
Terdengar suara ketukan dari pintu kamar yang ditempati Hasea dan Hasapi. Seseorang memasuki kamar setelah dipersilahkan oleh Hasapi. Tahuluc mengundang Hasea dan Hasapi untuk menemui Natta. Ketua sekte Obor Merah
"Selamat datang Pendekar, mohon maaf apabila baru bisa menemui anda sekarang. Kami harus mempersiapkan penghormatan terakhir kepada anggota kami yang dibunuh oleh pendekar sekte Jingga kemarin."
" Tidak apa nyonya. Kami mengerti." Hasea tersenyum ramah pada wanita dihadapannya.
" Mohon tidak usah terlalu sungkan begitu. Panggil saja saya Natta. Lagipula usia kita sepertinya tidak terpaut terlalu Jauh." Natta membalas senyuman Hasea dan mempersilahkan kedua orang tamunya itu untuk duduk.
" Sekali lagi saya ucapkan terima kasih pendekar. Tahuluc telah menceritakan semuanya."
" Tidak usah sungkan Nona Natta. Itu hal yang biasa. Tapi sejujurnya saya masih heran kenapa aliran putih seperti sekte Jingga bisa berbuat seperti itu kepada sekte anda. " Hasea menatap Natta.Sejujurnya Dia berharap mendapatkan informasi tentang keberadaan manusia rawa.
" Sekte kecil seperti kami ini selalu saja mendapatkan serangan dan perlakuan tak terduga dari sekte mana pun. " Natta melayangkan pandangannya ke langit-langit bangunan. Sesekali dia menghela nafas.
" Seperti mungkin yang anda telah dengar dari sekte Jingga kemarin bahwa kami memiliki sesuatu yang bisa menuntun mereka ke tempat manusia rawa."
Sekte Obor merah sesungguhnya hanya sekte kecil beraliran netral. Mereka bahkan sebenarnya tidaklah benar-benar seperti sebuah sekte. Pendekar yang mereka miliki hanya pendekar rendahan. Hanya saja mereka memiliki kemampuan yang membuat nama mereka mendapat tempat di wilayah kerajaan Partungko Naginjang. Sekte Obor merah merupakan pengumpul informasi yang andal.
Sekte Obor merah juga baru 2 generasi. Generasi pertama diketuai oleh Ahuako, ayah dari Natta. Ahuako merupakan kepada desa di salah satu desa di wilayah Partungko Naginjang. Tekanan dan serangan bertubi-tibi ke desa mereka dulu, baik dari prajurit kerajaan maupun dari sekte-sekte hitam dan putih membuat Ahuoko memutuskan untuk membawa para warganya untuk meninggalkan desa dan bermukim di tempat baru yang tidak banyak diketahui orang.
Kini Ahuoko telah meninggal termakan usia. Pucuk kepemimpinan diteruskan kepada putri satu-satunya yakni Natta. Jadi sekte Obor merah bisa dikatakan tidak lebih seperti sekumpulan warga desa biasa pada umumnya.
" Apa anda mengetahui tentang manusia rawa? Sangat sedikit orang yang mengetahui dan tertarik tentang mereka." Natta menatap Hasea waspada.
" Benar Nona, bahkan sebenarnya saya juga sedang berada dalam pencarian untuk menemukan mereka."
Natta terkejut mendengar ucapan Hasea. Dia meningkatkan kewaspadaan. Hasea bisa membaca hal tersebut.
" Tenanglah Nona , saya tidak memiliki pemikiran atau rencana buruk terhadap mereka. Hanya saja saya membutuhkan sesuatu yang mereka miliki. " Hasea berkata pelan untuk menenangkan Natta.
Natta masih menatap Hasea. Sesekali dia melemparkan tatapannya ke arah Ugaran seolah ingin meminta pendapat. Ugaran hanya terdiam tidak memberi tanggapan. Orang tua itu juga sebenarnya tidak memahami lebih banyak tentang Hasea .
" Mohon maafkan saya Pendekar. Tanpa mengurangi rasa hormat sekte Obor merah kepada anda yang telah membantu kami, tapi kami benar-benar harus berhati-hati tentang hal ini."
__ADS_1
"Mohon jangan salah faham kepada Pangeran Nona." Hasapi membuka suara.
" Pangeran? Apa maksud anda tuan?"
Hasapi menjelaskan tentang identitas Hasea. Hasea sebagai pangeran maupun sebagai salah satu penjaga naga.
"Apakah itu benar? Apakah benar pendekar penjaga naga masih ada di dunia ini? Bagaimana mungkin kami tidak mendapatkan informasi sepenting ini." Batin Natta.
" Mohon jangan tersinggung. Tapi kami tentu membutuhkan bukti." Natta berkata pelan tapi menunjukkan ketegasan.
Hasea mengeluarkan liontin kerajaan dari balik pakaiannya. Tapi hal itu malah membuat Natta tesenyum.
" Mohon jangan tersinggung Pangeran. Tapi informasi tentang adanya pangeran telah sejak lama kami ketahui. Hanya saja kami tidak berusaha mencari tau tentang siapa pangeran itu, tak disangka kami malah bisa kedatangan pangeran tanpa diduga. Hal itu tidak terlalu penting bagi kami. Tidak akan memberi perubahan apa pun pada warga kerajaan Partungko Naginjang menurut kami." Natta nenunjukkan ketidak senangannya saat menyinggung tentang kerajaan.
" Hal yang perlu anda buktikan adalah anda sebagai penjaga naga."
Sejenak Hasea menarik nafas panjang. Sepertinya dia memang harus membuktikan sesuatu.
Seluruh air yang berada di tempat itu bahkan di luar ruangan tiba-tiba terangkat ke atas. Hasea memang tidak menahan tenaga dalamnya.
Ugaran yang memiliki kemampuan setara pendekar Langka mengumpulkan hampir semua tenaga dalam nya, memaksakan diri untuk bicara. Lebih lama Hasea memancarkan tenaga dalamnya bisa membuat bahkan Natta ketua sektenya itu kehilangan kesadaran. Itu pikirnya.
" Tuan pendekar. Pembuktian anda sudah cukup." Ugaran berkata terbata-bata.
Hasea mengendurkan tenaga dalamnya. Seketika tekanan akibat pancaran tenaga dalamnya menghilang. Semua air yang tadi terangkat kembali tumpah.
Natta menarik nafas dalam-dalam. Dia masih sangat terkejut dengan hal yang baru saja terjadi.
" Tak ku sangka aku sedang berhadapan dengan penjaga Naga Gumoang. Mohon terimalah hormat kami." Natta bersujud di hadapan Hasea setelah bisa menguasai dirinya. Hal itu diikuti oleh Ugaran.
Hasea menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Mohon Nona dan Senior jangan seperti itu. Saya memang sedikit berlebihan menanggapi permintaan kalian tadi. Mohon berdirilah. Saya jadi sungkan."
__ADS_1
Natta bangkit setelah tangannya ditarik oleh Hasea.
Natta mengajak Hasea ke ruangan yang lain. Ruangan yang hanya dia dan Ugaran yang pernah masuk ke sana. Natta menunjukkan sebuah gulungan yang diambilnya dari sebuah peti kayu. Gulungan itu merupakan peta. Natta juga menunjukkan sebuah seruling yang terbuat dari bambu berwarna kuning keemasan..
Peta yang ditunjukkan oleh Natta adalah peta menuju tempat tinggal manusia rawa. Sedangkan seruling itu dikatakan kunci untuk membuka pintu menuju tempat itu.
" Apapun yang anda cari disana, aku yakin anda pantas mendapatkannya. Tapi mohon berhati-hatilah. Mereka tidak sama dengan manusia umumnya. Aku harap anda berhati-hati. "
Hasea memperhatikan peta yang diberikan Natta. Untuk menuju tempat itu akan membutuhkan beberapa purnama karena tempat itu benar-benar jauh dari tempat Hasea dan Hasapi sekarang berada . Hasea menatap Natta seolah ingin meminta penjelasan lebih.
" Gunakan seruling ini saat anda telah tiba disana. Anda seolah akan dihadapkan dengan jalan buntu. Tapi seruling ini akan membukakan jalan bagi anda." Natta kemudian memberikan seruling kepada Hasea.
" Ketahuilah. Kami memang memiliki Informasi tentang manusia rawa tapi sebenarnya kami tidak pernah berupaya menuju ke tempat itu . Mereka tidak begitu ramah pada pengunjung. Itulah yang kami dengar. "
" Baiklah Nona, sepertinya kami harus segera undur diri. Masih banyak yang harus kami lakukan." Hasea melangkahkan kaki setelah memohon ijin dan diikuti oleh Hasapi.
" Ah..tunggu sebentar." Hasapi menghentikan langkahnya. "Apakah nona benar-benar tidak akan berubah pikiran?"
Natta tersenyum. " Mungkin kami tidak memiliki hubungan yang baik dengan kerajaan. Tapi kami akan mendukung Hasea sebagai pendekar penjaga naga. Pangeran yang juga merupakan pendekar naga pantas diberi dukungan."
Hasea sedikit terkejut. Dia menatap Hasapi dengan senyum jengkel. Tanpa sepengatahuan Hasea, Hasapi memang memohon dukungan kepada sekte kecil itu.
" Terima kasih atas dukungannya Nona." Hasea kemudian mengambil beberapa sumber daya dari kantong bungkusannya. Dia juga mengambil sebungkus kecil emas kemudian memberikan bingkisan itu kepada Natta. Natta yang tidak menyangka hal itu hanya bisa mematung. Emas dan sumber daya langka sebesar itu baru kali itu dia lihat. Tangannya gemetar saat menerima pemberian Hasea.
" Terima kasih pangeran. Sumber daya ini akan sangat berguna bagi sekte kecil seperti kami. Aku harap kami bisa membalas hal ini."
" Tidak usah sungkan Nona. Tapi sejujurnya ada satu hal lagi. Apakah rumor akan kehebatan sekte Obor merah tentang mengumpulkan informasi benar?"
" Informasi apa yang ingin anda ketahui?"
" Sebenarnya kami juga mencari perkemahan Perampok wilayah Utara."
Natta hanya tersenyum mendengar permintaan Hasea.
__ADS_1