Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Nasib Buruk Shi Lin.


__ADS_3

"Shu Huan,apakah kita jadi pergi ke menara usang di ujung utara Istana Kekaisaran Ming?"Tanya Bi Guan bersedakap kedua lengannya.


"Iya,tentu saja kita akan pergi ke menara usang itu malam ini sesuai rencana ku dan Alina."Jawab He Shu Huan di jalan menuju ke persimpangan jalan ke arah Istana Kasih Abadi.


"Baiklah,Huan.Aku dan Ming Ming bersiap -siap dulu dan kita akan segera berkumpul kembali di pintu menara usang itu."Kata Bi Guan berbelok ke arah pulang ke rumahnya.


Setibanya He Shu Huan di Istana Kasih Abadi.Ia terdiam sejenak karena ia bertemu dengan Putri Hua Lin yang baru saja keluar dari Istana Kasih Abadi.


"Selamat sore kepada Paduka Kaisar Ming Huan dan maafkan hamba yang sudah lancang datang ke Istana Kasih Abadi tanpa izin dari Yang Mulia Kaisar."Sapa Putri Hua Lin anggun dan di ikuti oleh dayang istana bernama Amei.


"Hmm ,ya tak apa Putri Hua Lin.Aku senang sekali kau bisa menyempatkan waktu luang mu untuk mengunjungi Istana Kasih Abadi ku untuk jumpa dengan Permaisuri Alina."Kata He Shu Huan yang melihat Alina di dalam halaman depan Istana itu tersenyum manis sekali kepadanya.


"Ya,terimakasih atas kemurahan hati Paduka dan Permaisuri Alina kepada hamba."Kata Putri Hua Lin memberikan salam pamit kepada He Shu Huan dan Alina.


Kemudian Putri itu pergi bersama dengan dayang istana nya.He Shu Huan mencibirkan mulutnya di belakang punggung gadis itu sebelum masuk ke Istana Kasih Abadi.


"Apakah kau tak merasa aneh dengan anak itu?"


Tanya He Shu Huan melangkah ke arah Alina yang menyambutnya dengan pelukan hangat.


"Tidak."Jawab Alina berjinjit sedikit di tumit He Shu Huan untuk mencium bibir He Shu Huan.


"Hmm,kau merindukanku sayang."Kata He Shu Huan memeluk erat dan membalas ciuman Alina dengan lebih mesra lagi.


"Iya,aku sangat merindukan mu."Kata Alina yang mempererat pelukan dan memberikan ciuman di bibir serta menambahkan gigitan di rahang He Shu Huan.

__ADS_1


"Emm...Bukankah tadi siang kau marah di goda olehku ,lalu kenapa sekarang kau begitu manja dan menggodaku?"Tanya He Shu Huan di sela ia memberikan sentuhan di rongga mulut Alina.


"Iya ,siang tadi aku sangat bodoh menolak dirimu tapi sekarang aku sangat menyesalinya dan aku ingin kau memberiku cinta."Jawab Alina yang kini membelai lembut dada bidang He Shu Huan yang berbalut pakaian kebesarannya sebagai Kaisar Ming Huan.


"Emmm..Nakal..Baiklah,aku akan memberikan mu cinta dan janganlah salahkan aku jika aku akan membuat mu jera oleh ku."Kata He Shu Huan yang menggendong Alina untuk di bawa ke ruangan di dalam Istana Kasih Abadi.


Di ruangan itu,He Shu Huan yang membelai Alina di dalam bak mandi terkejut melihat Alina kembali menjadi seorang gadis perawan bukan menjadi Alina seorang wanita dewasa di kenalnya.


Ia melemparkan Alina itu keluar dari bak mandi dengan kasar sekali dan dia makin terkejut saat ia melihat Alina yang lain datang ke ruangan itu dan menatapnya marah.


"Ish..Sial..Alina..!" Teriak He Shu Huan cepat sekali ia berpakaian rapi dan mengejar Alina asli yang berkelebat ke Istana anak -anak mereka.


Alina palsu tersenyum bahagia saat melepaskan kulit wajahnya adalah Hua Lin yang asli.Ia merasa bahagia dapat di sentuh dan di cium oleh He Shu Huan.


"Sialan..Aku belum di buka olehnya ,dan itu berarti aku belum seutuhnya miliknya."Kata Hua Lin nada kesal bukan main.


Di saat Hua Lin memarahi kegagalannya lagi ,ia di kejutkan sebuah jari menotok urat lehernya secara tiba -tiba dan ia kaget sekali melihat seorang pria yang mengangkat tubuhnya.


Lalu memasukkan ke bak mandi serta menodai dirinya dengan sangat kasar bukan main dan ia hanya bisa menangis sakit hati sekali karena ia ternodai oleh pria lain bukan di nodai oleh Kaisar Ming Huan.


"Aghhhhh...!!"Pekik Hua Lin membahana di sekitar Istana Kasih Abadi.


"Jangan harap kau bisa terlepas dari ku dan kau tak bisa meraih mimpi mu untuk merebut He Shu Huan dari ku."Kata pria itu mengangkat rahangnya dengan sadis lalu kembali menodainya di lantai kamar mandi di ruangan lain di Istana Kasih Abadi dan di saksikan oleh seorang kasim yang duduk santai di pintu kamar mandi.


"Kau Liu Ze Bun dari Sekte Elang Hitam."Kata Hua Lin duduk di lantai dengan air mata berlinang -linang.

__ADS_1


"Iya,aku Liu Ze Bun dan aku adalah suami mu dan pemilikmu sah mu sayang."Kata Liu Ze Bun yang menggigit pipinya dengan kasar.


"Auh..Kau apakah kau tidak takut mati di tangan Nenek Han?"Tanya Hua Lin yang menjerit saat ia di sentuh kembali dengan kasar oleh Liu Ze Bun.


"Oh.."Liu Ze Bun menengok ke arah Nenek Han di sudut kamar mandi."Nenek Han apakah aku akan di bunuh oleh mu ,jika aku memiliki muridmu yang cantik ini?"Imbuhnya.


"Tidak,Tuan Liu.Aku justru sangatlah senang hati kalau Shi Lin atau Han Lin atau Hua Lin ini jadi milik mu seutuhnya."Jawab Nenek Han yang asyik hisap cerutu panjang sambil bernyanyi riang dan tidak memperdulikan betapa sengsaranya nasib Shi Lin itu.


"Kau..Sungguh biadab..!Aku pasti akan habisi kalian semua suatu hari..!Lihatlah saja hari itu di mana aku akan membalas dendam kesumatku kepada mu dan mereka berdua..!"Batin Shi Lin berteriak penuh dendam.


Sementara itu He Shu Huan memohon untuk He Shu Huan bisa di maafkan kepada Alina karena He Shu Huan nyaris terperdaya oleh Hua Lin yang sudah menipu He Shu Huan dengan samaran lihai dari gadis itu.


"Alina,ku mohon maafkanlah aku..,Sayang,aku tak membuka segel nya yang masih terkunci rapat karna aku langsung tahu dia bukanlah dirimu yang meskipun sudah berpengalaman mengandung dan melahirkan anak ,namun kau tetaplah gadis yang tiada dua nya bagi ku di dunia ini.."Kata He Shu Huan menatap lembut Alina sambil menarik kedua daun telinganya sendiri.


"Ayahanda kamu nakal ya sampai Ibunda marah kepada mu."Kata Ming Shu Long,Ming Shu Huo dan Ming Shu Tian yang membawa kemoceng untuk Alina dapat menghukum He Shu Huan.


"Kalian sungguh anak -anak baik yang membela Ibunda kalian jika Ayahanda nakal terhadap ibu kalian."Kata He Shu Huan mengangkat satu kaki yang menempel di kaki lainnya.


"Iya..Kami adalah pengawal pribadi Ibunda dari Ayahanda kalau Ayahanda nakal terhadap Ibunda dan begitu sebaliknya kami juga akan menjadi pengawal pribadi Ayahanda jika Ibunda nakal juga kepada Ayahanda."Celetuk Ming Shu Hai yang ikut membawa duba di kaleng untuk waktu hukuman He Shu Huan yang di terapkan di mulai dari dupa masih panjang.


"Kami berdua pelindung Ayahanda dan Ibunda jika ada orang yang nakal kepada kalian berdua."Kata Ming Xin Huan dan Ming Xin Lian menaruh apel di atas kepala He Shu Huan.


Alina menahan senyuman melihat sikap gagah dan hebat yang di perlihatkan anak -anaknya di hadapan dirinya dan He Shu Huan yang merasa bangga sekali memiliki anak -anak yang sangat berbakti kepada mereka dan memiliki akhlak yang baik.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2