
Hasea terhempas. Tubuhnya terlempar ke semak berduri. Sulur semak itu menangkap dan melilit Hasea seolah ingin meremukkan tubuh Hasea. Naga hitam yang menghantam punggung Hasea dengan tiba-tiba itu mengeluarkan suara yang memekakkan telinga. Naga itu berlari cepat ke arah Hasea.
" Sialan, sulur-sulur ini sangat menyulitkan." Hasea berupaya lepas dari lilitan Sulur-sulur berduri itu. Tidak ada waktu, dia harus segera meloloskan diri dari sana. Bunga bergigi siap melahapnya. Sementara naga hitam juga sudah siap mencabik-cabik nya. Hasea berfikir keras. Dia memusatkan tenaga dalamnya ke lengan kanannya. Lengan kanan Hasea memancarkan cahaya biru. Lengannya bisa sedikit bergerak hingga dia berhasil meloloskan lengan kanannya. Hasea memukul bunga bergigi yang menerkamnya dengan pukulan lebah yang dipenuhi tenaga dalam. Bunga itu meledak hancur berkeping-keping. Hasea akhirnya bisa meloloskan diri dari lilitan sulur semak itu. Hasea melompat, dia bermaksud menjauhi semak itu sampai dia merasakan kakinya dicengkeram sesuatu. Naga hitam meraih kakinya. Naga hitam menarik dan membanting tubuh Hasea. Tubuh Hasea terlempar ke dinding batu lembah itu. Darah segar keluar dari bibirnya.
" Tenanglah naga gila, aku tidak ingin mengganggu mu. Aku hanya ingin memetik beberapa ginseng naga merah itu. " Teriak Hasea. Naga Hitam tidak menggubris, mungkin naga itu memang tidak mengerti bahasa Hasea. Naga hitam kembali melesat ke arah Hasea. Hasea bermaksud menghindar. Hasea melompat, namun tubuhnya tiba-tiba diterpa angin yang sangat kencang. Tubuh Hasea kembali terhempas ke dinding batu di lembah itu.
" Naga itu, dari kepakan sayapnya dia bisa menciptakan angin sekencang itu?" Hasea masih tidak percaya. Hasea bersiap untuk kemungkinan terburuk . Dia sadar bahwa dia bahkan tidak mengetahui batas kemampuan naga itu. Hasea tidak dapat merasakannya. Tapi kalau saja Hasea tidak memiliki tulang naga muda, mungkin sedari tadi dia telah tewas. Berulang kali Hasea mencoba menghindar untuk meninggalkan lembah itu, tapi sekuat dia berusaha sebanyak itu juga naga hitam berhasil membuatnya terhempas. Belum lagi sulur-sulur semak yang tumbuh di dasar lembah itu seolah bersiap menyambar saat Hasea mendaratkan kaki di dasar lembah.
" Sepertinya tidak ada pilihan lain. Aku harus Melawan." Hasea memasang kuda-kuda. Hasea melesat. Menyerang naga hitam. Hasea mengepalkan tinju,dia mengarahkan pukulan yang dipenuhi tenaga dalam itu ke arah dada naga hitam. " Rasakan ini."Hasea tersenyum percaya diri saat melihat naga hitam begitu terbuka. Namun saat pukulan Hasea seolah akan mendarat di tubuh naga itu, tiba-tiba naga hitam melindungi tubuhnya dengan menutupkan kedua sayapnya di depan dada. Naga itu terbungkus oleh sayapnya sendiri sekarang. Terjadi suara dentuman yang keras saat tinju Hasea bertemu dengan sayap naga itu. Hasea terpental jauh. Benturan tenaga dalam terjadi. Tubuh Hasea kembali terlempar ke dinding batu . Dia memuntahkan darah segar. Dadanya serasa sakit.
__ADS_1
" Apa..? Naga itu melindungi dirinya dengan tenaga dalam?apa aku tidak salah lihat.Tenaga dalam naga gumoang bahkan tidak memberikan pengaruh apa-apa padanya." Hasea semakin bingung . Rasanya dia sudah menggunakan tenaga dalam yang besar. Hasea kembali melesat. Dia belum patah arang, Hasea justru semakin tertantang. Berpuluh pukulan dan tendangan dia layangkan ke arah naga hitam. Seluruh serangan Hasea itu dia selimuti dengan tenaga dalam Naga Gumoang. Sesekali tubuh naga hitam memang bisa terpukul mundur, tapi tidak melukai naga itu sama sekali.
Dalam satu kesempatan, Hasea melakukan gerakan memutar. Dia mengecoh Naga Hitam. Hasea menarik hampir semua air dalam telaga di lembah itu dengan jurus naga terbang menggulung lautan Ombak biru level 5 dengan tenaga dalamnya yang tersisa. Bentuk naga dari kumpulan air itu menghantam Naga Hitam. Namun lagi-lagi naga hitam tersebut menyelimuti tubuhnya dengan sayap lebarnya. Terjadi dentuman yang sangat keras. Bahkan dinding batu tebing-tebing itu sampai runtuh. Hampir seluruh bagian pada tempat itu rusak sebagai akibat benturan dua tenaga dalam yang besar beradu. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Hasea. Dia melesat dan berhasil mencabut 2 buah umbi ginseng naga merah. Hanya itu yang sempat dia ambil.
***
Di kejauhan, Isumbaon hanya berjongkok di salah satu tepi tebing sambil mengamati pertarungan Hasea dengan naga hitam. Dia memang tidak berniat membantu Hasea sama sekali. Seperti yang telah dia sampaikan kepada Hasea, apabila menginginkan tambahan ginseng naga merah maka Hasea harus berusaha sendiri. Sejauh yang Isumbaon lihat, serangan naga hitam belum membahayakan nyawa Hasea walaupun memang tubuh Hasea telah dipenuhi luka akibat cakaran dan bantingan naga hitam.
***
__ADS_1
"Naga ini, apakah dia memang selalu sewaspada itu? Rasanya aku sudah kehabisan tenaga." Hasea bergumam dalam hati. Sekali Lagi Hasea melesat dan mengepalkan tinju. Dia kumpulkan semua tenaga dalam yang tersisa untuk pukulan terakhir. Naga hitam seolah mengerti. Dia lebih waspada. Naga itu melayang di udara. Belum sempat Hasea mendekat, naga itu mengibaskan kedua sayapnya. Gerakan lambat yang secara teratur menjadi cepat. Tercipta angin tornado yang sangat besar akibat kibasan sayap naga itu. Tornado itu terus bergerak. Menghancurkan semua yang dilaluinya mengarah ke Hasea. " Tornado ini.. angin tornado ini sama dengan yang diciptakan oleh Isumbaon dengan kipas merak putih." Hasea mendadak menyadari sesuatu. Semua gerakan yang dilakukan oleh naga itu memang sama dengan gerakan yang digunakan Isumbaon saat menggunakan kipas merak putih. Angin tornado yang tercipta juga sama bahkan yang ada di hadapan Hasea sekarang jauh lebih besar dan mematikan.
Hasea berupaya menjauh, dia tidak lagi dapat melindungi tubuhnya dengan tenaga dalam karena tenaga dalamnya benar-benar sudah habis. Hal paling logika yang bisa dia lakukan adalah lari sejauh mungkin. Tapi hal itu terlambat. Hasea tersedot ke pusaran angin tornado begitu juga semua benda yang berada bahkan 50 meter jaraknya dari tornado itu. Hasea bahkan sampai tersedot ke inti angin tornado itu. Saat di dalam pusaran angin, tubuh Hasea seolah-olah tercabik-cabik. Hasea rasanya akan kehilangan kesadaran sampai dia merasakan ada tangan yang meraihnya. Hasea ditarik paksa keluar dari pusaran angin tornado. Dengan kondisi setengah sadar, Hasea hampir tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Seperti yang telah dijanjikan sebelumnya, Author akan coba Up Chapter yg tertunda.
tetap dukung Author ya teman2
__ADS_1
Menulis hanyalah hobby, tetapi apabila ada yg mendukung bangganya itu loh buat termotivasi...
Kalian luar biasa lah pokoknya**..