PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 71. Perkemahan Utara Perampok Harinuan


__ADS_3

" Ketua, sepertinya kedua orang itu dalam kesulitan." Uyup, Salah satu anak buah Ketua Altong berusaha memberi informasi kepada Ketua muda sekte Harinuan itu . Dia memang baru saja melihat Renees dan Hasapi yang dihajar habis-habisan oleh Sekirana saat mereka sedang dalam perjalanan menuju Perkemahan.


Altong bersama rombongannya segera menuju lokasi yang dimaksud oleh Uyup. Sebenarnya Altong tidak mengenal ke tiga orang yang sedang bertikai itu. Dia juga tidak tahu duduk perkara penyebab mereka bertikai. Tetapi melihat Sekirana, Altong langsung dapat merasakan bahwa wanita itu seorang pendekar ahli yang tanpa rasa bersalah menghajar dua orang berkemampuan bela diri yang sangat jauh di bawahnya sepertinya hal itu sudah bisa menjelaskan akan kondisi yang terjadi. Hal itu juga akhirnya memaksa Altong untuk bertindak.


Altong melesat cepat . Pendekar sekte Harinuan itu melayangkan pukulan ke arah Sekirana. Sekirana yang tidak siap menerima pukulan yang tiba-tiba itu sampai mundur beberapa langkah.


" Jangan ikut campur, ini urusan sekte Jingga." Sekirana berteriak emosi kepada Altong.


" Seharunya pendekar berkemampuan ahli sepertimu merasa malu. Apakah kau tidak bisa mencari orang lain yang memiliki kemampuan lebih seimbang dengan mu untuk kau ajak bertarung?" Ketua Altong membalas.


"Semoga kau tahu apa yang sedang kau perbuat." Sekirana kembali berteriak


Kini Sekirana sepenuhnya mengalihkan perhatian kepada Altong. Hasapi dan Renees tidak lagi dia hiraukan. Sekarina melesat, hampir seluruh tenaga dalamnya dia alirkan pada pedangnya. Dia sadar pemuda di hadapannya memiliki kemampuan setara dengan dirinya.


Ketua Altong menahan tebasan pedang Sekirana yang mengarah kepadanya. Pedang mereka beradu. Pedang Sekirana yang dipenuhi tenaga dalam membuat pedang Altong hancur. Sekirana tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia melayangkan tendangan ke arah Altong. Altong tidak sempat menghindar. Tubuhnya terpental.


" Ketua..." Ucap Uyup. Dia bersama dengan rekannya yang lain spontan serentak bergerak hendak menyerang Sekirana.


" Tidak perlu. Kalian mundurlah. Cukup aku sendiri yang menghadapinya." Altong menghentikan anak buahnya. "Sebaiknya kalian bantu saja kedua orang itu. Obati luka mereka sebisa mungkin."


" Untuk ukuran pendekar berkemampuan tanggung, kau cukup percaya diri." Sekirana sedikit kagum akan sikap Altong, atau lebih tepatnya pendekar wanita itu bersyukur Altong menghentikan anak buahnya untuk ikut campur. Dengan musuh sebanyak itu, dia menjadi ragu dapat mengalahkan mereka semua hanya seorang diri.


Sekirana kembali melesat ke arah Altong. Tetapi kali ini Altong telah siap menerima serangan-serangan Sekirana. Dalam waktu singkat tukar menukar puluhan jurus antar kedua pendekar itu terjadi.


***


" Ketua.." Hasea yang baru tiba di lokasi pertarungan terkejut melihat Ketua muda nya itu sedang bertarung dengan Sekirana. Altong sebenarnya tidak kalah terkejut melihat Hasea. Tapi dia belum sempat untuk bereaksi karena Sekirana sedang menyerangnya.


Hasea ingin terlibat dalam pertarungan untuk membantu Altong namun dia tahu ketua muda nya itu masih bisa menghadapi Sekirana seorang diri. Hasea lebih memilih untuk mendekati Renees dan Hasapi. Walau anak buah Altong berupaya mengobati Hasapi dan Renees, hal itu tidak banyak berpengaruh karena mereka sedang tidak membawa perlengkapan pengobatan. Kedua rekan Hasea itu sedang dalam kondisi memprihatinkan. Mereka hanya terbaring dengan tubuh dipenuhi banyak luka.


"Siapa orang itu?" Hasapi yang tubuhnya dipenuhi luka masih sempat bertanya. Melihat cara Hasea memanggil Altong, dia merasa Hasea memiliki hubungan yang baik dengan orang yang membantu mereka itu.


"Dia ketua Altong. Ketua Muda Perampok Harinuan ." Hasea menjelaskan. Anak buah Altong membantu Renees dan Hasapi yang terbaring untuk duduk . Hasea mengambil obat dari bungkusan dalam pakaiannya . Dia segera meminumkan sumber daya obat yang dia dapat dari bukit menangis itu kepada Renees dan Hasapi. Obat nya cepat bekerja. Hasapi dan Renees merasa jauh lebih baik.

__ADS_1


" Kau akan menyesal kalau sampai sekte ku mengetahui perampok seperti mu menggangu urusanku." Sekirana menggertak Altong.


" Bukankah sekte Harinuan memang selalu bermasalah dengan sekte aliran putih seperti kalian? Gertakan mu tidak sedikitpun membuatku takut. "


Ucapan Altong itu membuat Sekirana kesal tapi dia tidak mau gegabah, dia tidak memiliki rencana untuk mati Hari ini.


" Sial, kali ini aku boleh kalah. Tapi pada kesempatan lain, kau dan seluruh sektemu akan binasa." Batin Sekirana. Melihat Hasea bisa berada di tempat itu membuat Sekarina semakin takut. Dengan hadirnya Hasea di hadapan mereka itu artinya ke 4 rekan Sekirana yang sebelumnya menghadang Hasea pastilah sudah tewas. Pendekar wanita itu memilih untuk tidak berlama-lama dalam pertarungan. Sewaktu-waktu Hasea bisa ikut campur. Hal itu bukan hal yang menguntungkan bagi Sekarina saat ini.


Sekirana kembali melayangkan pukulan demi pukulan kepada Altong. Gerakannya semakin cepat. Dia sepertinya sedang mempersiapkan diri untuk pukulan terakhir.


Sekirana melompat ke belakang kemudian kembali melesat ke arah Altong. Satu tebasan dipenuhi tenaga dalam dia layangkan ke arah perut Altong. Altong yang memang sudah bersiap mengelak dan melompat menghindari serangan pendekar wanita itu. Dia mundur cukup jauh.


" Ini saatnya." Sekirana kembali melompat mundur ke belakang. Kemudian dia langsung melompat ke dahan pohon. Ilmu meringankan tubuhnya yang cukup baik membuatnya mudah melarikan diri menghilang diantara pepohonan. Altong sebenarnya berniat mengejarnya tapi rasanya dia lebih tertarik mendatangi Hasea. Banyak hal yang ingin dia tanyakan kepada anak buahnya itu.


" Ketua, apa kami perlu mengejarnya?" Tanya Uyup sedikit ragu setelah sebelumnya melihat ketuanya itu hanya berdiam diri seolah membiarkan Sekarina meloloskan diri.


" Tidak perlu, yang penting mereka sudah selamat . Biarkan saja pendekar wanita itu."


Altong mendatangi Hasea yang sedang memapah rekan-rekannya.


***


Hasea bersama ketua Harimotting, ketua Altong, ketua Sulpi dan ketua Borong memang sedang berada di tenda pertemuan perkemahan Utara perampok Harinuan. Disana juga ada Hasapi dan Renees .


Hasea bersama Hasapi memang sedang berupaya menjelaskan tentang keadaan yang sedang terjadi dan memohon dukungan dari sekte Harinuan.


" Saya mohon ketua, Sekte Harinuan merupakan salah satu sekte terbesar di wilayah kerajaan Partungko Naginjang. Saya harap ketua bisa bergabung dan mendukung saya. Sampai dengan saat ini kami baru mendapatkan dukungan dari sekte Obor merah. "


Permintaan Hasea sebenarnya sulit diterima oleh ketua Harimotting dan ke 3 ketua muda sekte Harinuan perkemahan Utara lainnya. Bagi mereka kerajaan Partungko Naginjang sudah sangat salah selama ini. Tetapi mereka juga sangat mengenal Hasea, tidak mungkin ucapan yang keluar dari anak buahnya itu adalah berita yang tidak benar.


" Ketua, saya mohon bantu saya." Ucap Hasea.


Ketua Harimotting menatap tajam mata Hasea. Dia bisa merasakan harapan besar terpancar di mata pemuda itu. Saat menatap mata Hasea itulah Harimotting menyadari perkembangan pesat kemampuan bela diri dan tenaga dalam anak buahnya itu. Harimotting bisa merasakan besarnya tenaga dalam yang dimiliki Hasea kini.

__ADS_1


" Anak ini, baru beberapa purnama kami tidak bertemu tapi kemampuannya sudah berkembang sangat pesat." Gumam Harimotting.


" Bagaimana pun, sebaiknya kita menyetujui dan meyakinkan oppui Goppul atas permitaan Hasea ketua." Ujar ketua Sulpi. " Dari dulu tujuan sekte kita adalah untuk memperbaiki kondisi kerajaan dan para warga. Mungkin kita akan lebih mudah memperbaiki semua ini dari dalam."


" Ini bukan perkara mudah, kalian tahu sendiri bahwa sekte kita tetap memilih berada diluar kekuasaan kerajaan bukan tanpa alasan. Hal itu yang membuat kita tetap berada pada jalur. Hal itu yang membuat kita lebih leluasa mengoreksi hal buruk yang dilakukan oleh kerajaan."


" Maafkan saya ketua, tapi kalau dipikir-pikir sangat sedikit yang bisa kita lakukan untuk membatu rakyat selama ini. Kita hanya bisa merampok dan membagi hasil rampokan kepada para warga. Tetapi hal tersebut rasanya masih jauh dari cukup." Altong memberanikan diri untuk bersuara.


"Ucapanmu benar ketua Altong. Tapi Akan sangat banyak yang dikorbankan apabila kita memenuhi permintaan Hasea. Kau tahu , selama ini kita bertentangan dengan aliansi putih. Mereka tidak akan menerima kita begitu saja. Hal ini tidak bisa kita putuskan sendiri. Kita harus lebih dahulu menyampaikan hal ini ke Pusat. " Keputusan ketua Harimotting setelah berfikir cukup lama, sesekali orang tua itu mengusap jenggotnya yang sudah memutih.


" Terima kasih ketua." Hasea berkata tulus kepada ketua atas nya itu .


" Tidak perlu sungkan, bagaimana pun kau adalah bagian dari sekte ini. Aku akan berusaha meyakinkan Oppui Goppul untuk menyetujui permintaamu." Ucap ketua Harimotting sembari tersenyum ramah.


" Lalu apa yang kau rencanakan selanjutnya?" Ketua Borong yang sedari tadi hanya menyimak akhirnya bertanya pada Hasea.


" Kami masih akan mencari dukungan sebanyak-banyaknya Ketua." Ucap Hasea


" Aku akan mengawal mu." Spontan Altong berucap.


" Rasanya itu tidak perlu, kemampuan mu sekarang bahkan jauh lebih rendah dibandingkan dengan kemampuan Hasea." Ketua Harimotting berkata sambil menatap bangga Hasea. Ucapan Hasea itu sempat membuat ketua Altong terkejut. Tapi dia kembali teringat kejutan-kejutan yang selama ini dibuat oleh Hasea sehingga dengan mudah dia bisa menerima ucapan ketua nya itu.


"Baiklah kalau begitu. Besok Aku dan ketua Altong akan melakukan perjalanan ke sekte pusat. Sebaiknya kita tidak terlalu banyak menunda waktu." Ketua Harimotting mengakhiri pertemuan.


***


Hasea dan Hasapi melanjutkan perjalanan. Sementara Renees kembali ke sekte Obor merah. Misi nya memang hanya mengantarkan Hasea dan Hasapi ke perkemahan Utara perampok Harinuan. Luka Renees dan Hasapi juga sudah jauh berkurang sehingga mereka sanggup untuk melakukan perjalanan. Obat yang diberikan Hasea seperti sebuah obat ajaib. Obat itu sangat ampuh dan cepat bereaksi.


Sementara ditempat terpisah ketua Harimotting dan ketua Altong juga sedang dalam perjalanan menuju sekte pusat Harinuan.


" Hasea, apa kau yakin sekte Harinuan akan memberi dukungan?" Tanya Hasapi di tengah perjalanan mereka.


" Saya yakin tuan, sekte Harinuan adalah sekte yang paling peduli dengan keadaan rakyat sekarang ini. Mereka akan meruntuhkan ego demi kesejahteraan rakyat Partungko Naginjang.

__ADS_1


" Hal itu berita baik kalau begitu. Tapi tetap saja sebenarnya dukungan yang kita miliki masih sedikit."


" Benar tuan, tapi saya yakin tidak semua anggota aliansi putih mendukung panglima Angkar. Saya yakin diantara sekte aliran putih itu masih ada yang memiliki tujauan baik.Pada waktunya kita juga akan meminta bantuan mereka. Mereka hanya perlu dipimpin dan diberi harapan."


__ADS_2