Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Desa Kecil Harimau Gurun.


__ADS_3

Keesokan harinya rombongan dari He Shu Huan meneruskan perjalanan mereka dengan cukup cepat sehingga mereka dapat tiba di desa kecil harimau gurun pada siang hari menjelang sore hari dan di hari yang sama.


"Kita berhasil menempuh perjalanan dari hutan tepi sungai kecil tanpa nama ke desa kecil harimau gurun hanya dalam waktu 8 jam saja."


Kata Bi Jin Xiao terlihat amat senang sekali bisa menemukan sebuah kedai untuk mengisi perut mereka yang sudah kelaparan dan kehausan.


"Bilang saja kau sudah tidak tahan untuk makan dan minum kepada ku ." Kata He Shu Huan yang lebih tertarik terhadap penjual bunga yang duduk di pinggir sebuah rumah kumuh di desa tersebut.


"Hei ,Huan kamu mau pergi ke mana?" Tanya Bi Guan segera karena ia lihat He Shu Huan berjalan ke arah lain.


"Aku mau mencari tempat untuk menguras perut aku dulu sebelum aku mengisi perutku lagi." Jawab He Shu Huan asal saja namun Bi Guan bisa mempercayai ucapannya itu.


"Ah belum di isi perutnya sudah memberontak..Ah dasar tong lubang kosong dia itu..Ayo kita ikuti Bi Jin Xiao Koko saja ke kedai lebih dulu untuk kita dapat memesan makanan dan minuman yang paling enak di desa kecil harimau gurun ini."Kata Bi Guan seraya menggandeng tangan Ming Ming dan Wang Yi Tou dengan di ikuti oleh Shi Lin yang melirik ke arah He Shu Huan menghilang dengan sangat cepat bagaikan buih saja.


He Shu Huan tertarik untuk menghampiri penjual bunga yang duduk di pinggir rumah kumuh namun ia di kejutkan oleh sebuah teriakan melengking di belokan sebuah gang kecil yang mengarah ke rumah bordil.


"Tolongggg!!!..Akhh jangan!! " Lengking seorang gadis yang berusaha keras untuk menyelamatkan diri dari gerombolan pria tubuh tinggi dan besar yang membelenggu kedua tangan dan kaki gadis yang akan di jual ke rumah bordil.


He Shu Huan mengedarkan pandang matanya ke arah tempat sampah yang segeralah menjadi alat untuk menyerang gerombolan pria tubuh tinggi dan besar dengan sebuah ilmu sinkang naga api yang amat dashyat menyambar hangus seluruh gerombolan pria tubuh tinggi besar yang ingin menjual seorang gadis yang mengejutkan hati He Shu Huan.


Wush,brushh!!


"Alina...!"

__ADS_1


He Shu Huan cepat memeluk gadis itu dengan perasaan rindu.


"Kau siapakah? " Tanya gadis itu tampak bingung dan asing terhadap He Shu Huan.


"Alina kenapa kau tak mengenaliku ?Aku ini He Shu Huan suami mu dan ayah dari 4 putra kita tersayang?" Tanya He Shu Huan terkejut sekali tapi ia dengan nalar nya dapat mengetahui bahwa gadis itu bukanlah Alina -nya meskipun mereka begitu mirip sekali.


"Karena aku bukanlah istri mu yang bernama Alina tetapi Yi Lin salah satu putri kembar dari Ketua Sekte Naga Gurun yang di culik dan di pisahkan oleh penculik kami yang bernama Wen Bai Zen dari Sekte Harimau Hitam Gurun Gobi Barat ,dan aku di bawa ke sini sedangkan kakak -kakak ku terpencar dari ku entah berada di mana."Jawab Yi Lin nama gadis yang mirip dengan Alina itu.


"Hmmm..Baiklah..Terimakasih atas penjelasan dan informasi mu untuk ku.."Kata He Shu Huan.


Pria ini merasa hampa karena rindu yang sangat menyesakkan dadanya terhadap Alina istrinya yang tercinta dan sekarang muncul gadis yang mirip dengan Alina namun tetap saja bagi He Shu Huan adalah Alina yang paling cantik sedunia.


"Tuan apakah aku boleh ikut bersama dengan mu untuk aku bisa merasa aman di dekatmu dari Wen Bai Zen dan anak buahnya yang masih terus saja memburu aku?" Tanya Yi Lin memohon He Shu Huan untuk melindunginya.


"Iya boleh." Jawab He Shu Huan yang berjalan ke arah kedai.


"Namanya Yi Lin ,dan ia seorang tawanan orang itu."Jawab He Shu Huan lesu.


"Hai,Nona Yi Lin perkenalkan nama ku Bi Guan Si Sastrawan Bodoh ganteng Bi Guan ,dan mereka itu isteri -istriku ,lalu kedua pria tampan itu adalah kakak ku Bi Jin Xiao dan sahabat kami Shi Lin."


Kata Bi Guan memasang senyuman memikat hati yang melunturkan ketakutan Yi Lin terhadap nama besar Bi Guan sendiri.


"Iya ,terimakasih Tuan Bi." Jawab Yi Lin merona.

__ADS_1


"Ayo duduk di dekat ku..Ayolah..Jangan malu -malu tapi mau." Kata Bi Guan menarik lengan Yi Lin tanpa sungkan lalu menyuruh gadis itu duduk di sampingnya sampai Wang Yi Tou pindah duduk ke dekat Shi Lin yang muram.


"Huan ,marilah kita makan dan minum dahulu lalu kita bisa jalan -jalan keliling desa ini sampai kita berhasil menemukan rumah untuk kita berlibur sementara waktu di sini." Kata Bi Jin Xiao terampil sekali dalam melayani kebutuhan harian adik ipar dan juga Kaisar nya.


"Iya ,Terimakasih Kakak Xiao." Jawab He Shu Huan sopan sekali.


Sesudah mereka makan malam di kedai.Mereka melanjutkan misi dengan cara santai seperti orang berlibur saja yaitu melihat -lihat desa kecil harimau gurun dengan riang gembira dan mereka bermain -main di sebuah terowongan yang ingin mereka teliti.


"Terowongan yang menembus ke arah manakah terowongan ini?" Tanya He Shu Huan penasaran sekali dengan penemuan tak sengaja Bi Guan yang ingin buang air besar di semak belukar di bagian lain desa kecil tersebut.


"Entahlah..Mari kita coba selidiki." Jawab Bi Guan yang batal buang air besar untuk sementara waktu sampai menemukan tempat yang paling nyaman untuk nya bisa buang air besar.


"Guan ,apakah kau yakin bisa tahan untuk perut kamu itu?" Tanya Bi Jin Xiao geli.


"Bisa dan yakin sekali." Jawab Bi Guan tampak sabar sekali.


Para wanita menahan malu melihat celana Bi Guan gagal di turunkan karena ulah He Shu Huan yang sangat antusias sekali ingin menyelusuri terowongan penemuan hebat mereka.


"Aku sangat ingin tahu tempat apa yang aku bisa temukan dari terowongan panjang dan gelap ini."


Kata He Shu Huan tanpa ada rasa bersalah pada Bi Guan yang waktu pribadinya dengan alam di isi perutnya telah terganggu oleh ulah kerja keras He Shu Huan yang tak pernah mengenal istilah lelah dan putus asa.


"Sayang ,sayang ,sayang ku marilah kita jalan lagi di belakang bocah gila kerja itu."Kata Bi Guan di sekitar para wanitanya sampai Shi Lin enggan di sekitar Bi Guan dan pindah untuk berjalan di sisi He Shu Huan.

__ADS_1


He Shu Huan memerhatikan setiap langit -langit dan sudut terowongan itu karena ia dan Shi Lin berjalan di depan daripada para sahabatnya yang mengganggap perjalanan kali ini adalah sesuatu yang sangat pantas di sebut berwisata alam.


Bersambung


__ADS_2