PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 33. Pertarungan Besar


__ADS_3

" Jadi seperti itu ya. Tampaknya hal ini menjadi rumit".


Ketua Harimotting , Ketua Borong, Ketua Sulpi dan Ketua Altong berkumpul di tenda pertemua saat seorang penghubung regu delik sandi menyampaikan informasi.


" Nampaknya kita harus mengerahkan kekuatan penuh. Bagaimana pun pertukaran ini harus terjadi. Ketua Garguek harus segera Kita bebaskan". Ketua Harimotting berkata pelan sambil menghela nafas.


" Tapi dengan kekuatan besar yang ada di pihak kerajaan, rasanya kita hanya akan mengantarkan nyawa ketua". Kekhwatiran ketua Borong itu beralasan. Mereka akan menghadapi ratusan pendekar tingkat dasar dari Aliansi Putih dan prajurit tentara setara pendekar tingkat dasar. Disana juga akan ada puluhan pendekar tingkat Ahli dan beberapa pendekar tingkat Langka.


" Apa tidak sebaiknya kita meminta bantuan dari perkemahan timur dan barat Ketua?" . Ketua Altong memberikan usul.


" Letak perkemahan Timur dan Barat cukup jauh, mereka tidak akan bisa mencapai kota Ronggur tepat waktu. Kita tidak memiliki pilihan". Ucap ketua Harimotting sambil sesekali mengusap dagunya.


" Kita kerahkan seluruh kekuatan. Saya akan ikut serta . Dengan adanya saya dan ketua Garguek, ku harap kita bisa memberi perlawanan. Kita tidak harus menghabisi mereka semua. Kita hanya perlu membebaskan ketua Garguek lalu segera meninggalkan tempat itu". Ketua Harimotting memutuskan.


Hampir seluruh anggota Perampok Harinuan perkemahan wilayah Utara yang berjumlah 200 orang berangkat ke Kota Ronggur. Mereka tiba di perbatasan kota malam hari 1 hari sebelum pertukaran.


" Hormat pada ketua" . Sambut Lambao dan 4 anggota regu delik sandi yang lain atas kedatangan Rombongan sekte nya itu.


" Besok pertukaran akan dilangsungkan. Saya sendiri dan ketua Altong akan memimpin 50 orang mengawal putri Senni menuju Pertukaran . Ketua Sulpi pimpin tim pemanah berjaga di sekitar lokasi. Kalian menyusuplah malam ini". Perintah ketua Harimotting.


Ketua Sulpi segera memimpin regu panah. Mereka menyusup ke kota melalui jalur alternatif yang telah dibukakan oleh regu Delik sandi. 50 orang jumlah pemanah itu. Rata-rata dari mereka setara pendekar Pemula dan pendekar dasar.

__ADS_1


Ketua Borong memimpin anggota yang lain. 100 orang jumlahnya. Kebanyakan dari mereka berkemampuan setara Pendekar tingkat pemula, sekitar 30 orang berkemampuan setara pendekar tingkat dasar dan beberapa orang berkemampuan setara pendekar Unik. Mereka menunggu di luar kota Ronggur. Tepatnya di sekitar pintu masuk alternatif.


***


Pagi ini tampak matahari sudah mencokol tanpa malu-malu diatas langit. Udara juga sedikit hangat dan segar. Tampak di pusat pasar rombongan Ketua Harimotting bersama dengan Putri Senni di antara rombongan itu berjalan menuju tempat Pertukaran yang disepakati.


Sementara 100 meter didepan mereka tampak Panglima Angkar bersama berberapa pendekar utusan Aliansi putih dan beberapa prajurit bulan darah menunggu kedatangan ketua Harimotting. Tampak ditengah-tengah mereka seorang pria sepuh dengan rambut panjang dipenuhi uban dan jenggot panjang tak terurus. Bajunya compang-camping . Tampak bercak darah yang sudah mengering menempel di baju itu. Tangan dan kakinya di rantai. Dia adalah Ketua Atas sekte Harinuan yang sudah lama ditahan oleh pihak kerajaan. Dia adalah ketua Garguek.


" Wah..wah.. tak ku sangka pendekar Legenda seperti anda sampai harus merepotkan diri mengantar putri Senni ke sini". Panglima Angkar menatap dalam kepada ketua Harimotting. Mereka memang berharap orang tua itu ikut serta dalam transaksi pertukaran tawanan ini , sehingga mereka juga bisa membunuhnya seperti yang lain. Setidaknya begitulah rencananya.


" Tidak usah berbasa basi Angkar. Segeralah lepaskan ketua Garguek. Kami akan bebaskan putri Senni".


" Anda terlalu naif ketua. Sudah sangat lama saya ingin bertemu anda. Ku harap kita bisa berbincang-bincang walau sebentar". Ucap Panglima Angkar mengulur waktu. Sebenarnya dia hanya sedang mengamati keadaan.


Ketua Altong dan 3 orang pendekar tingkat unik sekte Harinuan mengantar putri Senni. Sementara dari pihak istana Ketua Garguek diantar dengan pengawalan 4 orang pendekar berkemampuan tingkat Langka. Mereka menyamar sebagai prajurit, tapi tentu saja pihak Sekte Harinuan telah mengetahui hal tersebut berkat informasi dari Hasea .


" Semua bersiaplah , sepertinya pertikaian memang tidak akan terelakkan". Ketua Harimotting berbisik pelan mengingatkan para anak buahnya .


" Tuan Putri, tampaknya ini akhir dari pertemuan kita. Aku harap anda baik-baik saja setelah ini" . Ketua Altong bersama putri Senni sudah persis berada ditengah-tengah diantara kedua kubu itu. " Aku akan merindukanmu Altong. Kau jagalah diri baik-baik". Ucap putri Senni sambil memandangi Ketua Altong sendu.


Putri Senni berjalan sendiri ke arah rombongan pihak kerajaan. Saat berpapasan dengan ketua Garguek, dia melirik sekilas. Bulu kuduknya berdiri. Walau Putri Senni tidak memiliki kemampuan bela diri, namun dia bisa merasakan aura yang sangat ngeri terpancar dari orang itu.

__ADS_1


" Hormat pada ketua Garguek". Ucap Ketua Altong saat ketua atas Sekte Harinuan tersebut berada di hadapannya.


" Ah.. Altong, lama tidak bertemu dengan mu. Nampaknya ilmu bela dirimu berkembang pesat". Ketua Garguek berucap sambil menatap ketua Altong.


" Ayo ketua , anda bersiaplah sepertinya pertukaran ini tidak akan berjalan mulus".


Belum sempat ketua Garguek menjawab Ketua Altong, tiba-tiba ke 4 pendekar yang mengantarkannya menyerangnya bertubi-tubi. Ketua Altong tidak tinggal diam. Dia memukul mundur salah satu diantaranya.


" Cepat bergerak. Lindungi ketua Garguek". Ketua Harimotting memberi aba-aba.


" Sekarang..." Teriak Panglima Angkar. Seluruh pendekar perwakilan Aliansi putih yang menyamar secara serentak menyerbu rombongan Sekte Harinuan tapi tiba-tiba hujan anak panah menghantam kebanyakan dari mereka.


" Apa yang.. " Panglima Angkar terkejut dengan serangan panah itu. " Cepat bergerak, habisi pemanah-pemanah itu". Panglima Angkar murka, dia memerintahkan prajurit bulan darah menyerang Ketua Sulpi dan anak buahnya.


" Kurang ajar,apa kalian tidak memiliki etika". Ketua Garguek geram dengan tindakan pihak istana yang mengingkari kesepakatan . Tiba-tiba dari tubuhnya memancarkan aura hitam. Matanya memancarkan kemarahan. Ketua Garguek meregangkan kaki dan tangannya. Rantai yang membelenggu tangan dan kakinya terputus.


" Jurus Pukulan Lebah level 5". Ketua Garguek melayangkan pukulan kepada 3 orang pendekar langka di hadapannya. Seketika ke 3 pendekar itu terpental cukup jauh. Namun mereka kembali segera menyerang ketua Garguek.


Terjadi saling tukar serangan antara ketua Garguek dengan 3 pendekar langka di hadapannya. Sementara Ketua Altong tampak kewalahan menghadapi seorang Pendekar ahli. Pertarungan itu sungguh tidak seimbang.


***

__ADS_1


Mendukung Author mudah kok, semudah menekan Like..


Terima kasih Teman2 telah memberi support. 🙏🙏


__ADS_2