Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Istana Cincin Bunga Seroja.


__ADS_3

He Shu Huan memandangi siluet bayangan Bi Guan yang meninggalkan taman bunga seribu bunga cinta di Istana Kasih Abadi dengan seribu macam gejolak jiwa yang menggelora di dalam diri He Shu Huan.


"Aku harus selidiki Istana Ibu Suri Han Ji Yun ibuku sendiri untuk aku dapat mengetahui tentang kasus serbuk mesiu terbaru ,Sekte Elang Hitam dan hal lainnya."Pikir He Shu Huan.


Prang..!!


Suara pecahan vas bunga di dalam kamar tidur Alina mengejutkan He Shu Huan yang segera tiba di kamar untuk melihat keadaan istrinya.Ia berdiri terpana melihat Alina begitu gusar dan merana di tepi tempat tidur dengan kedua kaki istrinya yang terbuka telah terluka dan berdarah serta sejumlah vas bunga telah hancur berkeping -keping di lantai dekat tempat tidur.


"Alina..Ada apa ,kenapa kau tampak seperti ini?"


Tanya He Shu Huan cepat memerintahkan para dayang Istana juga.


"Cepat kalian bersihkan pecahan vas bunga itu dan ambilkan obat luka Permaisuri untukku.Cepat sekarang juga..!"Perintahnya.


"Siap ,Paduka."Jawab para dayang istana segera melaksanakan perintahnya.


He Shu Huan mengangkat kedua kaki Alina untuk di taruh di pangkuannya.Ia segera mengobati luka di kedua kaki istrinya dengan kelembutan cinta dan kesabaran luar biasa.


"Istirahatlah ,sayang.Aku akan menjaga mu di sisi kamu sayang."Kata He Shu Huan membaringkan Alina di tempat tidur dan memeluk Alina dengan perasaan yang memberikan ketenangan dan juga kenyamanan bagi Alina.


"Pergilah dan menjauhlah dariku..!"Tepis Alina.


"Ei ,sayang..Ada apa dengan mu?"Tanya He Shu Huan menatap heran Sang Istri.


"Kau siapakah ?Aku tidak pernah mengenalimu."


Jawab Alina yang semakin mengherankan hati He Shu Huan.


"Alina jangan bercanda lagi..Aku ini suamimu He Shu Huan.."Kata He Shu Huan sabar sekali.


"Aku juga tidak bercanda karena aku sungguh tak mengenal kamu..!!"Teriak Alina melompat turun ke lantai dengan bergulingan karena kedua kakinya masih sakit.


"Auh..!"Pekiknya.

__ADS_1


"Aduh..Kau jangan membahayakan dirimu sendiri dan lihatlah kamu terjatuh dari tempat tidur."Kata He Shu Huan membungkuk sabar dan He Shu Huan kembali mengangkat tubuh istrinya yang di gendongannya memberontak.


"Akhh..Jangan sentuh aku..!!Lepaskan aku..Aku ini bukan istrimu..Aku ini hanya orang mirip dengan istrimu dan aku juga tidak tahu kenapa aku bisa berada di sini."Kata Alina yang di totok He Shu Huan untuk diam di tempat tidur.


"Kalau kau bukan istriku ?Lalu siapakah dirimu dan di manakah istriku berada?"Tanya He Shu Huan yang kini menghirup aroma gadis yang di letakkan di tempat tidur bukanlah Alina nya.


"Aku ini Alisa dari wilayah Dunhuang..,Aku tidak tahu istrimu berada di mana karena saat aku telah siuman dari obat bius di cincin itu,aku terkejut aku di dalam kamar mewah ini."Jawab Alisa gadis itu.


He Shu Huan memindahkan gadis itu ke lantai dan memerintahkan para dayang istana serta semua orang yang ada di kamar tidur untuk menghadap dirinya.


"Kalian ?Apa kerja kalian di sini sampai kalian tak mengetahui ada orang yang diam -diam masuk ke dalam kamar tidur Permaisuri kalian bahkan telah di gantikan dengan gadis asing itu pun kalian tak tahu?!"Bentak He Shu Huan marah.


"Anak ku ,ada apa ?Kenapa kau emosi seperti ini?"


Tanya Han Ji Yun datang bersama para dayang di belakang wanita usia 55 tahun itu.


"Ibu..Mereka telah lalai menjaga Alina ku."Kata He Shu Huan yang mengangkat telapak tangannya ke seluruh dayang Istrinya yang menjerit kesakitan dan tewas semuanya karena ilmu tapak naga es.


"Aghh..!!"Teriakan kematian para dayang Istrinya.


Tanya Han Ji Yun memandang putranya dengan tidak mempercayai dengan kedua matanya ia lihat putranya membunuh seluruh dayang Alina karena putranya tidak melihat kehadiran istri putranya itu di tempat tidur Alina.


"Ibu..Aku harus menegakkan hukum yang berlaku di Istana Kekaisaran Ming dengan di mulai dari orang -orang yang telah melakukan tindakan yang tak terpuji terhadap istri ku."Jawab He Shu Huan dengan tatapan mata serigalanya kepada semua orang di sekitar ibu nya.


"Jangan..Paduka jangan membunuh kami..!!"


Semua dayang ibunya menjerit kesakitan karena ia telah menggunakan ilmu mata serigala emas sakti.


Han Ji Yun terpucat -pucat melihat peristiwa yang mengejutkan dirinya.Ia berdiri dengan lemas dan terjatuh di lantai dengan tubuh gemetaran karena ia juga takut sekali terhadap putranya yang telah semakin beringas saja.


"He Shu Huan kau sungguh akan membunuh ibu kandung mu sendiri..?!"Pekiknya ketakutan.


"Bunuh saja dia ,Kakak tampan."Kata Alisa yang di dekat seluruh jasad yang berserakan di lantai di kamar tidur Alina di Istana Kasih Abadi.

__ADS_1


"Katakan kepada ku berdasarkan hal apakah aku harus membunuh ibu ku sendiri?"Tanya He Shu Huan berbalik dan menyerang Alisa di lantai.He Shu Huan merobek kulit wajah Alisa yang ternyata adalah Amei.


"Aghhhh..Yang Mulia...!!" Pekik Amei tewas karena di sayat kuku tajam He Shu Huan.


He Shu Huan melompat ke dekat Han Ji Yun yang menatapnya dengan permohonan untuk Han Ji Yun tak di bunuh oleh He Shu Huan .He Shu Huan merobek kulit wajah itu adalah Shi Lin yang amat cantik jelita sekali di wajah pucatnya.


"Shi Lin..Aku tidak akan membunuh mu jika kau beritahu aku di mana Alina ku."Kata He Shu Huan.


"Ya..Ayolah kau ikuti aku sekarang juga."Kata Shi Lin meraih jemari He Shu Huan.


Brrr..!!


Shi Lin mengajak He Shu Huan ke sebuah Istana yang gentengnya berwajah merah bata yang kini telah luntur menjadi warna kuning dan kecoklatan di antara warna oranye.Di Istana itu ada sebuah cincin yang bermotif bunga seroja yang tergeletak di meja altar seorang yang duduk bersila bak Sang Buddha sendiri.


Namun orang itu tidak memperlihatkan kasih dan kelembutan yang terukir di wajah Sang Buddha di seluruh Kuil di negeri Ming dan dunia.He Shu Huan terpana melihat Alina tergeletak pula di lantai batu marmer di Istana lapuk itu.


"He Shu Huan ,aku sungguh senantiasa bahagia sekali dapat bertemu dengan dirimu yang begitu sombong dan angkuh bukan main seakan dirimu adalah pemilik seluruh dunia..!"Kata Han Ji Won di altar itu.


"Wanita tua yang sudah bosan hidup lama sampai kau mencari kubur mu sendiri dengan menantang ku melalui cara kotor mu itu..!!"Balas He Shu Huan yang mengetahui bahwa di sekitar Istana lapuk itu telah begitu banyak sekali musuh yang telah hadir dan mengurungnya.


"Shi Lin terimakasih kau sudah menunaikan tugas kamu dengan baik melalui kau membawanya ke hadapan ku dan orang -orang ku yang berjuluk Sekte Macan Kumbang Han."Kata Han Ji Won di meja altar sambil bertepuk tangan sebagai kode untuk memanggil para pasukannya untuk bawa Han Ji Yun asli di hadapan He Shu Huan dengan keadaan Han Ji Yun terluka di seluruh tubuhnya.


"Shi Lin ,kau bekerjasama dengan mereka?"Tanya He Shu Huan tajam kepada gadis manis itu.


"Iya,aku terpaksa karena mereka telah memberiku pil racun empedu anaconda."Jawab Shi Lin yang tak mau bilang kepada He Shu Huan kalau Shi Lin harus mencari cara lain dan waktu yang tepat bagi Shi Lin dapat membalaskan dendamnya kepada Liu Ze Bun dan Han Ji Won yang telah hancurkan Shi Lin.


"Uh ku kira kau tak pernah takut mati ternyata kau ini mengecewakan ku saja karena kamu kini telah menjadi seorang Shi Lin yang pengecut hina."Kata He Shu Huan mendengus kecewa kepada Shi Lin.


"Shu Huan ,kau tidak tahu betapa aku telah hancur karena diriku kini tidak bisa menjadi milik mu tapi milik Liu Ze Bun sialan itu...Shu Huan ,aku ini amat mencintaimu sepenuh jiwa ragaku."Kata Shi Lin di dalam hatinya dengan menatap lembut He Shu Huan.


He Shu Huan tidak menatap Shi Lin karena He Shu Huan sedang menatap tajam Han Ji Won dan 78 pasukan Sekte Macan Kumbang Han yang telah melukai Han Ji Yun dan menyandera Alina di lantai batu marmer di dalam Istana lapuk.


"Istana apakah ini ?"Tanya He Shu Huan tanpa ia memandang Shi Lin di sampingnya.

__ADS_1


"Istana Cincin Bunga Seroja."Jawab Shi Lin yang semakin terkikis jiwanya karena di abaikan He Shu Huan yang sangat di cintainya itu.


Bersambung..!!


__ADS_2