PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 88. Pertarungan Dua Roh


__ADS_3

" Kau, itu hanya siasat buruk mu. Lalu apa yang kau harapkan bila rohnya terperangkap di tempat ini?"


Hasea menaruh emosi kepada Roh Rajawali Hijau yang terus menghalanginya membawa pulang roh Arinauli.


" Putri Arinauli, jangan kau dengarkan roh jahat ini. Ayo ikutlah kembali dengan ku."


" Aku tidak mengenalmu, tinggalkan aku disini. Apa yang dikatakan roh Rajawali hijau ini benar. Tidak ada hal yang tersisa untukku di dunia."


" Kenapa kau berkata seperti itu? Apa kau tidak ingin bertemu kakek mu?"


" Kakek? Apa pedulinya. Sedari kecil aku selalu diabaikan oleh nya. Aku memiliki seorang kakek tapi hidupku seolah sebatang kara."


" Kau dengar? Sebaiknya kau pergi sebelum aku memaksa mu."


Roh rajawali hijau merasa diatas angin.


Hasea terdiam. Dia tidak mengerti kenapa Arinauli bertingkah seperti itu. Hasea tau betapa besarnya kasih sayang kakek nya kepada Arinauli. Sekali menatap matanya saja orang pasti sudah tau rasa sayang itu sangat besar.


Hasea juga telah mendengar bahwa kakek Arinauli telah menghabiskan banyak sekali harta dalam upaya menyembuhkan cucu nya. Hari-harinya juga dihabiskan untuk mencari upaya pengobatan bagi kesembuhan cucu kesayangannya itu.


" Aku akan memaksa nya ikut dengan ku, sekalipun aku harus bertarung dengan mu."


Hasea menantang Roh Rajawali hijau walau sebenarnya dia sedikit Takut. Sejak pertama kali Hasea menginjakkan kaki di tempat itu, dia dapat merasakan bahwa dia datang sendiri. Roh naga Gumoang tidak bersamanya. Kalaupun harus bertarung, Hasea harus menggunakan tenaga dalamnya sendiri.


Roh Rajawali hijau melesat ke arah Hasea. Tenaga dalam roh jahat itu menghantam roh Hasea.


Hasea dapat merasakan sakit akibat hantaman tenaga dalam roh itu. Ini pertarungan antar roh, sakit yang dirasakan oleh roh berbeda dengan sakit akibat serangan fisik.


Hasea berupaya membangkitkan tenaga dalamnya sendiri. Seharusnya dengan dua pintu toddi yang telah terbuka, Hasea akan bisa membangkitkan tenaga dalamnya sendiri. Namun entah kenapa upayanya gagal. Tenaga dalamnya tidak muncul.


Rajawali hijau sumringah. Dia tau roh dihadapannya itu tidak bisa berbuat apa -apa. Roh jahat itu kembali melesat. Terbang dengan kecepatan tinggi. Dia bermaksud menghantam roh Hasea sekali lagi.


Hasea berupaya kembali. Dia berkonsentrasi. Pikirannya terpusat ke kedua pintu toddinya yang terbuka.


Berhasil. Kedua pintu toddi itu mencarkan aura tenaga dalam berwarna keemasan. Cahaya keemasan memancar sampai ke tempat yang jauh. Cahaya itu seolah menembus roh Hasea. Menembus kegelapan ruang hampa itu.


Hasea bergerak. Dia melafalkan jurus Pukulan Lebah. Tangan Hasea menghantam roh Rajawali Hijau. Terjadi dentuman Kuat. Rajawali itu terpental jauh.


Tukar menukar jurus seketika berlangsung. Puluhan jurus dari masing-masing dari mereka telah dilancarkan.


Roh Rajawali Hijau bergerak semakin cepat. Kepakan sayapnya menimbulkan terpaan angin yang kuat.

__ADS_1


Hasea waspada. Dia siap menerima terpaan angin itu. Hasea melompat . Dia memutarkan badannya dengan kecepatan tinggi dengan jurus rajawali hitam.


Hasea mengubah terpaan angin dari kepakan sayap rajawali hijau menjadi tornado. Hasea bergerak semakin cepat. Dia mengarahkan tornado ke arah Roh rajawali hijau. Rajawali itu terpental akibat angin yang dia timbulkan sendiri . Hasea menggunakan senjata musuhnya untuk menyerang balik.


" Kurang ajar, sepertinya aku terlalu meremehkan mu."


Rajawali hijau merentangkan kedua sayapnya. Rohnya berputar-putar. Pancaran aura tenaga dalam yang lebih besar menyelimuti roh nya. Cahaya hijau kini perlahan berubah menjadi hitam pekat. Mata rajawali itu bersinar hijau.


Hasea dapat merasakan besarnya tekanan tenaga dalam lawannya. Roh Hasea tertekan. Dia mengerahkan seluruh tenaga dalamnya untuk bertahan tapi dia seakan tidak dapat bertahan.


Roh Rajawali Hijau kembali mengepakkan sayapnya. Tenaga dalam dengan pancaran cahaya hitam berbentuk ratusan tombak terarah kearah roh Hasea.


Hasea memusatkan seluruh tenaga dalamnya untuk menyelimuti rohnya sebagai tameng.


Tameng tenaga dalam Hasea mampu menahan beberapa serangan tombak itu. Namun rajawali Hijau tidak sedikitpu mengendurkan serangannya. Setiap kali tombak tenaga dalam menghantam tameng Hasea maka tameng itu pudar, rajawali hijau kembali menerpa Hasea dengan serangan baru.


Serangan bertubi-tubi roh Rajawali hijau menggoyahkan tameng tenaga dalam Hasea. Perlahan tenaga dalam Hasea terkuras. Tameng nya banyak celah. Tombak tenaga dalam terus menggempur Hasea.


Pertahanan Hasea runtuh. Beberapa tombak menghujam roh Hasea. Hasea bahkan tidak sempat menghindar.


Sakit terasa di setiap terpaan tombak itu. Hasea merasakan roh nya perlahan memudar.


Hasea memutar otak. Dia harus mencari akal.


Rajawali Hijau merubah bentuk serangannya. Kali ini rohnya sendiri akan menghantam Hasea.


Roh rajawali hijau itu berputar cepat melesat ke arah Hasea.


Saat jarak antara roh rajawali hijau semakin dekat dan akan menghantam Hasea, pemuda itu merasakan hangat dalam dirinya. Kekuatan lebih besar memancar dari roh Hasea. Kekuatan dengan pancaran aura tenaga dalam lebih besar, aura tenaga dalam berwarna emas yang lebih terang.


" Apa.. apa yang..."


Terlambat. Roh Rajawali Hijau terpapar tenaga dalam Hasea. Roh Rajawali itu terpencar, lama kelamaan aura hijau dari roh rajawali itu memudar.


Hasea menoleh ke belakang. Dia tau ada seseorang yang menyentuhnya di bagian punggungnya.


" Sesepuh Ibah...apa yang anda lakukan disini?"


" Maafkan aku anak muda. Tapi aku tidak begitu sabar melihat kau hampir saja kehilangan roh mu. Tidak kah kau tau roh jahat itu sedang berupaya melenyapkan mu? Aku terpaksa membuka pintu toddi mu yang ketiga."


Hasea hanya tertegun, dia tidak menyadari kehadiran roh sesepuh nya itu.

__ADS_1


" Sekarang kau akan menjadi lebih kuat dengan tenaga dalam mu sendiri. Kau juga akan bisa menyerap tenaga dalam naga Gumoang lebih banyak lagi."


Sesepuh Ibah tersenyum kepada Hasea. Roh tua itu muncul disaat sangat genting, memberi pertolongan kepada Hasea pada detik-detik terakhir.


" Sekarang kemampuan mu setara dengan pendekar legenda tingkat dasar. Ku harap kau bisa lebih bijak lagi menggunakan tenaga dalam sebesar itu. "


" Terima kasih sesepuh. Aku tidak tau harus berkata apa, tapi bagaimana anda bisa berada ditempat ini?"


" Sudah menjadi takdir demikian. Kita saling terhubung. Saat dirimu berada dalam bahaya pasti kami atau setidaknya salah satu diantara kami harus berbuat demikian."


Sesepuh Ibah menoleh ke arah putri Arinauli.


" Apa yang kau butuhkan dari roh penasaran itu? " Sesepuh Ibah bertanya. Pandangannya belum teralih dari putri cantik di hadapan mereka.


" Aku bermaksud membawanya kembali sesepuh, dia sudah terlalu lama di tempat ini." Hasea menjawab.


" Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan bertanya lebih jauh. Aku telah menyelesaikan tugas ku. Kau selesaikan lah urusan mu." Sesepuh Ibah menatap dalam kepada Hasea.


" Kau memang masih sangat muda, tapi ingat tanggung jawab besar berada di depan mu. Ini bukan hanya tentang dirimu. Tetapi juga tentang nenek moyang dan seluruh orang yang nantinya akan menggantungkan harapan kepada mu. Segeralah tingkatkan kemampuan mu. Tidak setiap saat kau akan menerima bantuan. "


"Baik sesepuh, saya mengerti. Saya akan berlatih lebih giat lagi."


Seiring dengan kalimat terakhir Hasea, roh sesepuh Ibah memudar dan menghilang dari pandangan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pada nunggu Up Chapter Novel sebelah ya? sama saya jg.. hehehe..


ya udh sembari menunggu yuks bersama kita nikmati up +1 chapter sore ini.


mohon dukungan dari semua teman2


kasi like


vote


tinggalkan jejak


share bila perlu supaya lebih banyak lagi yang bisa menikmati Novel ini


kalian luar biasa....

__ADS_1


__ADS_2