PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 63. Keterlibatan Hasea


__ADS_3

Hasea hanya diam sambil menunggu apa yang akan terjadi . Dia juga berupaya mengukur kekuatan rombongan sekte Bulan Gerhana. Pria yang dipanggil Dengga itu, Hasea bisa mengukur kemampuan pendekar itu, setidaknya Dengga berada pada tingkat kemampuan pendekar Ahli level 3. Alimar, ketua muda sekte Bulan Gerhana itu merupakan pendekar berkemampuan Langka tingkat 2. Bersama mereka 50 orang rata-rata pendekar dasar dan pendekar pemula bahkan beberapa diantaranya merupakan pendekar yang baru memasuki kemapuan Ahli Level 1.


Panglima Suhad sendiri berkemampuan pendekar langka level 1, dia bersama anak buahnya yang semuanya berkemampuan setara pendekar ahli level 2.


" Ini akan menjadi pertarungan yang berat sebelah." Batin Hasea.


"Sepertinya kalian memang benar-benar sudah bosan hidup." Teriak Dengga yang kemudian segera menyerang Panglima Suhad. Panglima Suhad yang sedari awal memang sudah waspada menyambut serangan Dengga. Seteketika terjadi pertarungan . Tukar menukar juruspun berlangsung.


" Kenapa kalian diam saja? Bunuh mereka." Perintah Alimar kepada ke 50 anak buahnya. Segera semua anak buah sekte bulan sabit itu menyerang ke 5 anak buah Panglima Suhad.


Pertarungan antara Panglima Suhad dengan Dengga sudah bisa ditebak hasilnya. Dengan mudah Panglima Suhad mampu mendesak Dengga setelah mereka bertukar puluhan jurus.


" Menarik, jadi mereka orang istana rupanya." Gumam Alimar. Dia dengan cepat mengenali jurus yang digunakan rombongan panglima Suhad.


"Kurang ajar, apa ketua Alimar hanya akan menonton ku dipermalukan orang ini?" Batin Dengga setelah menerima berpuluh pukulan dari Panglima Suhad.

__ADS_1


Panglima Suhad tidak memberi peluang Dengga untuk berfikir. Dia melayangkan pukulan Bulan level 3 kepada Dengga sampai orang itu terpental menghantam dinding resotoran. Dari mulutnya keluar darah segar.


Panglima Suhad melihat anak buahnya mulai terdesak oleh pasukan sekte Bulan gerhana. Walau ke 5 anak buah Panglima Suhad berkemampuan pendekar ahli, tapi tetap saja menghadapi orang sebanyak itu membuat mereka kewalahan . Konsentrasi panglima Suhad menjadi terpecah , dia harus segera membantu para anak buahnya itu kalau tidak ingin mereka terbunuh.


"Pukulan Bulan Level 5." Panglima Suhad mengumpulkan hampir separuh dari tenaga dalamnya. Dia memusatkan nya pada kepalan tinju. Panglima Suhad melompat ke tengah kerumunan anggota sekte bulan gerhana. Tinju dia layangkan ke belasan pendekar itu dengan cepat. Seketika itu pula pendekar yang terkena serangannya merengang nyawa tetapi hal itu sama sekali tidak mengendurkan serangan rombongan sekte aliran hitam kepada rombongan pendekar Suhad. Para anggota sekte Bulan Gerhana memang terkenal tidak takut mati. Loyalitasnya pada atasan dan sekte mereka tidak pernah diragukan.


" Panglima, pertarungan ini sungguh tidak berimbang, mereka terus mendesak kita." Ucap salah satu anak buah Panglima Suhad yang tubuhnya sudah dipenuhi luka sabetan pedang. Bahkan rekan-rekannya yang lain lebih buruk lagi kondisinya. Panglima Suhad sendiri terlihat khawatir, khawatir karena bahkan ketika Alimar belum terlibat pertarungan, mereka sudah terdesak.


Belum sempat rombongan prajurit kerajaan itu berfikir apa yang akan mereka lakukan, tiba-tiba puluhan pisau kecil terbang melesat cepat ke arah mereka. Besarnya tenaga dalam yang terkandung dalam setiap pisau itu membuat mereka gentar. Alimar, ketua muda sekte bulan gerhana itu yang yang melesatkan pisau berkekuatan besar tersebut. Dia memang dikenal sebagai pendekar pisau lempar. Pisau berukuran kecil yang tajam di kedua sisinya itu memang senjata andalannya. Alimar memutuskan segera terlibat melihat Dengga masih terdiam sambil memegang dadanya karena menahankan sakit akibat terluka.


" Lingkaran perisai teratai." Panglima Suhad mengangkat tangannya kemudian membuat gerakan memutar. Seketika terbentuk perisai dengan tenaga dalam. Perisai teratai seperti nama regunya yakni Regu teratai putih adalah andalan Panglima Suhad. Perisai dengan tenaga dalam itu terkenal kuat tetapi untuk menciptakannya juga membutuhkan tenaga dalam yang besar.


Terjadi ledakan yang menciptakan gelombang akibat benturan tenaga dalam yang besar saat pisau-pisau Alimar membentur perisai ciptaan Panglima Suhad. Beberapa orang anak buah Alimar yang tadi mengepung rombongan panglima Suhad bahkan terpental akibat paparan gelombang . Semua Perabot dan meja di restoran itu juga turut hancur terkecuali meja yang di tempati Hasea dan Hasapi. Hal itu sempat membuat Alimar terkejut. Tapi kemudian dia kembali mengalihkan perhatiannya kepada panglima Suhad yang kelihatan sudah hampir kehabisan seluruh tenaga dalamnya.


" Hahaha..kalian para prajurit istana memang mudah sekali terpancing." Alimar tertawa lantang. Sedari awal, dia memang sengaja memancing Panglima Suhad untuk menciptakan perisai teratai untuk menguras sebagian besar tenaga dalam panglima itu.

__ADS_1


Pulihan pisau yang tadi dilepaskan oleh Alimar tertarik melayang ke arahnya. Pisau-pisau itu berputar-putar dalam bentuk lingkaran di udara di hadapan Alimar. Pisau-pisau itu memancarkan aura hitam pekat pertanda besarnya tenaga dalam yang melapisi benda itu.


" Kalian cukup beruntung bisa merasakan Jurus pisau terbang menusuk jantung milikku." Ucap Alimar penuh bangga.


" Sialan, jika ini diteruskan maka kami semua bisa tewas sebelum menyelesaikan misi yang diamanatkan Kaisar ." Batin Panglima Suhad.


" Rasakan ini." Pisau-pisau Alimar kembali melesat ke arah rombongan Panglima Suhad. Pisau-pisau itu bahkan lebih dulu menghantam dan tembus beberapa badan anak buah sekte Bulan Gerhana sebelum tiba di hadapan rombongan Prajurit Istana tersebut.


Panglima Suhad masih mampu membentuk perisai teratai, tapi hanya berukuran kecil untuk melindungi dirinya sendiri dikarenakan tenaga dalamnya sudah hampir habis. Para anak buahnya sendiri sudah tidak mampu melindungi diri mereka dengan tenaga dalam.


Saat akan pasti pisau yang dilesatkan Alimar mengenai rombongan panglima Suhad, tiba-tiba lesatan air bertenaga dalam berbentuk naga kecil menghantam tubuh Alimar, hal itu juga membuat pisau-pisaunya berbelok arah. Walau pisau-pisau itu terlihat bergerak sendiri , namun sebenarnya Alimar lah yang mengendalikannya dari tempatnya. Dengan tubuhnya terhantam naga air yang dilesatkan Hasea maka pisau-pisau itu juga berubah arahnya.


" Kurang ajar, siapa anak muda ini? Kalau saja aku tidak melapisi tubuhku dengan tenaga dalam untuk perlindungan diri, mungkin aku akan terluka parah." Gumam Alimar sambil menatap Hasea. Serangan tiba-tiba Hasea sungguh sangat mengagetkannya.


" Pangeran Hasea??" Batin Panglima Suhad yang akhirnya menyadari keberadaan Hasea di tempat itu begitu terkejut. Dia memang tidak memperhatikan Hasea sedari awal Hasea dan Hasapi memasuki restoran. Ditambah lagi konsentrasinya berpusat pada serangan rombongan Sekte bulan Gerhana.

__ADS_1


__ADS_2