PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 37. Teka Teki Masa Lalu yang Mulai Terkuak


__ADS_3

Hasea untuk kesekian kalinya menuju salah satu bangunan di istana yang sebelumnya dia datangi secara diam-diam. Dengan adannya ruangan rahasia disana, membuat dia semakin yakin bahwa setidaknya dia akan mendapat sedikit jawaban atas pencariannya selama ini.


" Sepertinya kaisar itu tidak berkunjung malam ini. " Gumamnya dalam hati . Hasea menuju obor yang menjadi tuas untuk membuka pintu masuk ke ruang rahasia itu. Hasea menarik tuas itu. Terdengar suara seperti batu bergesekan. Dinding pintu menuju ruang rahasia itu terbuka.


Hati Hasea sedikit rancu, dia tidak tau apa yang menunggunya di ruangan rahasia itu. Namun dia memberanikan diri . " Aku harus masuk kesana, aku yakin ada sesuatu disana yang bisa memberiku petunjuk." Gumamnya.


Hasea melangkahkan kakinya menuruni anak tangga." Gea.. sensasi itu muncul lagi. " Lengan kanan Hasea kembali terasa hangat. Pancaran sinar Aura biru pada gambar Naga Gumoang di lengannya kembali terpancar. Hasea tiba di dalam ruangan. Tidak ada apa-apa disana kecuali satu peti dari kayu yang terletak diatas sebuah meja.


Hasea mendekati peti tersebut, semakin dia mendekat tampak getaran peti semakin kuat. Seperti ada sesuatu didalam sana yang ingin melompat keluar. Hasea dapat melihat cahaya biru terpancar dari sela-sela peti kayu itu.


" Ada apa sebenarnya didalam peti itu." Hasea merasa sedikit ketakutan.dia tidak tau apa yang menunggunya di dalam peti itu.

__ADS_1


" Kalau kau begitu penasaran dengan isi peti itu kenapa tidak kau buka saja." Ucap Gea tidak sabar. " Bagaimana kalau ada sesuatu didalam sana yang bisa melukaiku?" Ucap Hasea masih sedikit ragu. " Kalau begitu ayo tinggalkan tempat ini, pemuda penakut seperti mu membuang-buang waktu saja." Gea semakin kesal.


" Kau sabar lah Gea. Aku perlu berhati-hati."


Hasea memberanikan diri. Dia membuka peti itu perlahan. Getaran dalam peti semakin kuat. " Sebuah kitab." Hasea begitu terkejut saat melihat sebuah kitab tiba-tiba keluar dari peti dan melayang-layang saat Hasea membuka peti itu. Kitab Naga Biru memancarkan cahaya yang sangat terang sampai seisi ruangan itu dipenuhi cahaya berwarna biru. Lengan kanan Hasea terasa semakin panas. Lengan itu juga terasa berat .


" Gea.. ada apa ini sebenarnya?" Hasea merasa ketakutan. Sensasi panas di lengan kanannya hampir tidak bisa dia tahankan.


Tubuh Hasea serasa berat. Seluruh tulang di badannya terasa remuk. Dia hampir saja kehilangan kesadaran. " Hai bocah, kenapa kau hanya berdiam diri. Cepat raih kitab itu dan kita tinggalkan tempat ini." Gea seolah berteriak di dalam kepalanya .Tapi teriakan Gea itu yang membuat Hasea kembali mendapat separuh kesadarannya. Dengan bersusah payah Hasea menggerakkan tangan kanannya untuk meraih kitab itu. Saat Hasea akhirnya berhasil meraih kitab Naga biru, tubuhnya kehilangan keseimbangan. Lembaran kitab itu seperti terbuka begitu saja.


" Perasaan ini..." Roh Gea terlempar dari tubuh Hasea. Tubuh Hasea rubuh ke lantai. Dia kehilangan kesadaran.

__ADS_1


***


Hasea membuka kedua matanya secara perlahan. Tidak ada apapun yang dapat dia lihat kecuali ruang yang seluruhnya putih. " Tempat ini.." Hasea mengenal tempat itu. Itu adalah tempat dimana dia bertemu dengan 7 sesepuh.


" Kau kembali ke sini." Tiba-tiba suara di sebelah Hasea membuatnya terkejut. " Sesepuh Irarip." Ucap Hasea.


" Bagaimana caramu bisa datang lagi ke tempat ini?" Nada Suara sesepuh Ijeb yang dipenuhi aura kemarahan membuat Hasea Ciut. " Kenapa sesepuh Ijeb ini seperti membenciku setiap kali kami bertemu. Apa sebenarnya salahku kepadanya?" Gumam Hasea.


***


Teman-teman. Dukung author dengan klik like ya. Tindakan kecil Kalian akan berarti sangat besar bagi author ..

__ADS_1


Kalian luar biasa...


__ADS_2