Hasea dari lamunannya. " Hm.. ketua ku bilang Aku sedikit berbakat dalam hal memanah" Hasea merendah.
" Wah benarkah? tolong ajari aku. Dari dulu aku ingin sekali latihan memanah. Hanya saja ibu selalu melarang ku. Katanya memanah bukan kegiatan untuk seorang putri" Putri Senni kembali memanyungkan bibirnya. Hal tersebut malah membuat hati Hasea semakin bergetar.
" Ajari aku.. ajari aku sedikit saja" Putri Senni sedikit memaksa sambil mencengkram baju dan menggoyang-goyangkan tubuh Hasea.
" Baiklah-baiklah, anda sungguh merepotkan" Hasea sebenarnya dengan senang hati akan mengajari Putri Senni memanah . Entah kenapa wanita itu mampu membuat hatinya senang.
" Ini namanya busur panah, ini anak panah, yang jauh disana papan yang ada lingkaran merah dan ada titik merah kecil ditengahnya namanya papan sasaran" Hasea tampak serius menerangkan namun Putri Senni malah menatapnya tajam, tatapan itu membuat Hasea sedikit takut. " Baiklah..baiklah tentu saja sebagai anak dari seorang ahli memanah, anda tentu mengenali benda-benda ini" .
Hasea kemudian mengambil sebuah busur panah. " Tariklah busur panah dengan sekuat tenaga namun penuh perasaan, kosongkan pikiran, fokus pada papan sasaran, busungkan dada, tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan" wush...seketika anak panah yang dilepaskan Hasea melesat kencang . Anak panah itu tepat menancap di tengah papan sasaran.
" Wah.. kau ternyata seorang ahli memanah juga" putri Senni menatap Hasea dengan takjub. Hal tersebut membuat Hasea canggung. " Anda cobalah " Hasea mencoba mengalihkan rasa canggungnya.
Beberapa kali putri Senni mencoba melesatkan anak panahnya , namun anak panah tersebut melenceng jauh dari papan sasaran. Bahkan kebanyakan diantaranya jatuh jauh sebelum mencapai papan sasaran. " Ini ternyata tidak semudah yang kubayangkan" putri Senni tampak kesal. " Ini pasti karna kau tidak serius mengajariku" Putri Senni sembarang menuduh.
"Pandangan kedepan, fokus pada papan sasaran. Hiraukan yang lain" Hasea memberi instruksi yang diikuti dengan antusias oleh Putri Senni , sementara Hasea sendiri sebenarnya tidak terlalu konsentrasi karena bingung dengan gejolak yang ada di dalam hatinya. Wajar saja, baru kali ini dia bisa sedekat itu dengan tubuh seorang perempuan. Dan itu tubuh seorang putri yang cantik jelita.
" Lepaskan.." wush.. anak panah melesat dan menancap tepat di tengah papan sasaran.
" Wah.. akhirnya aku berhasil..kau berhati-hatilah, aku akan menjadi pesaing beratmu" putri Senni melompat kegirangan. Sangat kekanak-kanakan. Dia kembali mencengkram baju dan menggoyangkan badan Hasea sangkin senangnya. " Terima kasih..terima kasih banyak. Hari ini aku sangat senang" tiba-tiba putri Senni mencium pipi Hasea, entah itu refleks karena kegirangan atau memang ada maksud lain dibalik ciuman itu .
Sementara Hasea hanya bisa terdiam sambil memegangi pipinya. Dia bahkan tidak tau apa yang sedang terjadi.
" Hei..kenapa diam saja..ayolah, cukup untuk hari ini. Aku sangat senang. Kita kembali saja" Ucapan Putri Senni membuyarkan Hasea dari lamunannya.
Putri Senni akhirnya kembali ke tenda nya. Sementara Hasea, selepas dari mendampingi putri Senni melanjutkan perjalanannya mengitari perkemahan. Tujuan selanjutnya adalah pinggiran Hutan. Dia ingin sedikit berbincang dengan Gea. Dia ingin mengetahui beberapa Hal.
__ADS_1
" Gea, apa kau mendengar ku?" Hasea mencoba berbicara pada Gea. " Ada apa bocah lemah, setelah bermesraan dengan putri tadi apakah kau kembali kesepian sehingga memanggilku?" Gea nampak sedikit kesal.
" Jadi kau mengikuti kami juga ya?" Hasea sedikit kecewa. Sekarang dia merasa tidak memiliki privasi lagi. " Anak bodoh, kau pikir aku senang melakukannya? Aku ada di tubuhmu. Tentu saja aku mengukutimu kemanapun kau pergi. Hanya saja saat-saat tertentu seperti misalnya saat kau melakukan hal-hal pribadi , aku memilih untuk tidur" ucap Gea memberi pengertian.
" Baguslah kalau begitu, aku takut juga sebenarnya kalau kau selalu mengikutiku terus. Tunggu dulu.. sebenarnya kau ini pria atau wanita?" Tanya Hasea penasaran.
" Apa maksudmu bertanya seperti itu? Aku berbeda dengan mu dan manusia lainnya. Mahluk seperti ku ini tidak dibagi menjadi pria atau wanita. Aku juga tidak perlu repot mengurusi perasaan ketertarikan kepada lawan jenis" Gea mencoba menerangkan. Dia bahkan tidak yakin Hasea mengerti dengan menjelaskannya.
" Baguslah, aku sempat khawatir saat kau selalu mengikutiku termasuk saat aku mandi.. hahaha" Hasea tertawa. Dia merasa risih membayangkan dia ditonton orang lain saat mandi.
" Kau ini...dasar bodoh.Kalaupun aku memiliki nafsu seperti mu dan manusia lain, aku sama sekali tidak akan tertarik keoadamu" Gea tampak marah. " Apa hanya hal konyol itu yang ingin kau tanyakan?" Gea mulai kesal.
" Jangan marah, kau ini sungguh pemarah.Pantas saja para dewa menghukum mu" Hasea sedikit mengolok Gea.
"Kau....."
" Sudah.. sudah, hei Gea kalau tenaga dalam yang ku gunakan saat latihan bersama dengan ketua Harimotting bukanlah berasal darimu, apakah menurutmu itu tenaga dalam yang sama dengan yang ku gunakan pada misi pertama yang lalu?" Hasea mulai berbicara serius.
" Ya.. itu tenaga dalam yang sama, aku dapat merasakan jenis ledakan tenaga dalam yang sama. Sepertinya tanpa kau sadari saat latihan itu salah satu pintu toddi mu tiba-tiba terbuka, tapi sepertinya itu tidak terbuka sempurna" ucap Gea tak kalah serius.
" Lalu menurutmu apa yang harus ku lakukan?" Hasea sedikit bingung langkah apa yang harus dilakukannya terkait tenaga dalam yang terkandung di dalam dirinya
" Mengingat beberapa kali tenaga dalam mu dapat keluar tanpa kau sadari, menurutku untuk membuka salah satu pintu toddi mu bukan perkara yang sulit" Gea nampak berfikir. " Aku yakin hal tersebut hanya membutuhkan sedikit pemicu"
" Pemicu seperti apa yang kau maksudkan Gea?"
" Aku akan membagikan sedikit lagi tenaga dalamku kepadamu. Aku harap ledakan tenaga dalam yang kuberikan dapat menjadi pemicu terbukanya pintu toddi mu. Tapi kali ini kau tidak boleh pingsan, atau semua akan sia-sia" ucap Gea mengigatkan.
" Jangan khawatir, aku akan kuat kali ini" Hasea tampak semangat.
__ADS_1
***
Terimakasih Atas dukungan teman2 Semua. Saya kembali mengharapkan teman2 menekan tombol like ya, karena hal itu bisa membakar semangat saya utk berkarya.