Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Jalan Pintas Menuju Ke Kekaisaran Gi.


__ADS_3

Byurrr!!


Rombongan He Shu Huan terjun dari ruang unik di dalam dinding hutan pegunungan Wu Tang yang amat mengesankan bagi petualangan awal baru mereka di usia dewasa mereka semua.


"Air terjun nya dalam sekali..Ah ,kita harus mencari tahu permukaan atas dari air terjun yang curam ini namun indah bak surgawi saja."Kata Bi Jin Xiao di sisi istrinya Wen Hui Ling.Mereka berenang begitu cepat dan tiba di sebuah bantaran sungai kecil.


"Puhhh ,banyak sekali batu -batu karang besar di sekitar air sungai kecil ini."Kata Bi Guan meludah ke air sungai untuk membuang napas yang tadi di tahannya dalam usaha renang di air terjun dalam nan curam serta panjang sekali.


"Ini namakan sungai kecil Gi wilayah terrahasia di Kekaisaran Gi kami."Kata Gi Min Sa memanggul ayahnya menuju ke tepi sungai dan menaruh Gi Min Ji di batu -batu kecil pinggiran sungai.


"Mmm ,apakah kita berada di dekat gunung Gi?"


Tanya He Shu Huan mengangkat Alina dari dalam sungai ke batang pohon tepi sungai.


"Iya ,Anda benar sekali."Jawab Gi Min Sa kagumi kegagahan He Shu Huan sejak ia dan ayahnya di selamatkan oleh He Shu Huan dari kurungan besi dan baja dasar lantai dinding unik di dalam goa pegunungan Wu Tang beberapa hari yang lalu.


"Kunci logam pipih anda masih adakah di diri anda Paman Gi?"Tanya Alina halus.Istri He Shu Huan ini mengeringkan pakaian,rambut dan tubuh basah kuyupnya dengan ilmu sinkang naga api biru yang di atur sebaik mungkin atas petunjuk He Shu Huan untuk istrinya terkasih.


Mendengar hal yang mengenai logam pipih nya itu Gi Min Ji teringat ia pernah melihat seseorang di samping kurungan besi dan baja di lantai dasar pegunungan Wu Tang dan orang itu merogoh seluruh pakaiannya dan ia tahu pusakanya telah di curi oleh seseorang saat ia masih lemah dan setengah sadar.


"Ah pusaka ku itu telah di curi orang saat aku baru sadar dari pingsan ku di jeruji besi dan baja itu."


Jawab Gi Min Ji lesu.


"Hmmmm..Apakah jangan -jangan ada maling di dekat jeruji besi dan baja yang mengurung mu dan Gi Min Sa ?"Tanya Bi Guan cekatan.


"Mungkin saja maling lihai yang bisa tak terlihai di mana ada seorang He Shu Huan di sekitar mu di goa itu."Ucap Bi Jin Xiao mengelus dagunya yang ada tumbuh janggut halus.


"Raja Maling Ru Rao Yung kah yang berada di sana ?"Tanya Gi Min Sa meringis ngeri sekali saat ia ingat pria tua sadis itu pernah meraba tubuhnya dengan kasar dan nyaris menodai nya bila ia tak di tolong oleh Fung Yu Li dan suku orang mini lain di dekat rumah mereka di kota kaum orang mini.


"Tak mungkin karena Ru Rao Yung memiliki bau khas yang bisa ku cium di saat aku datang bantu kalian keluar dari kurungan besi dan baja itu."Kata He Shu Huan duduk di batang pohon di samping Alina.

__ADS_1


"Bau khas apakah yang di miliki oleh Ru Rao Yung itu ?"Tanya Wen Hui Ling menerima buah blueberi liar dari Shi Lin dapatkan di sekitar lokasi itu.


"Bau khas pria tak pernah mandi karena tubuhnya penuh kotoran penyakit kulit yang membekas kuat di tubuhnya seumur hidupnya."Jawab He Shu Huan menerima buah blueberi juga dari Shi Lin.


"Ihh kurap kah?" Tanya Ming Ming menikmati buah blueberi liar asam itu.


"Iya semacam hal itu"Jawab Bi Guan mengernyit asam dan membuang blueberi di tanah.


"Kenapa kau membuang buah anggur biru kecil itu di tanah?" Tegur Ming Ming kepada Bi Guan.


"Karena terlalu asam sekali bagi ku."Jawab Bi Guan menatap Ming Ming lurus.


"Hmm ,kenapa menatap ku begitu ?Bukankah kau sudah puas menikmati ku beberapa hari lalu di lubang gelap dasar lantai goa pegunungan Wu Tang?" Tanya Ming Ming menutup wajah Bi Guan dengan saputangan sutra merahnya.


"Aku curiga saja jangan -jangan kau ini.."


"Aku kenapa ?Ihh jangan ngawur deh ah."Tukas Ming Ming berjalan lebih dulu dari Bi Guan untuk mengikuti rombongan mereka yang sudah jalan ke arah hutan di depan.


"Iya ,ya ya aku tidak ngawur tapi kau jangan marah -marah seperti itu kepadaku atau aku bisa selidiki ulang dirimu untuk keamanan masa depan kita."


Bi Jin Xiao memakai ujung sarung pedangnya di sepanjang jalan masuk hutan untuk membuka jalan bagi yang lain dari rimbunan daun -daun nan lebat namun warna coklat dan kering sekarang ini karena telah masuk pertengahan musim gugur.


Shi Lin berhenti di depan Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling untuk memberitahu yang lainnya ada enam ekor babi hutan liar yang menghadang mereka di tengah hutan.


"Makan enak nih.."Ucap Bi Guan sudah bersiap untuk membidikkan senjata rahasianya ke arah enam ekor babi hutan itu.


"Jangan makan babi hutan itu karna mereka ada racunnya sejak Sekte Kapak Kilat Sakti merawat mereka."Kata Gi Min Ji yang membuat Bi Guan urungkan niat untuk menikmati hidangan yang masih hidup di hadapan mereka semua.


"Lalu apakah kita harus membiarkan mereka asyik menghadang kita ?"Tanya Bi Guan manyun.


"Oh tidak kita harus membuat mereka pergi dari depan kita melalui seruling bambu yang di tiup oleh ku."Jawab He Shu Huan meniup seruling ke arah enam ekor babi hutan yang menghadang di depan mereka dengan menggunakan ilmu tiupan angin lembut namun akibatnya enam ekor babi hutan itu terjengkang di tanah dalam keadaan mati seketika itu juga.

__ADS_1


Puh,bruk!!


"Kau membunuhnya tapi tak memakan mereka sama saja menyia-yiakan anugerah alam kepada kita."Keluh Bi Guan yang gunakan serbuk api suci membakar habis enam ekor babi itu.


Brush!!


"Lah kau memanggang mereka tapi kau tak mau menikmati kelezatan daging mereka yang berarti kau juga sudah menyia -yiakan layanan istimewa dari pejabat hebat di Kekaisaran Gi."Kata He Shu Huan berjalan di samping api yang membakar 6 ekor babi hutan itu.


"Iya karena mereka ada bahan yang mengesankan ku sekali."Kata Bi Guan mengambil abu 6 ekor babi hutan dan di masukkan ke dalam botol kecil keramik warna coklat.


"Bahan mengesankan mu adalah percobaan baru mu kan ?" Tanya Ming Ming menggeleng kepala.


"Iya kamu benar sekali sayang.Aku ingin mereka coba minum arak karya ku yang tak ada duanya di dunia."Jawab Bi Guan mengocok botol kecil itu.


Bi Jin Xiao dan yang lainnya mengikuti langkah He Shu Huan dan Alina ke arah paling dalam sekali dari hutan itu dan menanti Bi Guan dan Ming Ming di persimpangan jalan ke arah jalan menanjak dan curam sekali.


"Beginilah jalan pintas yang artinya jalan sulit dan curam yang menjadi tantangan kita untuk kita bisa mencapai lokasi yang kita tuju dari perjalanan kita di wilayah Kekaisaran Gi."Kata He Shu Huan yang tersenyum lembut untuk Alina yang tahu maksud senyuman suaminya yakni ia harus berada di atas punggung suaminya untuk kenyamannya dan juga keringanan sang suami.


"Terimakasih sayang kau semakin pengertian."


Kata Alina berada di punggung He Shu Huan.


"Paman Gi silakan anda naik ke punggung ku saja"


Kata Bi Guan ramah.


"Iya ,terimakasih Guan."Jawab Gi Min Ji sangat amat terkesan dengan kesopanan anak -anak muda dan mudi itu.


"Ming Ming ,kau bersama ku saja."Kata Shi Lin.Ia mengulurkan tangannya untuk membantu Ming Ming dan Gi Min Sa sekaligus.


"Ming Ming bersama dengan ku dan Jin Xiao Koko "Kata Bi Guan yang enggan istrinya bergandengan tangan dengan pemuda lain.

__ADS_1


"Baiklah tak apa aku mengerti."Kata Shi Lin yang menggandeng tangan Gi Min Sa lalu berjalan di depan yang lainnya.


Bersambung ..


__ADS_2