Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Kota Qi.


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Kereta kuda yang di apit beberapa orang berkuda secara rapi telah tiba di sebuah kota yang berada di bawah gunung Qi.Kota ini bernama Kota Qi.


Gredekk..Gredekk..!!


"Tuan Besar He ,kita sudah tiba di Kota Qi." Lapor Chang Wu Lin turun dari tempat duduknya di belakang kereta kuda.Pemuda usia 28 tahun ini bicara di pintu jendela kereta kuda.


"Chang Wu Lin ,bisakah kau carikan penginapan untuk kita sementara waktu di Kota Qi?"Pinta Shi Lin membuka pintu jendela kereta kuda untuk Shi Lin bisa bicara kepada Chang Wu Lin.


"Iya,aku tentu saja aku bisa mencarikan losmen untuk kita semua bisa tinggal sementara waktu di Kota Qi."Jawab Chang Wu Lin cekatan memahami bahasa daerah Shi Lin yang khas sekali.


"Terimakasih ,Chang Wu Lin."Kata Shi Lin ramah.


Di dalam kereta kuda.He Shu Huan melirik tajam Shi Lin yang berbicara ramah kepada Chang Wu Lin.


"Dasar gadis genit yang suka mengumbar senyum memuakkan."Kata He Shu Huan di dalam hatinya dengan nada sinis.


"Huan Gege..Cobalah kau pilihkan aku pakaian yang menurutmu cocok dan serasi dengan jepitan rambut ku di hari ini di musim dingin ini."Pinta Alina menggelar pakaian dan riasan rambut di meja di dalam kereta kuda untuk di tunjukkannya pada He Shu Huan.


He Shu Huan melihat sejenak untuk menilai dan memilihkan pakaian yang sesuai dengan tata rias di rambut sanggul indah Alina di pagi hari itu,lalu ia berkata."Aku ingin kamu memakai pakaian motif bunga musim dingin dengan jepitan rambut yang sederhana yaitu motif bunga phoeny."


He Shu Huan memberikan pilihannya kepada Alina yang segera mematuhinya untuk berganti baju dan tata rias rambut sesuai pilihan He Shu Huan sebagai suami nya Alina.


"Shi Lin ,kenapa kau diam saja tanpa mengganti pakaian mu juga seperti Alina?"Tegur He Shu Huan melemparkan pakaian dan tata rias rambut wanita ke pangkuan Shi Lin yang terkesiap kaget melihat dirinya di perintahkan He Shu Huan untuk ganti baju dan penampilan riasan rambutnya juga.


"Ah..Ta..Tapi Yang Mulia..Hamba..?!"


"Shi Lin turuti sajalah perintah Huan Gege."Ucap Alina di balik tirai pembatas untuk ganti pakaian secara sopan.

__ADS_1


"Ah ,ya..Baiklah Paduka Kaisar ,"Jawab Shi Lin yang kini menggantikan posisi Alina di balik tirai pembatas di dalam kereta kuda supermewah itu.


Alina sudah duduk rapi di samping He Shu Huan yang menatap lurus pintu kereta kuda untuk fokus terhadap protokol yang di terapkannya di dalam perjalanan mereka ke gunung Qi.


Pintu kereta kuda terbuka untuk He Shu Huan lebih dahulu turun daripada Alina yang di gendong He Shu Huan untuk turun dari kereta kuda,lalu He Shu Huan membantu Shi Lin turun juga dari kereta kuda.


"Di sini kita berperan sebagai seorang suami yang memiliki dua orang istri untuk menyelidikan kita di kota Qi ini bisa berjalan dengan sempurna."Kata He Shu Huan yang menggandeng tangan Alina di tangan kiri dan menggandeng tangan Shi Lin di tangan kanan.


Mereka lebih dahulu berjalan menuju ke losmen yang sudah di sewa oleh Chang Wu Lin untuk mereka semua bisa tinggal selama di Kota Qi yang sangat unik dan asing bagi mereka semua terutama untuk Alina.


"Di sini kota yang menerapkan sistem pernikahan massal untuk satu pria dengan beberapa orang gadis ,namun di karenakan aku tak mau terlibat kasus pernikahan massal yang seringkali di terapkan di Kota Qi.Aku menginginkan Shi Lin untuk membantu ku dan Alina."Kata He Shu Huan berjalan begitu ringan memasuki losmennya.


"Tuan Besar He ,silakan Anda mencicipi makanan dan minuman arak khas Kota Qi."Kata Lan Xue Ling membawakan nampan isi beberapa piring dan mangkuk aneka makanan khas Kota Qi serta membawakan beberapa guci arak yang tercium aromanya begitu menyengat di hidung He Shu Huan.


"Wah..Arak aroma yang membuat ku penasaran untuk aku bisa mencicipinya."Kata He Shu Huan yang mengambil guci arak paling kecil yang di tuangkan isinya ke dalam mangkuk yang langsung di angkat dari meja oleh tangannya dan di minum tanpa beban.


"Bagaimana rasa arak itu ,Tuan Besar He?"Tanya Chang Ching Mi menelan air liur melihat jakun di tenggorokan He Shu Huan bergerak menelan arak dengan suara yang memikat.


"Segar dan aromanya hampir mirip dengan arak di Kekaisaran Dalibisi begitu wangi dan manis."Kata He Shu Huan yang kini menyumpitkan sayur di piring ke dalam mangkuk nasinya lalu di makan olehnya.


"Kalau sayur bunga kubis tumis bagaimana rasa yang Anda rasakan saat Anda memakannya?" Tanya Lan Xue Ling menatap lurus He Shu Huan di hadapannya.


"Gurih dan segar."Jawab He Shu Huan yang kedua matanya menatap ke arah Alina yang menuruni tangga bersama Shi Lin dengan anggun sekali.


"Emmm..Mereka memang selalu gurih dan segar bagi Anda.."Kata Zhang Xiao Chan duduk lesu di kursi di samping kanan Lan Xue Ling.


"Suami ku ,aku sudah mempersiapkan bak mandi air hangat untuk kamu mandi di dalam kamar tidur khusus untuk mu."Kata Alina yang di papah Shi Lin untuk duduk di bangku di samping kanan He Shu Huan.


"Iya,terima kasih istriku sayang."Kata He Shu Huan merangkul pundak Alina dan mengecup lembut pipi kanan Alina sebelum pergi mandi ke lantai atas di losmen itu.

__ADS_1


"Chang Wu Lin tolong kamu buka peta gunung Qi di meja di depan ku ini."Perintah Alina kepada Chang Wu Lin.


"Siap ,Nyonya Besar He." Jawab Chang Wu Lin dengan sigap.


Peta di gelar atas meja yang ada di depan Alina yang mulai menggelar rapat bersama dengan para pengikut setia He Shu Huan yang berjuluk Sekte Serigala Emas Sakti.


"Jalan yang ada gambar kepala ular sanca itu ada di daerah mana?"Tanya Alina menggunakan kuas untuk menunjuk gambar yang di pertanyakannya kepada para pengikut itu.


"Daerah Desa 9 Matahari."Jawab Shi Lin begitu di tunjuk gambar di peta oleh kuas di tangan Alina.


"Desa 9 matahari ?Desa apakah itu?" Tanya Alina ingin tahu kepada Shi Lin.


"Desa tempat tinggal seorang sakti yang sudah lama pensiun dari dunia persilatan Tionggoan dan orang sakti itu di kenal sebagai Pendeta tangan 9 matahari oleh penduduk di sekitar desa tersebut."


Jawab Shi Lin yang merasa kuas di tangannya di ambil seseorang dari belakang dan setelah Shi Lin menyadari kalau kuas itu di ambil oleh He Shu Huan.


"Coba perhatikan dua titik dan tiga koma yang ada di gambar kepala ular sanca itu."Kata He Shu Huan tanpa menghiraukan gadis yang menoleh ke arahnya.


Alina merasakan desiran angin yang membuat hati Alina merasa dingin dan Alina seketika itu jua ada perasaan takut juga kalau keisengannya yang suka mendekatkan Shi Lin dengan He Shu Huan selama perjalanan mereka di dalam kereta kuda ke gunung Qi menjadi bumerang bagi Alina.


"Astaga ,apakah aku salah melakukan candaan yang niatku mengharapkan agar Shi Lin dapat memiliki seorang sahabat dan kakak seperti Huan Gege telah membuat mereka berdua memiliki rasa yang menakutkan ku?"Pikir Alina merasa dingin.


"Dua titik dan tiga koma ini menunjukkan adanya sarang penyamun dan ahli racun di daerah itu."


Kata Shi Lin menatap lembut dagu dan rahang He Shu Huan yang gagah perkasa di matanya.


"Hmm Raja Penyamun dan Ratu Racun Ular Sanca Gunung Qi yang tinggap di daerah gambar kepala ular sanca itu."Kata He Shu Huan menundukkan pandangan matanya tepat menatap Shi Lin saat itu juga.


Alina menarik lengan He Shu Huan untuk suami itu pindah tempat berdirinya tidak di belakang Shi Lin tetapi di belakang dirinya.He Shu Huan menyadari maksud Alina dengan cepat ,maka He Shu Huan pun mematuhi istrinya tanpa ragu.

__ADS_1


"Hmmm..Permainan peranan sistem Kota Qi bisa membuat mereka menjadi kenyataan apabila Alina tidak memiliki kekuatan mental untuk hadapi rintangan di dalam pernikahannya dengan Kaisar Ming Huan karena Ming Huan tetaplah seorang Kaisar yang tentunya tak kan pernah puas hanya harus hidup dengan seorang istri saja di dalam kehidupannya sebagai jiwa seorang penguasa sejat di era Kekaisaran Ming Sejati."Kata Chang Wu Lin di dalam hatinya karena pria ini dapat mellihat bahaya mengancam sistem yang sedang di usahakan di terapkan oleh He Shu Huan untuk diri He Shu Huan sebagai Kaisar yang berbeda.


Bersambung..!!


__ADS_2