
Bi Guan menudingkan telunjuk kanannya ke arah He Shu Huan dan Alina dengan gelisah lalu Bi Guan berlari keluar dari penginapan untuk mencari Ming Ming sampai He Shu Huan dan Alina merasa terheran -heran oleh perilaku Bi Guan tadi kepada mereka berdua di tangga.
"Kenapa dengan Bi Guan ?Kenapa ia seperti orang kerasukan roh halus kelimbungan begitu?" Tanya Alina menaiki tangga bersama dengan He Shu Huan menuju ke arah kamar penginapan khusus untuk mereka berdua di bagian selatan dari rumah penginapan tersebut.
"Ya ,mungkin karena Ming Ming yang merajuk Bi Guan menggauli gadis baru lagi sebagai Selir baru Bi Guan."Jawab He Shu Huan menutup pintu usai mereka berdua berada di kamar.
"Huan Gege,aku mandi dulu ,ya?"Ucap Alina yang menaruh belanjaan mereka di meja bundar kamar mereka.
"Kenapa kita tak mandi bersama saja untuk hemat waktu kita dalam misi kita di sini ,di Ibukota negeri Gi?" Tanya He Shu Huan mengedipkan matanya ke arah Alina dengan centil.
Alina tertawa renyah yang sangat merdu sekali di telinga He Shu Huan sampai pria ini tak sabar lagi untuk membawa istri mungilnya ke kamar mandi untuk mandi bersama.
Bi Guan semakin resah saat ia menemukan Ming Ming berjalan berdua bersama dengan pria lain di sebuah pintu kedai teh di dekat patung burung Kalkun.Ia semakin gerah saat pria itu menyelipkan anak rambut Ming Ming ke belakang daun telinga kanan istrinya itu.
"Kurang ajar siapa pria itu yang sudah lancang mengajak Ming Ming minum teh tanpa izinku dan berani sekali menyentuh Ming Ming ku?!"Batin Bi Guan panas.Ia sudah akan menghampiri Ming Ming dan pria itu di kedai teh itu tapi ia urungkan niatnya karena ia lihat pria itu berpisah dengan Ming Ming ke arah lain.
"Ming Ming..!!" Panggil Bi Guan dengan nada agak panas karena hatinya terbakar api cemburu yang amat besar.
__ADS_1
Ming Ming terkesiap melihat Bi Guan telah datang dirinya di kedai teh dengan ekspersi wajah kaku dan dingin membeku.
"Guan Gege.." Panggil Ming Ming meraih jemari Bi Guan dengan kelembutan tetapi Bi Guan menepis jemarinya dan berbalik arah dengan berjalan lebih cepat menuju ke penginapan.
Ming Ming mengikutinya dengan gugup sekali dari belakang Bi Guan .Setibanya di kamar penginapan khusus untuk mereka .Ming Ming memilih untuk ia pergi mandi daripada ia harus melihat Bi Guan di pelukan wanita lain.
Ming Ming membasuh tubuhnya dengan perasaan sedih yang tak terlukiskan karena ia juga wanita dan punya perasaan cemburu dan pedih saat ia lihat suaminya bersama wanita lain meskipun ia tahu seorang pria di zaman itu berhak memiliki banyak istri sesuai kebutuhan pria itu sendiri.
"Tapi ,aku heran dengan Huan Gege yang berbeda dengan Bi Guan dan pria lain kaum bangsawan maupun kaum saudagar kaya raya yang memiliki lebih dari satu wanita di kehidupannya apalagi ia Kaisar yang tentu saja lebih berhak mempunyai banyak wanita di sisinya namun ia memilih setia pada 1 wanita saja yaitu Alina seorang.Ah kenapa Bi Guan tak bisa seperti Huan Gege?Andai saja di dunia ini ada pria yang memiliki karakter sama seperti Huan Gege ,maka hidup ku akan selalu ada rasa bahagia karena aku di cintai satu pria saja dan pria itu pun hanya cinta aku seorang seumur hidupnya."Batin Ming Ming bergejolak namun ia tersadar saat ia bercermin usai mandi karena ia melihat bentuk tubuhnya yang tak lagi sama saat ia masih seorang gadis perawan.
"Aku tak mau melahirkan anak ini karena aku bisa gila karena sifat Guan Gege yang suka sekali pada gadis cantik dan bertubuh indah yang bisa beri ia anak -anak yang menarik dan berbakat serta amat membanggakannya."Batin Ming Ming pilu dan ia diam -diam menyelinap keluar dari kamar mandi dan pergi dari kamar penginapan selagi Bi Guan tidur pulas usai bercinta dengan Rong Rong gadis baru itu juga tidur di pelukan Bi Guan.
Ming Ming sudah mempersiapkan obat aborsi di genggam tangannya dan ia sudah berada di hutan tepi sungai luar Ibukota Kekaisaran Gi untuk ia bisa menggugurkan kandungannya sendiri dan ia bisa melakukan hal itu seorang diri.
Pil aborsi siap di telan Ming Ming tetapi seekor keledai telah mengibaskan ekornya dan hilanglah pil aborsi dari genggaman tangan Ming Ming yang kaget melihat Daun Bawang keledai kesayangan He Shu Huan di hutan itu.
"Daun Bawang apa -apaan kau ini ?Sana janganlah kau ganggu aku..!!"Usir Ming Ming .
__ADS_1
Daun Bawang menggigit belati kecil di tangan lain Ming Ming yang telah mempersiapkan rencana ke dua untuk proses aborsi kandungannya yakni ia akan membuang janinnya dengan cara pisau itu ia masukkan ke dalam rahimnya melalui bawahnya.
"Daun Bawang..Apa maksudmu menggagalkan ku mengaborsi kandunganku sendiri?" Tanya Ming Ming menangis keras melihat belatinya telah di ambil oleh Alina yang muncul dari dalam hutan itu bersama dengan He Shu Huan dan Bi Guan yang maju dan menampar pipi Ming Ming.
"Ming Ming apakah kau sudah tak waras sampai memiliki niat untuk menggugurkan kandunganmu sendiri yang artinya kau mau membunuh anak mu sendiri yang menjadi darah daging ku sendiri?"Bi Guan mengucapkan kata -kata itu dalam marah di hatinya terhadap Ming Ming.
"Aku tahu aku sudah tak waras lagiiii..!!Huhuhuu!!
Aku sunggguh tak tahu lagi..!!"
Tangisan Ming Ming yang pilu dan menyayat hati telah memadamkan api amarah dan cemburu Bi Guan sekaligus menyadarkan Bi Guan yang tak memberitahu siasatnya kepada Ming Ming.
"Ming Ming ,aku minta maaf karena aku tak bisa memberitahukan mu rencana ku untuk Rong Rong yang merupakan Selir terkasih dari Gi Hong Zi dan gadis itu ku manfaatkan untuk menjatuhkan Raja Dewa Naga Sakti yang merupakan tokoh baru di dunia persilatan yang penuh misteri dan harus di pecahkan oleh He Shu Huan untuk keutuhan dan kesatuan Negeri Ming..Namun aku harus dapat mengorbankan harkat ku sebagai laki -laki sejati yang kau cintai dan kau harapkan..Maafkanlah aku ,Ming Ming."Kata Bi Guan memeluk Ming Ming namun ia bicara hal itu di dalam hatinya.
Alina memeluk He Shu Huan dengan menangis di dada bidang kekar He Shu Huan yang membelai lembut punggungnya dan rambut indahnya yang panjang nan halus.
Bersambung..
__ADS_1