PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 36. Mencari Jejak Masa Lalu ( Pengawal Pribadi Kaisar)


__ADS_3

Hasea bersama ratusan prajurit lain sedang berada di lapangan istana untuk menjalani latihan. Saat tidak sedang menjalankan misi, para prajurit memang disibukkan dengan kegiatan latihan.


Di kejauhan, Hasea bisa melihat putri Senni sedang berjalan di teras Istana. Dia dikawal oleh beberapa prajurit. Bersama 4 orang dayang yang mengiringinya, sepertinya putri bangsawan itu sedang menuju istana Permaisuri.


" Tuan Putri, jarak kita memang berdekatan sekarang. Tapi sangat disayangkan, kita tidak dapat bertemu. Anda bahkan tidak tau saya ada di tempat ini." Gumam Hasea. Dia tidak henti memandangi Putri Senni yang sedang berlalu.


" Hei kau.. sampai kapan kau akan memandangi rombongan Putri Senni seperti itu?" Seorang prajurit kepala membentak Hasea. " Apa kau sedang berencana mendekati Putri bangsawan itu? Sebaiknya kau jangan bermimpi terlalu jauh." Ucapan Prajurit kepala itu membuat semua prajurit yang mendengarnya tertawa.


" Cepat, lanjutkan latihan mu." Bentak Prajurit kepala itu kepada Hasea.


" Dasar..baru menjadi prajurit kepala saja sudah sombong begitu. " gumam Hasea. " Tapi aku sungguh tidak habis pikir Gea. Bagaimana mungkin pengawasan istana ini begitu lemah. Sudah beberapa hari aku di tempat ini tapi tak seorangpun menyadarinya." Hasea tersenyum simpul.


" Bagi orang- orang seperti mereka, tidak perlu mengenal prajurit rendahan seperti mu secara pribadi. Mereka hanya peduli angka. Mereka hanya menganggap prajurit-prajurit rendahan sepertimu ibarat sebuah senjata. Itulah sebabnya mereka tidak perlu mengenal satu persatu anak buahnya." Ucap Gea lirih.


" Hei.. aku bukan prajurit rendahan. Aku bahkan bukan prajurit. Aku hanya menyamar." Hasea protes.


" Apa bedanya sekarang, kau berpakaian seperti mereka, berlatih seperti mereka. Tinggal menunggu waktu saja sampai kau juga ikut membunuh rakyat-rakyat malang itu. Hahaha." Gea mengejek Hasea.


" Tidak akan , hal itu tidak akan terjadi." Ucap Hasea tidak setuju pada Gea.


***


" Hai.. kau adalah bocah kasmaran tadi kan?" Seorang prajurit mendekati Hasea di sela-sela istirahat mereka. Hasea hanya bisa kebingungan akan ucapakan prajurit itu . Dia sama sekali tidak mengerti apa maksud dari ucapan prajurit dihadapannya itu.

__ADS_1


" Tidak usah malu, kau bukan satu-satunya yang jatuh cinta kepada putri Senni pada pandangan pertama. Tapi benar kata Prajurit kepala, sebaiknya prajurit rendahan seperti kita jangan bermimpi terlalu tinggi". Ucap prajurit itu sambil menepuk pundak Hasea.


Hasea hanya bisa tersenyum simpul dan memamerkan tampang polosnya . Dia sendiri bahkan tidak tau perasaan apa yang dia rasakan terhadap Putri Senni. Yang prajurit di hadapan Hasea itu tidak ketahui adalah bahwa Hasea cukup dekat dengan Putri Senni. Setidaknya dulu , saat di perkemahan.


" Oh ia..perkenalkan , namaku Beggu. Sepertinya kau prajurit baru , aku tidak pernah melihat mu sebelumnya." Ucap Beggu sambil menatap Hasea dari atas sampai bawah.


" He..eh ia senior. Saya baru bergabung." Ucap Hasea. Dia berharap Beggu tidak bertanya lebih jauh. " Oh ya? Dari mana asalmu?" . Belum sempat Hasea berpikir, dia kembali ditodong pertanyaan tak terduga oleh Beggu.


" Itu..." Hasea terlihat bingung. " Ah..sudahlah banyak dari kita memang tidak ingin memberi tahu tempat asalnya.Hal itu juga tidak terlalu penting . Oh ia.. apa kau akan ikut seleksi itu?" . Beggu kembali melayangkan pertanyaan kepada Hasea yang membuatnya semakin kebingungan.


" Maaf senior.. seleksi apa yang senior maksudkan? Saya tidak mengerti. " Hasea menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" Kau ini.. hal sepenting ini tidak kau ketahui? Seleksi yang kumaksud adalah Seleksi menjadi pengawal pribadi Kaisar. Setiap tahun pengawal kaisar maupun permaisuri selalu dirotasi. Sebentar lagi rotasi akan dilakukan. Akan dipilih 10 orang melalui seleksi pertarungan bela diri." Ucap Beggu bersemangat.


" Kau tidak mengerti ya? Selama kita menjadi pengawal pribadi Kaisar, itu artinya selama 1 tahun penuh kita tidak perlu menjalankan misi ke Medan pertempuran. Itu juga berarti nyawa kita bisa selamat setidaknya untuk satu tahun. " Beggu berkata pelan lebih seperti berbisik. " Memang kebanyakan prajurit tidak terlalu menganggap pekerjaan ini penting. Mereka lebih memilih menjalankan misi berperang dengan musuh di Medan pertempuran. Mereka menganggap itu lebih kesatria dibanding hanya melayani Kaisar di Istana." Sejenak Beggu terdiam.


" Tapi aku memiliki pemikiran yang berbeda. Lihat betapa keji nya sekarang para panglima itu di Medan pertempuran. Mereka sama sekali tidak memikirkan keselamatan kita. Mereka hanya memperdulikan kemenangan walau harus mengorbankan banyak nyawa prajurit rendahan seperti kita." Beggu berkata sangat pelan dan hati-hati. Dia takut ucapannya terdengar oleh orang lain.


" Kau tau..3 regu prajurit istana sampai sekarang bahkan belum kembali dari Medan perang. Aku tak mengerti entah kenapa sekarang ini Kerajaan Partungko Naginjang senang sekali menjajah kerajaan lain. Padahal dalam setiap peperangan pasti mengorbankan prajurit rendahan seperti kita." Mata Beggu tampak berkaca-kaca.


" Tahun lalu, saudaraku tewas dalam peperangang. Tau apa yang dia dapatkan? Hanya pemakaman kehormatan yang ku tau itu hanya formalitas untuk menenangkan keluarga prajurit yang tewas di Medan perang. Saudaraku tewas meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih kecil . Entah bagaimana kehidupan mereka sekarang, pihak istana bahkan tidak memperdulikan mereka sedikit pun." Beggu menyeka air mata yang menetes di sudut matanya.


" Oleh karena itulah , aku tidak ingin hal itu terjadi padaku."

__ADS_1


" Kalau begitu kenapa senior tidak keluar saja dari sini?" Hasea berkata iba. Hal paling rasional yang terpikirkannya saat ini ialah apabila seorang prajurit tidak ingin tewas di Medan tempur adalah dengan tidak menjadi prajurit sama sekali.


" Kau ini bodoh atau bagaimana? Apa kau pernah mendengar prajurit mengundurkan diri? Itu tindakan bunuh diri. Jangan sekali-kali kau berfikiran seperti itu. Kalau sampai panglima mengetahuinya habis lah nyawamu." Ucap Beggu jengkel.


Mulut Hasea hanya bisa menganga, dia sungguh tidak tau peraturan di istana ini. Wajar saja ,dia hanyalah seorang penyusup yang baru bergabung beberapa hari belakangan .


" Sebaiknya kau ikut seleksi itu bocah lemah." Suara Gea tiba- tiba muncul di otak Hasea .


" Katakan alasan logis kenapa aku harus mengikuti seleksi itu?" Ucap Hasea menentang Gea.


" Oh aku sungguh tak tau alasan yang kuat. Satu hal yang ku ketahui adalah sesuatu yang ingin kau selidiki, adanya di istana ini. Itu artinya apabila suatu saat kau dikirim menjalankan misi dan kau harus meninggalkan istana untuk melaksanakan misi, maka kau tidak bisa menyelidiki apapun, karena yang kau cari adanya di istana bukan diluar sana. Sudah paham kah kau wahai manusia lemah?" Gea berucap kesal. Dia sungguh tak bisa menolerir kelambanan Hasea dalam berfikir.


" Hm.. kau benar juga Gea". Ucap Hasea spontan sambil memegang dagunya.


" Apa? Apa yang kau katakan?" Tanya Beggu seperti mendengar Hasea mengucapkan sesuatu. " Ah.. eh itu bukan apa-apa senior." Hasea sampai kebingungan. Dia tidak mau dianggap gila karena becara sendiri. " Jadi kapan seleksi itu akan diadakan senior?" .


" 3 hari dari sekarang seleksi akan diadakan di arena tanding. Kau cukup datang kesana dan mendaftar saat itu juga.


***


Author sebenarnya sangat mengharapkan Like dari teman -teman semua. Karena like dari teman2 adalah bahan bakar penyemangat bagi author .🙏🙏🙏


Kalian luar biasa.....,

__ADS_1


__ADS_2