PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 76. Keluarga Serumpun II


__ADS_3

Hasea, Hasapi dan Terisab akhirnya bercerita panjang lebar. Hasea menceritakan awal pertemuannya dengan Hasapi, tentang Isumbaon dan bahkan tentang kenyataan bahwa Hasea adalah Pangeran.


Untuk sesaat Terisab tidak bisa percaya tetapi kemudian dia memilih untuk mempercayai ucapan Hasea. Untuk sekarang ini tidak ada ruginya juga.


" Lalu kau sendiri? Apa yang membuatmu memilih jalan menjadi pembunuh bayaran?" Tanya Hasapi kepada keluarga serumpun nya itu .


Pada waktu dahulu kala saat Isumbaon masih aktif di dunia persilatan, keluarganya sendiri adalah keluarga yang disegani di wilayah kerajaan Partungko Naginjang.


Keluarga Isumbaon merupakan keluarga yang tekun mencari ilmu pengetahuan tentang bela diri. Pada masa jaya nya sebelum Isumbaon menghilang, terdapat sangat banyak pendekar berilmu tinggi pada anggota keluarga nya. Keluarganya bahkan berhasil membuat kitab Naga Api. Kitab yang mengajarkan tentang tenaga dalam naga api tanpa kehadiran roh naga api. Dari kitab itu lah Terisab mendapatkan kemampuan tenaga dalam naga api. Untuk dapat memancarkan tenaga dalam naga api, memang diperlukan unsur yang mengandung naga Api. Terisab menunjukkan perisai yang dia pakai di balik baju nya. Perisai itu terbuat dari sisik naga api. Perisai berbentuk rompi yang diwariskan turun temurun oleh keluarga Terisab.


Walaupun tenaga dalam naga api yang didapat setelah mempelajari kitab naga api tersebut masih sangat jauh besarnya dibandingkan tenaga dalam yang bersumber langsung dari roh naga api, tetapi tenaga dalam hasil pembelajaran dari kitab naga api itu cukup kuat.


Untuk keluarga Naga api, semua berubah setelah Isumbaon menghilang. Keturunannya dipaksa untuk mempertanggung jawabkan kematian Kaisar Ijeb. Hampir seluruh keturunan Isumbaon dibantai oleh pihak kerajaan yang bekerja sama dengan sekte pendukung kerajaan. Hal tersebut berlangsung untuk beberapa generasi Sampai sejarah itu terlupakan seiring berjalannya waktu bahkan oleh pihak kerajaan sendiri.


Keluarga naga api tercerai berai, terpisah menjadi 2 kubu. Kubu yang menyalahkan Isumbaon karena menghilang dan kubu yang sepertinya bisa menerima alasan Isumbaon menghilang . Terisab sendiri berada di kubu pertama dan Hasapi berada di kubu ke dua. Mungkin hal itulah yang membuat keduanya tidak pernah bertemu selama ini.


Setelah sekian lama kejadian itu berlangsung, bahkan keluarga naga api juga seolah tidak perduli lagi . Bukankah mereka harus tetap melanjutkan hidup?

__ADS_1


Diantara rumpun keluarga naga api sendiri tidak lagi pernah saling berkomunikasi. Mereka mengambil jalan masing-masing. Tapi bukan berarti mereka merupakan akar asal usulnya. Hanya saja setiap dari mereka berupaya melupakan sejarah masa kelam pembantaian terhadap keluarganya.


" Ah sudah lah tuan. Peristiwa itu juga sudah lama berlangsung. Aku tau betul bagai mana kesedihan yang ditanggung senior Isumbaon atas peristiwa yang lalu. " Hasea seolah ingin mencairkan suasana.


" Ya Baik lah,setelah penjelasan mu tadi sepertinya aku menjadi paham. Lagi pula tidak baik selalu berada di bayang-bayang masa lalu." Terisab menarik nafas panjang.


" Tapi kau dipikir-pikir, kita ini bermusuhan. Leluhurku membunuh leluhur mu, leluhur mu membantai leluhur ku.Hahaha." Senyum menakutkan kembali merekah dari bibir Terisab. Hasea sampai menelan ludah karenanya.


" Lalu apa rencana kalian selanjutnya?"


" Kami akan ke sekte Walet Hitam. Mungkin beberapa hari perjalanan lagi kami akan tiba di sana.Lalu bagaimana dengan mu? Bagai mana dengan misi membunuh mu itu?" Ucapan Hasapi itu malah membuat mata Hasea memelototi orang tua itu.


Belum sempat Terisab menyelesaikan ucapannya, Hasea memancarkan Aura tenaga dalam Naga Gumoang. Dia meningkatkan kewaspadaan.


" Hei.. tenanglah anak muda. Kau terlalu bersemangat. Aku hanya bercanda." Senyum ramah muncul di wajah Terisab. Sepertinya sisi baik dalam dirinya kini mendominasi. " Sudahlah, itu bisa diatur. Lagi pula aku belum menerima pembayaran sedikit pun. Biasanya aku mendapat imbalan setelah menyelesaikan misi. Paling setelah ini reputasi ku sebagai pembunuh bayaran menjadi rusak. Sepertinya aku tidak akan banyak menerima kepercayaan untuk melaksanakan misi lagi."


" Bagai mana kalau kau membantu kami? Kami juga memiliki imbalan yang pantas untuk mu?"

__ADS_1


" Hm.. sepertinya itu bisa diatur." Terisab mengusap dagunya. " Apa yang kalian perlukan dari ku?"


" Kau bisa membantu kami dengan menjadi penghubung dan mengumpulkan sesama rumpun keluarga naga api untuk mendukung Hasea sebagai pangeran." Hasapi menatap penuh harap pada Terisab. Entahlah, ide cemerlang itu tiba-tiba muncul di otaknya.


Hasapi tau sisa anggota keluarga naga api yang sudah tercerai berai itu masih memiliki beberapa orang pendekar berkemampuan tinggi. Hal itu akan sangat membantu.


" Jadi seperti itu ya, hm..baiklah. Pekerjaan ini akan sedikit sulit. Akan lebih mudah untuk membunuh seseorang daripada berusaha meyakinkannya untuk mendukung musuh nya sendiri."


Hasapi memberikan sengenggam keping emas kepada Terisab. Terisab tersenyum." Tapi tentu saja, semua bisa diatur. Tidak ada yang mustahil, apalagi kalau.."


Terisab menghentikan ucapannya setelah segenggam keping emas lagi mendarat ke telapak tangannya. " Baiklah, kita sepakat.Tapi aku masih punya satu permintaan. Setelah kau diangkat menjadi Pangeran, aku harap keluarga Naga api kembali mendapat kehormatannya." Kali ini Terisab berkata serius.


" Tenang saja tuan. Aku berjanji akan mengangkat derajat keluarga anda ke tempat paling tinggi. Ketempat seharusnya seperti dahulu kala." Hasea mengikrarkan janjinya.


" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Kita akan bertemu beberapa purnama lagi."


" Tapi bagaimana caranya tuan menghubungi kami kelak?"

__ADS_1


" Tenanglah Pangeran, itu perkara mudah. Menurutmu bagaimana aku bisa mengetahui posisi kalian saat ini. Kalian sangat mencolok. Kalian berhati-hati lah, berdasarkan informasi yang ku dapat, saat ini cukup banyak orang yang mencari kalian. Tapi setidaknya kabar baiknya adalah kalian sangat pandai dalam satu hal. Kalian sangat pandai mencari musuh dan menarik perhatian. Hahahaha."


Terisab meninggalkan Hasea dan Hasapi. Perlahan suara tawa pendekar itu menghilang di gelapnya malam.


__ADS_2