
Losmen Kota Qi.
Di tengah malam yang sangat dingin menusuk ke sanubari hingga puing -puing salju di pekarangan losmen sama sekali tidak bisa menyamai dingin di hati Alina saat ini.
Alina tidak bisa tidur di malam hari itu karena ia sibuk memikirkan kejadian di pagi hari tadi di ruang bawah losmen itu.Alina mengingat Shi Lin yang begitu dekat dan akrab dengan He Shu Huan selama mereka mengadakan rapat untuk tujuan mereka ke gunung Qi.
"Aku sungguh kacau tengah malam hari ini.Ah aku gelisah sampai aku tidak bisa tidur dengan tenang dan nyenyak karena pikiran ku tengah bermain di dalam ingatan tadi pagi."Kata Alina di dalam hati.
Alina turun dari tempat tidur dan berjalan menuju ke pintu jendela kamar untuk melihat rembulan di angkasa gelap yang berkabut putih karena angin salju yang deras menghujani seluruh tanah dan sekitarnya.
Denyut kencang di perut buncitnya menyadarinya bahwa dirinya harus istirahat untuk kesehatan buah hatinya dengan He Shu Huan sang pujaan hatinya terdalam.
Sehelai mantel terbalut rapi di belakang punggung Alina dan suara lembut He Shu Huan terdengar di daun telinganya.
"Sayang, kenapa kau begitu gelisah sampai kedua tangan mu dingin sekali?"Tanya He Shu Huan.
"Aku tidak kenapa -napa,aku baik -baik saja."Kata Alina yang di gendong He Shu Huan dengan halus dan lembut.
"Emm..Jika kau seperti ini pasti ada sesuatu hal yang kau sembunyikan?"Tanya He Shu Huan nada curiga kepada Alina sambil membaringkan Alina di tempat tidur dan di selimuti olehnya.
"Aku bilang tidak ada apa-apa ,Huan Gege.Sanalah kau tidur di tempat mu jangan di dekatku begitu rapat sampai aku merasa sesak karena tubuhmu begitu membelengguku."Jawab Alina nada emosi.
Alina mendorong tubuh He Shu Huan untuk pria itu berbaring di bagiannya bukan di atas tubuh Alina dengan begitu rapat sekali.He Shu Huan mendelik sedikit tajam kepada Alina yang tidur dengan posisi membelakanginya.
"Hmmm..Kenapa lagi gadis nakal ku ini?"Tanya He Shu Huan di pikirannya seraya mengetuk tubuh belakang Alina dengan jemari telunjuk.
Alina tidak menghiraukan punggungnya yang di ketuk -ketuk jemari telunjuk He Shu Huan yang ia tahu ingin tahu kenapa dia emosi secara tiba -tiba kepada He Shu Huan.
"Dasar laki -laki di seluruh dunia sama saja tidak bisa melihat gadis cantik dan menarik langsung saja tertarik dan melupakan gadis lamanya yang sudah berkali -kali memberinya keturunan seperti yang di inginkannya.Uh ,sebal..!"Maki Alina dengan amarah meluap sambil memandang merana ke arah perut hamilnya yang semakin buncit saja.
Air mata tak di sadari turun dari kedua mata Alina yang tidak bisa membendung hatinya yang kacau karena rasa takut dan cemburu serta khawatir di lupakan oleh He Shu Huan.
__ADS_1
"Aku sudah tidak di sukainya..Huwaah..Huhuhuhu.
Aku sungguh bernasib sama dengan para wanita lain di Istana manapun juga di dunia yang pada awalnya di cintai,di puja ,di istimewakan oleh para Kaisar namun kini pada akhirnya aku menjadi pajangan cantik di Istana saat ada yang baru yang datang kepada Kaisar ku ini."Ratap Alina di dalam hatinya.
He Shu Huan memandangi punggung Alina tanpa lelah berpikir tentang isi hati Alina yang membuat dirinya bingung dan tidak tahu bagaimana cara ia menghibur dan menyenangkan hati Alina.
"Puhh..Aku pusing memikirkan isi hati mu Alina.Ah
aku saat ini juga merasa bimbang dengan segala hal yang terjadi pada diriku yang berada di dua sisi yang membingungkan ku."Kata He Shu Huan di dalam hatinya.
He Shu Huan memejamkan kedua matanya untuk tidur namun bayangan Shi Lin menghantuinya di antara bayang -bayang Alina dan dirinya di dalam kereta kuda selama satu bulan perjalanan mereka dari kota Gao menuju ke kota Qi.
"Tsk..Kenapa dengan diriku ?"Tanya He Shu Huan mendadak duduk di tepi tempat tidur.
Di saat yang sama terdengar suara orang sedang beradu pedang di halaman depan losmen yang di dengar He Shu Huan yang langsung berkelebatan dan meloncat dari kamar menuju ke arah Shi Lin yang bertarung sengit melawan seorang pendeta wanita yang menggunakan pedang pula.
Wutt,trang ,trang,trang..!!
Gerakan loncatan He Shu Huan begitu tepat sekali mengenai bahu pendeta wanita itu yang segera menarik pedang yang awalnya mengarah ke arah pedang Shi Lin itu.
Kretakkk..!!
Crakk..!!
"Hyahh..Tolong..!!"Pekik Alina dari kamar tidur di lantai atas.
"Celaka..Alina..!!" Teriak He Shu Huan yang cepat meluncur kembali ke kamar dan menemukan pria berwajah sanggar sedang sibuk menyerang Alina yang melompat -lompat menghindari sabetan ujung pedang samurai pria berpakaian ninja.
Wushh..!!
"Bajingan laknat berani sekali kau menyerang istri kesayanganku Alina..!!Ku habisi kau..!!"Teriak He Shu Huan yang dengan satu gerakan yang mirip kilat menyambar memotong ujung samurai tajam di tangan pria itu dengan gerakan tangannya menebas miring dan melesatlah ujung patahan samurai tajam menebas leher pria berpakaian ninja yang posisinya ingin melompat ke arah Alina dengan sikap ingin memotong perut buncit Alina.
__ADS_1
Wushhh...Crang..Crakk..!!
"Lin Lin.."Kata He Shu Huan sangat cepat sekali menyambar jatuhnya Alina dari atas lemari baju di sudut kamar tidur.
"Kau tidak apa -apa ?" Tanya He Shu Huan cepat memeriksa kondisi Istri dan bayi di perut istrinya.
Brakk..!!
"Yang Mulia..Losmen kita di serbu para pasukan musuh..!Cepatlah Anda dan Permaisuri pergi dari losmen..!Biarkan kami yang menghadapi mereka untuk anda dan Permaisuri..!!"Lapor Chang Wu Lin dengan napas tersengal -sengal dari pintu kamar tidur yang di dobrak paksa oleh Chang Wu Lin.
"Tidak..Aku tidak bisa membiarkan kalian sendiri bertempur mempertaruhkan nyawa kalian untuk aku dan Istriku."Kata He Shu Huan dengan sifat keras kepalanya.
"Yang Mulia ,nyawa kami tidak seberapa penting di bandingkan dengan nyawa Anda dan masa depan Kekaisaran Ming Sejati..Tolong Anda tak lagi keras kepala..Pergilah dari losmen ini..!!"Kata Chang Wu Lin dengan nada mendesak sekali.
Shi Lin menyentuh lengan He Shu Huan untuk He Shu Huan lebih dahulu selamatkan Alina dan bayi di rahim Alina yang saat ini amat sangat penting di bandingkan keselamatan para pasukan He Shu Huan.
"Auhh..Huan Gege..Tolong selamatkan anak kita..!
Akhh..!!"Pekik Alina di pelukan He Shu Huan yang melihat darah mengucur deras dari bawah Alina.
"Iya..,Ya..Alina bertahanlah..!!"Teriak He Shu Huan yang menggendong Alina tepat waktu karena para musuh sudah melancarkan senjata rahasia penuh racun ganas ke arah mereka melalui jendela.
Wer,wer,wer..!!
He Shu Huan mengibaskan ujung lengan bajunya memukul balik senjata rahasia milik musuh yang kembali kepada para musuh yang roboh tewas tertancap senjata rahasia itu yang di kembalikan secara hebat oleh He Shu Huan.
Wushhh..Crakk,jleb,jleb,jleb..!!
Shi Lin membuat perisai dengan pedang tipisnya melindungi He Shu Huan yang membawa lari Alina dari losmen itu di sepanjang jalan menuju ke arah hutan lebat pegunungan Qi.
Trang,trang,trang..!!
__ADS_1
Losmen di belakang mereka habis terbakar api dan hujan senjata rahasia yang membunuh habis para pasukan He Shu Huan yang berperang untuk keselamatan Kaisar mereka dengan gagah berani meskipun nyawa mereka taruhannya.
Bersambung..!!