PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 64. Keterlibatan Hasea II


__ADS_3

" Kau.. siapa pun kau, hari ini ajal akan menjemput mu." Mata Alimar yang memerah menatap tajam Hasea. Kini perhatiannya tertuju pada Hasea.


" Kita lihat siapa yang akhirnya akan meregang nyawa." Ucap Hasea dengan lengan kanannya telah diselimuti aura tenaga dalam Naga Gumoang.


Hasea melesat cepat ke arah gerombolan anak buah Alimar. Dengan beberapa jurus, puluhan anggota rendahan sekte Bulan Gerhana bergelimpangan dibuatnya.


" Kurang ajar. Dengga!!! habisi pemuda itu. Aku masih ada urusan dengan orang ini." Alimar ingin sebenarnya menghadapi Hasea , tetapi dia lebih memilih untuk menghadapi panglima Suhad terlebih dulu.


Terlibatnya Hasea dalam pertarungan itu membuat posisi sedikit berimbang. Ke 5 anak buah Panglima Suhad bersama dengan Hasea menghadapi Dengga bersama dengan puluhan anak buahnya sementara Panglima Suhad kembali bertukar jurus dengan Alimar.


" Orang itu? Baru beberapa waktu tidak bertemu tetapi kemampuannya meningkat pesat. Bahkan tenaga dalamnya mungkin lebih besar dari tenaga dalam yang ku miliki." Batin Panglima Suhad melihat Hasea yang dengan mudah melumpuhkan anggota sekte Bulan gerhana.


" Orang ini, jurus yang dia gunakan sangat bervariasi. Dia bahkan menggunakan jurus istana tapi dia juga menggunakan jurus perampok Harinuan ." Ucap salah seorang diantara anak buah Panglima Suhad saat melihat cara bertarung Hasea.


" Apa itu penting sekarang? Siapa pun dia, aku bersyukur dia berada di pihak kita."


Hasea memang menggunakan jurus-jurus dari kerajaan, jurus sekte Harinuan dan bahkan jurur naga terbang membelah lautan level 1. Hanya jurus Halilintar membelah langit dan jurus naga hitam yang tidak dia pakai. Kedua jurus itu terlalu besar kekuatannya. Tempat itu bisa hancur bersama dengan orang-orang di sekitarnya.

__ADS_1


" Siapa pun kau, kau telah salah memilih musuh." Teriak Dengga yang kemudian melesat ke arah Hasea. Sebenarnya pendekar sekte Bulan Gerhana itu menyadari kemampuannya jauh di bawah Hasea. Hanya saja dia tidak punya pilihan lain selain harus menghadapi Hasea.


Hasea dan Dengga segera bertukar beberapa jurus. Dengga dengan mudah mulai terdesak.


Hasea melayangkan pukulan lebah kepada Dengga. Dengga yang tenaga nya sudah terkuras habis tidak siap menerima pukulan Hasea. Dengga terlempar menghantam dinding restoran. Dinding itu bahkan sampai jebol sehingga Dengga terlempar ke luar restoran, pendekar Sekte Bulan Gerhana itu meregang nyawa.


" Mereka ku serahkan pada kalian. Aku akan menghabisi orang itu." Ucap Hasea kepada anak buah Panglima Suhad sebelum melesat ke samping Panglima. " akhirnya kita bertemu lagi pangeran." Ucap Panglima Suhad kepada Hasea.


" Sialan. Siapa sebenarnya pemuda itu, kalau begini terus aku tidak punya pilihan lain." Alimar geram melihat Hasea melumpuhkan banyak sekali anak buahnya .Kini anak buah Alimar hanya tersisa 10 orang. Mereka sedang bertarung dengan ke 5 anak buah Panglima Suhad. Dia sadar posisi Mereke sekarang terjepit.


Kalau hanya Panglima Suhad, Alimar yakin masih bisa mengalahkannya mengingat tenaga panglima tersebut sudah terkuras pada pertarungan sebelumnya. Tapi menghadapi Panglima itu sekaligus dengan Hasea,dia merasa tidak memiliki peluang untuk menang.


"Apa kau pernah mendengar pendekar Bulan Gerhana menyerah?"


" Kalaupun aku harus mati, kau dan semua anak buah mu akan kubawa mati bersama ku."


" Pangeran, saya tau anda memiliki tenaga dalam yang besar. Tapi untuk sekarang sebaiknya anda pergi."

__ADS_1


Panglima Suhad memahami arti kata yang diucapkan oleh Alimar. Sekte Bulan Gerhana terkenal dengan senjata bom yang mereka ciptakan sendiri. Bom yang mereka punya, memiliki daya ledak yang sangat tinggi. Ledakan Bom itu bahkan bisa merusak sampai radius 10 Kilo meter dari tempatnya meledak. Walau diciptakan sendiri oleh sekte Bulan Gerhana, bom itu masih langka. Jumlahnya masih sedikit. Hal itu dikarenakan bahan baku untuk membuat bom itu juga sangat langka dan biaya pembuatannya juga mahal. Mereka menyebutnya Bom Neraka.


Setiap ketua Sekte Bulan Gerhana memang memiliki 1 Bom neraka yang hanya akan mereka gunakan pada saat yang sangat genting. Saat mereka menggunakan bom itu , itu juga berarti mereka bersama musuhnya akan ikut mati, karena bom itu hanya dapat meledak setelah dipacu dengan tenaga dalam pemiliknya. Menggunakan bom itu sama saja sebenarnya dengan bunuh diri. Tapi begitu lah Sekte Bulan Gerhana. Semua anggota sekte itu memang tidak takut mati. Mereka siap untuk melakukan bom bunuh diri ketika benar-benar genting.


" Berkumpul, bentuk Formasi perisai teratai menghempas karang. " Teriak Panglima Suhad pada anak buahnya.


" Apa? Pada saat seperti ini ? Ucap salah satu anak buah Panglima Suhad. Tapi kemudian ke 5 orang itu melesat cepat menuju tempat berdiri Panglima Suhad.


Panglima Suhad dengan seluruh tenaga dalamnya yang tersisa mengangkat kedua lengan nya. Kedua lengannya diangkat tegak ke depan dengan kedua telapak tangan terbuka. Telapak nya mengarah ke Alimar . Anak buahnya berada di sisi kiri dan kanan Panglima Suhad. Mereka meletakkan telapak tangannya di punggung Panglima Suhad. 1 orang lagi anak buah Panglima Suhad berada di belakang ke empat rekannya itu . Dia meletakkan telapak tangan kanannya di punggung rekannya yang berada di depannya bagian kanan, sementara telapak kirinya dipunggung temannya yang kiri.


" Teratai menghempas karang." Seketika cahaya putih menyilaukan berbentuk teratai seukuran Capil orang dewasa melesat cepat ke arah Alimar.


Tenaga dalam berupa Teratai menghantam Alimar yang terlihat tidak siap. Ketua muda itu terhempas ke dinding. Dinding restoran itu bahkan sampai jebol sehingga Alimar terlempar ke luar restoran. Darah segar keluar dari mulutnya, tetapi dia belum tewas.


" Pangeran. Sekarang waktunya. Larilah sejauh mungkin." Ucap panglima Suhad dengan nafas tersengal. Tenaga dalamnya sudah terkuras habis. Jurus terakhir yang dia pergunakan bersama dengan anak buahnya memang sangat kuat. Sebenarnya itu adalah jurus pertahanan untuk menerima pukulan bertenaga dalam yang kuat pula. Tetapi pada kondisi ini, panglima Suhad menggunakannya untuk memukul mundur Alimar agar Hasea memiliki kesempatan untuk kabur.


" Apa sebenarnya yang terjadi?" Hasea bingung melihat sikap Panglima Suhad. Dia bisa melihat mereka telah mengalahkan rombongan sekte Bulan Gerhana tetapi panglima itu bersikeras menyuruhnya untuk pergi.

__ADS_1


" Pangeran, Orang itu akan meledakkan bom neraka. Daya ledaknya sangat besar. Radius 10 kilo meter dari tempat ini akan tersapu oleh ledakan. Sebaiknya anda pergi sekarang juga." Teriak Panglima Suhad.


__ADS_2