Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Memainkan Siasat..


__ADS_3

Selain Putri Han Lin atau Putri Hua Lin yang telah mendapatkan dukungan dari Klan Han ,juga ada Putri Yu Lan yang mendapatkan dukungan dari Klan Feng yang juga sebagai Klan tertua di dalam Kekaisaran Ming Sejati.


"Kita harus bersatu untuk mendukung Putri Yu Lan untuk menaik status nya dari gelar Putri menjadi Selir Agung Yu Lan karena kita dapat melihat Sang Kaisar menyayangi Putri itu dan mungkin saja ada cinta di hati Sang Kaisar Ming Huan terhadap Yu Lan kita itu."Kata pejabat senior Feng Lu kepada Klan nya di Kantor pengurusan dalam negeri dan luar negeri Ming Sejati.


"Ya..Walau kita harus waspada terhadap Putri Hua Lin yang mendapatkan dukungan langsung dari Ibu Suri Han Ji Yun yaitu Ibu Kandung Kaisar Ming Huan sendiri."Kata Klan Feng yang merencanakan segala cara untuk putri pilihan mereka dapat raih mimpinya.


Desas desus bahwa Kaisar Ming Huan menginap di Paviliun Bunga Matahari yang menjadi tempat tinggal dari Putri Hua Lin telah menyebarluas ke seluruh Negeri Ming Sejati sampai juga ke telinga Han Ji Yun di Istana Bunga Anyelir atau Istana Kekaisaran Ming Sejati.


"Bagus..Rencana hebat ku bisa menyingkirkan Alina si wanita ular biadab itu dari kehidupan putra langit dan bumi Ming Sejati ku."Kata Han Ji Yun dengan nada geram saking membenci terdalam kepada Alina.


"Yang Mulia..Anda baru saja mendapatkan awal yang bagus untuk rencana anda dengan hadirnya Putri Hua Lin di sisi Anda untuk menolong Putra Anda dari cengkeraman Alina yang sangat kita benci itu."Kata Nenek Han meracuni pikiran dan hati Han Ji Yun dengan ilmu hitam melalui kata -kata manis dari mulut nenek cantik itu setiap hari.


Istana Kasih Abadi.


Alina tak bisa tidur pulas karena perasaan hatinya sedang kacau balau.Namun ia di kejutkan oleh He Shu Huan yang masuk melalui jendela kamar dan berbarig santai di tempat tidurnya.


"Sedang apa kau di kamar ku?Bukankah kamu ini seharusnya berada di kamar gadis baru mu itu?"


Tanya Alina nada ketus sekali kepada He Shu Huan.


"Ouhh..Kau mengusirku dari kamar mu ?Ahh kau ingin aku bersama dengan ulat bulu bau ketiak itu malam ini?..!"Tanya balik He Shu Huan melompat dari tempat tidur untuk pergi kembali melalui daun jendela kamar Alina.


Alina terperanjat melihat He Shu Huan mematuhi perintahnya.Alina membanting kaki kanannya di tempat dengan geram namun tak sengaja Alina menendang guci keramik bunga yang nyaris jatuh menimpa Alina.


"Eii..Hati -hati..!Kau boleh saja marah kepadaku tapi janganlah sampai kau melukai dirimu sendiri."


Kata He Shu Huan menyambar pinggang Alina di lengan kanan dan menyambar guci keramik bunga di lengan kiri secara kilat.

__ADS_1


".."


Cup..!!


"..Apa maksudmu..?" Tanya Alina lebih kaget lagi karena di cium mesra oleh He Shu Huan usai He Shu Huan menyelamatkannya dan guci keramik itu sekaligus.


"Hmm..Menginginkan mu ,ku selalu menginginkan dirimu..Tak mau yang lain..Bunga Cinta Abadiku."


Jawab He Shu Huan menaruh Alina di atas tempat tidur lalu membuat Alina terbang ke angkasa raya oleh cinta yang membius Alina.


"Mmmm..Dia pintar sekali menaklukan ku."Kata Alina di benaknya di pagi hari berikutnya.Alina bisa melihat senyum puas dan bahagia di bibir He Shu Huan.


"Hmm..Masih terlalu pagi untuk ku bekerja dan kau juga masih terlalu pagi untuk mengajarkan anak -anak belajar dan sebagainya di sekolah dan di rumah kita."Kata He Shu Huan nyengir dan pria ini menyerang Alina lagi sampai Alina tak dapat bangun di jam yang seharusnya Alina harus mulai aktivitas untuk tugasnya sebagai Ibunda anak -anak Kaisar Ming Huan.


"Yang Mulia..Anda ingin sarapan pagi di mana?"


"Ya ,di Istana istriku lah."Jawab He Shu Huan nada riang sembari keluar dari ruangan tempat tidur itu untuk menuju ke ruangan kamar mandi untuk lihat taburan bunga sakura yang di datangkan dari asal Sakura itu berada untuk memberikan kesegaran istrinya.


"Yang Mulia..Air hangat untuk Anda mandi telah hamba siapkan sejak Anda bangun."Lapor Kasim khusus He Shu Huan yang ikut memastikan air untuk mandi Kaisar telah di sediakan secara tepat waktu.


"Aku bukan meninjau kamar mandi untuk diriku tetapi untuk istriku."Kata He Shu Huan menaburi ramuan khas Pulau Abadi di dalam kolam mandi khusus untuk Alina mandi.


Setelah memastikan ramuan sudah tercampur baur menjadi satu dengan aroma bunga sakura di air bak mandi.He Shu Huan kembali ke ruangan tempat tidur untuk menggendong Alina dan ia memandikan Alina di dalam bak mandi yang telah ia persiapkan untuk Alina.


"Aduhh..Bau sekali..!" Keluh Alina yang terbangun usai di mandikan dan di rapikan oleh He Shu Huan yang menaruhnya di bak mandi.


"Biarkan bau mu meresapi jiwa ku dan aku pun tak kan pernah bisa lepas dari jeratan cinta mu dan hasrat mu ,sayang."Kata He Shu Huan membasuh setiap inci kulit di tubuh dan wajah Alina dengan bunga sakura yang segar.

__ADS_1


"Cih,manis sekali mulut mu itu."Kata Alina di mulut tetapi hati Alina berbunga -bunga segar bagaikan bunga sakura itu sendiri.


He Shu Huan mengetahui isi hati Alina yang tak sesuai dengan ucapan yang di keluarkan dari bibir dan mulut seindah milik Alina itu.


"Ah, apakah kau ingin di cium lagikah oleh ku agar kau hanya dapat merasakan bahwa aku hanyalah milikmu seorang?!"


"Egh.."


He Shu Huan melakukan aktivitas nya kembali di sekitar diri Alina di dalam bak mandi sampai ia nyaris melupakan tugasnya di Balairung Utama Kekaisaran Ming sebagai Kaisar Ming Huan.


Satu jam kemudian.


He Shu Huan tidak sempat menggunakan jasa lain yang harus di pakainya untuk atribut keperluannya sebagai Kaisar Ming Huan ,yakni kereta kuda atau tandu kebesarannya.


Tetapi ia gunakan ginkang larinya cepatnya untuk ia bisa tiba tepat waktu di Singasana nya yang sudah menantinya untuk pekerjaan yang harus di selesaikan di hadapan para pejabatnya dan juga Bi Guan.


"Hormat kami kepada Kaisar Ming Huan yang terhormat !!Panjang Umur..!!Panjang Umur !!"


Serentak semua di Balairung Utama Kekaisaran Ming menyambut kehadirannya dengan bersujud di bawah Singasana Nya.Ia pun memberikan satu senyuman yang penuh karismatik tingkat tinggi kepada semua orang itu.


"Terima kasih ,terimakasih dan terimakasih untuk kalian semua yang sudah hadir di Balairung utama Kekaisaran Ming Sejati..!Baiklah marilah kita bisa mulai bekerja ,sekarang juga dengan hati yang tulus untuk kesejahteraan rakyat yang kita cintai di seluruh negeri Ming Sejati..!!"


Suara yang begitu memikat kalbu setiap orang di sana sungguh membuat semua orang merasakan kekaguman serta ketakjuban yang sangat amatlah luar biasa sekali.


Di Istana Bunga Anyelir.


Han Ji Yun memanggil Puteri Hua Lin untuk hadir di acara sarapan paginya bersama Putri Ming Ming di taman Istana Ibu Suri Kekaisaran Ming itu untuk menjalin ikatan kekeluargaan antara Ibu Suri Han Ji Yun dan Putri Ming Ming sebagai ibu dan adik kandung Kaisar Ming Huan dengan Putri Hua Lin sebagai calon Selir Agung atau istri kedua dari Kaisar Ming Huan.

__ADS_1


Bersambung..!!!


__ADS_2