
Brukk..!!
He Shu Huan dan Alina mendatangi kamar Bi Guan karena mereka mendengar pekikan yang amat mengejutkan mereka dan di kamar Bi Guan.
Mereka menemukan ular gunung Himalaya yang melata di seluruh kamar penginapan Bi Guan.
"Yi Lin..! Guli..!! " Teriak Alina cepat menolong dua orang selir Bi Guan yang di serang sejumlah ekor ular gunung Himalaya di atas tempat tidur yang sudah ambruk dan rusak.
Alina memeriksa kondisi kedua Selir Bi Guan yang telapak tangan telah di gigit ular gunung Himalaya sampai keduanya mengeluarkan busa dari mulut dan darah keguguran dari bawah tubuh mereka dan akhirnya mereka tewas keracunan.
"Alina tolong selamatkan Bi Yung Chi -ku dari pria itu..!!!"Teriak Ming Ming yang sedang bertarung melawan sejumlah orang berpakaian serba hitam yang menggunakan pedang tajam.
Trang,trang,trang!!
Alina menengok sosok pria bertopeng separuh di jendela sedang menggendong bayi yang sedang akan di rebut kembali oleh Bi Guan dan Wang Yi Tou yang di keroyok sekitar 7 orang yang berilmu sangat tinggi.
Plak,plak,plakk,des..!!
Bi Guan berhasil membunuh salah seorang dari 7 orang pengeroyok dirinya dan Wang Yi Tou dalam usahanya merebut kembali putranya yang di culik oleh pria bertopeng separuh yang akan membawa kabur putranya dari rumah penginapan melalui jendela.
Brrrr!!!
Alina berkelebat menuju ke jendela dengan cepat seraya menggerakkan telapak tangan kanannya yang mengerahkan ilmu sinkang naga biru yang di sambut baik dengan telapak tangan kiri pria itu.
Wuttt,plakkk,dess!!
Pria itu berguling keluar jendela dengan tangan tangan melepaskan bayi yang segera di ambil oleh Alina dengan tangkas sekali namun bayi yang di rebut Alina adalah boneka.
"Kurang ajar...Jangan lari kau....!!" Teriak Alina dari jendela kamar penginapan.Alina melesat bagaikan seekor burung walet saja mengejar pria yang telah menipu nya.
__ADS_1
Brrr!!
Wer,wer,wer!!
Sejumlah senjata rahasia bentuk rumput telah di keluarkan oleh pria itu menghalangi Alina yang ingin merebut bayi Bi Yung Chi yang berada di tangan wanita berpakaian pendeta Dao yang amat cantik bukan main.
Trang,trang,trang,jleb,jleb!!
Alina menggerakkan pedang pusaka mutiara naga dengan ilmu pedang Dewa Jia Lun sehingga pria bertopeng separuh itu tewas terkena senjata rahasia bentuk rumput yang di kembalikan oleh Alina.
Alina mendesak si wanita berpakaian pendeta Dao dengan ilmu pedang Dewa Jia Lun yang bernama Ilmu pedang hati kasih yang membara sehingga wanita berpakaian pendeta Dao tewas tertusuk pedang pusaka mutiara naga pada dahinya.
Alina pun berhasil menyelamatkan bayi Bi Yung Chi lalu Alina kembali ke penginapan dengan ilmu ginkang walet sakti melalui pedang di jadikan alas kakinya yang melesat ke penginapan.
Wushh....!!
Di penginapan ada He Shu Huan yang membunuh sejumlah pria berpakaian serba hitam dengan ilmu pedang naga perak melalui serulingnya yang bergerak secara otomatis karena dorongan hawa sinkang yang amat kuat dan tingkat tinggi sekali.
Ming Ming menendang mati sejumlah musuh yang mengeroyoknya dengan ilmu tendangan naga Gobi yang dashyat secara beruntun yang di lakukan melalui tendangan kaki miring mengenai pelipis para musuh.
Duk,duk,duk!!
Bi Guan memutar telapak tangan secara cepat dan sangat tepat menghantam hancur 6 orang yang mengeroyok dirinya dengan ilmu pukulan ular piton.
Plak,plak,plak,dess!!
"Alina ,terimakasih banyak kau sudah menolong Bi Yung Chi putra kami."Kata Ming Ming mengambil bayinya dari gendongan Alina.
Mereka sudah menghabisi musuh mereka namun mereka telah kehilangan Yi Lin dan Guli Puspita yang tewas tergigit ular gunung Himalaya serta Wang Yi Tou yang tertusuk pedang musuh dari arah belakang saat wanita itu ingin menolong Bi Guan yang di serang dari belakang oleh musuh.
__ADS_1
"Kakek bagaimana kondisi mu ?"Tanya He Shu Huan berjongkok melihat Raja Istana Es yang telah mengalami luka tebasan pada lengan kiri dan kaki kanan untuk menolong Chui Sing yang nyaris tertusuk pedang musuh dari samping gadis ini.
"Kondisi ku tak bisa di selamatkan lagi namun aku mau kamu menyelamatkan Istana Es dari pihak musuh yang ingin menguasai wilayah pegunungan Himalaya dengan kau bantulah Chui Sing bertemu dengan Ibunya di Kerajaan Nepal."Jawab Raja Istana Es yang akhirnya meninggal dunia di lantai kamar penginapan.
"Baik ,aku akan penuhi amanat terakhirmu untuk aku dapat membantu tugas mu sebagai ayah Chui Sing."Kata He Shu Huan menutup sepasang mata Raja Istana Es agar terpejam selayaknya seorang manusia yang meninggal dunia.
"Ayahh...!!"
Cui Sing menangisi kepergian ayahnya yang telah meninggal dunia untuk selamanya.
"Kita rapikan mereka di halaman samping rumah penginapan ini lalu kita berpencar saja untuk misi kita dapat terselesaikan dengan baik."Kata He Shu Huan nada serius.
Mereka memakamkan para korban maupun para musuh mereka di halaman samping penginapan itu dengan layak sebelum mereka berpisah jalan untuk misi mereka terselesaikan sesuai harapan mereka.
"Guan ,kau dan Ming Ming pergi kembali ke rumah dan jagalah rumah dengan baik.Aku dan Alina yang akan menyelesaikan urusan kita di dunia persilatan untuk negeri Ming kita bahagia dan rakyat kita sejahtera ,"Kata He Shu Huan dengan nada yang amat serius sekali kepada Bi Guan.
"Iya,Huan ,baiklah aku dan Ming Ming akan pulang ke rumah untuk menjaga rumah kita..,Kau dan Alina hati -hatilah di perjalanan kalian dan semoga sukses menyertai kita semua."Kata Bi Guan yang menepuk bahu He Shu Huan, dan Ming Ming yang memeluk Alina.
"Ming Ming tolong kamu lihat anak -anak kami di rumah dan juga tolong perhatikan Ibu kita juga di rumah untuk kami,"Kata Alina lembut mencium dahi lembut bayi Bi Yung Chi yang di peluk Bi Guan untuk keamanan bayi itu.
"Baiklah ,selamat tinggal dan sampai jumpa lagi di rumah tahun depan."Kata He Shu Huan yang kini meraih jemari Alina seraya melambaikan tangan ke arah Bi Guan dan Ming Ming segera pergi ke arah timur.
"Ayo kita segera ke gunung Himalaya dahulu untuk tempat pertama yang akan kita kunjungi sebelum ke Kerajaan Nepal."Kata Chui Sing dengan nada yang amat tergesa-gesa kepada He Shu Huan dan Alina.
"Ya,marilah kita mulai dari pendakian kita ke arah gunung Himalaya di depan kita."Kata He Shu Huan mengajak Alina berkelebatan ke atas pegunungan Himalaya.
Brrrr!!
"Heii kalian tunggu aku..!!" Teriak Chui Sing yang di tinggal He Shu Huan dan Alina di kaki pegunungan Himalaya.
__ADS_1
Brrr..!!