PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 45. Awal Mula


__ADS_3

Kaisar Tossao sedang berada di sebuah tempat di sekitar istana. Di hadapannya ada panglima Suhad , Panglima yang setia kepadanya itu . Mereka melakukan pertemuan rahasia. " Panglima, kau harus mencari Hasea, aku paham akan kemarahannya. Dia diselimuti kebingungan. Dia pasti salah faham akan semua ini." Kaisar Tossao berkata pelan . " Pada kondisi sekarang ini, Hasea lah harapan kita satu-satunya, semoga ramalan itu benar adanya . Firasatku berkata, waktuku tidak banyak lagi. Kalau tidak dengan membunuhku, tinggal menunggu waktu saja sampai mereka melakukan kudeta. Sebelum itu terjadi, aku akan mengukuhkan dirinya sebagai pangeran yang kelak menggantikanku menduduki singgasana. "


"Baik yang mulia, hamba juga berfikiran sama. Hamba akan mencari cara untuk menemukan pangeran." Ucap Panglima Suhad serius.


" Tapi kau berhati-hatilah. Jangan sampai orang-orang permaisuri mengetahui hal ini. Dengan Hasea yang masih hidup sampai sekarang, itu artinya permaisuri dan seluruh antek-anteknya tidak tahu bahwa yang mereka bunuh puluhan tahun lalu bukanlah pangeran."


***


Kaisar Tossao bukan tidak mengetahui hal yang sebenarnya terjadi . Permaisurinya sendiri yang telah merencanakan semua ini. Kaisar disandera oleh situasi yang pelik. Sejak beberapa tahun yang lalu Permaisuri telah berhasil mempengaruhi aliansi putih. Para panglima juga berpihak kepada permaisuri. Kesalahan kaisar pada waktu yang lampau membuat pria itu kehilangan marwahnya. Pada dasarnya Permaisuri bersama para Panglima dan ketua aliansi putih lah yang mengendalikan kerajaan Partungko Naginjang sampai saat ini. Permaisuri bersumpah, dengan pengaruh yang sudah ditancapkannya akan membuat warga kerajaan Partungko Naginjang semakin menderita apabila kaisar berani bertindak di luar keinginan Permaisuri. Kontan, Kaisar hanyalah sebagai simbol sampai saat ini. Ancaman Permaisuri itu seolah menyandranya


***


Sebenarnya berpuluh tahun lalu, kehidupan kerajaan baik-baik saja. Begitupun seluruh rakyat Partungko Naginjang, kehidupan mereka begitu sejahtera dibawah kepemimpinan kaisar Tossao. Sampai pada suatu hari ada sebuah ramalan mengatakan bahwa suatu saat nanti Kaisar akan digantikan oleh seorang pria yang berwibawa. Pria itu adalah darah daging Kaisar. Pria itu akan memiliki kekuatan diatas semua pendekar yang ada. Dia akan mengembalikan kejayaan kerajaan Partungko Naginjang seperti sedia kala.


Saat mengetahui hal tersebut, Permaisuri menjadi begitu khawatir. Karena sampai detik itu, dia belum memberikan seorang putra pun kepada kaisar. Sementara dikarenakan suatu penyakit, dia sendiri tidak akan lagi bisa memiliki seorang anak. Dia hanya melahirkan 2 orang putri sebagai buah cintanya dengan Kaisar .


Mengetahui kebimbangan Permaisuri tersebut, Panglima Angkar yang sangat berambisi melakukan kudeta bersiasat. Panglima licik itu terus menghasut dan mempengaruhi Permaisuri itu. Dia berharap melalui Permaisuri, rencananya menguasai kerajaan Partungko Naginjang dapat terlaksana.


Atas hasutan panglima Angkar, Permaisuri mendesak Kaisar Tossao untuk mengeluarkan titah bahwa siapa pun kaisar Partungko Naginjang , tidak diperbolehkan memiliki seorang selir. Hal itu berlaku juga untuk kaisar Tossao sendiri. Permaisuri itu memaksa Kaisar dengan dalih sebagai bukti cinta kaisar Tossao kepadanya. Titah itu sendiri sebenarnya hanya siasat Permaisuri. Dengan begitu dia yakin tak akan lahir seorang putra dari darah daging Kaisar yang berpotensi menjadi seorang kaisar dari rahim wanita lain . Sementara kaisar yang pada waktu itu memang begitu mencintai Permaisurinya menurut begitu saja.Dia mengeluarkan titah itu. Dia sama sekali tidak berfikir ada akal bulus dibalik peringai permaisuri yang begitu dia cintai itu.

__ADS_1


Sampai suatu saat dia bertemu Larasati di istana. Kecantikan wanita yang menjadi pelayan di istana itu menggoyahkan hatinya. Entah bagaimana awalnya tetapi kecintaannya kepada Larasati membutakan matanya. Dia terjebak dengan titahnya sendiri sehingga tidak bisa mengangkat Larasati sebagai selir resminya.


Setiap hari , hati Kaisar dipenuhi kebimbangan. Cintanya yang dulu utuh kepada Permaisuri telah terbagi. Dalam hatinya dia telah mengkhianati istri nya itu.


Beberapa kali kaisar Tossao mencoba mengungkapkan perasaannya kepada Larasati. Tentu saja Larasati menolak, walau dia tau orang di hadapannya adalah sekarang Kaisar karena selain dia tidak memiliki perasaan yang sama kepada Kaisar, dia juga tahu titah Kaisar yang mengatakan tidak diperbolehkannya Kaisar untuk mengangkat seorang selir. Larasati juga tahu, nyawanya akan hilang begitu Permaisuri mengetahui Kaisar mencoba membagi cintanya .


Lagipula pada saat itu Larasati telah memiliki tambatan hati. Dia menjalin cinta dengan Impola, seorang prajurit kepala yang kelak menjadi suaminya.


Hati Kaisar Tossao yang telah dibutakan oleh cinta membuatnya bertindak tidak beradab. Dengan siasat buruk, Kaisar menjebak Larasati. Dia memerintahkan seorang pelayannya untuk memberikan obat kepada Larasati agar wanita itu tidak sadarkan diri. Setelah itu kaisar memerintahkan orang suruhannya itu membawa Larasati ke suatu ruangan yang telah disiapkan oleh Kaisar. Pria yang seharusnya bermartabat itu meniduri Larasati saat dia tidak sadarkan diri. Yang ada di pikiran Kaisar Tossao pada saat itu adalah ketika dia telah memiliki tubuh Larasati, maka tinggal menunggu waktu saja sampai wanita itu menyerahkan cintanya.


Hal yang dibayangkan Kaisar tidak sesuai dengan kenyataan. Wanita itu malah semakin membencinya. Wanita itu membenci dirinya sendiri juga. Beberapa kali dia mencoba bunuh diri. Kalau saja Impola tidak menghalangi niatan itu, mungkin Larasati telah lebih awal menuju alam baka.


Rupanya Kabar tentang Larasati yang mengandung anak dari Kaisar sampai kepada Permaisuri. Hal itu membuatnya murka. Dia memerintahkan Panglima Angkar untuk membunuh wanita itu bersama anak dalam kandungannya. Sebenarnya Permaisuri tidak tahu apakah yang dikandung Larasati adalah perempuan atau laki-laki. Tetapi kebencian telah membutakannya, ini bukan lagi tentang ramalan. Ini tentang perasaan yang dikhianati.


" Kau harus segera pergi dari sini, nyawamu terancam. " Kaisar Tossao yang diam-diam mendatangi Larasati mengingatkannya. " Apa peduli anda akan nyawa saya. Ketika anda berlaku bak binatang itu, saat itu juga aku telah mati. " Bentak Larasati tidak peduli. " Mohon kau maafkanlah aku. Aku mengakui kesalahanku. Cintaku padamu membutakan mataku." Kaisar memohon maaf Sambil menggenggam tangan Larasati.


" Kalau yang mulia benar-benar mencintai Larasati, kenapa yang mulia tidak berupaya melindungi nyawanya. Kenapa yang mulia tidak angkat saja dia sebagai selir?" Ucap Impola yang tiba-tiba muncul dengan suara lantang. Dia tidak lagi peduli dengan siapa dia bicara. Perbuatan kaisar kepada wanita yang dicintainya itu membuatnya gelap mata.


" Kau tidak mengerti Impola. Titahku sendiri telah menyandraku. Apa jadinya apabila seorang Kaisar melanggar titahnya sendiri?". Kaisar berkata pelan. Dia diambang kebingungan dan penyesalan.

__ADS_1


" Kalau kau benar-benar mencintainya, bawalah dia pergi dari sini. Pergi sejauh mungkin dan jangan kembali." Mohon Kaisar Tossao kepada Impola. Kaisar Tossao kemudian mengambil sebuah liontin.


" Pegang lah ini, pastikan kau memberikan ini kepada anakku, tidak peduli dia kelak menjadi seorang putri atau pangeran." Kaisar Tossao menyerahkan liontin itu kepada Larasati. Dia memaksa wanita itu untuk menerimanya.


Impola yang sudah sedikit tenang akhirnya membawa Larasati dari istana itu. Keselamatan Larasati itu adalah yang utama saat ini, itu yang ada dalam pikiran Impola.


Begitulah awalanya, 4 tahun Impola dan Larasati dalam pelarian sampai akhirnya Panglima Angkar membunuh mereka. Sebelum dibunuh, mereka bahkan sampai menikah dan memiliki anak dan Putri.


Sementara Hasea, seketika dia lahir Larasati memberikan anak yang dia tidak inginkan itu kepada ibunya, nenek Hasea.Sebelum Hasea dilahirkan, beberapa kali sebenarnya Larasati ingin menggugurkannya. Namun Impola selalu menghalanginya. Sebenarnya Larasati juga mengerti, anak itu sama sekali tidak berdosa. Namun rasa bencinya kepada tindakan Kaisar dia tumpahkan kepada Hasea sejak dalam kandungan.


***


" Yang mulia, hamba sendiri yang akan mencari pangeran." Ucap Panglima Suhad membuyarkan Kaisar Tossao dari lamunannya sendiri. " Baiklah, tugas ini kuberikan kepadamu, aku akan mengeluarkan perintah agar kau bersama beberapa anak buahmu mu untuk menjalankan misi sebagai alibi." Ucap Kaisar Tossao.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Teman2, klik like nya ya. Supaya author lebih kencang lagi Up nya. Oke??


Makasih loh atas supportnya.

__ADS_1


Kalian memang yang terbaik.


__ADS_2