
Pada hari berikutnya rombongan dari He Shu Huan telah sampai di Sekte Bu Tong Pai untuk bertemu dengan Ketua Sekte Bu Tong Pai yang menjadi wakil ketua dari dunia persilatan Tionggoan untuk membahas masalah pergerakan Sekte Kapak Kilat Sakti yang menjadi pelindung dari Kaisar Gi Hong Zi yang merupakan salah satu dari anggota pemberontakan terhadap Kaisar Gi Min Ji.
" Yang Mulia pintu masuk ke wilayah Kekaisaran Gi sudah di tutup rapat oleh para pasukan Kekaisaran Gi untuk setiap orang yang ingin mengunjungi wilayahnya. "
Kata Ketua Sekte Bu Tong Pai memberikan informasi tentang Kekaisaran Gi pada He Shu Huan.
" Aku punya kunci untuk masuk ke jalan rahasia yang ter aman bagi kita semua bisa masuk ke dalam wilayah Kekaisaran Gi dan merebut kekuasaan Gi Hong Zi secara langsung dan tepat sasaran kepadanya, "Kata He Shu Huan dengan nada tenang.
" Jalan rahasia untuk masuk ke wilayah Kekaisaran Gi berada di pegunungan Wu Tang bagian selatan. Apakah anda ingin mencoba untuk melewati Hutan rahasia kami ?" Tanya Ketua Sekte Wu Tang atau Bu Tong Pai kepada He Shu Huan.
" Iya ,kau benar sekali. Apakah kau tidak mau memberikan izin untuk ku masuk ke hutan rahasia Sekte mu ?" Tanya He Shu Huan menatap wajah Ketua Sekte Wu Tang.
" Tentu saja hamba bersedia untuk mengizinkan anda masuk ke hutan rahasia kami untuk menuju ke wilayah Kekaisaran Gi. " Jawab Ketua Sekte Wu Tang nada ramah sekali kepada He Shu Huan.
" Terimakasih Locianpwe, kalau begitu aku bisa pergi sekarang ,"Kata He Shu Huan menjura hormat kepada Ketua Sekte Bu Tong Pai.
" Lu Hun Jiang kau antarkan Yang Mulia ke pintu masuk ke dalam hutan rahasia Sekte kita. " Kata Ketua Sekte Bu Tong Pai kepada muridnya.
" Siap Guru ." Jawab Lu Hun Jiang segera.
Lalu rombongan dari He Shu Huan di antar oleh murid Sekte Bu Tong Pai ke arah selatan dari wilayah Sekte Bu Tong Pai. Mereka tiba di pintu masuk hutan rahasia yang hanya bisa di masuki oleh pihak dalam Sekte Bu Tong Pai sendiri dan itu pun harus dapat izin dari Ketua Sekte Bu Tong Pai untuk keamanan mereka.
" Yang Mulia, anda ikuti saja jalan setapak yang ada gambar patkwa untuk anda bisa tiba di lokasi yang anda inginkan. "Kata Lu Hun Jiang memberikan petunjuk kepada He Shu Huan dan Alina serta para sahabat mereka.
" Ya terimakasih atas petunjuk mu untuk ku. "Jawab He Shu Huan nada halus.
" Baiklah, silakan anda masuk ke dalam hutan rahasia Sekte Bu Tong Pai kami. "
Kata Lu Hun Jiang hormat kepada He Shu Huan sebelum ia pergi dari lokasi itu dan meninggalkan rombongan dari He Shu Huan di pintu hutan tersebut.
" Ayo kita coba untuk melangkah maju ke jalan setapak yang ada gambar patkwa nya. " Kata He Shu Huan berjalan lebih dahulu dari yang lainnya.
Alina mengikutinya bersama dengan yang lainnya sesuai petunjuk dari Lu Hun Jiang .Mereka terkejut sekali karena sebuah tombak trisula meluncur cepat sekali ke arah mereka.
Wushhh !!
Mereka berhasil melompati tombak tersebut dengan mudah tetapi langkah yang mereka pijak adalah sebuah lubang yang bawahnya ada ber ribu -ribu ujung besi panas yang bisa membunuh mereka secara cepat.
Brrrrrrrrrrrrr!!
__ADS_1
Mereka melakukan gerakan salto cepat untuk kembali ke atas dan He Shu Huan sudah menggerakkan ilmu tai chi untuk membantu mereka semua tiba dengan selamat di jalan yang sebenarnya.
" Puh..!!Akhirnya kita bisa juga tiba di jalan yang ada gambar patkwa." Kata Bi Guan menghapus keringat di dahi dan lehernya dengan saputangan sutra warna merah milik Ming Ming.
" Lihat ada batu besar yang menutupi goa pegunungan Wu Tang. "Kata He Shu Huan yang mencari tahu untuk membuka pintu batu besar itu.
" Ada mangkuk dan dupa di depan pintu batu besar yang menutup jalan ke dalam goa ini, "Kata Alina halus dan cerdas.
" Juga ada sumur di samping kita. "Kata Ming Ming mengambil mangkuk itu dan menaruhnya di ember untuk mengambil air dari sumur resapan ,kemudian ia taruh air di pot bunga yang ada dupa nya.
Lalu. ...
Grekk !!
Pintu batu besar bergerak miring ke samping dan terbukalah jalan yang sangat luas dan gelap gulita yang terlihat oleh mereka semua.
" Kita harus mencari obor untuk penerangan jalan kita, "Kata Shi Lin mengambil kayu untuk membuat obor, lalu ia menggunakan batu dan cermin pembesar untuk membuat api.
Krekkk, krek,brush !!
" Baiklah, mari kita jalan. "Kata He Shu Huan menggandeng tangan Alina untuk ia bisa menjaga keamanan dan keselamatan istrinya.
"Iya, hati -hati. " Kata Bi Jin Xiao yang juga bergandengan tangan dengan Wen Hui Ling.
Setelah mereka melewati jalan yang ada kubangan air. Mereka juga harus bisa melewati pintu patung kuda terbang yang ternyata ada rahasia yang harus di pahami oleh mereka untuk melewati jalan itu.
" Kita telusuri patung kuda terbang itu, ayo, " Kata He Shu Huan maju untuk lihat dengan cermat ukiran yang ada di patung itu.
" Bunga apakah ini? " Tanya Bi Guan menunjuk ke arah mulut patung kuda.
" Patung bunga Yang. " Jawab Alina mengenali ukiran batu patung bunga yang ada di mulut patung kuda terbang itu.
" Bunga Yang ? Kalau begitu aku gunakan ilmu bunga Yin. "Kata Shi Lin maju ke depan, lalu ia menggerakkan jari dengan liukan huruf s dan meluncurlah bunga Yin atau bunga es ke arah patung kuda terbang.
Wuttttt, grekk...!!
Patung kuda terbang meluncur sendiri ke belakang dan ambruk menabrak batu karang yang sangat tebal sekali.
Bruakkk !!
__ADS_1
" Dinding batu karang yang ada ukiran ular tanah. " Kata He Shu Huan yang kini gunakan ilmu sinkang naga api untuk membuka dinding batu karang itu.
Wuttttt, bress ,bruk !!
sebuah celah terlihat untuk mereka berjalan ke dalam sebuah ruangan yang amat sempit sekali sehingga tubuh mereka harus berdekatan satu sama lainnya untuk bergerak ke arah jalan lainnya.
"Puh, sesak sekali napas ku tadi. " Kata Bi Guan yang mencari kesempatan untuk mencium bibir Ming Ming untuk mendapatkan napas segar baginya dari istrinya yang tercinta ini.
" Dasar hantu genit kamu. "Kata Ming Ming mencubit pinggul Bi Guan tetapi salah cubit ke arah bagian tengah Bi Guan.
" Aduhhh, kau ingin membangunkan ular naga panjang ku ,ya ?" Tanya Bi Guan di dekat Ming Ming.
" Tidak, " Jawab Ming Ming melewatinya untuk berjalan bersama dengan Alina di dekat He Shu Huan dan Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling.
" Tanda apakah ini ? " Tanya Shi Lin menyentuh batu dinding yang ada botol kecil warna putih dan. .
Bruk !!
"Kyaaaa. ..!! " Teriak Ming Ming dan Alina yang terjatuh ke dalam lubang gelap.
" Ming Ming. .!!" Teriak Bi Guan meluncur cepat sekali untuk menolong istrinya.
" Alina. .!!!" Teriak He Shu Huan yang ingin meluncur juga untuk menolong Alina terhalang sesuatu yang keras.
Brakk !!
" Sialan. .!! " Teriak He Shu Huan melihat batu lantai yang sangat tebal dan kuat telah menghalangi jalannya.
" Shu Huan tolong kami. .!!" Teriak Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling yang terjebak di dalam batu dinding ke arah tempat lain.
" Koko. .!!Soso. .!! " Teriak He Shu Huan terkejut sekali melihat dinding batu telah menutup celah baginya.
" Yang Mulia. .Tolong kami. .!!" Teriak Gi Min Ji dan Putri Gi Min Sa yang terkurung dalam kotak besi dan baja di bawah lantai tempat He Shu Huan berdiri bersama dengan Alina dan Ming Ming.
" Aduh. .." Suara Shi Lin mengeluh kesakitan terdengar oleh He Shu Huan yang segera menoleh untuk melihat pemuda itu.
" Shi Lin, kenapa dengan mu ?" Tanya He Shu Huan cepat memeriksa kondisi Shi Lin yang tergeletak pingsan di dekatnya.
Bersambung. .
__ADS_1