
Sengku terus melesat ke arah Garguek dengan amarah yang telah memuncak. Pukulan berkekuatan besar dia layangkan kepada salah satu ketua sekte Harinuan itu. Tetapi tentu saja Garguek telah bersiap. Sedari awal dia telah menyadari kehadiran Sengku.
Terjadi pertarungan sengit antara Sengku dan Garguek. Puluhan jurus saling bertukar diantara kedua pendekar sakti itu.
" Kau telah salah melangkah orang tua. Tak seharusnya kau mencampuri urusan orang lain." Sengku menyeringai dengan amarah yang tertahan. Kehadiran sekte Harinuan sungguh membuyarkan rencananya.
" Oh ya? Lalu apa kau bisa menunjukkan langkah yang harus ku ambil?mohon beri aku petunjuk." Jawab Garguek menyindir. Garguek kembali melancarkan serangan dengan berbagai jurus.
Pertarungan besar masih terjadi. Baku hantam dan saling bunuh antara dua kekuatan besar. Sampai saat ini pertarungan berimbang.
Hasea tiba di lokasi pertarungan besar. Matanya menyisir sekitar. Emosinya semakin memuncak. Banyak orang telah menjadi korban.
Hasea mengepalkan kedua tangannya. Tubuhnya masih tegak berdiri sambil menahan amarah. Dari tubuhnya terpancar aura tenaga dalam yang begitu besar. Tubuhnya memancarkan aura tenaga dalam berwarna biru. Tubuhnya dikelilingi pancaran- pancaran kilat putih.
Aura tenaga dalam Hasea begitu besar dan ketara. Kesemua orang yang ada di tempat itu dapat merasakannya. Termasuk juga Garguek dan Sengku.
" Orang itu..siapa dia? Masalah apa lagi ini? Bagaimana mungkin tiba-tiba muncul pemuda berkekuatan besar seperti itu di tempat ini?" Sengku kembali panik. Dia dapat merasakan jelas kekuatan tenaga dalam Hasea. Dia tidak tau siapa dan bagaimana Hasea bisa muncul, tetapi satu hal yang dia tau pasti bahwa Hasea bukan berada di pihak mereka.
" Kenapa? Apa sekarang kau takut? Kau tidak menyangka bukan bahwa hari ini adalah hari terakhir kau akan dapat menghirup udara segar di bumi ini?" Gertakan Garguek tidak lagi disimak oleh Sengku. Dia hanya berfikir untuk lebih waspada. Sengku mulai mengumpulkan semua tenaga dalamnya.
" Kurang ajar....kalian akan menanggung akibat dari perbuatan kalian hari ini." Dari tubuh Hasea masih memancar aura tenaga dalam berwarna biru dan pancaran-pancaran kilat putih. Pemuda itu kemudian melesat cepat ke arah kerumunan.
Hasea melesat sangat cepat. Mata para pendekar berkemampuan rendah samapai menengah tersebut bahkan hanya bisa melihat lesatan cahaya biru.
Satu persatu pendekar sekte Matahari biru Hasea lumpuhkan seketika. Hanya beberapa jurus untuk membunuh satu orang. Hasea masih terus melesat. Hanya dalam waktu beberapa menit saja sudah puluhan orang dia bunuh.
Pertarungan antara Sengku dan Garguek masih berlangsung sengit. Sengku sedikit menguasai jalannya pertarungan. Sebenarnya walau kedua orang itu sama-sama berada dalam tingkatan kemampuan pendekar Legenda, tapi apabila dihadapkan satu lawan satu Sengku lebih unggul dari Garguek. Hal tersebut dikarenakan lebih banyak pintu toddi Sengku yang telah terbuka dibandingkan Garguek.
" Jurus Pukulan Matahari pembakar semesta tingkat akhir."
__ADS_1
Tubuh Sengku terangkat ke udara. Dari tubuhnya terpancar aura tenaga dalam berwarna biru bercampur merah. Mata orang tua itu berubah menjadi merah.
Tubuh Sengku melesat cepat ke arah Garguek. Kekuatan besar yang tersimpa di dalam jurus itu dapat dirasaka oleh Garguek.
Seolah Ketua Sekte matahari biru itu ingin segera mengakhiri pertarungan, dia menyerang Garguek dengan jurus maha dahsyat nya.
" Gawat, tidak kusangka secepat itu dia mengeluarkan jurus andalannya." Garguek bersiap. Dia memusatkan seluruh tenaga dalamnya untuk pertahanan.
Hasea dapat merasakan kekuatan besar yang berasal dari Sengku, namun dia masih berfokus untuk melumpuhkan anak buah Sengku satu persatu. Hasea cukup percaya diri dan yakin Garguek dapat memberi perlawanan kepada Sengku.
Tubuh Sengku semakin mendekati Garguek. Pukulannya dia arahkan ke dada Garguek..Gaeguek menyilangkan tangan di depan dada. Tubuh Garguek memancarkan aura tenaga dalam berwarna abu-abu.
Saat pukulan Sengku mendarat di tubuh Garguek, terjadi ledakan besar akibat dua tenaga dalam berkekuatan besar saling beradu. Tubuh Garguek tidak terluka, hanya sedikit mundur beberapa langkah ke belakang. Namun di tempat dia berdiri seperti ada kobakan besar di tanah akibat ledakan.
" Apa hanya itu kemampuan mu?" Garguek mengejek Sengku untuk menutupi ke khawatirannya sendiri. Pukulan Sengku memang tidak melukainya. Tetapi tenaga dalam yang terkuras yang dia gunakan untuk menahan pukulan itu juga sangat besar.
" Jangan bersedih hati. Masih banyak kejutan-kejutan lain yang akan ku persembahkan kepada mu." Sengku menatap Garguek tajam.
Sengku kembali melesat ke arah Garguek. Kecepatan tiap jurus yang dilancarkan orang tua itu semakin meningkat. Garguek masih bisa menahan serangan itu. Tetapi beberapa pukulan Sengku memang akhirnya mendarat di tubuhnya dan menyisakan sedikit luka.
Honasasom yang menyaksikan pertarungan kedua pendekar legenda itu dari sela-sela kerumunan pertarungan besar itu merasa ngeri. Bulu kuduknya berdiri. Dengan mata kepalanya sendiri dia menyaksikan dua kekuatan besar saling beradu. Dia tidak bisa membayangkan apa jadinya bila Sengku menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan mereka tanpa ada sekte Harinuan dan Hasea yang menghalaunya.
Tapi Honasasom bisa sedikit lega. Melihat kekuatan besar dari setiap pukulan Hasea untuk melumpuhkan anggota sekte matahari biru yang sedang menyerang mereka itu membuatnya yakin bahwa kali ini mereka dapat mengalahkan sekte aliran hitam itu.
" Gawat, kalau terus seperti ini tenaga dalam ku akan semakin terkuras habis. Aku tidak bisa terus bertahan. Aku harus menyerang balik." Benak Gaeguek. Sedari tadi dia memang masih hanya menahan semua pukulan Sengku. Garguek masih berupaya membaca pola serangan Sengku.
" Pukulan sengatan lebah." Garguek melayangkan pukulan ke arah Sengku. Sengku tidak bergeming dari tempatnya. Seolah dia telah bersiap.
Kepalan tinju Garguek mengarah ke dada Sengku. Sesaat seakan pukulan itu akan mengenai sasarannya, tiba-tiba tubuh Sengku bergerak. Garguek bahkan tidak bisa melihat gerakan itu. Sengku telah berada di samping kirinya.
__ADS_1
" Apa? Bagaimana bisa tiba-tiba dia sudah berada di samping kiri ku?" Benak Garguek.
Sengku melayangkan pukulan kepada Garguek. Garguek tidak bersiap. Hanya sedikit tenaga dalam yang bisa dia pusatkan ke bagaian kiri tubuhnya.
Tinju Sengku mendarat di rusuk kiri Garguek. Terdengar suara retakan akibat pukulan itu. Tubug Gaeguek terpental cukup jauh.
" Ketua..." Hasea yang berada cukup jauh dari pertarungan kedua pendekar legenda itu sempat menyaksikan tubuh Garguek terpental. Dia menjadi khawatir.
Garguek mencoba Bangkit. Rasa sakit pada tulang rusuknya bukan sesuatu yang bisa diabaikan. Dia mencoba berdiri namun tidak berhasil. Dia hanya mampu menopang tubuhnya dengan tangan kanan dan lutut kaki kirinya. Tangan kirinya memegangi rusuknya yang terluka. Dari telapak tangan nya itu terpancar tenaga dalam untuk sedikit meredam rasa sakit itu.
"Agh...orang tua ini sungguh tidak main-main." Benak Garguek.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Teman2, terus dukung author ya. Cukup beri like dan vote. Bila berkenan juga share.
Teman2 author juga punya akun Youtube lho. Masih pemula bgt.
Nama YT nya : Genitas
Sd saat ini Subscriber nya baru 290 :'(
Konten di YT Itu tentang tulisan2 jy
Ada cerpen dan puisi di sana. Jadi teman2 yg suka cerita pendek tapi males baca, bisa tuh ke sana.
Mohon dukungannya ya...sisihkan sedikit waktu kalian utk membantu author ya. Makasih.
Kalian luar biasa
__ADS_1