
Jawaban dari pertanyaan Alina kepada He Shu Huan adalah terjadinya serangan yang secara tiba -tiba kepada mereka berdua yang di awali oleh runtuhnya sejumlah pohon yang beterbangan ke arah mereka berdua dengan kecepatan yang amat tinggi.
Wushhh ..!!
He Shu Huan menggerakkan lengan bajunya yang menampar hancur sejumlah pohon yang terbang ke arah He Shu Huan dan Alina.
Wutt,prakk..!!
Lalu desiran dedaunan yang bergelombang telah menerpa mereka dengan kekuatan gulungan yang dashyat sekali.
Wush...Sssshh..!!
He Shu Huan kembali menggerakkan lengan baju memukul hancur dedaunan yang menyerang He Shu Huan dan Alina dengan ilmu angin biru yang hebat sehingga terjangan dedaunan itu membalik dan menghantam hancur beberapa orang yang bersembunyi di balik penyerangan gelap terhadap He Shu Huan dan Alina.
Wutt,bress..!!
"Aghh....!!"
Teriakan kematian para musuh tersebut.
Kemudian muncullah sejumlah senjata tajam yang sangat cepat meluncur ke arah He Shu Huan dan Alina dengan sangat cepat bagaikan hujan di sore hari di hutan pintu masuk ke wilayah Kekaisaran Ming.
Wer,wer,wer...!!
He Shu Huan menggerakkan seruling bambu yang menghantam balik hujan senjata tajam itu dengan kekuatan yang amat cepat lalu terdengarlah pekik kematian dari sejumlah musuh lainnya.
Trang,trang,trang,trang,trang!!
"Aghhh..!!"
__ADS_1
"Kak Huan..Lihat..!!"Pekik Alina yang kaget melihat sejumlah kelelawar menukik tajam tepat di atas kepala mereka dengan moncong tajam penuh air liur yang menetes begitu menjijikan dan tentunya penuh racun ganas.
"Jangan cemas..Aku bisa mengatasi mereka.Kau mendekatlah kepadaku dan siapkan sabuk sutra putihmu."Kata He Shu Huan yang memiliki sifat brutal dan sikap tenang telah menggerakan dan membunyikan satu suara seruling bambu miliknya dan berhasil membuat sejumlah kelelawar racun itu kembali ke arah pemiliknya yang kalang kabut mengatasi hewan peliharaan itu dan pemilik dari hewan racun itu telah tewas di serang hewan -hewan peliharaannya sendiri.
Melihat ketangkasan He Shu Huan dalam hadapi serangkaian serangan beruntun telah membuat para musuh muncul sendiri di hadapan He Shu Huan dan Alina yang sudah meloloskan sabuk sutra warna putih di tangan kanan yang bergerak meledak -ledak ke arah para musuh terdekat yang tentu saja tersambar pecut ujung sabuk sutra putih itu telah hancur seketika itu juga.
Wut,tar,tar..!!
"Kalian berdua sungguh orang -orang tak tahu diri sudah berani sekali menentang para pimpinan dari Sekte kami yang agung dan berkuasa tinggi sekali di dunia Kangouw Tionggoan kaum hitam yang pastinya akan mendominan dari para kaum dunia Kangouw kaum bersih seperti kalian berdua."Kata salah satu dari 1700 orang para pasukan Sekte Raja Topeng Naga Tengkorak Hitam dengan nada bengis kepada He Shu Huan dan Alina.
"Sudah selesai bicara mu ?Aku tak perduli kalian dari Sekte apa ?Jika kalian menentang ku berarti kalian adalah kaum hina yang layak ku hukum mati dan kirim ke akhirat..!"Kata He Shu Huan nada dingin sekali di sertai seruling bambunya bergerak cepat menerjang 1700 orang pasukan itu yang terhempaskan ke tanah dengan kekuatan yang amat hebat bukan main sampai beberapa orang terdekat telah tewas di terjang seruling bambu He Shu Huan.
Wush,crak,crak,crakk..!!
"Manusia -manusia sombong..!Matilah kalian..!!"
Hardik para musuh yang serentak menyerang He Shu Huan dan Alina dengan kekuatan formasi yang cukup mengagumkan karena sejumlah pisau telah berkerlap kerlip ke arah He Shu Huan dan Alina dengan hebat.
Namun dengan sikap santai He Shu Huan kembali menggerakkan seruling bambunya yang meluncur cepat menangkis pisau -pisau terbang yang kini telah menebas para pemiliknya sendiri.
Wush,crak,crak,crak..!!
Alina menggerakkan ujung sabuk sutra putih yang memecut habis sejumlah musuh di sekitar kanan dan kiri dirinya dan He Shu Huan.
Tar,tar,tar...!!
He Shu Huan mengambil kembali seruling bambu miliknya yang telah ia gunakan menebas sejumlah musuh dari depan dan belakang serta atas dan bawah di sekitar dirinya dan Alina.
Wutt,crak,crak!!
__ADS_1
Alina menghujani para musuh yang meluncur dari dalam tanah seperti ular saja dengan daya luncur yang menerjang hebat untuk membunuh Alina dan He Shu Huan dari dalam tanah dengan pedang -pedang terhunus tajam.
Wushhhh...!!
Tar,tar,tar,tar..!!
"Bedebah kalian berdua manusia -manusia yang pantas mati..!"Hardik seorang kakek tua yang kini meluncur dengan tombak bergerak lebih lambat daripada si kakek namun kekuatannya tak bisa di pandang ringan karena kelambatan gerakan ujung tombak kakek itu merupakan keganasannya yang sejati dari gerakan dua jari bentuk kaki kepiting mencapit ganas ke arah He Shu Huan dan Alina yang masih mengganas membabat para musuh mereka dengan luar biasa hebatnya.
Melihat ilmu tombak yang superlambat datang ke arah dirinya dan Alina telah membuat gerakan ilmu silat He Shu Huan semakin lambat dan ia telah menangkap ujung tombak dengan tangan kosong yang mengejutkan si kakek yang jarinya di lilit sabuk sutra putih Alina yang tak tanggung -tanggung telah membetot lepas tangan kanan si kakek yang berjuluk Setan Naga Hutan Kuo.
Wutt,cresh!!
He Shu Huan tersenyum sadis melihat kakek itu yang makin pucat saat He Shu Huan menarik ujung tombak dan menghempaskannya dengan tepat sekali menghantam wajah si kakek hingga remuk.
Wutt,bruakkk!!
Sisa musuh yang lain menggigil ketakutan yang sangat tak terkira dengan melihat kekejaman dan juga hebat ilmu silat Pendekar Serigala Emas Sakti dan Iblis Kecil.
"Jangan khawatir kami akan mengantarkan kalian kepada pimpinan kalian di markas kalian di desa Kuo yang berada di depan sana ya,kan?!"Ucap He Shu Huan yang dengan keji melemparkan ujung tombak milik si kakek Setan Naga Hutan Kuo ke arah sisa musuh yang berusaha untuk melarikan diri dari nya telah berubah menjadi mayat karena tubuh dan kepala mereka telah di cincang habis oleh ujung tombak itu.
Wutt,crak,crak..!!
"Kakak Huan ,apakah kita akan pindah haluan ke arah desa kuo lebih dulu dari desa Qi?"Tanya Alina mengumpulkan kepala anggota Sekte Naga Hutan Kuo di dalam buntalan kain warna merah yang di siapkan oleh He Shu Huan untuk hadiah sejumlah para musuh dari Kekaisaran Ming.
"Iya,sayang..Sekte Naga Kuo adalah salah satu dari para bibit kaum pemberontak terhadap kita di Kekaisaran Ming."Jawab He Shu Huan yang kini telah memanggang ubi untuk makan malam untuk dirinya dan Alina di tengah hutan pintu masuk ke wilayah Kekaisaran Ming.
"Mmmm..Semua yang menjadi kaum rendahan yang telah meremehkan kita akan kita musnahkan agar dinasti Ming tetap berjaya dengan kebijakan dan pemerintahan yang benar dan bersih untuk rakyat kita sejahtera."Kata Alina minum air teh dari kantung air yang terbuat dari kulit unta yang biasa di gunakan untuk kaum dunia persilatan merantau ke seluruh daratan tengah.
"Iya,selain itu juga aku harus balas dendam untuk para guru ku yang lain di luar pulau Abadi yang telah menjadi korban kekejaman Raja Dewa Naga Sejati yang sesungguhnya Iblis yang berasal dari Lembah Neraka Hitam yang berada di Pulau Bulan Neraka Hitam di utara."Kata He Shu Huan dengan nada serius sekali kepada Alina yang di berikan makan malam berupa ubi panggang olehnya yang sudah di siap untuk di makan oleh istrinya itu.
__ADS_1
Bersambung..!!