PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 40. Seleksi Pengawal Pribadi Kaisar II


__ADS_3

Seorang prajurit kepala menerangkan peraturan pertandingan. Dari 80 orang peserta akan diundi untuk masing-masing mendapat lawan tanding . Para prajurit akan bertarung 1 Lawan 1 sehingga akan didapatkan lawan tanding sebanyak 40 pasang. Pemenang dari pertandingan itu akan kembali diundi dan dipertandingkan 1 lawan 1 sehingga akan didapatkan 20 pasang lawan tanding. Dari ke 20 pasang itu akan dipertandingkan kembali 1 lawan 1 sehingga didapatkan 10 pasang lawan tanding, dari pertandingan itu akan didapatkan 10 orang pemenang yang otomatis akan menjadi pengawal pribadi Kaisar. Itu artinya seorang prajurit yang ingin menjadi pengawal pribadi Kaisar harus menang sebanyak 3 kali pertandingan.


Bagi Hasea, pertarungan ini bukanlah perkara yang susah. Bagaimana pun dia adalah seorang pendekar unik level 4 sementara lawan-lawannya adalah prajurit berkemampuan setara pendekar pemula dan pendekar dasar. Hanya saja tentu Hasea tidak akan menggunakan tenaga dalam ataupun jurus- jurus sekte Harinuan yang sudah dikuasainya. Itulah kenapa Hasea sangat giat belajar bela diri jurus -jurus yang diajarkan oleh Istana kepada para prajuritnya. Dia hanya akan mengandalkan kekuatan fisik


Pada pertandingan pertama, Hasea berhadapan dengan Sialap. Hasea dapat melihat prajurit yang menjadi lawannya ini berkemampuan setara pendekar Dasar level 1.


" Mohon bimbingannya Senior." Hasea memberi salam sebagai tanda pertandingan akan dimulai. Sialap yang kelihatan sudah tidak sabar segera mengambil inisiatif menyerang. Dia sangat agresif. Jurus-jurus yang dilancarkannya untuk menyerang Hasea juga tampak telah dia kuasai. Hanya saja sungguh pukulan- pukulan itu tidak memiliki tenaga yang cukup untuk setidaknya membuat Hasea merasa sedikit kesakitan.


Hasea hanya bertahan dan sesekali membiarkan dirinya terkena pukulan Sialap. Dia tidak ingin terlalu mencolok. " Hai prajurit baru, apa kau hanya mempelajari jurus bertahan? Setidaknya peragakanlah satu jurus menyerang." Sialap berujar sambil menahankan rasa lelah yang teramat sangat. Lebih dari puluhan jurus telah dia lancarkan namun hampir semua dari jurus itu gagal melukai Hasea. Bukannya membuat Hasea terluka, Sialap malah kehabisan tenaga kelelahan sendiri. Hasea bahkan tidak berniat menyerang . Hal itu membuatnya Sialap Kesal.


" Baiklah senior, saya tidak akan sungkan. " Hasea melesat ke arah Sialap. Pukulan telak dari Hasea bersarang di tulang rusuk sebelah kanan Sialap. Prajurit senior itu terpental beberapa langkah. " Kurang ajar, gerakannya sangat cepat, aku bahkan belum siap menerima pukulan itu." Gumam Sialap.


Sialap melancarkan serangan membabi buta. Kelihatannya dia tidak sudi dikalahkan oleh prajurit baru seperti Hasea. Mereka bertukar berpuluh jurus , namun itu sungguh bukan pertandingan yang seimbang. Dari awal sangat jelas Hasea menguasai jalannya pertandingan. " Sudah cukup bermain-main nya." Gumam Hasea .


Hasea melesat, dia sedikit berlari ke sebelah kanan Sialap,kemudian Hasea melompat . Tinjunya mengepal, Hasea melayangkan pukulan tepat mengenai pipi kiri Sialap. Prajurit senior itu sama sekali tidak siap menerima pukulan Hasea. Tubuhnya terpental cukup jauh. Dari bibirnya keluar darah segar. Sialap tersungkur seolah enggan untuk bangkit disebabkan perih yang dia rasakan. Ditambah lagi kepalanya terasa pusing akibat bogem keras Hasea.


Hasea memenangkan pertandingan pertamanya.


Diberi jeda sekitar 1 jam, Hasea harus melanjutkan pertandingan keduanya. Namun kali ini Hasea Sama sekali tidak sungkan. Dengan beberapa Jurus , Hasea mengalahkan lawannya itu dengan mudah. Hasea melaju ke pertandingan ke tiga. Pertandingan penentu.

__ADS_1


Terdapat 20 orang prajurit yang tersisa. Mereka adalah yang masing- masing memenangi pertandingannya. Selain Hasea, salah satu diantara ke 20 prajurit itu adalah Beggu, prajurit yang tempo hari memberi informasi kepada Hasea Terkait seleksi ini.


" Semoga hasil undian tidak memaksaku untuk bertarung dengan Beggu." Gumam Hasea. Teringat Beggu begitu ingin menjadi pengawal pribadi Kaisar, Hasea tidak ingin menghalangi cita-cita orang itu.


Hasil undian dibacakan. Hasea berhadapan dengan seorang prajurit bertubuh besar. Rasa-rasanya, diantara semua prajurit yang ikut dalam seleksi bisa dikatakan orang ini yang tubuhnya paling besar. Badannya kekar dan tubuhnya jangkung. Secara penampilan fisik, hal yang mustahil Hasea bisa mengalahkannya.


" Kawan, senang bisa bertukar jurus denganmu, mohon untuk jangan sungkan ." Ucap Lappot kepada Hasea. " Mohon bimbingannya Senior." Hasea membalas ucapan Lappot.


Pertandingan dimulai. Hasea mengambil inisiatif menyerang, dia ingin segera mengakhiri pertarungan lebih awal. Hasea maju mendekati lappot. Hasea yang melihat Lappot hanya terdiam di tempat nya melayangkan tendangan ke arah perut Lappot. Lappot seolah membiarkan tubuhnya menerima tendangan Hasea. Namun tiba-tiba Lappot menangkap kaki Hasea. Dia merangkulnya, kemudian menarik Hasea ke dalam. Lappot mengangkat tubuh Hasea ke atas. " Apa.. tehnik bertarung apa ini sebenarnya." Gumam Hasea saat menyadari tubuhnya akan dibanting oleh Lappot. " Tubuhmu yang kecil memang memberi keuntungan bagimu, kau jadi lebih gesit dalam bergerak. Tetapi jangan lupa. Orang yang berbadan besar sepertiku juga memiliki kekuatan lebih." Lappot seolah bisa membaca kebingungan Hasea.


Lappot membanting tubuh Hasea ke lantai. Kemudian segera Lappot menindih badan kecil itu dan menguncinya. " Gawat...badanku sama sekali tidak dapat bergerak. Ingin sekali rasanya mengeluarkan tenaga dalam saat seperti ini ." Gumam Hasea.


" Bagaimana kawan? Apa tidak sebaiknya kau menyerah saja? Aku takut kalau ini diteruskan , salah satu tulangmu kubuat patah."


Hasea bergeliat. Sekuat tenaga, akhirnya dia mampu meloloskan lengan kanannya dari kuncian Lappot. Walau dengan posisi badan tertindih , Hasea masih mampu melafalkani Jurus.


Satu pukulan kuat bersarang di tulang rusuk kiri Lappot. Prajurit berbadan besar itu terpental. Dia meringis. " Kurang ajar, bagai mana mungkin badan kecil seperti itu memiliki pukulan sekuat itu?"


Lappot berupaya bangkit kembali. Kali ini dia berinisiatif menyerang. Lappot melayangkan tinju ke arah Hasea. Namun gerakan itu tidak cukup cepat untuk mengenai Hasea. Hasea mengelak ke sebelah kanan. Dia melesat cepat.

__ADS_1


" Cepat sekali. " Gumam Lappot menyadari Hasea telah berada di belakangnya. Hasea melayangkan tinju dan tendangan bertubi-tubi ke arah Lappot. Tak satupun dari serangan itu yang meleset.Tubuh Lappot tumbang, seluruh tulangnya seolah remuk.Prajurit kekar itu tak mampu bangkit.


Hasea memenangi pertandingan terakhirnya dalam seleksi itu.


" Anak ini, tubuhnya kecil tapi kekuatannya luar biasa. Gerakannya juga sangat cepat." Gumam prajurit senior yang menjadi wasit dalam pertarungan itu.


***


Sore hari menjelang malam, seluruh seleksi akhirnya selesai. Telah didapatkan 10 pemenang yang otomatis terpilih menjadi pengawal pribadi Kaisar selanjutnya. 2 diantara ke 10 prajurit terpilih itu adalah Hasea dan Beggu. Nama terakhir ternyata setelah bersusah payah, akhirnya berhasil menggapai keinginannya. Senyum sumringah penanda kepuasan batin merekah dari bibir nya. Tubuh penuh luka dan muka penuh lebam tidak lagi dia hiraukan. Sementara Hasea, hampir tidak ada luka atau bekas pukulan yang ketara pada tubuh dan wajahnya. Kalau diperhatikan, diantara ke 10 prajurit itu tubuh dan wajah Hasea seorang yang hampir tidak ada bekas luka. Tetapi hal tersebut wajar saja, mengingat bahwa sebenarnya ilmu bela diri yang dia miliki jauh lebih tinggi dibanding peserta yang lain.


******


Teman-teman, dukung terus Author dengan


Klik Like


Tinggalkan Jejak di comment


Vote ( luar biasa sih kalo sampe ada yg ngevote)

__ADS_1


Rate bintang 5.


Kalian memang luar biasa.. ga ada lawan...😎


__ADS_2