PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 61. Kembali ke Dunia Para Manusia


__ADS_3

"Ini semua, aku bahkan tidak lagi tahu apa alasan ku mempelajari semua bela diri ini." Hasea terdiam setelah mendengar semua penuturan Isumbaon.


Sesepuh Ijeb yang merupakan pendekar terkuat di masa nya pada akhirnya harus mengakhiri hidup di tangan sahabatnya sendiri. Sementara Isumbaon sebenarnya tidak jauh berbeda. Raganya memang masih hidup, bahkan abadi.Tetapi dia pada akhirnya mengunci diri di tempat ini. Tempat para naga. Mengucilkan diri karena rasa bersalahnya di masa lampau. Lalu apa akhirnya tujuan dari semua ilmu bela diri yang mereka pelajari dulu?


" Kau telah mendapatkan apa yang kau cari. Lalu apa rencana mu selanjutnya?" Pertanyaan Isumbaon menyadarkan Hasea dari lamunannya.


"Entahlah senior, aku jadi sedikit ragu. Tiba-tiba setelah semua ini gairah ku untuk balas dendam pada ayah ku sendiri telah hilang."


" Bukankah itu baik? Setidaknya sekarang pikiranmu lebih jernih, kini kau bisa berfokus pada hal yang lebih berguna."


"Berguna? Saya bahkan tidak tau lagi membedakan hal yang berguna dan tidak senior."


" Dengarlah, bukankah kau sendiri yang mengatakan ingin mengakhiri penderitaan warga kerajaan Partungko Naginjang? Kau masih bisa melakukannya. Dengan cara yang lebih baik "


" Maksud Senior?" Hasea masih belum mengerti arah pembicaraan Isumbaon.


"Kau tidak harus menghancurkan kerajaan Partungko Naginjang, kau bisa memperbaikinya dari dalam."


" Maksud Senior saya harus menerima takdir sebagai pangeran? Pangeran yang lahir dari rahim seorang selir?"


" Jangan merendahkan orang tua mu seperti itu. Bagaimanapun darah kaisar mengalir di setiap nadi mu dan Ibumu telah mengandung serta melahirkan mu. Kalau kau memang benar-benar ingin memperbaiki keadaan warga kerajaan, hal yang lebih dulu yang harus kau lakukan adalah memperbaiki diri sendiri, meruntuhkan egomu."


Ucapan terakhir Isumbaon membuat Hasea terdiam. Dia hanya bisa menatap jauh ke pemandangan indah di sekitarnya.Mungkin hal paling sulit untuk dia lakukan saat ini adalah meruntuhkan ego nya sendiri. Menghilangkan perasaan dendam pada takdir juga pada ayah dan ibu nya.


" Baiklah senior, saya akan selalu mengingat semua nasehat senior. Tapi terlepas dari itu semua, bagai mana dengan anda? apakah senior benar-benar tidak ingin kembali ke dunia para manusia?"


Pertanyaan Hasea membuat Isumbaon sedikit terkejut. Dia bangkit dari duduknya. Isumbaon menarik nafas panjang. " Dunia mungkin tidak memerlukan ku saat ini. Lagi pula tempat ini terlalu indah untuk di tinggalkan. Bagi ku berada di tempat ini bersama para naga adalah hakikat sebenarnya sebagai penjaga para naga. Kau, jagalah dunia untuk ku. "

__ADS_1


***


Hasea bersiap. Hari ini adalah hari terakhir dia berada di tempat ini. Tempat yang memberinya banyak pelajaran hidup. Di tempat ini juga dia mendapat peningkatan kemampuan bela diri secara pesat. Kipas merak putih yang sudah menjalin hubungan dengannya memperkokoh dirinya sebagai calon pendekar terkuat.


" Sepertinya ini lah waktunya kita berpisah senior."


Isumbaon menyiapkan beberapa bekal untuk dibawa pulang oleh Hasea. Sekantong besar kepingan emas dia siapkan. Benda tak berguna di bukit menangis namun bernilai besar di dunia yang ditempati Hasea kelak. Sejumlah sumber daya langka untuk meningkatkan tenaga dalam dan obat juga dia siapkan untuk Hasea. Hasea bahkan kesulitan membawa semua itu dikarenakan jumlahnya yang sangat besar.


" Ini, serahkan benda ini kepada orang yang menuntun mu ke sini." Isumbaon memberikan sebuah cincin yang terbuat dari emas kepada Hasea. Pada cincin itu terdapat ukiran corak naga yang khas.


" Maksud Senior tuan Hasapi?" Hasea bingung. Dia tidak menyangka akan mendapat titipan seperti itu.


" Siapapun namanya orang itu, dia pasti mengenal benda ini."


Isumbaon mengantar Hasea pada pintu keluar dari tempat itu. Sebuah telaga kecil di ujung bukit menagis. Telaga berwarna hijau yang mengeluarkan uap dari airnya. Satu-satunya pintu keluar dari bukit menangis menuju dunia para manusia. " Setelah ini kau tidak akan bisa datang ketempat ini lagi." Ucap Isumbaon.


" Satu hal lagi, sebenarnya tubuh pusaka bukanlah sesuatu yang harus kita bawa saat kita dilahirkan ke dunia, kau bisa memiliki tubuh pusaka dengan melatih tubuhmu. Salah satu syaratnya adalah memiliki tulang naga tua yang mana kau telah memenuhinya. Setelah itu kau harus berlatih jurus penggabungan naga. Kau bisa mempelajarinya dari kitab tutur naga-naga. Sepengetahuan ku terakhir kali Kitab itu di jaga dan disimpan oleh manusia rawa." Isumbaon mengetahui rahasia penting itu dari naga Hitam. Sesungguhnya, setelah tinggal ratusan tahun di bukit menangis, pendekar sakti itu benar-benar bisa berbicara dengan para naga.


Hasea akhirnya harus meninggalkan bukit menangis. Beberapa purnama di tempat itu membuat hatinya sedikit bersedih karena harus pulang.


Isumbaon sendiri hanya terdiam menatap kepergian Hasea. Pemuda yang bersamanya untuk beberapa purnama. Pemuda yang mungkin tidak lagi akan berjumpa dengannya.


" Ijeb...ku harap dengan membantu keturunan mu menuntaskan sebagian latihan kitab naga biru, bisa menebus kesalahan ku pada mu."


***


Hasea berjalan menyusuri hutan, tempat pertama kali yang dia dan Hasapi telusuri saat mencari jalan menuju bukit menangis.

__ADS_1


Hasea melihat pria dengan perut buncit itu tertidur pulas di bawah pohon yang rindang. " Pria tua ini, bagaimana mungkin dia bisa tidur sepulas ini di hutan belantara? Apa dia tidak takut diterkam mahluk buas?".


" Tuan..bangunlah, kita harus pergi.." Hasea menggoyang-goyangkan tubuh Hasapi.


" Ah.. kau mengganggu tidur ku saja. kenapa terburu-buru? Aku bahkan baru memejamkan mata untuk beberapa saat." Bagi Hasapi, Hasea hanya pergi untuk beberapa saat berbeda dengan waktu yang dijalani oleh Hasea selama dia berada di bukit menangis, beberapa purnama dia di sana. Tetapi Hasapi tidak akan menyadari itu.


" Bungkusan apa yang kau bawa itu?" Hasapi menyadari Hasea membawa begitu banyak bungkusan. Hasea membuka sedikit bungkusan itu . Kilauan keping-keping emas yang terpancar dari bungkusan itu menyilaukan mata Hasapi membuatnya terbelalak.


" Ini...ini.. benarkah ini semua emas?" Nafas Hasapi tersengal. Bicaranya terbata-bata. Jantungnya bahkan seketika memompa sangat kencang, jantung itu seolah ingin melompat dari tempatnya. Hasapi meraih beberapa koin, dia berulang kali menggigitnya. Mata Hasapi berkaca-kaca.


"Apakah kau telah menemukan tempat itu? Benarkah? Ternyata leluhurku bukanlah pembual. Orang-orang desa yang bodoh itu akan menyesal." Hasapi melompat kegirangan. Dia berulang kali memeluk Hasea. Tubuh Hasea dia guncang-guncangkan.


" Ini.. seseorang di tempat itu menitipkan ini padaku. Dia ingin aku memberikannya kepada tuan." Hasea memberikan cincin titipan Isumbaon kepada Hasapi.


Tangan Hasapi bergetar menerima cincin itu.Matanya berkaca-kaca. Hampir saja air mata menetes dari sana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Oh ia, kalau chapter ini nembus 80 like per hari ini mungkin author akan Up 1 chapter lagi.


Ini bukan mengemis Like ya teman2 karena dari awal Author memang menulis hanya untuk menyalurkan hobby Thats all ( tapi rupanya di apresiasi baik oleh teman2 🙏🙏🙏. Ini menjadi kebanggan untuk Author. )


Hanya saja author benar2 nggak tau deh sistem nya novel toon ini gimana. Viewers untuk setiap chapter yg author update rata2 600-1000 ( thanks you so much for that) tetapi like nya kisaran rata2 50-80 per chapter. Author hanya penasaran saja, apakah View yg 600-1000 itu adalah real atau hanya Moodbooster dr pihak Novel toon nya sendiri . Maksud sy 600-1000 view itu beneran Akun aktif kah atau mod?Oleh karena itu lah coba kita test ya, kalo mood kan ga mungkin nge like dong.


teman2 juga boleh tinggalkan comment deh sbg bentuk interaksi kita.


*Kalian luar biasa ..

__ADS_1


__ADS_2