
" Ijeb, kau tidak perlu seperti itu." Sesepuh Igor yang muncul tiba-tiba menenangkan sesepuh Ijeb. " Hasea, coba jelaskan kepada kami bagaimana caramu bisa datang lagi ke tempat ini?" Ucap sesepuh Iben yang kemudian muncul tiba-tiba bersama dengan sesepuh Ided , sesepuh ibah dan sesepuh Igung .
Ke tujuh sesepuh itu sekarang mengelilinginya menunggu penjelasan dari Hasea. " Saya tidak terlalu yakin sesepuh. Seingat ku, tadi saya ada di sebuah ruangan rahasia di istana. Saat saya memengang sebuah kitab , tiba-tiba seluruh tulang-tulang ku terasa seolah remuk. Setelah itu saya tidak tau apa yang selanjutnya terjadi. Saat membuka mata, saya sudah berada di Tempat ini" Ucap Hasea sedikit bingung.
" Sebuah kitab, mungkinkah..." Sesepuh Igor menghentikan ucapannya dan memandangi sesepuh yang lain. " Coba kau beri gambaran tentang kitab yang kau maksud itu Hasea." Sesepuh Iben berkata selembut mungkin. Dia ingin Hasea kembali tenang.
" Kitab itu memancarkan cahaya biru. Sepertinya ada gambar naga di sampul depannya." Jawab Hasea sedikit ragu.
" Tidak salah lagi, itu adalah kitab Naga biru. Akhirnya segelnya terbuka." Ucap sesepuh Irarip.
" Kau dengar itu Ijeb? Apakah kau masih meragukan bahwa pemuda ini telah dipilih oleh Naga Gumoang?" Sesepuh Ibah menatap sesepuh Ijeb sambil tersenyum.
" Tetap saja , aku masih tidak bisa menerima dia. Kalian dengar sendiri kan? Dia sendiri yang mengatakan kalau dia hanya anak desa. Bagaimana mungkin seorang anak desa bisa mewarisi darah kita?" Sesepuh Ijeb masih bertahan dengan pemikirannya.
" Mewarisi darah? Apa maksud sesepuh Ijeb ini?" Gumam Hasea dalam hatinya . Dia semakin kebingungan.
***
__ADS_1
Kaisar Tossao memasuki ruangan yang biasa dia datangi secara diam-diam. " Apa yang terjadi? Siapa yang membuka pintu ruangan rahasia itu?" Kaisar Tossao begitu terkejut melihat pintu menuju ruang rahasia itu terbuka. Sepanjang yang dia ketahui, hanya dia seorang yang tau keberadaan ruang rahasia itu. Kaisar Tossao buru-buru memasuki ruangan rahasia. " Siapa pemuda ini?" Kaisar Tossao semakin terkejut melihat tubuh Hasea yang terbaring di lantai. " Dia masih hidup. Mungkin dia hanya pingsan." Gumam Kaisar Tossao setelah mengecek dan memastikan jantung Hasea masih berdetak.
" Kitab naga biru.. dimana kitab itu?" Kaisar Tossao ketakutan dan panik setelah mengetahui kitab warisan leluhurnya sudah tidak ada di tempatnya. " Mungkinkah?.." Kaisar Tossao memandangi Hasea . Dia ingin memastikan sesuatu. Dia merogoh dan memeriksa seluruh bagian pakaian dan tubuh Hasea. " Liontin ini, bukankah ini liontin yang kuberikan kepada kepada Larasati saat terakhir kali kami bertemu? Pemuda ini.. mungkinkah.." tubuh Kaisar Tossao bergetar hebat. Pandangan Matanya seperti buram. Tanpa dia sadari, air mata menetes dari kedua sisi matanya.
" Tidak.. tidak ada yang boleh tau akan hal ini." Gumam Kaisar Tossao . Tapi apa yang harus kulakukan? Leluhur .. tolong beri saya petunjuk."
Kaisar Tossao berfikir sejenak. Dia mengembalikan liontin Hasea ke tempatnya . " Sebaiknya aku tinggalkan saja pemuda ini disini. Sebaiknya dia tidak tau aku kemari. Hal itu akan membuat dia aman." Kaisar Tossao beranjak dan meninggalkan ruang rahasia itu, meninggalkan tubuh Hasea yang masih tergeletak disana.
***
" Hanya saja.. " sesepuh Ibah berucap sambil mengelus-elus jenggot putih panjangnya. " Perlu kau ketahui , bahwa hanya keluarga kerajaan... tidak, hanya orang yang memiliki hubungan darah langsung dengan Kaisar yang bisa dipilih oleh Naga Gumoang".
" Orang terakhir yang dipilih oleh Naga Gumoang adalah Ijeb. Itu kurang lebih 300 tahun yang lalu." Sesepuh Irarip menjelaskan.
" Apakah itu artinya sesepuh Ijeb adalah kaisar terdahulu?" Ucap Hasea.
" Ternyata kau tidak sebodoh kelihatannya anak muda." Sesepuh Ided berkata lirih. Kami semua adalah orang- orang yang sebelumnya dipilih oleh Naga Gumoang dan kami semua memiliki ikatan darah langsung. Iben adalah orang pertama yang Naga Gumoang pilih. Itu sudah hampir dua ribu tahun yang lalu . Dan Ijeb adalah orang terakhir yang dipilih naga itu sebelum dirimu."
__ADS_1
" Hampir 300 tahun kami menunggu keturunan kami mengunjungi tempat ini dan membuka segel kitab naga biru. Kami hampir putus asa setelah beberapa generasi berganti namun orang yang kami tunggu tak kunjung tiba . Tak disangka kau akhirnya hadir di tempat ini. " Sesepuh Iben berkata serius.
" Apa itu artinya saya ada ikatan darah dengan kaisar? Bagaimana mungkin. Aku hanya seorang pemuda desa ." Gumam Hasea di dalam hatinya .
" Lalu apa yang harus saya lakukan sekarang sesepuh? " Hasea memberanikan diri bertanya. " Kau sebaiknya pelajarilah jurus-jurus yang terdapat dalam kitab itu. Jurus-jurus itu adalah kumpulan jurus dewa. Dengan kemunculan kembali naga Gumoang, itu artinya ada hal besar yang harus kau perbaiki di kerajaan. Ada tanggung jawab besar yang akan dibebankan kepadamu ." Ucap sesepuh Iben. " Tapi kau harus bekerja keras. Jurus-jurus itu tidak dengan mudah bisa dipelajari. Kau harus meningkatkan kekuatan fisikmu terlebih dahulu agar tubuhmu bisa menerima tenaga dalam yang sangat besar dari Naga Gumoang.
" Sebaiknya kau segera kembali, kita tentu tidak ingin roh mu meninggalkan tubuhmu terlalu lama. Roh yang terpisah terlalu lama dengan tubuh manusia bisa mengakibatkan roh itu sama sekali tidak bisa kembali. Bila itu terjadi roh mu akan menjadi roh yang gentayangan." Ucap sesepuh Ided mengingatkan .
" Kenapa kau masih disini?" Ucap sesepuh Igor. "Mengenai hal Itu.. " Hasea menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Bagaimana caraku kembali sesepuh?" Hasea bertanya dengan tampang bodoh nya.
" Benar juga." Para sesepuh itu baru sadar bahwa mereka belum memberi tahu bagaimana cara Hasea kembali. " Itu perkara yang mudah. Kau cukup pejamkan mata dan konsentrasi . Bayangkan lah tempat dimana terakhir kali tubuhmu berada." Sesepuh Iben menjelaskan.
***
Terima kasih Teman2 sudah klik Like nya..
kalian Luar Biasa
__ADS_1