
Para ketua Perampok Harinuan perkemahan Utara berkumpul di tenda Pertemuan. Turut hadir di sana Lambao, Kones, Sigam, Hasea dan Pelong. Mereka para anggota Sekte yang akan menjalankan misi sebagai Delik Sandi menjelang pertukaran tawanan.
" Kalian berlima akan berangkat ke kota Ronggur pagi ini juga. Misi kalian adalah memastikan kita tidak masuk dalam perangkap kerajaan saat pertukaran tawanan ini dilakukan" . Ketua Harimotting memulai pembicaraan.
" Lambao dan Sigam.. kalian akan menyamar sebagai pedagang di kota Ronggur. Lokasi pertukaran tawanan akan dilakukan di pusat pasar. Kalian harus memastikan lokasi tersebut tidak membahayakan kita. Kones dan Pelong akan menyamar sebagai warga pendatang . Kalian aktiflah di pinggiran kota. Pastikan ada akses alternatif untuk keluar masuk kota tersebut dengan aman. Sewaktu-waktu, kita akan membutuhkan jalur pelarian. Hasea.. kau sendiri harus menyusup ke dalam kerajaan . Kau carilah informasi tentang rencana yang akan dilakukan Kerajaan. Kalau saja ada pertarungan, akan banyak korban dari rakyat jelata. Sepertinya pihak kerajaan sengaja membuat warga nya menjadi tameng. " Ketua Harimotting menjelaskan secara seksama. Dia ingin memastikan penjelasan yang dia berikan dapat dimengerti oleh kelima anak buahnya itu.
" Untuk yang lain mungkin tidak akan ada masalah dengan penyamaran. Tetapi untuk mu Hasea". Katua Borong sejenak menatap Hasea. " Kau harus mencari cara agar bisa menyusup ke istana, kami sangat berharap kau dapat melakukannya".
" Akan ada seorang penghubung antara kalian dengan kami. Kalian hanya memiliki waktu kurang lebih 3 hari untuk memastikan kita tidak mendapatkan masalah besar dalam pertukaran ini. Beberapa hari dari sekaranng adalah waktunya pertukaran " . Ketua Harimotting kembali berbicara.
***
Ke lima pendekar regu delik sandi itu segera berangkat setelah pertemuan dibubarkan. Mereka bergerak ke kota Ronggur dengan menggunakan kuda yang telah dipersiapkan secara khusus. Mengingat waktu pertukaran yang semakin dekat, mereka harus sampai di kota Ronggur secepatnya. Sepanjang perjalanan, mereka hanya beristirahat dua kali dalam sehari yakni untuk makan dan tidur. Mereka bahkan tidur hanya 3 jam.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 hari, akhirnya ke lima pendekar itu tiba di kota Ronggur. Pintu masuk ke kota tersebut dijaga oleh beberapa prajurit Kerajaan. Namun tanpa hambatan yang berarti mereka dapat melewatinya.
Tampak kota sangat ramai. Bangunam-bangunan besar yang mungkin baru kali itu dilihat oleh ke lima orang itu menyambut mereka. Kota ini memang menjadi pusat perdagangan, jadi sangat wajar ada orang yang keluar masuk kota. Namun demikian apabila mereka adalah salah satu buronan, maka mereka dengan segera akan bisa dikenali. Karena gambar-gambar para buronan tertempel hampir di setiap sudut kota.
" Itu..itu adalah gambar senior Kathes bukan?" Lambao segera dapat mengenali gambar dari seniornya yang tertempel di sudut kota tersebut. Kepala plontos seniornya itu memang kentara. " Wah, kepalanya bahkan dihargai 5 keping emas" . Ucap Sigam setengah berbisik.
" Sebaiknya kita hati-hati. Kalau tidak , kita bisa mati terlebih dahulu sebelum gambar kita sempat tertempel di kota ini. Rasanya menjadi sia-sia apabila mati tanpa kepala mu dihargai beberapa keping emas". Ucapan Pelong itu membuat anggota regu delik sandi yang lain menahan Tawa. Ucapan itu agak sedikit ironis menurut mereka.
" Para senior sekalian. Sepertinya kita harus berpisah di tempat ini. Seperti rencana sebelumnya, besok lusa kita bertemu di tempat ini". Ucap Hasea sambil menatap satu persatu rekannya. Ke lima orang itu berjabat tangan kemudian berpencar.
Hasea menyusuri sudut kota. Dia masih memutar otak mencari ide bagaimana caranya bisa menyusup ke istana. Saat berjalan di pusat pasar, dia melihat rombongan Pedagang dengan 3 kereta kuda separuh berisi bahan makanan. Mereka sedang memuat bahan makanan untuk memenuhi kereta kuda tersebut.
" Cepatlah, kita tidak mau membuat para pihak kerajaan itu menunggu terlalu lama" . Seorang pria paruh baya berbicara kepada para anggotanya . Hasea mencuri dengar ucapan pria itu.
" Maaf tuan. Kita kekurangan orang, barang barang ini Sungguh sangat banyak. setidaknya kita butuh 1 orang lagi untuk bongkar muat perbekalan-perbelan ini.Saya jadi heran, apakah Istana akan melakukan pesta atau perayaan sampai mereka butuh bahan makanan sebanyak ini?" Ucap seorang Pria ceking. Tampaknya dia adalah asisten pria Paruh baya itu.
" Oh.. jadi mereka akan mengantar barang-barang itu ke istana? Kebetulan sekali". Pikir Hasea.
__ADS_1
" Mohon maaf tuan, saya tidak bermaksud lancang. Tapi saya tidak sengaja mendengar pembicaraan tuan sekalian. Apabila tuan berkenan, saya bermaksud mengajukan diri untuk membantu Tuan". Ucap Hasea menawarkan diri.
" Kau hanya akan ku pekerjakan hari ini saja, upahmu 2 keping perak. Aku tidak akan menyediakan makanan untuk mu. Apa kau bersedia?" . Ucap pria Paruh baya tersebut. " Baiklah Tuan. Saya bersedia" Hasea menyanggupi.
Setelah bahan makanan dimuat semua, rombongan pedangang tersebut berangkat menuju Istana. Termasuk juga Hasea dalam rombongan tersebut.
Tiba di pintu masuk istana, rombongan Pedagang tersebut dicegat oleh penjaga . Terdapat tidak kurang dari 20 penjaga di pintu masuk itu lengkap dengan baju zirah dan peralatan tempur.
" Berhenti..silahkan tunjukkan dokumen-dokumen kalian". Ucap seorang pengawal bertubuh besar. Tampak nya dia adalah yang paling tinggi pangkatnya diantara yang lain.
" Tuan , apakah anda tidak mengenali saya? Saya ini adalah pemasok tetap di kerajaan ini" . Ucap pria paruh baya itu dengan senyuman dipaksa- paksakan .
" Tetap saja, anda harus menunjukkan dokumen-dokumen terlebih dahulu". Pengawal itu berkata tegas.
" Baiklah..baiklah, ini dia". Pria paruh baya itu menyerahkan beberapa dokumen resmi kerajaan bukti bahwa benar mereka pemasok tetap.
"Apakah ini sudah semuanya? Anda yakin ini sudah lengkap?" Pengawal itu sedikit menghardik. Sebenarnya dokumen -dokumen itu sudah lengkap tetapi sepertinya pengawal itu mengharapkan hal yang lain.
" Ini sudah lengkap, biarkan mereka masuk" . Ucap pengawal itu dengan lantang sambil tersenyum.
" Terima kasih tuan" ucap Pria paruh baya itu hormat. " Dasar orang -orang rakus " gumam pria paruh baya itu dalam hatinya .
Rombongan Pedagang segera menyelesaikan pembongkaran bahan-bahan makanan tersebut di gudang perbekalan Istana. " Aku harus segera memisahkan diri dari rombongan ini sebelum para Prajurit itu kesini". Gumam Hasea, dia berusaha mencari celah.
Hasea mendekati pria paruh baya Itu. " Tuan, aku harus menemui bibi ku sebentar. Dia adalah pelayan di Istana ini, anda boleh mengambil upahku. Hanya saja tolong jangan beritahu kepada mereka kalau aku tinggal". Ucap Hasea setengah berbisik kepada Pria paruh baya itu.
" Hm.. apa yang kau rencanakan?" Pria paruh baya itu menatap Hasea Curiga. " Tuan, tolong jangan berburuk sangka, Anda tidak berfikir pria seperti saya bisa melakukan sesuatu di tempat ini bukan?" . Ucap Hasea mencoba meyakinkan.
" Begini saja" . Hasea merogoh pakaiannya. Dia mengambil dua keping emas dari sana. Kemudian memasukkan keping emas tersebut ke pakaian Pria paruh baya itu. " Ambil lah ini, anggap saja sebagai ucapan terima kasihku".
" Oh.. ya..ya. kau sungguh anak yang berbakti. Sesama keluarga memang harus saling mengunjungi untuk melepas rindu. Temuilah bibi mu". Ucap Pria paruh baya itu , matanya berbinar-binar melihat keping emas yang diberikan oleh Hasea. Rombongan pedagang itu segera meninggalkan Hasea. Sementara Hasea mengendap-endap. Ruang perlengkapan prajurit adalah tujuannya.
__ADS_1
" Habis sudah persediaanku " . Pikir Hasea masih ada sedikit penyesalan saat melepas kedua keping emas nya. Hanya itu yang dibekalkan sektenya pada Hasea.
***
Hasea akhirnya bisa menemukan ruangan perlengkapan prajurit. " Tampaknya aku sedang beruntung". Ucap Hasea melihat dua orang prajurit penjaga ruangan tersebut sedang tertidur . Hasea segera memasuki ruangan tersebut. Dia mengambil perlengkapan pakaian prajurit kemudian memakainya.
Hasea mengelilingi halaman Istana. Dia bertingkah sewajar mungkin agar tidak ada yang curiga padanya. Sesekali saat dia berpapasan dengan prajurit lain ataupun pelayan di istana tersebut, dia menundukkan kepala sebagai tanda hormat. " Nampaknya mereka tidak mencurigai ku" gumam Hasea dalam hati.
" Hei kau.. " Suara itu mengagetkan Hasea, dia mulai was-was. "Apakah aku ketahuan?" Pikirnya.
Saat dia membalikkan badan, seorang prajurit sedang memanggilnya. " Apa yang kau lakukan disitu? Apakah kau tidak mendengar kalau panglima menyuruh kita untuk berkumpul?" Bentak Prajurit itu. " Ayo, segeralah bergabung. Kau tidak ingin mendapat hukuman dari Panglima karena terlambat berkumpul bukan?" . Akhirnya Hasea berlari mengikuti Prajurit tersebut.
Saat tiba di sebuah lapangan, Hasea melihat tidak kurang dari 100 prajurit yang berpakaian seragam, sama seperti seragam yang dia gunakan berbaris rapi disana. Hasea memasuki barisan. Dia bertingkah sewajar mungkin.
" Dengarlah.. kalian adalah pasukan regu Bulan Darah yang sudah tersohor" Ucap seorang prajurit berbadan kekar di atas podium.
Hasea sedikit berfikir. " Bulan darah?.. itu?." Hasea memicingkan matanya. Tiba-tiba Hasea mengepalkan tinjunya . Prajurit yang berdiri di podium sana adalah Panglima Angkar. Panglima dari regu Bulan darah. Regu yang meluluh lantakkan desanya beberapa tahun yang lalu. Orang yang membuat dirinya dan neneknya mendapat hinaan selama berpuluh tahun. Orang yang membunuh bibi dan paman serta anak-anak mereka .Hasea mengepalkan tinjunya semakin kencang. Tiba-tiba pergelangan tangan kanannya terasa hangat. Aura Biru sedikit memancar dari sana.
" Bocah lemah...apa kau ingin terbunuh di tempat ini? Kau tidak bermaksud melawan mereka semua kan?" Tiba- tiba suara Gea menyadarkan Hasea. Perlahan-lahan aura biru itu hilang. Hasea dapat meredam amarahnya . " Maafkan aku Gea. Terima kasih telah mengingakanku" . Ucap Hasea tulus .
Jauh di hadapan Hasea, panglima Angkar seperti merasakan ada tenaga dalam yang cukup besar terpancar. Walau sangat samar , dia masih dapat merasakannya. Dia sempat was-was. Matanya menyisir seputar istana dan kerumunan barisan anak buahnya namun dia tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan. " Mungkin hanya perasaanku saja" pikirnya.
***
Teman-teman semua. Mohon dukungannya ya. Agar author lebih semangat lagi...
Tekan like nya ya. Tinggalkan saran dan mungkin kritikan di kolom komentar.
Terima kasih..
Kalian luar biasa....
__ADS_1