Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Desa Kuo


__ADS_3

Di pagi yang masih terlihat belum begitu cerah dan datangnya Sang surya yang menyinari segala yang ada di atas permukaan bumi yang seindah alam pedesaan di desa Kuo.


Terlihat sepasang muda dan mudi berjalan ringan menuju ke desa yang sering di sebut desa awan dan bunga yang berarti awan yang sangat putih dan bersih menghiasi langit desa itu.


Begitu pula dengan bunga yang terlihat alami di sekitar pinggir jalanan dan pekarangan rumah -rumah dusun yang ada di sekitar desa yang amat damai nan tenteram.


"Para penduduk di desa kuo adalah petani yang menghasilkan bibit bunga merah yang biasa di gunakan di pesta suatu perayaan tertentu saja tapi mengandung makna yang amat besar yakni makna kemakmuran."Kata He Shu Huan berjalan di samping Alina dengan sangat ringan dan di hiasi senyuman seindah awan -awan putih di atas langit desa Kuo.


"Bunga merah bukan hanya untuk perayaan saja namun juga untuk menghias bibir wanita agar terlihat cantik."Kata Alina yang menemukan gadis desa yang duduk di bangku pekarangan rumah di desa Kuo. Gadis desa itu terlihat sedang merias bibir dari serbuk bunga merah yang di tumbuk dan di haluskan dahulu sebelum di beri air dan kertas minyak yang agak tebal kemudian di celup dan di keringkan dahulu lalu terakhir di pakaikan ke bibir dan jadilah gincu.


"Menarik sekali."Kata He Shu Huan mengamati Alina ikut melakukan kegiatan yang di gadis desa yang bernama Shiu Meng Ching usai mereka di beri izin untuk bertamu di rumah gadis desa Kuo itu.


"Kak Huan ,apakah kamu ingin mencoba pakai gincu buatan ku ini?" Tanya Alina menyodorkan kertas gincu ke arah bibir He Shu Huan yang halus dan bersih itu.


"Eits,oh tidak..Aku bukan pria banci.."Jawab He Shu Huan menangkap kertas gincu di tangan Alina dan ia memberikan gincu ke bibir Alina yang halus dan lembut.


Namun Alina menutup bibir dan berlari ke arah tempat sampah untuk muntah dan mengeluarkan semua isi perutnya.He Shu Huan memberikan air putih hangat untuk Alina.


"Berkumurlah dan minumlah air hangat untuk jaga kesehatan mu."Kata He Shu Huan yang meraih pergelangan tangan Alina untuk di periksa nadi dan dahi nya oleh He Shu Huan.


"Mmmm."Gumam He Shu Huan tersenyum lebar di bibir usai memeriksa nadi dan dahi Alina.


Alina berkumur untuk mencuci mulutnya sebelum minum air hangat dari cangkir air putih hangat yang diberikan Shui Meng Ching untuk nya melalui He Shu Huan.


"Apa hasil pemeriksaan mu untuk ku ,Tuan Tabib He?"Tanya Alina tersenyum merekah untuk He Shu Huan yang menengok ke kanan dan kiri sebelum menciumnya untuk memastikan tak ada orang lain di sekitar yang melihatnya mencium Alina di tepi jalan rumah Nona Shui.


Namun tiba -tiba sekumpulan anak kecil merapat dan memandangi dirinya dengan tercengang dan tersenyum menggoda He Shu Huan yang melirik dan membalas menjahili anak -anak kecil dengan mengajak anak -anak itu bermain petak umpet.


"Wahh..Ku tangkap kalian..!" Seru He Shu Huan di sekeliling anak -anak kecil yang tertawa gembira di kejar oleh He Shu Huan.


"Hahaha..Paman nakal..Ayo kejar dan tangkaplah kami..!"Sorak anak -anak kecil itu membahana di sekitar pekarangan rumah Nona Shui.

__ADS_1


Alina tersenyum senang melihat suaminya bisa bergembira bersama anak -anak kecil desa Kuo di teras rumah Nona Shui sambil mengelus hangat perutnya yang berdenyut ringan dan halus.


"Anak ku sayang lihatlah Ayahanda Kaisar mu sungguh bahagia sekali mengetahui kehadiran mu di rahim Ibunda untuk menambah suasana ramai di rumah kita bersama dengan kakak -kakak mu."


Kata Alina bahagia.


"Nona cantik."Panggil seorang Nenek tua renta di belakang Alina.


Alina menengok dan melihat Nenek tua renta di depan memandanginya dengan sepasang mata yang penuh manik -manik yang membingungkan Alina.


"Nona..Ikutlah dengan ku.."Suara Nenek tua renta yang amat halus itu membius Alina yang seketika itu juga mengangguk patuh untuk ikut nenek tua renta pergi dari rumah Nona Shui.


"Hai..Nyonya He..Anda mau pergi ke manakah?"


Tanya Nona Shui Meng Ching yang melihat Alina pergi meninggalkan rumahnya tanpa pamit dan memberitahu suami Nyonya itu yang sedang bermain dengan anak -anak kecil di pekarangan lain di rumah Nona Shui.


Nona Shui yang mengetahui peristiwa keanehan Alina segera mencari He Shu Huan di pekarangan lain rumahnya dan melaporkan kepergian Alina secara tiba -tiba dari rumahnya kepada He Shu Huan.


"Ada apa dengan Isteriku?"Tanya He Shu Huan.


"Isterimu pergi secara tiba -tiba dari rumah ku tanpa menghiraukan panggilan ku untuk Istrimu yang terlihat aneh sekali."Jawab Nona Shui pucat kepada He Shu Huan.


"Terimakasih atas informasi mu ,Nona Shui."Kata He Shu Huan melompat dan lenyap dari hadapan Nona Shui dan anak -anak kecil di desa Kuo yang melongo melihat He Shu Huan hilang begitu cepat sekali.


"Apakah Paman He itu Dewa Langit yang suka datang untuk bermain bersama dengan kami dan pergi setelah kami semua senang bersamanya?"


Tanya anak -anak itu ramai sekali kepada Nona Shui Mei Ching.


"Iya,Beliau memang seorang manusia hebat dan tangguh seperti Dewa Langit yang suka menolong orang tanpa pamrih."Jawab Shui Mei Ching yang termenung menatap arah perginya He Shu Huan dari pekarangan samping kanan rumahnya.


He Shu Huan mengejar orang yang suka menculik istrinya menggunakan ilmu menyedot sukma atau ilmu bius melalui suara dan sorotan mata yang mengandung kekuatan sihir hitam dan hal ini hanya bisa di lakukan oleh orang -orang yang punya keahlian ilmu sihir yang sangat tinggi.

__ADS_1


"Kurang ajar siapakah orang yang sudah gunakan ilmu sihir bius terhadap istriku?!"Pikir He Shu Huan berang.


He Shu Huan berdiri di tengah hutan dengan rasa khawatir sekali akan keselamatan Alina.Ia sibuk mengedarkan pandangan sepasang matanya ke seluruh hutan desa Kuo dengan sangat tajam bak sorotan serigala mengamuk.


"He Shu Huan.."


Terdengar suara seorang pria usia 30 tahun yang datang bersama dengan seorang gadis muda usia 20 tahun kepadanya.


"Chang Wu Lin dan Lan Xue Ling ternyata kalian berdua yang telah datang kepada ku di hutan desa Kuo?!" Seru He Shu Huan tersenyum ramah saat ia mengenal kedua orang muda dan mudi itu.


"Iya,kami memang ingin mencari mu untuk bantu kami untuk balas dendam atas meninggalnya para guru dan orang tua di Gunung Yang dan Gunung Qi karena di bunuh secara curang oleh Nenek Warni dan Setan Ahli Sihir Hitam Du Fei di gunung Kuo Timur yang menjadi anggota Sekte Naga Kuo."


Kata Chang Wu Lin sahabat dan saudara senior seperguruan He Shu Huan dari Kakek Maha Sakti Dewa Pedang Naga Emas Sakti dari Gunung Naga Emas di Timur Laut.


"Biadap sekali mereka yang tidak pernah tahu bahwa hukum telah berlaku di Kekaisaran Ming untuk mereka para orang haus kesaktian tapi tak di gunakan untuk kebaikan."Kata He Shu Huan.


"Shu Huan ,kau juga harus bantu ku untuk hukum mati Pangeran Muda Ketua Sekte Elang Gurun putra dari Raja pemberontak yang di kurung di penjara terlarang di pulau terlarang karena orang itu dan anteknya yang jahanam itu telah bunuh saudara -saudariku ."Kata Lan Xue Ling dengan raut wajah meminta keadilan kepada He Shu Huan yang memahami sahabat nya ini.


"Iya,tentu saja kebetulan sekali aku juga ingin cari orang -orang biadab itu di gunung kuo untuk aku bisa menyelamatkan Istriku yang di culik orang ahli sihir hitam dari desa Kuo."Kata He Shu Huan nada sungguh hati untuk membantu para teman -temannya di masa kecil di luar Pulau Abadi.


"Baiklah..Mari kita berangkat bersama -sama ke gunung Kuo."Kata Chang Wu Lin bersiul untuk memanggil para saudara -saudari seperguruan untuk bertemu dengan He Shu Huan di hutan desa Kuo.


"Hormat kami kepada Kaisar Ming Huan..!!"Sapa 700 orang Sekte Pulau Hua dan Sekte Gunung Yang yang bergabung dengan anggota Sekte dari gunung Qi kepada He Shu Huan.


He Shu Huan mengangguk dan tersenyum ramah sekali kepada semua orang yang sujud hormat kepadanya.


"Marilah kawan -kawan kita berangkat ke Gunung Kuo untuk musnahkan para anggota Sekte Naga Kuo sampai ke akar -akarnya."Kata He Shu Huan dengan nada yang sangat berwibawa sekali.


Demikianlah mereka bersama -sama melakukan perjalanan menuju ke gunung Kuo dengan sikap gagah perkasa.


Bersambung ..!!

__ADS_1


__ADS_2