
" Sial.. dia menggunakan tenaga dalam untuk melindungi tubuhnya". Ucap pendekar itu menatap Sigam tajam.
Pertarungan sudah berlangsung untuk beberapa waktu. Satu pendekar tingkat dasar pada pihak musuh sudah terkapar kehilangan nyawa. Kini tinggal 4 lawan 4 pendekar dengan tingkat kemampuan yang setara saling bertukar jurus. Pertarungan itu tampak berimbang. Namun sebenarnya Lambao dan Kones sudah mendapat luka yang cukup banyak.
" Sialan.. tampaknya bala bantuan mereka sudah datang". Lambao dapat merasakan tekanan dari aura yang besar mengarah kepada mereka. Benar saja 4 orang pendekar berkemampuan setara pendekar tingkat unik level 1 bersama dengan pendekar Dasar yang memanggil mereka tadi mendekati Kones dan rekan-rekannya yang sedang terlibat pertarungan .
" Dimana Hasea pada saat-saat seperti ini, Keta berempat melawan 8 orang pendekar unik rasanya mustahil untuk kita memenangkan pertarungan". Kones mulai kesal atas keterlambatan Hasea.
" Serang bersamaan". Para pendekar sekte Rajawali Merah itu mencoba menyudutkan Sigam dan rekan- rekannya.
Lambao dan rekan- rekannya semakin tersudut. Rasa-rasanya tenaga mereka sudah terkuras habis. Pukulan demi pukulan dari pendekar aliran hitam itu telah mereka terima. Pada tubuh mereka dipenuhi bekas sabetan pedang.
" Ayo kita akhiri ini. Bentuk formasi Rajawali Mencengkram nyawa". Ucap salah satu dari 8 pendekar itu. Ke 8 pendekar itu segera membentuk formasi. Mereka bermaksud mengakhiri pertarungan. Aura hitam pekat terpancar dari mereka. Lambao dan rekan-rekannya sejenak seolah sudah kehilangan harapan.Mereka semakin tertekan oleh aura hitam yang terpancar dari para pendekar Rajawali mereh itu.
" Gea...tampaknya kita sedikit terlambat. Bagaimana caraku melumpuhkan orang sebanyak itu dalam sekali pukulan ". Hasea panik melihat rekan-rekannya tertekan.
" Gabungkan tenaga dalamku dengan tenaga dalam Naga Gumoang . Pukul mereka dengan salah satu jurus mu". Gea memberi solusi.
"Jurus Pukulan lebah level 3 " Hasea melafalkan Jurusnya. Tangan kanannya dipenuhi aura biru dari Naga Gumoang bercampur dengan aura merah dari Gea. Hasea mengincar salah satu pendekar sekte Rajawali merah itu.
" Aura sebesar ini..." . Belum sempat pendekar itu menyadari arah datangnya pukulan Hasea, dia sudah terpental karena dorongan tenaga dalam Hasea . Formasi yang di bentuk para pendekar sekte hitam itu berantakan.
Hasea menarik pedangnya . Dia mengalirkan tenaga dalam Gea ke pedang itu. Tebasan demi tebasan yang cepat dia lancarkan kepada para musuhnya itu. Satu diantaranya dibuat terkapar dan tewas seketika olehnya.
" Sejak kapan dia memiliki kemampuan sebesar ini". Kones sungguh terheran-heran melihat kemampuan Hasea. Dia masih ingat betul, meraka mencapai tingkat pendekar unik beberapa hari yang lalu bersamaan.
__ADS_1
" Kenapa kalian diam saja, ayo kita bantu dia ". Sigam menyadarkan rekan-rekannya yang terpana melihat Hasea membantai para musuhnya itu.
Sekarang para pendekar aliran hitam itu tampak tersudut. Kedatangan Hasea memberi dampak yang sangat besar. Walau meraka sama-sama berada pada tingakatan pendekar unik, namun Hasea telah mencapai level 4. Selain itu Tenaga dalam Gea dan Naga Gumoang memberi dampak yang amat besar.
Walau kalah jumlah, tetapi rombongan Lambao mampu menekan musuh mereka. Puluhan jurus saling bertukar. Kekompakan regu delik sandi Sekte Harinuan itu dalam menyerang dan bertahan membuat mereka menguasai pertarungan.
" Bagaimana mungkin tenaga dalamnya sangat berbeda dengan yang kita miliki ?" . Pelong yang menyadari besarnya tenaga dalam Hasea tak berhenti terheran- heran. Sebenarnya jurus yang digunakan Hasea sama dengan yang rekan-rekannya gunakan. Hanya saja tenaga dalam Hasea lebih besar jumlahnya. Itulah sebabnya dia mampu memberi dampak yang besar dalam pertarungan ini.
Ke 5 anggota sekte Harinuan itu bertarung dengan kompak . Satu persatu pendekar yang meraka hadapi akhirnya terpukul jatuh.
" Segeralah akhiri pertarungan ini, gunakan jurusmu yang paling ampuh. Sekali lagi gabungkan tenaga dalamku dengan Naga itu ". Ucap Gea tidak sabar. Baginya pertarungan seperti ini hanya seperti bermain-main.
" Kau sungguh cerewet Gea. Menanggung tenaga dalam sebesar itu rasanya seluruh tubuhku hampir remuk". Hasea kesal, bukan tanpa alasan. Saat mengeluarkan tenaga dalam dengan jumlah yang besar tadi memang dia merasakan seolah tubuhnya remuk redam. Seolah tubuh itu belum sanggup menanggung tenaga dalam sebesar itu.
" Ayo kita pukul mereka bersama -sama. Kali ini kita gunakan tenaga dalam terkuat kita". Ucap Lambao melihat kesempatan saat musuhnya mulai kehabisan tenaga dan tersudut .
" Kurang ajar. Pukulan rajawali menerkam nyawa level 5". Salah satu dari dua pendekar aliran hitam yang tersisa melayangkan jurus pamungkas. Seluruh tenaga dalam dia pusatkan pada pukulannya. Dia mengarahkannya pada Hasea.
Hasea yang menyadari pukulan itu melompat mundur untuk menghindar. Segera Hasea meraih pedang yang tergeletak saat kakinya mendarat di tanah.
" Jurus pedang sengatan lebah". Hasea melesat cepat.Pedang yang digunakannya diselimuti aura biru. Dia mengarahkan tebasan pedangnya pada perut musuhnya. Tubuh pendekar aliran hitam itu terbelah dua saat pedang Hasea menebasnya. Musuh mereka yang tersisa 1 hanya dapat terdiam. Tubuhnya gemetar melihat rekanya terbunuh seperti itu. Bahkan ke 4 rekan Hasea tampak terheran-heran melihat tenaga dalam Hasea yang begitu besar.
***
" Bagaimana dengan mu? Apakah kau akan menyerah?". Ucap Sigam menawarkan pengampunan kepada pendekar rajawali Merah yang tersisa.
__ADS_1
" Jangan Harap, lebih baik aku mengakhiri hidup ku daripada harus menyerah pada kalian". Pendekar sekte Rajawali Merah itu menancapkan pedangnya ke perutnya sendiri . Dia bunuh diri.
" Keluarlah , mau sampai kapan kau bersembunyi disitu ". Ucap Lambao tanpa menoleh pada pendekar Dasar sekte Rajawali Merah yang tersisa .Pendekar itu sedari tadi bersembunyi karena ketakutan.
" Ampuni saya.. ampuni saya pendekar". Ucap pria malang itu ketakutan. Dia keluar dari persembunyiannya. Badannya tak berhenti bergetar.
" Apa yang kau ketahui tentang rencana kerajaan beberapa hari lagi di kota ini ?Apakah aliran hitam seperti kalian juga akan terlibat?" . Tanya Sigam sambil mengacungkan pedangnya ke leher anggota sekte Rajawali merah itu.
" Ampun pendekar.. saya tidak tau apa-apa, sekte kami maupun anggota aliansi Hitam yang lain tidak ikut campur masalah itu". Ucap pria itu sambil berlutut. Kepalanya tertunduk ketakutan.
" Sepertinya dia memang tidak tau apa-apa". Hasea percaya. Menurutnya tidak mungkin pria itu bohong ditengah ketakutannya sekarang.
" Setidaknya beritahu kami satu hal, bagaimana mungkin pendekar aliran hitam seperti kalian ini bisa menguasai jalur keluar masuk kota pusat kerajaan seperti ini? Siapa yang melindungi kalian?" . Tanya Pelong . Dari awal mereka yakin pasti ada pihak yang melindungi para pendekar aliran hitam ini.
" Saya sungguh tidak tau tuan pendekar. Yang pasti salah satu petinggi kerajaan tau akan keberadaan kami disini".
" Baiklah, sudah cukup informasi yang kau berikan". Kones melesat dan menebas leher pria itu. Seketika kepalanya terpisah dari badannya.
" Apakah itu perlu Kones?" . Lambao kurang setuju dengan tindakan Kones. " Kita membiarkannya lolos, sama saja dengan membongkar keberadaan kita disini". Ucap Kones dingin.
" Sudahlah , ayo kita segera menyampaikan informasi ini kepada si penghubung". Pelong mengakhiri perdebatan kecil para rekannya.
***
Mohon dukungannya ya Teman2 . Klik like nya boleh?
__ADS_1
Kalian luar biasa..