
Rombongan dari He Shu Huan telah tiba di Ibukota Kekaisaran Gi ,kini mereka tak sengaja di jalanan bertemu dengan Wen Bai Zhen anak buah dari Tuan Muda ke 38 di salah satu rumah makan dan penginapan yang bernama Anyelir 2.
"Menu daftar makanan dan minuman nomor 5 dan 8."Kata Bi Jin Xiao memilih daftar menu dari pihak rumah makan datangkan kepada mereka di meja nomor 27.
"Tuan Besar Bi." Panggil Wen Bai Zhen hormat.
"Iya,ada apa Wen ?" Tanya Bi Guan ramah.
"Saya di perintahkan oleh Tuan Muda ke 38 untuk memberikan surat undangan ini kepada anda di meja nomor 27"Jawab Wen Bai Zhen memberikan surat undangan warna merah emas ukiran burung Hong kepada Bi Guan dengan membungkuk.
"Iya ,terimakasih Wen."Kata Bi Guan ramah kepada Wen Bai Zhen seraya menuangkan air teh di dalam cawan yang di sediakan oleh pihak rumah makan.
Setelah Wen Bai Zhen pergi kembali kepada Tuan Muda ke 38 yang sudah berjalan keluar dari rumah makan dan menghilang di tengah kerumunan arah utara dari wilayah Ibukota Kekaisaran Gi.
Bi Guan membuka surat undangan dan membaca bersama-sama."Ini adalah surat undangan ulang tahun Putri Gi Hong Xiu yang akan di gelar pada lusa akan datang..Hmm ini kesempatan kita untuk makan besar gratisan."
Bi Guan dengan senang mengibarkan surat itu di hadapan para sahabatnya dan di ambil He Shu Huan sambil menyuapkan mulut makan ayam panggang dan menyimpannya di bungkusan baju Alina.
"Untuk makanan pagi ini kamu yang bayar,ya?" Kata He Shu Huan menarik lembut Alina berdiri dan meninggalkan rumah makan dan penginapan anyelir 2.
"Ohya selamat menikmati hadiah baru kamu di sini." Tambah Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling serta yang lainnya melambaikan tangan di atas kepala kepada Bi Guan yang terkekeh memeluk Nona Rong Rong yang di totok kaku sejak di beli Bi Guan dari Tuan Muda ke 38.
"Eh ,manis ayo kita bersenang -senang untuk aku resmikan dirimu sebagai Selirku yang cantik."Kata Bi Guan menggendong gadis itu ke lantai atas ke arah kamar penginapan yang sudah di sewa oleh nya untuk beberapa di Ibukota Kekaisaran Gi.
Di dalam kamar itu Bi Guan menikmati gadis baru dengan sangat senang luar biasa sampai ia puas dengan pelayanan dari Nona itu yang merintih dan mendesah begitu penuh penghayatan saat nona di resmikan sebagai Selir oleh Bi Guan.
Sementara itu He Shu Huan dan Alina berjalan -jalan santai di sekitar Ibukota Kekaisaran Gi untuk mengamati situasi seluruh keramaian yang ada di hadapan mereka.
Ming Ming mendatangi sebuah toko obat untuk ia bisa memeriksa kondisi kesehatannya yang amat ia resahkan belakangan ini kepada tabib yang ada di toko obat itu.
__ADS_1
"Nona silahkan anda duduk di depan saya agar saya memeriksa anda."Kata Tabib ramah kepada Ming Ming .
Ming Ming mengikuti anjuran tabib agar tabib bisa memeriksa kesehatannya dengan amat jelas dan benar.
"Nona anda tidak menderita sakit apa pun tapi anda sedang mengandung usia 13 minggu..Anda tunggu sebentar saya akan siapkan resep obat untuk menguatkan janin anda yang saat ini masih rentan namun sehat perkembangannya hanya saja anda harus banyak istirahat dan jangan stres"Kata Tabib memberikan resep obat itu untuk Ming Ming yang segera membayar jasa tabib setelah ia dapat obat khusus untuk kesehatan janinnya.
Ming Ming membelai lembut bawah perutnya dan ia tersenyum bahagia meskipun ia di pusingkan dengan jumlah anak di rumah nya dan Bi Guan yang masih kecil -kecil dan sudah 6 orang anak meski ada pengasuh masing -masing.
"Apakah sebaiknya aku gugurkan saja anak ini agar aku tidak resah dengan masalah anak -anak di rumah sebelum Guan Gege mengetahuinya?"
Pikir Ming Ming berjalan dengan bimbang.
Tak sengaja ada seseorang yang menabrak Ming Ming di samping penjual gulali dan nyaris buat sekelompok orang yang mengelilingi penjual gulali terhimpit ke tanah.
Namun sebuah lengan kuat telah menangkap siku lengan Ming Ming dan memutarnya tepat sekali dan menghadapi pemuda tampan sekali yang kini menatap Ming Ming dengan terpesona.
"Iya ,terimakasih aku baik -baik saja."Jawab Ming Ming sopan.
Pemuda ini mengamati Ming Ming lalu bertanya dengan antusias."Bukankah kau Nona Ming Ming dari Sekte Gobi cabang kota Kayu Manis?"
Ming Ming tersenyum mengenali pemuda itu dan menjawab riang."Ah ,ya benar sekali Kakak Liu Chiu San dari Sekte Liu San Pai."
"Oh Kau sedang apa di Ibukota Kekaisaran Gi?Ayo kau ikuti aku ke kedai teh di dekat patung burung kalkun itu untuk kita bisa berbicara lebih santai lagi."Ajak Liu Chiu San pemuda tampan usia 30 tahun dan masih lajang.
"Ah ya baiklah."Jawab Ming Ming senang bertemu dengan kenalan lamanya di tempat yang baru saja ia singgahi bersama suaminya dan kakak kembar kandungnya.
Shi Lin menemani Gi Min Ji dan Gi Min Sa menuju ke sebuah rumah yang ada tulisan.'Rumah Milik Keluarga Hu'.Rumah ini adalah salah satu dari para pejabat teras yang setia terhadap Gi Min Ji dan di harapkan bisa membantu Gi Min Ji untuk habisi Gi Hong Zi.
Tetapi rumah itu kosong tak ada siapapun yang menempati rumah itu bahkan ada segel di pintu masuk ke rumah itu.'Pengkhianat'.
__ADS_1
"Gi Hong Zi telah menghabisi semua orang ku usai ia menyatakan dirinya sebagai pengganti ku di negeri Gi." Kata Gi Min Ji geram.
"Ayah kau jangan putus asa karena kita memiliki Huan Gege yang akan membantu kita dan kamu harus yakin kalau Huan Gege bisa mengatasi Gi Hong Zi dengan lebih baik lagi daripada teman -teman ayah terdahulu." Kata Gi Min Sa yang kini telah jatuh cinta kepada He Shu Huan dan gadis ini sangat memuja Kaisar Ming Huan yang amat luar biasa hebat baginya.
Shi Lin mendengus di dalam hatinya."Huh dasar gadis perawan genit tak tahu malu ."Ia juga telah jatuh hati kepada He Shu Huan maka ia tak pernah suka jika ada gadis lain jatuh cinta kepada He Shu Huan meski ia tahu kalau Pendekar Serigala Emas Sakti itu memiliki isteri yang amat di cintai oleh Si Pendekar hebat itu sendiri ,tapi ia tak pernah bisa putus asa untuk mendapatkan cinta He Shu Huan.
"Iya kau benar Sa Sa..Ayo kita kembali ke rumah penginapan anyelir 2."Kata Gi Min Ji lesu dan ia merasa gundah gulana karena ia khawatir akan istri dan para selir serta putra dan putrinya yang di kurung di suatu tempat rahasia oleh Gi Hong Zi.
Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling serta kakek sakti Raja Pengemis Timur Laut Wang Yi Tou berada di sekitar luar Istana Kekaisaran Gi dengan pura-pura sebagai dayang,Kasim dan pengawal yang dapat izin liburan di hari -hari tentu sebagai kebijakan peraturan dari Kaisar Gi.
Mereka bertiga menyelinap masuk ke Istana Gi lebih dulu sesuai perintah He Shu Huan yang mau selidiki isi dalam Istana Gi untuk misi di hari lusa yang di tentukan bisa di capai targetnya dengan mudah dan tepat.
Bi Guan menggeliat di samping Selirnya yang baru dan masih terlelap kelelahan melayaninya lalu ia melompat dari tempat tidur karena teringat pada Ming Ming istri sahnya.
"Astaga aku baru ingat Ming Ming pergi ke mana tanpa izinku!" Pikirnya.
Bi Guan cepat berpakaian kembali lalu keluar dari kamar dan usai menutupi pintu kamar.Ia turun ke lantai bawah bertemu dengan Gi Min Ji dan Gi Min Sa serta Shi Lin di tangga.
"Kalian apakah melihat Ming Ming di sekitar lokasi kalian datangi?" Tanya Bi Guan panik.
"Tidak." Jawab Shi Lin melewati Bi Guan untuk tiba di bagian kamar untuk gadis penyamar pria muda tampan itu.
"Kami juga tak melihat Nyonya Besar di sekitar kami sejak kami keluar dari rumah penginapan ini ,
Tuan Besar Bi."Jawab Gi Min Ji yang di angguki Gi Min Sa yang membuat hati Bi Guan semakin di dera rasa gelisah dan panik.
Bi Guan semakin panik saat ia melihat He Shu Huan dan Alina kembali ke penginapan tanpa ada Ming Ming di sisi kedua orang itu yang masing -masing membawa bungkusan belanjaan mereka di area pasaraya Ibukota Kekaisaran Ming.
Bersambung
__ADS_1