PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 52. Isumbaon


__ADS_3

" Nama ku Isumbaon, kau bisa memanggilku begitu. Lalu siapa nama mu dan apa sebenarnya tujuan mu berkunjung ke tempat ini?"


" Saya Hasea senior, saya sedang mendalami sebuah ilmu bela diri. Saya sedang mencari sebuah benda pusaka untuk memperdalam bela diri saya. " Hasea berkata jujur. Dia tidak melihat ada alasan untuk berbohong di depan Isumbaon.


" Isumbaon memegang dagunya sambil berfikir. " Jadi seperti itu, apa sebenarnya tujuan kau belajar bela diri? Apa yang kau cari?" Hasea tampak berfikir mendengar pertanyaan Isumbaon. " Pria ini, lalu dia sendiri apa gunanya dia memiliki ilmu bela diri setinggi itu? Apakah ini seperti pertanyaan penguji?" Gumam Hasea.


" Hasea dengarlah, belajar dari pengalamanku selama beratus tahun.. aku tidak menemukan keuntungan dari ilmu bela diri dan tenaga dalam yang sangat besar." Isumbaon menatap Hasea dalam. Dia menarik nafas kemudian melanjutkan kata-katanya. " Kecuali hal itu diimbangi oleh kebijaksanaan dan kerendahan hati. Tanpa itu semua, ilmu bela diri dan tenaga dalam yang tinggi hanya akan mendatangkan mala petaka." Mata Isumbaon tampak menerawang. Matanya berkaca-kaca, seperti ada sesuatu yang mengganjal hatinya dengan rasa bersalah yang sangat besar.


" Itulah alasanku bertanya, lalu apa jawabanmu akan hal itu?"


Hasea akhirnya menceritakan kisah hidupnya. Perasaannya yang begitu marah pada takdir, keinginannya balas dendam kepada Ayahnya sendiri. Niatannya untuk menghancurkan kerajaan Partungko Naginjang agar warga tidak lagi tertindas. Semua dia terangkan dengan terperinci.


" Kau ini, kau sungguh masih sangat polos rupanya. Apa yang kau harapkan setelah kau tuntaskan dendam mu pada ayah mu sendiri? Darah yang mengalir di setiap nadimu bahkan adalah warisannya. Bagaimana pun dia bersalah tetapi berkat dia lah kau ada di dunia ini sekarang. "


" Saya bahkan terkadang merasa tidak ingin dilahirkan di dunia ini kalau akhirnya harus mendapat penolakan senior." Ucap Hasea penuh amarah. " Itulah yang ku takutkan, tidak ada gunanya kau belajar bela diri yang setinggi-tingginya dan tenaga dalam yang sebesar-besarnya kalau akhirnya kau menggunakannya hanya untuk balas dendam." Isumbaon mengingatkan Hasea.


" Sudahlah , aku tentu tidak bisa memberimu terlalu banyak ceramah apabila hati mu sendiri masih kau keraskan. Terserah apa mau mu, kau sendiri yang akan menanggung akibatnya kelak." Isumbaon bangkit berdiri, dia mengajak Hasea berkeliling. " Kata mu tujuan mu adalah mencari benda pusaka, di tempat ini banyak benda pusaka bumi bahkan beberapa diantaranya pusaka langit yang bisa kau pilih. Hanya saja, kau hanya dapat mengambil 1 saja itupun selama kurang lebih 3 purnama kau harus berada di tempat ini untuk menjalin ikatan dengan benda pusaka yang akan kau bawa."


" Tiga purnama? Apa memang butuh waktu selama itu?" Hasea terkejut akan syarat yang dijelaskan Isumbaon. " Kau tenang saja. Berbeda dengan ku yang telah meminum air kehidupan abadi sebelum mendatangi tempat ini, waktu mu di sini tidak akan terpengaruh dengan waktumu di luar sana, di tempat kau berasal."


" Maksud Senior?saya belum faham." Ucap Hasea dengan tampang kebingungan. " Seperti yang ku ucapkan tadi, kau tidak akan terpengaruh waktu. Selama apa pun kau berada di tempat ini, saat kembali ke tempat asal mu waktu yang kau jalani akan sama seperti waktu kau pertama kali masuk ke sini. "

__ADS_1


Bukit menagis memang tidak mengenal waktu bagi Hasea. Selama apapun dia di sana, waktu di luar seolah akan berhenti baginya. Berbeda dengan Isumbaon. Karena saat pertama kali memasuki Bukit menangis , tubuhnya telah abadi karena meminum air kehidupan abadi, maka waktu tetap berjalan baginya.


" Pilihlah salah satu benda pusaka itu, karena alam telah menuntun mu ke sini maka menjadi tugas ku juga untuk mengajari dan menuntun mu menjalin ikatan dengan benda itu ."


Mata Hasea menatap sekitar, dia mencari namun tidak satupun benda pusaka itu dia ambil. " Apakah tidak ada yang cocok dengan mu? bagaimana dengan Pedang Surit Podang Pencabut Nyawa itu?sepertinya kalian mulai memiliki ikatan. Itu adalah pusaka langit. " Isumbaon menawarkan.


" Itu..kalau saja aku bisa membawa pulang beberapa, mungkin aku akan membawa pedang itu Senior tapi bukankah anda berkata bahwa saya hanya bisa mengambil satu? Sebenarnya saya mencari sebuah kipas senior , kipas merak putih."


" Oh.. jadi seperti itu." Isumbaon mengambil sesuatu dari balik pakaiannya. " Aku butuh waktu sampai satu tahun untuk menaklukkan kipas ini, aku tidak yakin kau bisa menaklukkannya juga."


Kipas merak putih merupakan Pusaka Dewa. Jumlah pusaka seperti itu hanya bisa dihitung dengan jari satu tangan. Selain langka, pusaka dewa juga biasanya hanya dimiliki orang berkemampuan tinggi atau setidaknya tenaga dalam yang sangat besar.


" Itu.. itukah kipas merak putih." Mulut Hasea kembali menganga. Dia menjadi merasa sungkan saat mengetahui kipas merak putih telah dimiliki oleh Isumbaon. " Maaf senior, saya tidak tahu kalau kipas itu sudah anda pilih. " Hasea menundukkan kepalanya. Dia takut Isumbaon tersingung. " Ah.. sudahlah, tidak usah sungkan begitu, saat aku memutuskan untuk moksa dari dunia persilatankipas ini hanya kugunakan untuk menyejukkan diri seperti fungsi kipas pada umumnya. Walaupun aku akui memang kekuatannya melebihi semua benda pusaka di tempat ini. " Isumbaon sejenak terdiam.


" Saya akan berusaha sekuat tenaga senior."


***


" Hal pertama yang harus kau lakukan adalah memperkuat fisik mu. Ku akui Naga yang bersemayam di tubuh mu memang memiliki tenaga dalam yang sangat besar. Mungkin melebih tenaga dalam yang dimiliki naga yang bersemayam di tubuh ku. Tapi tetap saja tulang dan fisikmu masih sangat lemah. Kau hanya akan menghancurkan diri sendiri apabila terlalu memaksakan diri."


" Naga? Maksudnya apakah senior juga memiliki naga yang bersemayam di tubuh senior?"

__ADS_1


" Menurut mu bagaimana alam menuntunku ke sini? Hanya orang yang memiliki ikatan khusus dengan naga lah yang bisa mendatangi tempat ini. Naga yang ada padamu, itulah alasan kenapa naga di luar sana menurut untuk membawamu terbang ke sini.Itu jugalah alasan kenapa alam menunjukkan tempat ini kepadamu. Tanpa roh naga, tak seoranng pun dapat mencapai tempat ini. " Isumbaon tersenyum saat mengetahui kepolosan Hasea.


" Maksud anda burung tadi adalah naga? Burung yang ku tunggangi tadi?" Hasea terkejut. Dia memang curiga akan bentuk burung tadi, tetapi dia tidak menyangka bahwa itu adalah benar-benar sebuah naga yang hidup.


Isumbaon akhirnya menerangkan kepada Hasea. Tempat itu sejatinya adalah sarang para naga. Terdapat ribuan naga disana dengan berbagai bentuk dan tingkatan kemampuan dan tenaga dalam. Tentu saja naga-naga itu masih berjasad. Tidak berubah menjadi roh seperti Naga Gumoang. Naga yang berubah menjadi roh serta keluar dari bukit menangis akhirnya akan menjalin ikatan dengan manusia di dunia hanya ada 1 dalam beberapa ratus tahun. Hal itu pun pasti memiliki maksud tertentu. Itu artinya Bukit menangis adalah asal muasal naga Gumoang dulunya.


" Baiklah, sebaiknya kau istirahat. Mulai besok pagi , kau akan ku bimbing untuk menjalin ikatan dengan kipas Merak putih."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Teman2 ayo dukung Author agar lebih semangat dalam berkarya. Caranya mudah kok, cukup;


- Tekan Like


- Tinggalkan jejak di kolom komentar


- Rate Bintang 5


- Vote bila berkenan


- Share juga boleh.

__ADS_1


Kalian terbaiklah pokoknya


__ADS_2