
He Shu Huan menatap Nenek Han Ji Won dan 78 anggota Sekte Macan Kumbang Han yang berada di dalam ruangan Istana Cincin Bunga Seroja yang sudah melukai Han Ji Yun dan menyandera Alina.
"Nenek Han..Majulah dan hadapilah aku He Shu Huan Sang Pendekar Serigala Emas Sakti atau Sang Kaisar Ming Huan..!!"Tantang He Shu Huan di tengah -tengah sejumlah musuhnya yang telah mengurungnya dengan berbagai macam senjata yang sangat tajam dan hebat untuk membunuh dia.
"Bocah sombong yang sangat patut mati ribuan kali di tangan ku...!!"Hardik Nenek Han Ji Won di meja altarnya memberikan kode untuk para anak buahnya serentak menyerang He Shu Huan.
Wushhh...!!
78 orang anggota Sekte Macan Kumbang Han itu serempak mengeroyok He Shu Huan yang dengan sikap sangat tenang sekali berkelebatan di sekitar senjata -senjata tajam para musuhnya.
Trang,trang,trang!!
78 orang anggota Sekte Macan Kumbang Han di sekitar He Shu Huan secara serentak melakukan gerakan menyamping untuk menebas anggota tubuh He Shu Huan.
He Shu Huan dengan sangat lincah sekali dapat menghindari serangan maut yang membahayakan jiwanya sehingga para pengeroyoknya mengubah gerakan mereka dengan tak mudah di lihat oleh sepasang mata orang biasa.
Karena 78 orang anggota Sekte Macan Kumbang Han menggerakkan sebuah gerakan yang sangat persis sekali dengan gerakan seekor macan yang menerjang mangsanya dengan sangat tangkas.
Wutt..!!
Trang,trang,trang..!!
Gerakan macan menerjang mangsa yang telah di lakukan secara serempak oleh 78 anggota Sekte Macan Kumbang Han terhadap dirinya telah ia hempaskan dengan gerakan tendangan angin laut utara yang dashyat.
Wushhh...!!
"Aghh..Bocah kurang ajar..!!Matilah kau oleh ku..!!"
Nenek Han Ji Won membuat gerakan yang sangat persis mirip seorang yang sedang merangkai satu tangkai bunga seroja di sebuah sepatu bersulam indah.
Namun gerakan yang indah itu merupakan salah satu dari sekian banyak ilmu silat yang di miliki oleh Nenek sakti itu dan kini dia gunakan untuk ia bisa menghabisi putra musuhnya yang sangat di bencinya itu.
Wutt..!!
Cring..!!
He Shu Huan mengerahkan ilmu sentilan maut di tangan kirinya yang ia kerahkan ke arah Nenek Han Ji Won yang menyerang dirinya dengan ilmu silat merangkai bunga seroja di tangan kanan.
Nenek Han mengubah serangannya yang awalnya ia lakukan di tangan kanan untuk ia serang ke arah tenggorokan He Shu Huan namun ia melihat ilmu sentilan maut He Shu Huan menyerang dadanya.
Nenek itu menggunakan tangan kiri untuk serang tengkuk kiri He Shu Huan yang tak di jaga oleh He Shu Huan yang fokus melindungi tenggorokannya dari serangan bunga seroja Si Nenek Han itu.
Wutt..!!
Cringg..!!
He Shu Huan dengan lihai pula mengubah target yang di incar olehnya ke tempat yang harus dia jaga juga agar dirinya tak di celakai oleh musuh di hadapannya.
Nenek Han Ji Won terkejut sekali karena serangan maut yang ia targetkan terhadap tengkuk He Shu Huan telah di gagalkan dengan jentikan jari -jari indah He Shu Huan.
Dan,Nenek itu meringai kesakitan pada pinggulnya yang terkena ilmu sentilan bunga api suci dan ia mengetahui pinggulnya melepuh di saat itu juga.Ia pun menjadi marah sekali dan keinginan hati yang menggebu -gebu untuk menghabisi musuh muda yang tangguh itu.
"Bedebah cilik..Lihatlah aku adalah Yeti yang akan menerkammu..!!"
__ADS_1
Tiba -tiba Nenek Han Ji Won mengeluarkan suara yang mengandung sihir yang di maksudkannya untuk menyedot sukma He Shu Huan agar Nenek itu mudah membunuh Kaisar Ming Huan.
Tetapi kembali Nenek Han Ji Won tercengang dan ia terhuyung -huyung pucat sekali menabrak meja altarnya sendiri karena ia melihat seekor binatang raksasa yang sangat menyeramkan sekali yang kini melompat bagaikan serigala saja menerkam lehernya.
Krekk..!!
Kletakk..!!
Nenek itu tewas dengan leher patah karena He Shu Huan menekuk leher nenek itu di sertai ilmu tatapan mata Serigala Emas Sakti.
"Kauuuuu sungguh seorang bocah Iblis yang amat kejam luar biasa..!!Kami 78 anggota Sekte Macan Kumbang Han akan menghabisimu sekarang juga untuk kedamaian negeri Ming Sejati..!!"Hardik pria tua yang membawa senapan api yang siap untuk menembak mati He Shu Huan.
77 orang anggota lainnya mengeluarkan pedang yang berbentuk ukiran bunga seroja yang sangat indah namun sangatlah mengerikan sekali karena 77 pedang itu bergerigi tajam dan mengandung serbuk mesiu yang apabila ujung pedang terkena api sedikit saja.
Maka seluruh orang di Istana Cincin Bunga Seroja dapat tewas hanya dalam hitungan detik saja.He Shu Huan dapat mencium aroma bubuk mesiu di ujung pedang para musuhnya itu.
"Aku harus hati -hati di dalam tindakanku jika aku ingin menyelamatkan Ibuku dan Istri serta Shi Lin yang sudah tergeletak jatuh pingsan karena racun bubuk mesiu itu sangatlah tajam sekali.
"He Shu Huan sudah tiba waktu mu untuk mati di tangan Sekte Macan Kumbang Han atau Sekte Bunga Seroja yang akan segera menjadi penguasa di seluruh Tionggoan..!Aku Kaisar Hu Lung Han akan menggantikan posisi mu sebagai Kaisar di seluruh Tionggoan..!! "
Kakek itu sangat angkuh sekali dan memandang rendah He Shu Huan yang di nilainya sebagai cucu atau putranya yang harus tunduk kepadanya.
"Uhhh..Kakek jahanam janganlah kau takabur di usia bau tanah mu yang harusnya bertobat untuk kehidupan mu di sesuai mati takkan pernah lahir di dalam penderitaan dunia Neraka..!!"
He Shu Huan mencabut seruling bambunya yang ia hunuskan ke arah Kakek Hu Lung Han yang kini menghunuskan tombak berkepala macan tutul di arahkan kepada He Shu Huan.
Singg....!!
Wushh...!!
He Shu Huan melesat dengan sangat gesit sekali menerjang Kakek Hu Lung Han dengan ilmu silat gerakan naga menukik tajam melalui serulingnya yang di adu dengan tombak berkepala macan tutul.
Benturan yang sangat hebat itu memunculkan api yang menimbulkan asap yang menguap ke sekitar ruangan di Istana Cincin Bunga Seroja sampai He Shu Huan serta Kakek Hu Lung Han tertutup asap tebal.
Alina tersadar dari pingsan dan ia melihat asap di seluruh ruangan telah menghitam sampai mereka semua tertutup asap.Alina cepat mengerahkan ilmu ciptaannya yang baru dan hanya dia yang bisa melakukannya.
Alina duduk bersila dengan kedua tangan di taruh di kedua kakinya yang di lipat rapat lalu secercah bunga bercahaya pelangi telah muncul di kedua tangannya.
Lalu Alina menghempaskan bunga cahaya pelangi itu ke arah 77 anggota Sekte Macan Kumbang Han yang bersiap untuk menembak mati He Shu Huan sesuai perintah dan petunjuk Ketua mereka.
Wush,cring..Duar!!
"Aghh..!!Ada apakah itu ?Kenapa 77 senapan api ini meledak sendiri ?!"Pekik 77 orang itu yang tak sempat mengetahui penyebab 77 senjata api itu meledak dan mengenai diri mereka sendiri.
Sebuah pedang yang sangat tajam sekali telah menebas mereka semua dengan kilatan cahaya kuning yang lembut menerjang mereka semua tanpa ampun.
Wush...!!
Crakk..!!!
Crakkk..!!
"Alina...!!"
__ADS_1
"Huan Gege..Kau tak perlu khawatir karena aku baik -baik saja...!"
Jawaban Alina yang tegas membuat hati He Shu Huan begitu tenang kembali.
He Shu Huan memekik begitu sangat hebat dan keras sekali dengan di sertai gerakan serulingnya yang membentuk gerakan ular piton mematuk ke arah ujung tombak kepala macan Kakek Hu Lung Han.
Dan.....
Trangg...!!
Ujung tombak kepala macan Kakek Hu Lung Han terpotong oleh seruling bambu di tangan He Shu Huan.
"Bocah setan ku habisi kauu...!!"
Dengan amarah yang meluap -luap Kakek Hu Lung Han menerjang dashyat untuk membunuh He Shu Huan melalui ilmu tombak kepala macan yang kini terarah langsung ke perut He Shu Huan.
Wutt..!!
Syuutt...!!
Plakk..!!
Dess..!!
"Aughhh..!!"
Hoekk..!!
He Shu Huan menerobos serangan maut ilmu silat tombak kepala macan Kakek Hu Lung Han secara tak terduga oleh kakek itu yang kebingungan cari lawannya yang telah menghilang di depannya dan tahu -tahu rahang Kakek Hu Lung Han telah remuk terpukul ilmu tapak nage es yang dashyat melalui ujung kuku telunjuk He Shu Huan.
"Kakak Huan..!!" Panggil Alina berlari menuju ke dalam pelukan He Shu Huan dengan perasaan hati lega.
"Alina bagaimana keadaan Ibu ku?"Tanya He Shu Huan menengok ke arah Han Ji Yun yang pingsan di lantai marmer Istana Cincin Bunga Seroja.
"Ibu,mengalami luka di sekujur tubuhnya tapi kau tak perlu khawatir karena aku sudah memeriksa kondisi lainnya pada diri Ibu kita dan beliau akan baik -baik saja,Kakak Huan."Jawab Alina berlutut di dekat Han Ji Yun yang di bopong He Shu Huan.
"Alina ,bakar istana biadab ini."Perintah He Shu Huan kepada Alina sembari berjalan keluar dari Istana Cincin Bunga Seroja.
"Iya,tapi bagaimana dengan Shi Lin?,Kita tak bisa meninggalkannya sendiri begitu saja di Istana ini"
Kata Alina memapah Shi Lin.
"Mmm,ya kita juga harus mengobatinya sebagai rasa empati sesama manusia."Jawab He Shu Huan sedikit enggan mempedulikan Shi Lin tapi ia harus menolong Shi Lin karena Alina begitu baik dan menyayangi Shi Lin seperti mereka berdua itu adalah saudari kandung saja padahal Shi Lin ada niat untuk mengambil He Shu Huan dari Alina.
"Kak Huan janganlah kau berpikiran sempit dan picik terhadap gadis sebaik dan semanis Shi Lin tetapi kau justru malah bersikap sebaliknya pada Yu Lan putri angkatmu itu yang memiliki hati dan cinta yang berbeda terhadap mu."Kata Alina yang mengikuti He Shu Huan untuk berdiri di jarak yang cukup aman dari Istana Cincin Bunga Seroja yang di bakar oleh Alina dengan ilmu cincin naga biru.
Wushh..!!
Brushh..!!
Alina melakukan gerakan melukis cincin di udara dan sinar biru membentuk naga meluncur mulus dengan tepat ke Istana Cincin Bunga Seroja.
"Ilmu mu semakin lama semakin meningkat pesat saja,sayang.Dan, kamu sungguh semakin buat aku jatuh cinta setiap detiknya."Puji He Shu Huan nada bangga dan kagum kepada Alina.
__ADS_1
"Terimakasih atas pujian mu kepada ku ,suamiku yang paling hebat di dunia yang selalu membuat aku tak pernah sanggup untuk melepaskan mu untuk selamanya."Ucap Alina dengan suara khas yang merdu dan manja sekali kepada He Shu Huan.
Bersambung..!!