Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Siasat Menjerat Halus Guo Jiu 2.


__ADS_3

Sesudah upacara pemakaman untuk Mi Xuan Ji selesai.He Shu Huan melakukan penyelidikan kasus meninggalnya Mi Xuan Ji yang membuat anggota keluarga menuduh Alina sebagai dalang utama pembunuhan Mi Xuan Ji melalui racun empedu ular hijau di dalam sup buah karya Alina yang di kirim pada malam hari setelah Mi Xuan Ji pulang dari Desa Champa Kuning sebagai wakil Alina untuk meninjau lokasi penelitian koperasi desa.


"Alina tak mungkin membunuh Mi Xuan Ji dengan cara licik."Kata He Shu Huan mengamati empedu ular hijau di mangkuk kuas tinta di meja kerjanya.


He Shu Huan mengaduk -aduk empedu ular hijau pakai pensil kuas sambil meneliti ulang melalui ingatan dan bakatnya sebagai ahli otopsi jasad manusia dan hewan terbaik di negeri Ming.


Pintu ruang kerja terbuka memperlihatkan sosok gadis cantik jelita datang untuk menemui He Shu Huan dengan langkah anggunnya yang berirama dengan gerakan ringan langkah sepasang sepatu motif bunga seruni merah warna merah juga.


"Jiu Jiu ,ada apa tengah malam hari kamu datang ke ruang kerjaku?" Tanya He Shu Huan melihat Guo Jiu dengan takjub.


"Aku ingin memberikan daftar susunan acara yang akan di gelar pada musim dingin akan datang di kota Guo An untuk anda,Yang Mulia."Jawab Guo Jiu menaruh lembaran kerja dalam amplop merah di atas meja kerja He Shu Huan.


"Iya,terimakasih ,lain kali kalau kau adalah perlu denganku jangan datang di tengah malam hari agar tak ada gosip yang tak menyenangkan terjadi di Istana yang merusak nama baik mu sebagai seorang gadis muda."Kata He Shu Huan ketus dan menghindari tatapan mata Guo Jiu.


"Baik ,Yang Mulia."Jawab Guo Jiu sopan lalu gadis itu segera berbalik arah untuk keluar dari ruangan kerja He Shu Huan.


He Shu Huan bernapas lega melihat gadis yang membuat dirinya risih itu telah keluar dari ruangan kerjanya namun ia merasa hampa di tinggal pergi oleh gadis itu.


"Astaga perasaan apa ini yang telah terjadi kepada ku ?"Batin He Shu Huan heran.


Guo Jiu tersenyum senang karena ia berhasil baik dalam misinya di dalam Istana Kekaisaran Ming.


"Aku akan mengambil semua milik mu ,Alina."Kata Guo Jiu dalam hatinya melayangkan senyuman ke arah Alina yang berdiri di balkon kamar.


"Akulah yang akan mengusir mu dari rumahku."


Kata Alina melayangkan senyuman mengancam sadis sekali kepada Guo Jiu di pintu Istana Kasih Abadi.


Han Ji Yun menaruh peralatan khusus untuk ritual membunuh Alina secara diam -diam melalui ilmu hitam yang ia pelajari dari batu kristal yang ia dapatkan dari Guo Jiu.


"Ibu ,masukkan kertas hu dengan nama Alina dan bakarlah di tungku api batu kristal milik ku."Kata Guo Jiu mengajari Han Ji Yun ilmu -ilmu hitam yang berbahaya sekali.

__ADS_1


Alina tidak pernah merasakan keanehan pada diri sendiri ,hal ini karena ia rajin berdoa setiap hari di altar Sang Buddha di dalam kamar pribadinya dan ia juga memaafkan perbuatan Ibu mertua dan adik ipar di siang hari tadi terhadap dirinya di rumah Bi Guan.


Pintu kamar Alina terbuka untuk He Shu Huan yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan Alina menyambut suaminya dengan senyuman lembut sekali.


"Suami ku ,silakan kamu minum teh bunga sakura karyaku."Kata Alina memberikan cawan keramik isi teh sakura kepada He Shu Huan.


"Lin Lin ,aku ingin tahu apakah kau masih simpan empedu ular hijau karya mu di saat kamu masih remaja ?"Tanya He Shu Huan usai minum teh nya.


"Tidak ,aku tak menyimpannya lagi karena aku tak memerlukan empedu ular hijau ku untuk misi ku dulu yang ingin membunuh Ming Luo bila aku tak ada orang yang menolong ku dari orang tua itu."


Jawab Alina duduk di pangkuan He Shu Huan.


"Hmmm ,mungkinkah ada orang yang membuat empedu ular hijau yang persis milik mu untuk hal keji terhadap keluarga kita?"Tanya He Shu Huan menunjukkan empedu ular hijau kepada Alina.


"Mmmm ,ada perbedaannya antara empedu ular hijau milik ku dahulu dengan empedu ular hijau di tangan mu ini."Kata Alina turun dari pangkuan He Shu Huan untuk mengambil kertas gambar empedu ular hijau miliknya di laci meja riasnya dan ia tunjukkan kepada He Shu Huan.


He Shu Huan mengamati gambar empedu ular hijau di kertas dan empedu ular hijau di tangan kirinya dan ia langsung mengetahui perbedaannya lalu ia pun langsung tahu kalau ada orang yang ingin memfitnah Alina dengan tujuan untuk usir Alina dari kehidupannya.


"Kenapa kau memiliki pemikiran bahwa Guo Jiu yang melakukan semua ini untuk singkirkan aku dari kehidupan mu?"Tanya Alina tersenyum.


"Karena aku mencium aroma bunga hampa jiwa di rambut dan baju yang di pakai oleh Guo Jiu tadi saat ia mengantarkan surat ini kepada ku di ruang kerjaku."Jawab He Shu Huan memberikan ciuman lembut untuk Alina.


"Hmm ,jika terbukti Guo Jiu pembunuh Mi Xuan Ji kenapa kau tak memberinya hukuman mati?"


"Aku akan membawakan kepalanya kepada mu sekarang juga jika kau menginginkannya."Jawab He Shu Huan membaringkan Alina di tempat tidur.


"Kau tak merasa bersalah kepada ibu yang sangat menyukai Guo Jiu?"Tanya Alina memeluk He Shu Huan di sampingnya.


"Aku akan lebih bersalah kepada ibu kalau aku tak memberitahunya tentang kebusukan putri angkat nya itu."Jawab He Shu Huan memeluk kembali Alina.


"Hei ,aku ingin makan kuotie ,apakah kau bisa membuatkannya untuk ku eh anak mu di perutku?"

__ADS_1


Pinta Alina tiba-tiba menginginkan makan kuotie di tengah malam hari.


"Ah,ya aku coba dulu,ya"Jawab He Shu Huan yang langsung melesat ke dapur untuk eksperimen makanan yang di inginkan istrinya.


Alina tersenyum melihat He Shu Huan sibuk sekali membuat makanan tersebut di dapur selama lima belas menit lalu makanan mu siap di santap Alina di meja makan.


"Bagaimana rasa kuotie buatanku?" Tanya He Shu Huan gugup melihat Alina makan hasil karyanya.


"Lumayan enak tapi terlalu asin."Jawab Alina.


"Eh ,tak boleh makan makanan terlalu asin..Sini biar aku ganti dengan kuotie lainnya."Kata He Shu Huan akhirnya ada banyak aneka kuotie di dapur khusus untuk Alina.


"Aku sudah tak berselera untuk makan kuotie ,kau saja yang makan untuk gantikan aku."Pinta Alina.


He Shu Huan menggangguk patuh dan makanlah ia 100 mangkuk kuotie aneka macam bentuk dan rasa sampai ia mabuk kuotie dan berkata."Aku mau puasa kuotie selama setahun setelah ini."


Alina menahan tawa memapah He Shu Huan dari dapur ke kamar dan membantu He Shu Huan tidur pulas di tempat tidur karena kekenyangan makan kuotie.


"Terimakasih Huan Gege kau sungguh baik sekali dan penyayang."Kata Alina mengecup bibir He Shu Huan sebelum dirinya tidur juga di samping He Shu Huan.


Ritual sesat Han Ji Yun ternyata membalik ke arah dirinya sendiri dan ia merasakan sakit yang luar biasa sampai dirinya tak bisa bernapas lagi dan menimbulkan kepanikan bagi para dayang dan pengawal istana nya.


"Aghhh!! Tolong !! Sakitt!!"


"Yang Mulia Ibu Suri..!!"


Para dayang segera memanggil tabib istana untuk datang ke Istana Han Ji Yun .


Ming Ming mendengar berita ibunya sakit parah segera datang pula ke istana ibunya di tengah malam menjelang dini hari ,Bi Guan pun ikut untuk melihat mertuanya.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2