PENDEKAR NAGA API

PENDEKAR NAGA API
CH 67. Rencana Selanjutnya


__ADS_3

Hasea menghela nafas panjang ." Tapi sudahlah Panglima. Saya tidak mempersoalkan hal ini lagi."


" Bagus lah kalau begitu Pangeran. Saya mewakili Kaisar mengucapkan terima kasih. "


" Lalu apa sebenarnya yang ingin anda sampaikan?" Hasea menatap panglima Suhad menunggu jawaban. Nenek Lamsia, Rimbu dan Hasapi yang dari tadi masih belum percaya dengan kenyataan bahwa Hasea adalah pangeran juga menunggu panglima itu bicara.


" Pangeran, perlu anda ketahui bahwa kerajaan Partungko Naginjang pada saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja." Panglima Suhad mencoba menjelaskan setenang mungkin agar semua orang disitu dapat mengerti.


" Bukankah hal itu baik? Itu berita baik !!! Sebaiknya memang kerajaan ini diruntuhkan saja." Rimbu menyeletuk. Kalau ada manusia yang sangat membenci kerjaan Partungko Naginjang, dia lah orangnya.


"Nona, jaga bicara anda. Apakah anda ingin penderitaan warga Partungko Naginjang lebih sengsara dari sekarang?"


" Apa? Apa menurutmu kesengsaraan yang terjadi sekarang masih kurang??"


Teriakan Rimbu bahkan membuat ke 5 anak buah Panglim Suhad berdiri dan menarik pedangnya. Tapi akhirnya mereka menyarungkannya kembali setelah Panglima Suhad menenangkan anak buahnya itu.


"Hal itu bisa terjadi apabila kekuasaan kaisar diambil alih oleh mereka."


" Mereka?siapa yang anda maksud dengan mereka Panglima?" Hasea masih belum mengerti arah pembicaraan Panglima Suhad.


" Begini Pangeran..." Panglima Suhad menceritakan kondisi yang terjadi.


Tim delik sandi prajurit regu Teratai putih yang dikomandoi oleh Panglima Suhad selama ini mengumpulkan informasi. Meraka mendapatkan fakta bahwa selama ini Permaisuri hanya dimanfaatkan oleh Panglima Angkar. Panglima berkemampuan pendekar Legenda itu memang ingin menggulingkan kedudukan Kaisar Tossao melalui Permaisuri.

__ADS_1


'Akan lebih mudah merebut tahta kerajaan dari tangan seorang wanita.' itulah alasan Panglima Angkar.


Panglima Angkar sendiri dibantu oleh beberapa sekte. Diantaranya yang paling mendukung adalah sekte Banteng Merah. Mereka juga berambisi ingin merebut pucuk kepemimpinan kerajaan Partungko Naginjang.


Mengetahui hal ini, Kaisar Tossao bermaksud untuk mendeklarasikan keberadaan Pangeran Hasea. Kaisar Tossao ingin segera mengukuhkan dan mempertegas bahwa kelak Hasea lah yang akan menggantikannya sebagai Kaisar . Sesuai dengan ramalan yang masih dipercaya beberapa sekte aliran putih dan rakyat Partungko Naginjang. Hal itu akan menguatkan posisi kaisar Tossao setidaknya untuk sekarang dan sampai kelak Hasea diangkat menjadi Kaisar.


" Kenapa kaisar tidak mengukuhkan putri Ageng Janti saja sebagai calon penggantinya? Bukankah putri pertamanya itu juga seorang pendekar berilmu tinggi?"


" Anda tidak mengerti Tuan, justru itulah yang mereka harapkan. Apabila Kaisar melakukan itu maka hal itu akan menjadi alasan bagi Sekte Banteng merah bersama dengan Panglima Angkar dan sekutu mereka untuk melakukan kudeta lebih awal, karena apabila panglima Ageng Janti dideklarasikan sebagai calon pengganti Kaisar maka hal itu akan bertentangan dengan ramalan yang ada." Panglima Suhad menarik nafas panjang.


" Ibu anda dan saudari anda hanya diperalat oleh Panglima Angkar selama ini. Hanya saja mereka tidak menyadarinya."


" Dia bukan ibu ku Panglima. Ibu ku sudah lama mati."


" Maafkan saya Panglima." Hasea menghela nafas.


" Sampaikan saja dulu salam saya pada Ayahanda, katakan bahwa saya sudah memaafkan nya. Tapi untuk sekarang saya belum bisa mengikuti anda ke Istana. Saya memiliki rencana yang berbeda."


" Hasea benar panglima." Tiba-tiba Hasapi mengeluarkan suara.


" Kalau benar yang anda ceritakan, maka untuk sekarang ini tidak ada bedanya apabila Hasea diperkenalkan sebagai Pangeran. Mereka akan mencari alasan untuk menyangkal Hasea. Upaya kudeta akan tetap terjadi. Apalagi Permaisuri tidak menginginkan keberadaan Hasea bahkan mereka mungkin akan berupaya membunuh Hasea. Tidak cukup dukungan bagi Kaisar dan Hasea "


Ruangan seketika hening. Kalau dipikir-pikir, hal yang disampaikan oleh Hasapi memang ada benarnya. Bagaimana pun Panglima Angkar dan sekte Banteng merah pada dasarnya hanya ingin merebut kekuasaan. Mereka bahkan tidak peduli siapa yang akan menggantikan Kaisar kelak. Mereka hanya ingin merebut kekuasaan dari keluarga kerajaan.

__ADS_1


" Saran saya, sebaiknya sebelum Hasea diperkenalkan sebagai Pangeran, lebih baik Kaisar kembali memperkuat posisinya, mencari dukungan yang nyata. Selama Koalisi putih yang selama ini dianggap mendukung pemerintah masih dipimpin oleh Sekte Banteng merah maka kudeta akan sangat mudah dilakukan karena kendali koalisi Putih ada pada ketua sekte itu. "


" Bener juga apa yang anda katakan Tuan." Ucap Panglima Suhad . " Sekte Banteng merah memang memiliki pengaruh yang sangat besar. Bersama dengan sekte Rajawali merah, mereka hanya tinggal menunggu waktu saja untuk melakukan kudeta."


" Sekte Rajawali merah? Bukankah mereka bersebrangan dengan Sekte Banteng merah? Bagaimana mungkin sekte aliran hitam bekerja sama dengan sekte aliran Putih?" Hasea bingung dengan penjelasan Panglima Suhad.


" Pangeran, bagi mereka sebenarnya tidak ada aliran putih dan aliran hitam. Itu hanya pola yang mereka bentuk sendiri. Bagi mereka, selama tujuan mereka masing-masing bisa tercapai, maka saling bekerja sama pun akan mereka lakukan."


"Benar juga, saat saya bersama Sekte Harinuan melakukan upaya pembebasan Ketua Garguek, pendekar aliran hitam bisa kami temukan berkeliaran bebas di kota Ronggur. Bahkan jalur khusus menuju kota dikuasai oleh sekte aliran hitam. " Hasea perlahan memahami situasi yang terjadi.


Bukankah di kota-kota wilayah kekuasaan kerajaan Partungko Naginjang dengan mudah juga dapat dijumpai pendekar aliran hitam yang bertindak semena-mena? Padahal di kota-kota itu juga ada Prajurit kerajaan. Tetapi mereka tidak berupaya menghentikan pendekar aliran hitam tersebut.


" Lalu apa yang anda rencanakan Pangeran ?" Panglima Suhad tidak berupaya memaksa Hasea ikut ke istana untuk sekarang ini. Tapi dia juga ingin setidaknya mengetahui sedikit hal yang direncanakan oleh Hasea.


" Saya akan meminta bantuan sekte Harinuan Panglima, saya akan menjelaskan kondisinya. Lagipula saya adalah bagian dari sekte itu. Mereka harus mengetahui hal ini. "


" Maksud anda perampok Harinuan? Sepertinya anda bersandar pada kayu lapuk Pangeran. Mereka salah satu sekte yang ingin meruntuhkan kerajaan Partungko Naginjang. " Salah satu anak buah Panglima Suhad mengutarakan pikirannya. Hal itu wajar saja. Selama ini mereka selalu saja bertentangan dengan rombongan Sekte Harinuan.


"Sepertinya anda salah memahami sekte saya Tuan. Yang sekte Harinuan benci adalah tindakan semena-mena pihak kerajaan kepada warga Partungko Naginjang selama ini. Mereka tidak pernah memiliki maksud untuk meruntuhkan kerajaan Partungko Naginjang. Mereka hanya ingin mengembalikan peraturan-peraturan kerajaan Partungko Naginjang ke jalurnya. Memperjuangkan kesejahteraan Warga Partungko Naginjang adalah tujuan utama mereka."


" Baiklah Pangeran, sebaiknya. Kami kembali ke kerajaan. Kami akan menyampaikan kabar ini kepada Kaisar. Anda berhati-hatilah. Pasukan Panglima Angkar masih mengejar anda. "


" Terima kasih Panglima. Tolong jaga ayahanda untuk saya. Sampaikan juga permohonan maaf ku kepada beliau. "

__ADS_1


" Baik Pangeran. Akan kami laksanakan."


__ADS_2