Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Rahasia Dan Makna Kotak Pandora.


__ADS_3

Sesudah pulang ke Istana Kekaisaran Ming serta menyelesaikan masalah yang ada di dalam Istana Kekaisaran Ming.He Shu Huan dan Bi Guan pada suatu malam pergi bersama ke daerah terpencil di luar Istana Kekaisaran Ming.


"Di Hutan bambu bunga salju yang paling tepat untuk kita membuka kotak pandora dengan aman untuk menghindari kesalahan fatal yang dapat mencelakakan banyak orang di Istana Kekaisaran Ming."Kata Bi Guan meletakkan kotak pandora di atas batu datar dekat sungai Huang Ho.


"Ya..Minggirlah sekarang,Huan." Kata He Shu Huan dengan nada hati -hati kepada Bi Guan.


Bi Guan segera berdiri di pinggir untuk antisipasi pada saat He Shu Huan menggunakan kunci emas yang bergerak ke arah kotak pandora yang dapat membuka.


Cahaya keemasan,keperakan serta berkerlap -kerlip yang indah sekali yang menerangi hutan di malam yang gelap gulita sekali di musim dingin yang sangat panjang.


"Ada tulisan yang tertera di cahaya keemasan dan cahaya keperakan."Kata Bi Guan tanpa bersuara hanya mulutnya saja yang bergerak -gerak kepada He Shu Huan.


'Cinta keluarga sama dengan cinta terhadap tanah air Ming ,seorang pemimpin yang sejati adalah seorang pemimpin yang bisa menerapkan sistem cinta kasih terhadap keluarga yang seimbang dan selaras dengan sistem cinta kasih terhadap rakyat Negeri Ming Sejati ,maka akan menjadi seorang figur pemimpin yang sangat teladan dan patut di hormati.'


Bi Guan membacakan tulisan keemasan dengan suara lantang untuk He Shu Huan yang tidak bisa memahami bahasa sansekerta kuno sekali yang di tulis di buku kitab Dewa Dunia Persilatan.


'Sistem pejuang yang tidak pernah goyah sedikit pun jua adalah sosok pejuang sejati.Sistem dari dunia persilatan Tionggoan adalah memahami unsur hitam dan putih yang wajib di selami dan di terapkan di dalam hukum dunia persilatan yang sudah berakar sejak zaman awal berdirinya Negeri Tionggoan ini.'


He Shu Huan membacakan tulisan keperakan dengan suara lantang kepada Bi Guan yang tidak memahami bahasa kuno leluhur negeri Ming yang sejati.


"Ada pedang serigala emas dan Ada pedang pusaka Macan perak."Kata Bi Guan mengambil pedang macan perak yang bersarung warna emas putih.

__ADS_1


"Mmm..Ada ukiran naga,phoenix,macan,serigala dan ular yang menyatu di pedang serigala emas sakti."Kata He Shu Huan mengambil pedang yang sebenarnya adalah pedang lima hewan surgawi tingkat tinggi sekali namun di ubah He Shu Huan dengan nama Pedang Serigala Emas Sakti karena ada sarung pedang yang terukir mata dan mulut serigala emas sakti yang sesuai dengan julukan yang di milikinya.


"Huan..Kalau begitu artinya aku adalah Ketua Baru Dunia Persilatan Tionggoan."Kata Bi Guan yang mengambil buku Iblis Dunia Persilatan yang amat cocok dengan kepribadian Bi Guan yang unik dan ajaib.


"Iya..Aku tetaplah Kaisar Ming Huan.Penguasa di Negeri Ming Sejati."Kata He Shu Huan yang sudah mengambil buku Dewa Dunia Persilatan yang amat cocok dengan kepribadian He Shu Huan yang baikhati dan berprinsip teguh.


Semilir angin salju menerpa mereka berdua yang mulai mempelajari seluruh isi kedua buku yang mereka dapatkan.Keduanya sangat cerdas bukan main serta berbakat sekali sehingga hanya dalam waktu singkat saja keduanya sudah memahami kedua buku tersebut.


"Ayo kita musnahkan kedua buku ini sekaligus Kotak Pandora dan kunci mas nya."Kata He Shu Huan yang sudah menghunuskan pedang naga perak milik pribadinya ke arah kotak pandora dan kunci emas di sertai ilmu pedang naga api emas langit dan bumi Ming Sejati.


Wushh...Brusshhh...!!


Kotak pandora dan kunci emas telah terbakar api warna emas yang melenyapkan kedua benda itu dan isinya hanya dalam waktu 3 menit saja hingga tak tersisa lagi.


"Ya..Apakah kau merindukan pulau abadi kita?"


Tanya He Shu Huan menghirup udara segar hutan tersebut dengan perasaan hampa dan hambar.Ia mengenang masa kecil menjelang remaja nya di pulau buangan.


"Yaa ,Huan.Jujur aku sangat merindukan masa kecil kita di pulau abadi bersama Gu Chuan,Yu Man Ji dan Xue Li Lan..Aku hampir menyangkal mereka bertiga telah meninggalkan kita dalam suasana hati dan pikiran yang berbeda dengan jalan hati dan pikiran kita."Jawab Bi Guan menarik napas dengan sulit karena sedu sedan yang di dera perasaan yang tak bisa di ungkapkannya.


Namun He Shu Huan memahami perasaan Bi Guan yang sangat menginginkan waktu dapat terulang kembali ke masa lalu di pulau abadi yang sangat mengesankan terukir di benaknya dan Bi Guan.

__ADS_1


Mereka berdua tersenyum saling pandang satu sama lainnya dengan perasaan hati yang hanya mereka yang tahu satu sama lainnya.Bi Guan dan He Shu Huan tertawa renyah bersama -sama di hari yang mulai terang oleh cahaya keemasan di ufuk timur.


"Matahari pagi hari mulai datang untuk kita bisa memahami inti sari kehidupan dewasa kita di kehidupan kita sesudah kita meraih segala yang kita miliki yakni isteri dan anak -anak kita serta impian kita sebagai pemimpin -pemimpin sejati di negeri Ming Sejati."Kata He Shu Huan yang sudah melompat ke punggung daun bawang keledai nya yang amat setia.


"Ya..Aku sudah punya segalanya yang membuat ku tak ingin mempunyai apapun lagi.Aku hanya mau seluruh negeri Ming bahagia."Kata Bi Guan di kuda zebra baru yang di berinama Naga Belang oleh Bi Guan.


Mereka berdua memacu laju daun bawang dan kuda zebra menembus cahaya matahari pagi yang berkabut putih salju yang menghembuskan udara segar kepada mereka berdua.


Di tengah jalan pulang ke Istana Kekaisaran Ming mereka berdua tak sengaja melihat seorang anak perempuan yang bersimpuh di pinggir jalan dan menggelar tulisan.


'Nama saya Yu Lan ,anak dari Pak Yu yang baru saja meninggal dunia karena penyakit tua ,saya bersedia menjadi budak pemilik saya untuk saya bisa memakamkan jenazah Ayah saya dengan layak.'


Gadis kecil yang menggugah hati He Shu Huan yang segera turun dari keledai nya untuk menemui gadis kecil malang itu.


"Anak ,kau jangan bersimpuh lagi di sini karena aku akan membantu memakamkan ayahmu untuk mu berbakti kepada ayahmu."Kata He Shu Huan yang memberikan perintah dengan kode tangan kanan ke dadanya untuk pengawal yang ada di pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Ming datang dan menjalankan perintahnya.


"Siap ,Tuan Besar He."Jawab pengawal itu sigap.


"Anak,marilah kau tunjukkan di manakah Jenazah ayah mu di semayamkan saat ini."Kata He Shu Huan menaruh anak itu di atas punggung daun bawang.


"Di kuil kosong sana,Paman He."Jawab Yu Lan nama gadis kecil itu dengan suara manisnya yang renyah.

__ADS_1


"Kenapa anak ini mirip dengan Yu Man Ji?"Pikir Bi Guan di kuda zebra nya mengikuti He Shu Huan yang menuntun daun bawang yang membonceng Yu Lan di punggungnya menuju ke kuil kosong di daerah Bunga Mawar di Ibukota Kekaisaran Ming.


Bersambung..!


__ADS_2