
He Shu Huan mendapatkan laporan mengenai insiden di alun -alun Ibukota Kekaisaran Ming yang telah menyebabkan terjadi penyerangan besar terhadap Alina dan ibunya Han Ji Yun yang meskipun telah berhasil di selamatkan oleh Bi Guan dan para pasukan inti milik Bi Guan tetapi ia harus menyaksikan tangisan Alina yang sangat pedih sekali.
He Shu Huan memeluk Alina yang baru saja di bersihkan pasca keguguran dan istrinya itu harus di angkat rahimnya karena mengalami kerusakan di dalam rahimnya.
"Aku selamanya cacat dalam tubuh dan aku tak bisa melayani mu lagi..Huhuhu"
He Shu Huan membelai lembut Alina."Janganlah kau berpikir aku mencintaimu karena fisik mu saja Alina,aku mencintai keseluruhan jiwa mu sayang dan aku sudah cukup bahagia dengan dirimu hidup di sampingku dan 4 anak kita selamanya."
Alina menangis tiada henti sampai He Shu Huan berkali -kali mengatakan bahwa He Shu Huan ini selalu mencintai Alina apa adanya sampai maut memisahkan mereka berdua.
Bi Guan memeluk Ming Ming turut sakit dan pedih melihat adiknya begitu malang nasibnya dan ia sebagai kakak tak bisa memberikan perlindungan hangat untuk Alina.
"Janganlah merasa bersalah lagi,Guan Gege ?Ini semua karena takdir Alina bukan salah mu."Kata Ming Ming menghibur Bi Guan.
Bi Jin Xiao menyalahkan dirinya juga yang tak bisa ada di samping adiknya di saat adiknya sangat memerlukan perlindungannya dan sekarang ia tak sanggup melihat atau mendengar tangisan Alina di pelukan He Shu Huan.
"Aku kakak yang payah."
"Tidak ,kau adalah kakak yang baik dan hebat."
Kata Wen Hui Ling menghibur Bi Jin Xiao.
Han Ji Yun sebaliknya tersenyum di dalam hatinya dan ia bisa melancarkan rencananya lagi untuk ia bisa singkirkan Alina yang sudah tak bisa lagi jadi istri yang sempurna bagi He Shu Huan putranya.
"Aku akan mencarikan istri yang sempurna untuk mu ,Shu Huan.Istri yang bisa memenuhi lahir dan batin mu karena kau seorang pria muda dan juga Kaisar Negeri Ming,jadi mana mungkin kau bisa hidup tanpa pelayanan dahaga naluri pria mu selama hidupmu."Batin Han Ji Yun.
He Shu Huan memeriksa kembali keseluruhan dari tubuh Alina pasca janin di keluarkan dari rahim yang mengalami pendarahan yang sangat banyak dan menyebabkan rahim kering dan harus di angkat kata tabib namun He Shu Huan bisa tahu rahim Alina untuk saat ini memang sedang luka tetapi setelah lukanya sembuh tentu masih normal dan bisa sehat kembali.
"Aku selalu memberikan vitamin kesehatan rahim dan juga jalur ***pada Alina bahkan aku juga jaga kesehatan ku untuk selalu makan dan minum yang sehat serta menjaga kebutuhan ku sendiri dengan sangat baik .Aku yakin tabib yang mengatakan rahim Alina rusak dan harus di angkat adalah tabib yang bodoh dan harus ku hukum mati karena dia telah membodohi Alina dan ingin rusak hubungan ku dengan Alina."Batin He Shu Huan.
He Shu Huan menenangkan pikiran dan hati Alina yang begitu sedih dan terluka dengan sikapnya yang penuh perhatian dan cinta yang tulus dan amat besar sehingga Alina bisa tidur pulas dan tenang kembali.
"Bi Guan hukum mati tabib yang sudah salah diagnosa terhadap Alina."Perintah He Shu Huan.
__ADS_1
"Iya,tentu saja."Jawab Bi Guan keluar dari kamar dan Istana pribadi He Shu Huan.
Ming Ming mengikuti Bi Guan segera begitu juga Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling,kini tinggallah Han Ji Yun gugup di tatap selidik oleh He Shu Huan yang mempunyai kepekaan kuat terhadap ibunya.
"Ibu,pulanglah ke Istana ibu dan jangan pernah keluar dari Istana ibu tanpa izin ku mulai hari ini dan jangan pernah melakukan tindakan dari dalam Istana Ibu tanpa izinku juga."Kata He Shu Huan di tepi tempat tidur sambil menepuk -nepuk lembut pipi Alina agar istrinya tetap tenang dalam tidur.
"Iya,Nak." Jawab Han Ji Yun segera keluar dari Istana putranya dengan kesal namun ia tahu salah dan harus menerima hukumannya dari putranya sebagai Kaisar Ming Huan bukan sebagai He Shu Huan.
Suara tangisan bayi Shu Hai dari kamar sebelah membuat He Shu Huan segera menemui putra ke 4 nya dan melihat lalu menggendong bayinya ke kamar nya dan di baringkan di samping Alina.
"Cup ,cup jangan nangis lagi..Shu Hai sekarang tidur bersama ibu ya?"
He Shu Huan menenangkan bayinya dengan amat sabar dan penyayang sekali.Ia menjaga Alina dan Shu Hai sampai pagi hari dan sampai keduanya terbangun dengan wajah segar.
"Selamat pagi istri ku cantik dan anak ku yang tampan." Sapa He Shu Huan menggantikan baju dan celana panjang untuk Shu Hai lalu ia serahkan kepada pengasuh.
"Ayah..Ibu..Selamat pagi..!"
"Selamat pagi tiga pendekar cilik ayah dan ibu."
Sapa He Shu Huan menggendong ketiga nya di kedua lengan dan punggungnya sampai Alina menarik Shu Tian untuk duduk di tepi tempat tidur dan di peluk oleh Alina.
"Kalian sudah sarapan pagi atau belum?"Tanya Alina mencubit halus hidung Shu Tian.
"Sudah.."
"Aku sudah juga Ibu."
"Sudah.."
Ramailah suara anak -anak itu yang menjadi obat yang paling baik untuk menyenangkan hati dan pikiran Alina.
"Oh ,pintar sekali anak -anak ibu dan ayah..Iya baik sana kalian pergilah ke sekolah dan ingat pesan ibu dan ayah untuk kalian patuhi guru -guru kalian dan sayangilah teman -teman kalian ,maka jadilah kalian anak yang hebat."Kata Alina mengecup pipi ketiga putranya yang di antar He Shu Huan kepada para pengasuh untuk di antar ke sekolah mereka.
__ADS_1
"Sekarang ibunya yang di antar ayah mereka ke kamar mandi lalu sarapan pagi bersama ayah."
Kata He Shu Huan menggendong Alina menuju ke kamar mandi.
Lima belas atau dua puluh menit kemudian He Shu Huan sudah merawat Alina dengan terampil selain memandikannya,memakaikannya pakaian dan riasan serta menyuapinya sarapan pagi dan minum obat kesehatan untuk membersihkan darah kotor pasca keguguran usia kandungan 4 bulan sudah.
"Proses pemulihan keguguran sama dengan proses pemulihan melahirkan cuma bedanya tak ada anaknya,itu saja."Kata He Shu Huan yang ternyata mempelajari cara merawat istrinya dari buku -buku yang di bacanya sejak kecil di ruang buku di sekolahnya atau rumah mendiang Guru Phang Yan di Pulau Abadi.
"Selain ilmu menolak cinta ..,kau juga pelajari ilmu kebidanan untuk masa depan mu rupanya."Kata Alina yang di ajak untuk lihat pekerjaan He Shu Huan di lokasi pembangunan kuil surga di bagian selatan Ibukota Kekaisaran Ming.
"Apakah kau ingin ikut aku pergi ke Kota Guo An melihat keramaian di sana?"Tanya He Shu Huan di kedai kecil.
"Iya,aku ingin ikut lihat keramaian di Kota Guo An."
Jawab Alina segera.
"Aku juga mau ajak Ming Ming berpetualang di luar rumah."Kata Bi Guan seraya makan kwetiau goreng.
"Koko Jin Xiao apakah kau juga ajak Soso Hui Ling untuk jalan -jalan bersama kita?"Tanya Alina yang di suapi makan sup daging sapi oleh He Shu Huan yang sangat posesif dan protektif sekali dalam merawat istrinya.
"Iya,aku mana bisa pergi keluar rumah tanpa Hui Ling yang menemaniku."Jawab Bi Jin Xiao riang.
"Baiklah kita akan mulai berpetualang kembali usai satu bulan pemulihan kesehatan Alina -ku."
Kata He Shu Huan membuka mulutnya untuk Alina ikut membuka mulut dan di suapi makan lagi oleh He Shu Huan.
"Aku bukan anak kecil ,Huan Gege.."
Alina mencubit lembut bibir He Shu Huan dengan wajah memerah merona.
"Bagi ku ,kamu adalah gadis kecil ku yang paling aku sayangi di dunia ini."Jawab He Shu Huan yang merengkuh wajahnya dan menciumnya lembut.
Bersambung..
__ADS_1