
Di sebuah kuil kosong daerah Mawar di sudut kiri Ibukota Kekaisaran Ming terdapat jenazah pria tua usia 70 tahun yang di tutup daun pisang seadanya dan beralaskan daun pisang pula.
"Apakah paman ini adalah kakek mu atau ayahmu anak?"Tanya He Shu Huan memerhatikan kuku biru di jemari jenazah itu yang terjulur keluar dari penutupnya.
"Bukan..Dia Kakek Chu yang merawat ku sejak aku lahir ,Paman He."Jawab Yu Lan menangis di atas pangkuan He Shu Huan yang membelai lembut puncak kepala gadis kecil itu.
"Kakek Chu siapakah dia ini dan adakah hubungan dengan Yu Man Ji?"Tanya Bi Guan mengotopsi jenazah Kakek Chu.
"Dia pengurus rumah kediaman Yu Man Ji di Kota Louyang yang di isukan telah pensiun lebih dulu sebelum ayah ku mengeksekusi keluarga besar Yu Man Ji setelah ayahku mengetahui Yu Man Ji telah berkhianat kepada kita berdua."Jawab He Shu Huan mengambil kulit Kakek Chu yang telah di otopsi Kakek Chu oleh Bi Guan.
Bi Guan tidak sengaja menemukan selembar surat yang tersimpan di kulit Kakek Chu oleh orang yang memiliki niat menyembunyikan identitas dari Yu Lan ini dari siapa pun jua.
Bi Guan menggelar surat yang penuh lendir usus dan hal lainnya dari isi perut kakek Chu yang telah di rapikan kembali oleh Bi Guan yang menjahit kulit itu kembali ke tubuh jenazah Kakek Chu.
"Kakek Chu ,tolong kau jaga Lan Lan putriku yang terlahir dari dayang pribadi He Shu Huan yang bernama Ha Lan untuk ku ,Yu Man Ji."Tulis surat itu yang benar -benar di tulis oleh Yu Man Ji di hari sebelum Yu Man Ji tewas di tangan He Shu Huan di kota Hai An.
"Berbahayakah kita merawat anak perempuan dari seorang pengkhianat licik seperti Yu Man Ji..?!!"
Tanya Bi Guan usai membaca surat itu dan Bi Guan mengetahui identitas diri Yu Lan.
Yu Lan menengadahkan kepalanya menatap He Shu Huan dan menangis begitu memelas hati dan menyentuh hati He Shu Huan yang merasakan hati dirinya sangat merindukan masa kecilnya dengan Yu Man Ji.
__ADS_1
"Tatapan mata mu dan tangisan mu mirip Yu Man Ji sahabatku ,kau jangan pernah khawatir aku bisa menolakmu untuk menjadikan mu putri asuh ku dan Alina."Kata He Shu Huan dengan penuh kasih sayang seorang ayah angkat kepada Yu Lan.
"Shu Huan,jangan ceroboh karena perasaan yang akan mempengaruhi mu dan membahayakan kita semua di masa depan kita."Kata Bi Guan yang tak menyukai Yu Lan bahkan membenci gadis kecil di pangkuan He Shu Huan.
"Paman He..,Aku tak apa -apa jika kamu tak mau menerima ku di rumahmu."Kata Yu Lan terisak -isak di pelukan He Shu Huan.
"Tak ada yang membahayakan kita di masa depan kita, dan aku yakin kalau Yu Lan adalah Yu Man Ji di masa kecil yang belum ternoda oleh perasaan benci,dendam,iri dan palsu lainnya karena dia di besarkan di Pulau Abadi.Sedangkan Yu Lan ini akan di besarkan oleh ku dan Alina di lingkungan kekeluargaan yang hangat dan jauh dari perasaan benci dan kepalsuan hati."Kata He Shu Huan nada tegas sekali dan mempercayai Yu Lan dengan hati yang tulus.
Bi Guan tampak membisu dengan wajah masam sekali namun tak membantah keinginan kuat He Shu Huan mengasuh Yu Lan.Ia berjalan keluar dari kuil kosong ke Istana Kekaisaran Ming tanpa perlu mencemaskan keselamatan dan keamanan He Shu Huan lagi.
"Kalian tolong makamkan Kakek Chu dengan layak sesuai prosedur pemakaman yang berlaku di Kekaisaran Ming."Perintah He Shu Huan kepada tim pemakaman umum kelas atas di Kekaisaran Ming yang bertempat tinggal di wilayah Ibukota Kekaisaran Ming.
"Baik..Paduka kami laksanakan perintah Anda..!!"
"Lan Lan ,marilah kamu ikuti Paman He pulang ke rumah Paman He untuk bertemu dengan Bibi He dan saudara dan saudari mu yaitu putra dan putri dari Paman dan Bibi He."Kata He Shu Huan nada lembut menggandeng tangan Yu Lan untuk naik ke punggung daun bawang.
Kemudian mereka tiba di Istana Kekaisaran Ming pada sore.Mereka di sambut baik oleh Alina yang memanggil Ming Shu Long ,Ming Shu Huo ,Ming Shu Tian ,Ming Shu Hai sambil menggendong bayi Ming Xin Lian dan Ming Xin Huan di pintu masuk ke Istana Kasih Abadi.
"Selamat datang untuk kakak Yu Lan di rumah kami."Sambut ke empat balita laki -laki itu kepada Yu Lan.
"Selamat datang Yu Lan sayang mereka adalah adik -adik mu dan ini adalah Ibunda Alina mu dan aku adalah Ayahanda Huan mu."Kata He Shu Huan memperkenalkan Alina dan anak -anaknya kepada Yu Lan.
__ADS_1
"Iya ,Ayahanda Huan Terimakasih."Kata Yu Lan di pelukan He Shu Huan yang menggenggam jemari mungil Yu Lan untuk bersalaman dengan Ming Shu Long ,Ming Shu Huo ,Ming Shu Tian dan Ming Shu Hai yang kini telah berusia 4 dan 3 tahun lalu He Shu Huan menuntun jemari Yu Lan untuk gadis kecil ini menyapa Alina sebagai Ibunda asuh Yu Lan.
"Salam sejahtera untuk Ibunda Alina dari Ananda Yu Lan."Sapa Yu Lan bersujud hormat kepada Alina.
"Cantiknya anak ini..Hmm..Berbahaya sekali anak gadis ini."Batin Alina memandangi Yu Lan dari atas kepala sampai ke ujung kedua kaki mungil Yu Lan yang bersepatu motif bunga seroja merah.
"Alina..Lihatlah betapa sopannya Yu Lan putri asuh kita."Kata He Shu Huan membantu Yu Lan agar Alina mau menerima anak itu dengan tangan terbuka.
Alina sebenarnya enggan menerima gadis kecil yang bersujud di kedua kakinya karena Alina ada firasat kalau gadis ini bisa menjadi bumerang di kehidupan masa depan nya dengan He Shu Huan.
Tetapi Alina harus menerima Yu Lan sebagai putri asuh untuk He Shu Huan merasa tenang karena ia tahu He Shu Huan sangat menjunjung tinggi nilai persahabatan kekal suaminya itu dengan Yu Man Ji.
Meskipun Yu Man Ji mengkhianati suaminya itu dan sudah di hukum mati oleh suaminya itu tetapi He Shu Huan tetap menyayangi Yu Man Ji sampai kapan pun jua.
"Kau sungguh terlalu baik ,Huan Gege."Kata Alina di dalam sanubari Alina namun Alina dengan sikap halus mengangkat bangun Yu Lan seraya Alina tersenyum lembut untuk gadis kecil itu.
"Yu Lan selamat datang di rumah keluarga baru mu."Kata Alina merangkul gadis kecil itu dan ia di berikan senyuman cinta oleh He Shu Huan yang bergantian menggendong kedua bayi kembar mereka.
Nb..
Hi Guys...Aku mau promo nih novel kece teman baik ku..Moga kalian suka dan coba deh lihat dan baca novelnya seru loh..Makasih.
__ADS_1