Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Rindu Adalah Sebuah Penyakit Hati Yang Kronis.


__ADS_3

"Perkenalkan nama ku Yan Fei dan ini adalah Du Ling."Kata sepasang pendekar muda dan mudi yang di selamatkan oleh He Shu Huan dan Bi Guan dari markas penjualan organ manusia ilegal yang berada di salah satu tempat di desa kecil harimau gurun.


"Iya ,salam kenal mereka adalah istri -istriku dan kakaku serta sahabat ku."Kata Bi Guan merangkul ketiga wanitanya dengan mesra seraya menunjuk ke arah Bi Jin Xiao dan Shi Lin yang berdiri begitu dekat satu sama lainnya.


"Ohya ,Yan Fei dan Du Ling apakah kalian bisa beri aku petunjuk untuk kami bisa temukan jalan arah tembus dari ujung terowongan yang amat sangat panjang sekali dan juga rumit?" Tanya He Shu Huan seraya menikmati buah pisang.


"Ya ,kami berdua bisa Tuan Besar He..Marilah ikuti kami berdua."Jawab Yan Fei pemuda gagah yang sangat tampan itu.


Mereka melanjutkan perjalanan di terowongan itu sesuai petunjuk Yan Fei yang sangat ramah dan bersahabat sekali. Maka tak sampai beberapa hari kemudian mereka tiba di sebuah daerah yang tak di kenal.


"Daerah apakah ini ?Kenapa tidak ada namanya?"


Tanya Bi Guan saat mereka berhasil keluar dari terowongan yang sangat rumit itu.


"Ayo kita cari apakah di sini ada petunjuk yang bisa kita temukan mengenai daerah asing yang kita datangi ini."Kata Shi Lin berkeliling di sekitar hutan tandus yang penuh pohon kaktus.


"Mungkinkah ini daerah ujung padang gurun Gobi yang tak pernah di ketahui oleh orang banyak?"


Tanya Ming Ming melihat -lihat banyaknya pohon kaktus berbaris dengan jarak terpisah -pisah satu sama lainnya.


"Mungkin juga ,ya sudahlah ayo kita telusuri saja mungkin kita bisa memperoleh petunjuk lain yang kita perlukan."Jawab He Shu Huan berjalan lebih dulu daripada yang lain melewati pohon kaktus.


Setelah mereka keluar dari area pohon kaktus itu mereka terperangar melihat ada kota yang di huni oleh orang -orang memakai sorban namun identik dengan hewan -hewan onta di sekitar kota itu.


"Hai..Siapakah kalian ini dan darimana kalian asal kalian? " Tanya seorang wanita paruh baya yang menggendong bayi laki -laki berbalut pakaian ala orang Timur Tengah.


"Kami adalah sekelompok orang perantauan yang berasal dari daerah timur."Jawab Bi Jin Xiao nada sopan dan takjub.


"Oh ,begitu..Mari kalian masuk ke kota kami dan namaku adalah Guli Dina warga kota Xinjiang."


Sapa Guli Dina nama wanita paruh baya itu.

__ADS_1


"Ternyata ini kota Xinjiang yang merupakan kota kaum warga ughur ?!" Ucap Wang Yi Tou takjub.


"Iya ,mari silakan datang ke rumah ku yang amat sederhana ini."Kata Guli Dina ramah sekali kepada mereka.


Di rumah itu ada beberapa ekor biri -biri ,domba dan unta serta juga ada berbagai perkebunan buah kurma ,pohon kapas ,pohon buah kesemek serta pohon kaktus yang atas puncaknya mirip bunga matahari.


"Ibu.." Panggil seorang gadis tertutup cadar dan berpakaian yang menarik sekali.


"Oh ,Puspita anak ku ternyata kau sudah pulang dari pasar."Kata Guli Dina menyambut gadis yang baru datang di pintu rumah sederhana itu.


Puspita memandangi mereka dengan heran sekali namun gadis ini tersenyum ramah sekali kepada mereka seraya bertanya kepada ibunya yang ada di sisi kanan He Shu Huan."Ibu siapakah mereka ini ?"


"Puspita ,kenalkan mereka adalah orang -orang dari daerah Timur yang merantau ke daerah kita."


Jawab Guli Dina ramah.


"Oh ,Nona maaf perkenalkan nama kami adalah Bi Guan,Ming Ming,Wang Yi Tou ,Yi Lin,Bi Jin Xiao dan Shi Lin serta Yan Fei ,Du Ling dan He Shu Huan."Kata Bi Guan paling senang bertemu gadis baru dan ia menyebutkan nama rombongannya dan yang terakhir di sebut olehnya adalah He Shu Huan agar targetnya tak terpikat dengan wajah tampan dan dingin He Shu Huan.


"Iya ,selamat datang..Mari masuk dan semoga kalian semua nyaman singgah di rumah ku dan kota Xinjiang ku ini." Jawab Puspita anggun dan lembut sekali.


He Shu Huan tersenyum merekah mendengar suara yang semanis dan selembut suara Alina yang amat di kenalnya ,namun ia tak mencium aroma khas Alina dari Puspita.


"Emm apakah aku sudah gila setiap mendengar suara lembut dan manis adalah Alina ku?Ah aku terlalu merindukannya."Batin He Shu Huan pedih.


Ia mengikuti rombongannya masuk ke rumah dari keluarga Nyonya Guli Dina ,di dalam rumah itu ia dan para sahabatnya di sambut hangat dengan hidangan ala Kota Xinjiang.


"Wah daging gulung pakai roti." Seru Bi Guan yang tak bisa menahan diri untuk mencicipi hidangan itu dengan nikmat.


"Iya nama makanan itu adalah Kebab.Silahkan di coba ,Tuan Bi."Jawab gadis cadar lain yang juga ramah.


"Hmm ,aku mual sekali." Kata Wang Yi Tou yang menutup mulutnya dengan saputangan.

__ADS_1


"Yi Tou ,kamu makan daging sapi panggang saja untuk kesehatanmu juga janin yang sudah hadir di rahim mu dan sedang tumbuh itu."Kata Bi Guan di samping Ming Ming yang menikmati makanan itu dengan nyaman sekali.


"Iya ,Guan Gege." Jawab Wang Yi Tou tersipu malu karena Bi Guan sangat perhatian sekali terhadap dirinya setelah ia telah berbadan dua dan ia ada harapan bisa mengambil posisi Ming Ming di hati dan kedudukan di rumah keluarga Bi.


Namun yang paling mengherankan adalah Shi Lin yang tiada pernah berhenti untuk makan yang ada di hadapan pemuda kemayu itu sampai He Shu Huan memerhatikan gadis aneh itu dengan sorot mata heran.


"Apakah kau ini kerasukan makhluk halus atau kau kelaparan atau kau memang pencinta daging kambing? "Tanya He Shu Huan menelan ludahnya dengan kaget melihat gadis semungil Shi Lin ini sanggup menghabiskan 5 porsi daging kambing panggang.


"Hehe ,aku memang suka sekali makan makanan khas urban atau daerah Dunhuang."Jawab Shi Lin amat senang sekali di mendapat perhatian dari He Shu Huan pujaan hatinya.


"Emmm apakah kau ini berasal dari daerah gurun juga?" Tanya He Shu Huan memberikan bagiannya kepada Shi Lin.


"Iya ,aku memang berasal dari wilayah Dunhuang karena aku selain murid Raja Dewa Phoenix Emas yang tinggal di perbatasan antara Kerajaan Nepal dan Tionggoan."Jawab Shi Lin lembut sekali dan aroma tubuhnya wangi bunga melati yang amat membingungkan namun menjenuhkan hati He Shu Huan.


"Oh ,aku hanya ingin tahu asal mu saja !Aku tak mau tahu hal lain tentangmu..!" Dengus He Shu Huan yang pamit untuk keluar dari ruangan dalam rumah Nyonya Guli Dina untuk menenangkan hati yang di dera perasaan rindu mencekam terhadap Alina.


"Shu Huan kau jangan pergi jauh -jauh nanti kami bagaimana di daerah asing?!"Kata Bi Jin Xiao di sisi lain He Shu Huan saat pria muda kacau itu berdiri dan melewatinya dari samping permadani yang di gelar di lantai rumah itu.


"Iya..Kau tenang saja ,Kakak Xiao." Jawab He Shu Huan dengan nada tenang untuk Bi Jin Xiao tak cemas mengenai tempat yang mereka datangi ini dan juga tentang peraturan yang tak di mengerti Bi Jin Xiao dari suatu daerah yang berbeda -beda.


He Shu Huan melihat sebuah gunung pasir yang menjulang di sudut kanan matanya maka ia pun segera melesat ke gunung pasir itu dan ia tak perlu waktu lama untuk meluapkan sesak yang ada di dalam dadanya.


"Alina..Kau berada di manakah ?? Aku sangat yakin aku bisa gila karena terlalu mencemaskan dirimu..!!" Teriak He Shu Huan di atas gunung pasir yang menjulang tinggi.


"Kyaaa..!! Tolongg!! " Pekik sambutan jeritan hati He Shu Huan ternyata di balas oleh suara halus yang meminta tolong dari sebuah tempat yang berjarak 10 km dari tempat He Shu Huan berada.


"Alina..?Mungkinkah gadis Alina ku?!" Pikir He Shu Huan yang langsung melesat bagai bayangan di tengah malam hari di daerah yang penuh pasir.


Brrr!!


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2