
Pada suatu pagi hari yang berangin musim dingin yang menandai awal musim dingin mulai datang sekelompok orang berpenampilan layaknya para musafir yang membawa beberapa pedang dan tombak serta senjata tajam lainnya mendatangi sebuah gedung yang sangat menetereng sekali di bandingkan bangunan di sekitarnya.
"Tuan Besar Ji ,apakah kita harus menghadang mereka hadir di pertemuan para kaum kita yang di adakan di kediaman Tuan Besar Su?"Tanya salah satu penjaga pintu gerbang menuju ke Kota Gao.
"Iya, jangan sampai orang yang bernama He Shu Huan masuk ke Kota Gao dan mengacaukan hari pertemuan para kaum hitam dunia Kangouw di kediaman Tuan Besar Su."Jawab Tuan Besar Ji.
"Barangsiapa menghadang jalanku akan ku cap sebagai kaum pemberontak terhadap hukum yang berlaku di Kekaisaran Ming dan tentunya sebagai kaum pemberontak haruslah di basmi hingga ke akar -akarnya..!"Kata He Shu Huan dengan nada serius dan dingin sekali dari jarak 10 km dari pintu gerbang menuuju ke Kota Gao.
Hawa dingin angin musim dingin sudah dingin tapi suara desisan He Shu Huan lebih dingin lagi serta tapak tangan He Shu Huan mengerahkan ilmu sinkang naga es yang meluncur bagaikan naga yang menghantam hancur sejumlah penjaga dan pintu gerbang kota Gao yang ambruk.
Brakkk...!!
Wushhhh ,desss!!
"Aaggggghhhh...!!!"
Sekitar 150 orang yang berada pintu gerbang Kota Gao roboh bagai di terjang badai es dashyat.
Brrrrr..!!
Rombongan He Shu Huan sudah masuk ke kota Gao tanpa adanya penghalang bagi dirinya dan rombongannya.
Di jalan menuju ke Kediaman Su telah hadir para pasukan gabungan kaum hitam yang berdiri rapat di pintu gerbang menuju ke Kediaman Su untuk menghalangi jalan He Shu Huan dan rombongan.
"Kalian berani menghalangi ku untuk menghadiri acara pertemuan kalian yang tertutup dan sangat ku ragukan sebagai sebuah pertemuan legal yang sangat menjunjung tinggi persatuan bangsa Ming sejati."Kata He Shu Huan yang mengangkat kotak pandora di atas kepalanya untuk di perlihatkannya kepada semua orang itu.
"Akh...Lihatlah bukankah kotak di atas kepalanya itu adalah kotak pandora ?"Ucap semua orang yang membelalakkan mata memandang ingin memiliki benda pusaka itu.
"Benar sekali..Jika kalian masih menginginkan benda ini ,maka kalian harus mengizinkan aku bisa hadir di pertemuan kalian pada esok hari di Kediaman Tuan Besar Su Zen Ming kalian."Jawab He Shu Huan nada serius di sertai senyuman yang memukau kepada semua orang yang berbaris di depan rumah kediaman Su.
__ADS_1
"Baik..Baik kami izinkan kamu dan rombongan mu masuk ke kediaman Tuan Besar Su."Kata Kepala Pelayan Rumah itu yang sepertinya mendapatkan informasi dari dalam rumah itu untuk memberikan izin He Shu Huan untuk masuk ke rumah mewah.
"Terimakasih ku ucapkan atas kebaikan Tuan Su untuk ku dan rombongan ku."Jawab He Shu Huan yang berjalan ringan bersama dengan rombongan melewati barisan orang yang awalnya bagaikan pintu kini berbaris di tepi kanan dan kiri di pintu rumah kediaman Su.
Rombongan di luar dari rombongan He Shu Huan pun datang dengan berpenampilan yang sangat mengagumkan 12.000 penjaga pintu gerbang rumah kediaman Su.
"Pendekar Besar Pedang Burung Phoenix Gao Yun Fan selamat datang di rumah kediaman Tuan Su."
Sambut kepala pelayan keluarga Su dengan nada hormat kepada rombongan Shi Lin.
"Iya..Tolong kau sampaikan kedatangan aku pada Tuan Besar Su Zen Ming majikan mu."Kata Gao Yun Fan nada angkuh bukan main.
"Baiklah..Silakan anda menunggu kehadiran Tuan Besar Su di ruang utama kami."Kepala pelayan ini membungkuk sambil menjulurkan tangan ke arah dalam rumah mewah itu."Tuan Gao ,anda dan para rombongan anda di persilakan masuk."Ulangnya.
Gao Yun Fan tertarik kepada pohon bonsai yang di tanam di pekarangan dalam rumah mewah itu.
"Mahal sekali pohon bonsai bentuk giok di tengah taman itu."Kata Gao Yun Fan melangkahkan kedua kaki bersepatu kulit mahal dengan langkah arogan bukan main.
"Emmm." Gumam He Shu Huan malas.
"Huan Ge.."Kata Alina mencibirkan mulutnya."Kau tampak tak suka terhadap Shi Lin..,Dia itu anak baik dan ramah."Imbuhnya menepuk bahu He Shu Huan.
"Baik bagiku tapi bagi ku sama tidak baik karena dia adalah laki -laki banci yang sangat membuatku sebal dan muak."Kata He Shu Huan yang memilih menikmati kuaci yang di sodorkan Zhang Xiao Wen untukmya.
"Kuaci dapat dari mana ?"Tanya Chang Ching Mi ingin juga makan kuaci gurih itu.
"Dari pihak rumah yang menjamu para tamu di sini dengan ramah."Jawab Zhang Xiao Wen menarik piring kuaci menjauhi Chang Ching Mi yang kaku di totok olehnya.
"Ummm..Pelit sekali kau.."Kata Chang Ching Mi di samping Nona Lan Xue Ling yang sedang asyik bermain catur bersama dengan Zhang Xiao Chan.
__ADS_1
"Di mana -mana tawanan tak pernah dapat jatah camilan dari penawannya."Kata Zhang Xiao Wen melototi gadis itu dengan galak.
"Uh tak ada hati seorang laki -laki sejati kau ,ya? Kau bersikap begitu kasar dan memuakkan pada gadis cantik sepertiku..!"Kata Chang Ching Mi .
Mereka berdua berdebat ramai sama He Shu Huan jengkel menotok bisu keduanya untuk diam tak membuat suasana hati He Shu Huan runyam dan emosi.
"Kau kenapa emosi seperti sapi yang di perah susu nya oleh peternak sapi untuk di jual susu nya ke pasar?" Tanya Chang Wu Lin merasakan panas dari lubang hidung He Shu Huan yang mendengus keras sekali.
"Aku juga tidak tahu akhir -akhir ini aku emosi tak jelas."Jawab He Shu Huan yang di pahami oleh Alina di sampingnya.
"Kau cemburu ya ?"Tanya Alina lembut kepada He Shu Huan.
"Aku ?Aku cemburu ?Oh tak mungkin..Sayang.Aku hanya merasa lapar sekali saat ini."Jawab He Shu Huan yang langsung di tawarkan bakpao daging oleh Lan Xue Ling namun saat He Shu Huan ingin memakan bakpao itu.He Shu Huan tampak mual dan berlari ke arah kamar mandi untuk muntah.
"Eh ,bakpao nya ada racunnya kah?"Tanya Alina di belakang He Shu Huan untuk membelai punggung He Shu Huan dan memberikan minum air teh pada He Shu Huan melalui cangkir keramik miliknya.
"Bukan racun di dalam bakpao tapi.."Jawab He Shu Huan melirik ke arah rombongan yang baru saja melewati lorong kamar mandi."Mereka juga hadir untuk meramaikan pesta besar esok di sini."
He Shu Huan mendekap lembut Alina untuk He Shu Huan bisa mendengarkan percakapan dan pergerakan orang -orang di seluruh rumah besar Tuan Besar Su Zen Ming tanpa ada satu orang pun mencurigainya.
"Tuan Xie dari Sekte Awan Xie juga datang untuk menanyakan tentang buku kitab perang kerajaan Dinasti Han kuno kepada Gao Yun Fan yang di tuduh sebagai pencuri buku tersebut dari Kaisar Wong di gunung Phing Wu."Kata orang dari arah belakang rumah itu yang terdengar jelas oleh He Shu Huan dan Alina di lorong kamar mandi rumah kediaman Tuan Besar Su.
"Pencuri peta pulau Wu dari Ren Dun Lun Sekte Bu Tong Pai juga menuduh gurunya Shi Lin sebagai pencuri pusaka itu..Hmm...Kita harus selidiki orang itu secara rahasis pada malam hari ini juga sebelum esok hari di pertemuan besar di gelar."
Kata Alina yang merapatkan dirinya di pelukan He Shu Huan.
"Iya..Ayo kita bergabung kembali kepada para sahabat kita dahulu di paviliun taman bunga lily ungu di rumah ini."Kata He Shu Huan mengajak Alina keluar dari lorong kamar mandi menuju ke paviliun kecil tersebut.
Namun..
__ADS_1
Bersambung..!!