PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 59. Kemampuan Pendekar Tingkat Langka


__ADS_3

"Kau kembali..." Isumbaon menatap Hasea. Dia menyambut kembalinya roh Hasea dengan senyuman. Isumbaon dapat merasakan bahwa pintu toddi Hasea yang ke dua telah terbuka. Dia mengajak Hasea ke tempat latihan. Dia ingin menguji kekuatan tenaga dalam naga Gumoang setelah Hasea dapat menyerap tenaga dalam itu lebih banyak.


Hasea melafalkan jurus naga terbang menggulung lautan.Hasea dapat merasakan tenaga dalamnya bertambah besar berlipat kali ganda jumlahnya. Kini bukan hanya lengan Hasea, tetapi seluruh tubuhnya diselimuti cahaya biru yang menyala seperti api. Hasea menarik air dalam jumlah banyak. Bahkan air dari jarak ratusan meter dia kumpulkan. Seluruh air itu bergerak seturut pergerakan tangannya. Berbeda dengan sebelumnya, naga air yang terbentuk dari jurus naga terbang menggulung lautan kali ini juga diselimuti cahaya biru. Naga air itu dipenuhi oleh tenaga dalam.


Hasea menggerak-gerakkan naga itu itu. Naga air berputar-putar di atas kepala Hasea. Besarnya tenaga dalam yang terkandung dalam naga air itu membuat Isumbaon takjub. Dia tersenyum." Sudah lama aku tidak melihat naga air." Gumamnya.


Hasea bersiap melepaskan naga air. Naga hitam yang berada di lembah ginseng naga merah adalah sasarannya. Walau lokasi naga hitam itu cukup jauh, tetapi Hasea yakin naga air bisa mencapainya. "Coba kau rasakan ini naga hitam. Kita lihat apakah kau mampu menghindari ini." Gumam Hasea. Hasea bersiap. Dengan sekuat tenaga dia arahkan naga air menyerang naga hitam. Naga air melesat dengan cepat. Cahaya biru yang menyelimuti naga air itu membuat lesatannya kentara.


Naga hitam yang tidak pernah meninggalkan lembah ginseng naga merah tiba-tiba melompat dan terbang. Dia melesat mendekati arah datangnya naga air. Dia seolah menyadari serangan Hasea. Naga hitam yang kini melayang di udara mengibaskan sayapnya dengan cepat. Terjadi angin yang sangat besar dari setiap kibasan sayap itu. Hasea dan isumbaon sampai harus memenuhi diri mereka dengan tenaga dalam agar tidak terlempar jauh. Sementara hampir semua benda yang terkena angin itu luluh lantah.


Sesaat sebelum naga air mendekati naga hitam, terbentuk angin tornado yang sangat besar. Naga air berbenturan dengan angin tornado yang diciptakan naga Hitam. Sebagian kecil badan Naga air terbuyarkan oleh pusaran angin tornado tersebut tetapi sebagian besar masih utuh dan mampu menembus tornado. Angin tornado itu bahkan sampai hancur dari bentuknya. Bagian Naga air yang tersisa melesat cepat ke arah naga hitam.


Naga hitam menutupi dirinya dengan sayap. Aura dan cahaya hitam terpancar dari tubuh naga itu. Naga air membentur tubuh naga hitam. Terjadi gelombang besar akibat benturan tenaga dalam. Ledakan yang sangat besar tercipta. Benda disekitar benturan itu hancur seketika. Isumbaon dan Hasea yang berdiri cukup jauh juga ikut terhempas akibat paparan gelombang itu.


Naga hitam sendiri terpukul dan terlempar jauh. Walau tubuhnya telah diselimuti dengan tameng tenaga dalam, tetapi tenaga dalam yang sangat besar yang terkandung dalam air berbentuk naga itu mampu menghempaskan naga hitam. Naga malang itu terhempas membentur dinding batu pada tebing.


Hasea tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia segera bangkit dan melesat turun ke dasar lembah ginseng naga merah. Memetik 2 buah ginseng adalah tujuannya. Bagaimana pun tulang naga tua sudah menjadi impiannya. Kepada naga hitam sebenarnya dia tidak marah, tetapi pertarungan mereka beberapa waktu yang lalu membuatnya sedikit kesal.


"Kau mungkin menjadi naga yang misterius, tetapi bukan berarti kau tidak bisa dikalahkan." Hasea terus melesat hingga berada dekat dengan tumbuhnya ginseng naga merah . Dia memetik 2 ginseng naga merah itu , memang hanya itu yang dibutuhkannya. Karena batas dari kekuatan tulang adalah tulang naga tua. Setelah itu mengkonsumsi ginseng naga merah tidak akan lagi memberikan efek pada tulang Hasea. Tidak juga untuk pengobatan karena itu bukan tumbuhan obat.


Hasea segera melompat. Dia dapat merasakan ayunan cakar naga hitam yang nengarah kepadanya. Badannya berbalik. Satu pukulan dia lesatkan ke kepala naga itu. Kena, naga itu sedikit mundur. Mungkin kepalanya sedang oyong sekarang. Hasea merasa memegang kendali. Dia diatas angin. Hasea siap meninggalkan lembah sampai lesatan angin yang kencang berwarna hitam seperti tombak menghujam tubuhnya. Hasea sempat membuat tameng dengan tenaga dalam tetapi tetap saja dia terdorong mundur.

__ADS_1


" Sialan, naga ini.. dia belum juga menyerah. Dia melesatkan angin kencang berkekuatan tinggi dari mulutnya." Hasea menyadari naga hitam tidak akan melepasakannya begitu saja . Hasea merogoh jubahnya. Dia ambil kipas merak putih dari sana. Naga hitam terlihat waspada. Naga itu bergerak beraturan, tapi Hasea telah menghafal gerakan itu. Hasea mengikuti setiap gerakan naga Hitam. Lengan Hasea dia rentangkan, lengan kanannya memegang kipas merak putih. Dia tidak peduli lagi apakah kipas itu akan menurut padanya atau tidak.


Moment ini memang yang Hasea tunggu. Mempelajari jurus naga hitam yang belum tuntas dia dapatkan. Isumbaon tidak berbagi semua jurus pada nya. "Belajar langsung dari sumbernya." Kata-kata yang pernah Isumbaon sampaikan kepada Hasea masih dia ingat. Kipas merak putih, hanya tambahan variasi dalam jurus ini . Lagi pula Hasea sudah tidak terlalu menginginkan kipas itu lagi. Sudah cukup baginya jurus Naga terbang menggulung lautan ditambah jurus naga hitam yang sedang dia pelajari.


Setelah pertemuannya terakhir kali dengan para sesepuh menyadarkan Hasea. Tingginya ilmu bela diri bisa membutakan mata. Sesepuh Ijeb adalah buktinya. Oleh karena itu Hasea tidak lagi terlalu berambisi untuk mempelajari jurus naga halilintar membelah langit ataupun 2 bab lagi jurus setelah itu yang ada di kitab naga biru.


Naga hitam yang tadi merentangkan sayapnya seolah melayang di udara. Sayapnya dia arahkan ke atas. Kemudian naga itu berputar-putar. Awalnya putaran itu sangat pelan , kemudian menjadi cepat dan semakin cepat. Tercipta angin tornado yang sangat besar dengan naga hitam di tengahnya. Angin tornado itu diselimuti cahaya hitam pekat pertanda angin itu dipenuhi tenaga dalam.


Hasea , jarak 50 meter dari naga itu juga melakukan hal yang sama. Bukankah dia memang sedang mencontoh gerakan naga itu? Kepingan gerakan terakhir. Hasea merentangkan lengannya dan mengarahkannya ke atas.


Tubuh Hasea melayang diudara, itu bukan ilmu meringankan tubuh karena Hasea hampir seperti terbang. Hasea menyadari terjadi sesuatu padanya tetapi dia berfikir itu akibat jurus naga terbang yang dia pelajari. Padahal itu sebagai akibat kipas merak putih yang bereaksi padanya. Berbeda dengan naga hitam yang memang memiliki sayap, Hasea tidak menyadari kalau jurus naga hitam agar bisa dipergunakan seutuhnya adalah dengan mengandalkan kipas merak putih .


Tercipta angin tornado besar dengan Hasea di tengahnya. Angin tornado itu diselimuti cahaya biru. Pertanda tornado itu diselimuti tenaga dalam Gumoang.


Di kejauhan Isumbaon hanya menatap takjub. Di hadapannya ada dua pusaran angin tornado yang besar, serupa tapi tak sama. Yang satu berwarna hitam, yang lainnya berwarna biru. Kedua angin tornado itu masih berputar-putar di tempatnya. "Gawat, kalau hal ini diteruskan tempat ini bisa hancur." Gumam Isumbaon. Bagaimana tidak, seluruh tempat itu seolah bergetar. Batu-batu yang tadi berserakan terangkat ke udara , pusaran tornado menghisap semua benda di sekitarnya.


Hasea, di dalam pusaran angin tornado itu merasakan sesuatu yang berbeda. Dia seperti berada di puncak tenaga dalamnya. Untuk sesaat tubuhnya seperti dialiri getaran tenaga dalam yang besar. Tetapi dia dapat merasakan tenaga dalam itu seperti tersedot ke kipas merak putih. " Kipas ini, apa dia sudah merespon ku?" Batin Hasea. Hasea kemudian memperagakan jurus Naga Halilintar Membelah langit. Gerakan jurus itu memang sudah dia hafal sebelumnya. Tenaga dalam dengan sensasi yang berbeda dia rasakan. Pancaran dan letupan-letupan tenaga dalam yang besar membuat tubuhnya bergetar. Mata dan rambut Hasea berubah menjadi biru.


Langit di atas Hasea seolah bergemuruh. Kilat memancar-mancar ke arah pusaran tornado ciptaan Hasea. Kini selain oleh cahaya biru, pusaran tornado itu dipenuhi halilintar yang memancar-mancar. Kekuatan yang sangat luar biasa dan mematikan. Yang paling mengerikan adalah Hasea bahkan bisa mengendalikan semua itu.


" Pemuda itu, sepertinya dia sudah berhasil menaklukkan kipas merak putih." Batin Isumbaon. "Ini semakin berbahaya, aku harus segera menghentikan ini semua." Isumbaon melesat cepat. Dia melompat secepat mungkin . Hasea telah siap melesatkan tornadonya ke arah naga hitam sampai kemudian tiba-tiba di hadapannya ada kobaran api berwarna kemerahan. Hasea bahkan sedikit tertekan akibat aura tenaga dalam yang besar itu. Untuk sesaat Hasea terdiam. Dia tidak tau pasti tetapi hanya ada Isumbaon yang ada di tempat ini selain dirinya." Apa yang dilakukan senior?" Batin Hasea .

__ADS_1


" Sudah cukup, hentikan semua ini atau tempat ini akan hancur." Teriak Isumbaon yang bisa didengar jelas oleh Hasea di tengah gemuruh halilintar yang berada di sekitarnya.


"Kau jangan gegabah, kau harusnya yang bisa mengendalikan pikiranmu sendiri. Ginseng naga merah telah kau dapatkan, kipas merak putih juga sudah menjalin ikatan penuh denganmu. Sepertinya jurus barumu juga telah kau kuasai. Lalu apa untungnya bagimu menghacurkan tempat ini?" Teriak Isumbaon pada Hasea.


" Tapi senior, naga hitam itu yang terus menerus menyerangku." Protes Hasea. " Itu wajar, dia bekerja berdasarkan insting. Sudah menjadi tugasnya menjaga lembah ini. Matipun dia akan tetap melakukan itu." Teriak Isumbaon kesal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Teman2 ayo dukung Author agar lebih semangat dalam berkarya. Caranya mudah kok, cukup;


- Tekan Like


- Tinggalkan jejak di kolom komentar


- Rate Bintang 5


- Vote bila berkenan


- Share juga boleh.


Kalian terbaiklah pokoknya

__ADS_1


__ADS_2