Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Desa Bunga Seruni Kelabu.


__ADS_3

Setelah mereka berhasil menemukan Kaisar Gi Min Ji dan Putri Gi Min Sa di kota kaum mini. Kini, mereka melanjutkan perjalanan menuju ke arah Kekaisaran Gi untuk mengantarkan Kaisar Gi Min Ji pulang ke Istana Kekaisaran Gi sebagai sahabat.


" Hati - hati sepertinya di depan sana sudah ada musuh yang mengintai kita." Kata Bi Guan yang berjalan bersama dengan Ming Ming di depan.


"Mereka mengganggu kita saja, "Kata Bi Jin Xiao yang berjalan bersama dengan Wen Hui Ling .


" Siapa pun mereka yang berani mengganggu kita ?Huh, kita habisi saja mereka tanpa perlu repot lagi, "Kata Shi Lin yang berjalan bersama dengan Kaisar Gi Min Ji dan Putri Gi Min Sa di belakang Bi Guan dan Putri Ming Ming.


" Kalau begitu kau habislah mereka untuk kami. "Kata He Shu Huan yang berjalan bersama dengan Alina di paling belakang.


" Iya ,baiklah Yang Mulia. " Jawab Shi Lin hormat kepada He Shu Huan.


Lalu pemuda itu berkelebat cepat maju untuk menghadapi sejumlah musuh yang sudah menanti kedatangan mereka di pintu masuk ke dalam desa bunga seruni kelabu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


" Kakak lihat kita akan di hadapi oleh bocah itu ." Kata salah satu dari anggota Sekte Gajah Pelangi Sakti.


" Hmm mereka terlalu sombong dan memandang rendah kita. Ayolah kita habisi mereka. "Kata pimpinan rombongan pihak musuh yang sudah berkelebat cepat untuk membunuh Shi Lin.


Wushhh, wush! !


" Rombongan Sekte Gajah Pelangi bodoh...!!Matilah kalian semua! ! " Teriak Shi Lin menggerakkan pedang kayu hitam sakti dengan ilmu pedang kayu hitam sakti yang bergerak bagai sinar hitam membabat habis sejumlah besar musuh Sekte Gajah Pelangi Sakti.


Wuttttt, crak, crak! !


Bruakkk !!


" Wah hebat sekali kau ,nak. " Kata He Shu Huan tersenyum bangga dengan ilmu pedang kayu hitam sakti milik Shi Lin.


" Terimakasih atas pujian Yang Mulia Kaisar kepada hamba, "Kata Shi Lin hormat kepada He Shu Huan.


" Di perjalanan kita ini ,kamu harus membiasakan diri untuk memanggil ku dengan sebutan Tuan Besar He bukan Kaisar Ming Huan. "Kata He Shu Huan menepuk bahu Shi Lin sembari melewati pemuda itu.


Shi Lin memerah seketika itu juga saat bahunya di tepuk oleh He Shu Huan dan ia berdebar.


" Astaga jantung ku berdebar saat Tuan Besar He menepuk bahu ku."Batin Shi Lin saat itu.


" Shi Lin, ayo kita masuk. " Kata Bi Guan tersenyum riang gembira melewatinya di pintu desa bunga seruni kelabu.


Mereka melihat -lihat desa dengan kagum dengan keindahan alam di sekitar desa tersebut.


" Kita coba makan malam di rumah makan itu saja. "Kata Alina halus kepada He Shu Huan.


" Iya, mari kita masuk ke rumah makan yang di tunjuk jari Alina ku ,"Kata He Shu Huan tersenyum lembut sekali melihat istrinya sangat bersemangat untuk makan malam.

__ADS_1


"Wahhhhhhh, menu makanan di sini serba sayur. "Seru Alina ramai.


" Hmm, lemas aku. " Kata Bi Guan melihat daftar nama makanan dan minuman yang di sediakan oleh pihak rumah makan kepada mereka.


" Tuan jangan khawatir karena di sini juga ada menu daging ayam panggang dan daging merah. " Kata pihak rumah makan menunjukkan daftar nama makanan yang ada daging kepada Bi Guan.


" Iya, tolong bawakan semua makanan yang paling enak kepada ku. "Jawab Bi Guan yang terlihat sudah kelaparan di lihat dari wajahnya yang sangar.


" Ayah, silakan duduk di kursi ini ."Kata Putri Gi Min Sa membantu Kaisar Gi Min Ji duduk di kursi sebelah kanannya.


" Kau memang seorang anak perempuan yang baik sekali ,Putri. "Kata Alina halus memuji rasa bakti yang di miliki oleh Putri Gi Min Sa terhadap Kaisar Gi Min Ji.


" Terimakasih Yang Mulia anda juga seorang istri yang bijaksana dan teladan bagi Tuan Besar He. " Kata Putri Gi Min Sa membalas pujian Alina kepadanya.


Lalu sekitar lima menit kemudian makanan dan minuman pesanan mereka telah di siapkan oleh pihak rumah makan dengan teratur dan sesuai dengan pesanan mereka, lalu mereka pun segera menikmati makanan mereka dengan nyaman dan santai.


Tetapi datanglah segerombolan orang berpakaian serba coklat muda membawa pedang masuk ke dalam rumah makan itu dan membuat sejumlah pengunjung rumah makan itu lari ketakutan dan rumah makan itu pun menjadi sepi dan hanya ada rombongan dari He Shu Huan saja yang sangat menikmati makanan dan minuman mereka.


" Hei, apakah kalian semua sudah tuli dan buta tidak melihat kedatangan kami di sini ?" Tanya salah satu dari anggota gerombolan tersebut dengan nada keras dan kasar kepada rombongan dari He Shu Huan.


" Tuan -tuan tolong jangan mengganggu tamu rumah makan saya. "Kata pihak rumah makan itu memohon kepada pihak gerombolan tersebut.


" Diam kau !! Kalau kamu tidak mau rumah makan mu hancur ? Cepat berikan uang pajak usaha kepada ku!!" Hardik salah satu dari anggota gerombolan ini kepada pihak rumah makan.


" Ta..Tapi hari ini usaha saya sepi pengunjung karena kedatangan Anda dengan menakutkan sekali sampai membuat rumah makan saya kehilangan pengunjung nya. " Kata Pemilik rumah makan dengan wajah pucat melihat wajah sangar para anggota gerombolan di hadapannya itu.


Melihat hal ini He Shu Huan menggunakan sayuran di atas meja kayu sebagai senjata untuk membunuh segerombolan perampok itu dengan ilmu sinkang arak es.


Wuttttt, brush..!!


" Aghhhhhh !!" Teriakan kematian para gerombolan tersebut dengan wajah dan tubuhnya beku.


" Siapa yang telah membunuh anak buah ku ?!" Hardik pimpinan gerombolan itu dengan pedang terhunus kepada rombongan dari He Shu Huan yang dengan sangat santai sekali tidak menghiraukan nya.


Tetapi Bi Guan sudah meludah ke arah pimpinan gerombolan itu dengan ilmu ludah racun ular piton dengan sembarang saja.


Cuh, brush,bruk !!


Pimpinan gerombolan perampok itu tewas seketika itu juga dengan wajah penuh bentol -bentol .


" Ah ,bagaimana ini mereka meninggal dunia di rumah makan ku ?" Tanya pemilik rumah makan ketakutan di serang oleh pihak gerombolan lainnya yang temannya di bunuh di dalam rumah makan tersebut.


Dan, benar saja karena muncullah sejumlah besar pasukan gerombolan lainnya dengan membawa sejumlah senjata tajam berupa golok ke rumah makan itu dan memandang ke arah rombongan dari He Shu Huan dengan sikap garang sekali dan salah satu dari mereka telah maju untuk menghadapi rombongan dari He Shu Huan.


" Hei kalian semua apakah kalian yang sudah membunuh kawan-kawan kami ?! " Hardik salah satu dari anggota gerombolan kedua yang membawa anak buahnya dengan jumlah yang besar sekitar 50 orang bersenjata tajam dengan wajah sadis sekali kepada rombongan dari He Shu Huan.

__ADS_1


" Jika mereka tidak mau menjawab kita ,kita bisa mendapatkan jawaban dari para gadis yang duduk bersama dengan mereka. "Kata salah seorang dari gerombolan itu menunjuk ke arah Alina, Ming Ming, Wen Hui Ling dan Putri Gi Min Sa dengan sikap tidak sopan.


" Betul sekali kata mu, aku pilih gadis termuda yang duduk di kursi bagian dalam dan di sebelah pria sombong itu. "Kata salah seorang dari anggota gerombolan itu yang sudah berjalan menuju ke arah Alina yang duduk di kursi bagian dalam di samping He Shu Huan yang langsung menumpahkan makanan ke wajah orang itu dengan ilmu sinkang naga api.


Brussshhhhh,bruk !!


Singggg !!


"Kurang ajar ..!! Ku bunuh kau. .!! Ayo kita serang mereka. .!!"


Gerombolan itu mengeluarkan senjata tajam mereka masing - masing menyerang rombongan dari He Shu Huan yang tetap tenang dan membiarkan Bi Guan yang menghadapi para musuh.


Wushhh !!!


Cranggg !!


Cranggg !!


Cranggg !!


Bi Guan menggunakan goloknya menghancurkan sejumlah senjata tajam milik para musuh yang terkejut sekali karena senjata mereka hancur dengan mudah oleh pria muda tampan berusia 26 tahun itu.


" Agh !! " Teriak para gerombolan itu pucat seketika itu juga.


Bi Guan dengan senyuman sadis nya membabat habis para gerombolan dengan ilmu golok naga langit.


Wushhh, crak, crak! !


" Tuan, kemarilah ini uang ganti rugi untuk mu ."Kata He Shu Huan memberikan uang dengan jumlah besar kepada pihak rumah makan itu sebelum mengajak para rombongan nya pergi dari tempat itu.


" Terimakasih Tuan Besar. " Kata pihak rumah makan itu menerima uang dari He Shu Huan.


Rombongan dari He Shu Huan terus berjalan menuju ke arah utara sebagai arah mereka ke pintu keluar dari desa bunga seruni kelabu. Mereka melihat papan nama hutan yang mereka datangi untuk sampai di kota kecil Yin An ,dan hutan ini bernama hutan gunung rumput bunga ungu.


" Siapa Sekte dunia persilatan Tionggoan yang tinggal di hutan itu ?" Tanya He Shu Huan sebelum mereka masuk ke kawasan hutan tersebut di hari tengah malam sekitar.


" Sekte Burung Manchuria Ungu. " Jawab Putri Ming Ming yang sangat mengenal dunia persilatan Tionggoan semenjak dirinya pernah hadir di pertemuan para tokoh dunia persilatan Tionggoan di Kota Putik Sari beberapa tahun lalu.


" Dan ketuanya bernama Heng Du Fei berjuluk Pendekar pisau terbang. "Kata Alina menambahkan keterangan pertanyaan dari He Shu Huan kepada mereka semua.


" Musuh ku ." Kata Shi Lin dengan kilatan mata bengis seketika itu juga terlihat oleh He Shu Huan.


" Dia juga musuh ku karena dia pernah mengambil nyawa teman ku saat aku masih kecil dan bertemu dengannya di puncak gunung Qi. "Kata He Shu Huan tersenyum ramah sekali kepada Shi Lin .


Shi Lin menunduk malu di berikan senyuman ramah dari He Shu Huan dan terlihat merona di pandangan mata Bi Guan yang mencurigai identitas diri Shi Lin yang sebenarnya.

__ADS_1


" Ah ,dia laki - laki ataukah perempuan ?Kenapa dia merona di senyumi oleh Shu Huan ?" Pikir Bi Guan.


Bersambung. .


__ADS_2