Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Mencari Jalan Keluar Dari Lembah Fatamorgana.


__ADS_3

"Guan,di manakah Kakak Xiao ?"Tanya He Shu Huan mencari -cari Bi Jin Xiao sejak Bi Guan dan Du Ling datang ke markas cabang Sekte Harimau Gurun di Kota Xinjiang.


"Kakak Xiao sudah tiada."Jawab Bi Guan sedih dan ia menceritakan secara singkat ,jelas dan padat mengenai peristiwa di rumah Nyonya Besar Guli Dina kepada He Shu Huan.


He Shu Huan memejamkan kedua matanya untuk memanjatkan doa sejenak untuk Bi Jin Xiao lalu He Shu Huan melanjutkan langkah nya memandu Bi Guan dan para wanita untuk keluar dari lembah fatamorgana.


"Apakah lembah ini yang di namakan sebagai lembah fatamorgana oleh semua saudagar dan para musafir yang menjelajahi gurun pasir barat?"


Tanya Ming Ming melangkah dengan susah payah di atas gumpalan -gumpalan pasir yang sangat tebal.


"Ya ,atau di sebut juga lembah oasis karena pasir yang berada di sekitar kita penuh dengan jebakan yang tak terduga serta berada di dekat lembah tak berhati yakni sebuah daerah yang penuh sarang penyamun."Jawab Shi Lin membantu Du Ling dan Wang Yi Tou jalan di pasir yang aman.


"Auh..!Aduh..!"


"Ada apa dengan mu ,Nona Guli Puspita?" Tanya Bi Guan menengok ke arah sampingnya mendengar suara keluhan dari gadis Xinjiang.


"Kaki ku tertusuk duri landak pasir."Jawab Guli Puspita meringis perih pada telapak kakinya.


"Coba aku lihat apakah duri landak pasir masuk ke dalam telapak kaki mu melalui sepatu kulit kamu yang sudah rusak itu ?!"Kata Bi Guan ramah dan ia menarik halus lengan Guli Puspita dan meminta gadis itu duduk di atas pasir yang agak tinggi dan ia berniat untuk membuka sepasang sepatu gadis yang wajahnya yang bercadar itu merona.


"Jangan khawatir setelah aku melihat kedua kaki mu ,aku akan menikahi mu sebagai Selir ku yang ke 4."Kata Bi Guan menatap gadis itu sebelum ia membuka sepasang sepatu Guli Puspita yang mengangguk dengan manis sekali kepada Bi Guan yang memberinya senyuman memikat hati gadis.


Bi Guan membuka sepasang sepatu Guli Puspita dan membuka sepasang kaki serta melihat kedua kaki mulus gadis yang memperlihatkan duri -duri tumbuhan kasar yang menancap telapak kedua kaki gadis itu.


Lalu Bi Guan mencabut duri -duri itu dengan hati -hati agar Guli Puspita tak merasakan terlalu sakit dan perih melepuh ,kemudian Bi Guan memberi obat cair yang sejuk sekali sehingga telapak kaki Guli Puspita cepat sembuh dan gadis itu pun kembali nyaman berjalan di hamparan pasir yang sangat tebal dan panas.


"Tuan Bi ,apakah benar anda akan menikahiku usai anda adalah satu -satunya pria yang melihat dan menyentuh kaki ku ?"Tanya Guli Puspita dengan nada lembut setelah mereka berhasil menemukan sebuah tempat untuk istirahat.


"Iya ,saat ini juga aku bisa menikahimu Guli ,jika kau tak merasa keberatan dengan suasana ruang istirahat kita di goa batu ini."Jawab Bi Guan nada tulus kepada Guli Puspita namun tatapan matanya ke arah Du Ling yang duduk di pintu goa bantu di dekat He Shu Huan yang tampak sibuk sekali di dalam pemikiran pria tampan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Tentu saja aku tak merasa keberatan sama sekali karena diri ku sudah terlihat oleh mu ,maka aku ini milik mu sudah."Kata Guli Puspita menundukkan wajahnya dengan malu.


Bi Guan memberi kode kepada Ming Ming,Wang Yi Tou ,dan Yi Lin untuk membuat meja altar untuk ritual pernikahannya dengan Guli Puspita dapat di gelar di goa batu pada malam hari itu.


Sesudah Bi Guan dan Guli Puspita melakukan ritual pernikahan secara sederhana namun ada maknanya yang mengikatkan mereka dengan hukum pernikahan adat istiadat dan sumpah pada langit dan bumi.


"Sekarang izinkanlah aku mencium mu ,Guli." Kata Bi Guan merangkul Guli dan membuka cadar dari wajah selirnya ,lalu Bi Guan bisa melihat betapa cantik jelitanya selirnya ini.


"Kau sungguh bunga yang tumbuh di gurun pasir dengan sangat indah bukan main."Puji Bi Guan di hadapan Guli ,lalu Bi Guan mencium bibir Guli dan memainkan rongga mulut gadis itu dengan liar.


"Guan Gege,kau tak mungkin melakukan tugas mu kepada Guli di goa batu ini ,lihatlah ada kami dan Shu Huan."Kata Ming Ming mengingatkan Bi Guan yang sudah berniat untuk melepaskan pakaian di tubuh Guli Puspita usai bermain di rongga mulut dan leher Guli dengan ganas.


He Shu Huan mendengar perkataan Ming Ming dan ia segera berdiri meninggalkan goa batu di ikuti oleh Du Ling dan Shi Lin yang cepat tahu diri untuk memberikan ruang dan waktu pribadi untuk Bi Guan bersama para isteri pria itu.


Di jarak yang cukup pantas untuk menghormati dan menghargai pribadi sahabatnya.He Shu Huan berhenti di sebuah tebing dan memandangi langit malam dengan perasaan yang sangat hampa.


Du Ling dan Shi Lin tak berani mengganggu He Shu Huan.Kedua gadis yang sudah jatuh cinta ini memilih untuk berdiri cukup jauh dari He Shu Huan dengan tatapan mata memandangi punggung He Shu Huan yang kekar dan tegap itu.


Di sebuah lembah yang sangat penuh orang -orang barbar dan ganas sekali terdapatlah Alina yang mencari cara untuk keluar dari lembah yang di sebut lembah tak berhati atau lembah neraka.


"Cih..Gadis liar dari mana yang sudah berani cari mati datang ke lembah neraka dan sekarang ingin kabur ?" Tanya seorang pria bertubuh sedang dan tampan yang tak sengaja menemukan Alina di tepi tebing jurang lembah neraka.


"Puh..Pria hidung babi dari mana yang sudah tak mau hidup lagi mencoba menghalangi ku Iblis Kecil untuk pergi dari lembah neraka ?"Tanya Alina dengan nada sindiran yang amat tajam sekali.


Pria itu terkekeh mendengar suara manis Alina dan terpesona melihat dari dekat betapa luar biasa cantik jelita dan manis sekali gadis muda di depannya itu.


"Wahhhh..Aku Zhi Long sangat beruntung sekali dapat berjodoh dengan seorang dara muda yang bagaikan Dewi Langit saja.Hai ,Nona kau sungguh beruntung di temukan oleh ku ?Coba jika kamu di temukan oleh 7 paman dan 7 bibi ku ?Wah apakah kamu masih bisa bicara sesombong ini di depan ku ?" Pemuda ini perlahan -lahan mendekati Alina.


Alina dengan sikap yang amat agung dan berani menarik lepas akar daun yang niatnya ingin ia jadikan alat untuk memanjat tebing agar ia bisa keluar dari lembah neraka ,namun melihat adanya ancaman yang mengerikan akan datang kepada dirinya,ia pun menggunakan akar daun sebagai senjatanya yang ia alirkan ilmu sinkang Dewi Aira.

__ADS_1


Wutt,wutt,wutt!!


Gadis ini memutar -mutar akar daun di atas kepala dan membentuk sebuah tambang kuat sekali dan siap untuk di gunakannya menghadapi pria muda yang mendekatinya dengan raut wajah tampan namun tatapan mata menyorot tajam menjelajahi tubuhnya yang tertutup pakaian sutra warna hijau.


"Gadis liar ,apakah kau bisa menang dari ku?"Zhi Long pria itu meliukkan tangan kanan merampas ujung akar daun Alina untuk dengan satu kali daya kekuatan menarik yang sangat cepat sekali.


Wutt,tep!


Alina ikut tertarik pula dan tertangkap oleh Zhi Long yang memeluknya dengan liar.


"Puhhh..!! "


Alina menyemburkan racun ular hijau dari mulut ke arah Zhi Long yang kaget sekali lalu pria ini pun melepaskannya supaya tak menjadi korban liar dan ganas Alina.


"Bedebah..Gadis liar..!! "Teriak Zhi Long melihat Alina kabur dengan ilmu ginkang walet sakti.


Brrr!!


"Zhi Long..Ada apa? Kenapa kau tampak marah sekali? " Tanya beberapa orang barbar dan liar telah mendatangi Zhi Long di pintu dasar lembah neraka.


"Ada bocah perempuan yang ingin ku miliki tapi ia telah kabur dari ku...Huh ,sebal."Jawab Zhi Long.


"Ya ,kau tangkap lagi saja."Kata salah satu dari para anak buahnya yang melemparkan sebuah jaring sutra yang amat lentur ke arah atas tebing dan tubuh pria itu bergerak bak anak panah untuk menangkap Alina yang berlari begitu kencang ke arah lembah yang sama dengan lembah tempat istirahat He Shu Huan dan para sahabat.


Wer,wer,wutt!!


Tetapi saat Alina akan tiba di lembah gunung batu dirinya di sergap jaring sutra yang membungkus dirinya dan seorang pria kasar memanggulnya untuk kembali ke lembah tak berhati.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2