
He Shu Huan memeriksa secara detail surat yang di beri racun kelelawar es yang di kirimkan oleh pihak musuh melalui anak panah yang menancap di salah satu dinding kamar tidur Alina yang telah menyebabkan Alina mengalami keracunan dan di vonis telah meninggal dunia oleh para tabib Istana Kekaisaran Ming.
"Anak panah ukiran mata ulat sutra emas ini milik Putri Ma Ye Ri..?Apakah mungkin Sang Putri tega melanggar kesepakatan kami untuk kami berdua bisa memusnahkan Liu Ze Bun di daerah yang kini kami sepakati sebagai daerah perbatasan yang harus di taati bersama?"Pikir He Shu Huan dengan cermat.
"Ayah..Bagaimana keadaan ibunda kami ?Apakah ibunda sungguh telah meninggal dunia?"Tanya He Xin Huan menangis di tepi tempat tidur Alina.
He Shu Huan mengamati wajah dan fisik Alina di tempat tidur ,ia melihat dengan cermat sang istri begitu pucat dan kaku bak orang sudah meninggal dunia.
Tetapi di saat He Shu Huan meremas jemari halus Alina,ia mengetahui urat nadi di telapak tangan kiri Alina sangat hangat dan normal tanpa ada racun yang mematikan yang telah menyerang organ dari tubuh istrinya itu.
"Sayang,apakah kau ingin aku mengirim kamu ke Kerajaan Mongolia untuk kau bisa membantu ku di sisi Ma Ye Ri ?"Tanya He Shu Huan melalui batin.
Jemari Alina membalas secara halus terhadap genggaman tangan He Shu Huan di jemari itu.He Shu Huan mengartikan kode halus dari Alina yang menyiratkan bahwa He Shu Huan harus berpura -pura menangisi kepergian Alina untuk selamanya.
"Alina,setelah aku bersandiwara seakan dirimu ini telah meninggal dunia.Aku akan kirim dirimu pergi keluar dari Istana kita dengan menggantikan jasad mu dengan manekin di peti jenazah mu."Kata He Shu Huan dengan suara halus sekali di telinga kiri Alina.
"Yang Mulia,apakah kami sudah bisa umumkan ke seluruh negeri Ming tentang Mangkatnya Sang Permaisuri Alina pada siang hari tadi di Balairung Utama Kekaisaran Ming?"Tanya para tabib Istana Kekaisaran Ming yang bersiap untuk memandikan dan merapikan jenazah Alina.
"Iya silakan kalian lakukan sesuai protokol yang berlaku di Kekaisaran Ming tetapi untuk urusan untuk memandikan dan merapikan jenazah Alina adalah urusanku sebagai suaminya."Jawab He Shu Huan dengan ketegasan di sela tangisan pilu untuk kepedihan duka lara nya.
"Baiklah,Yang Mulia,hamba semua akan jalankan perintah Anda."Jawab para tabib Istana itu dengan patuh.
Han Ji Yun dan Ming Ming menemai anak -anak He Shu Huan di Aula Utama Kekaisaran Ming agar He Shu Huan dapat mempunyai waktu pribadinya bersama sang Istri sebelum sang istri di taruh di peti jenazah yang sudah di siapkan di ruangan lain di Istana Kasih Abadi.
Lima menit kemudian mereka menyaksikan He Shu Huan membaringkan jenazah Alina di dalam peti jenazah yang kemudian di kunci rapat lalu di taruh di kereta kuda khusus untuk mengantarkan jenazah itu menuju ke tempat peristirahatan yang terakhir.
Air mata serta hujan lebat membasahi upacara di pemakaman Permaisuri Alina yang dilaksanakan sesuai dengan protokol Kekaisaran Ming ,lalu He Shu Huan mengajak anak -anaknya pulang ke arah Istana Kasih Abadi yang sudah di rapikan kembali dengan suasana yang penuh dukacita.
"Ayahanda,kami tetap percaya kalau Ibunda kami masih berada di sekitar kami."Kata Ming Shu Huo di sisi kanan Ming Xin Lian yang memeluk boneka rajutan karya Alina untuk putrinya itu.
__ADS_1
"Iya,kalian harus selalu berpikir bahwa suatu hari nanti Ibunda kalian pasti akan kembali ke sisi kalian semua."Jawab He Shu Huan memeluk Ming Shu Tian yang memainkan bola kristal yang ada buah persik di dalamnya.
"Ayah..Kami juga tak pernah mau posisi Ibunda kami di gantikan dengan Bibi Hua Lin atau Bibi Shi Lin untuk selamanya."Kata Ming Shu Long dengan nada tegas dan di beri anggukan setuju oleh para saudara dan saudarinya.
"Tentu saja,Nak."Kata He Shu Huan tersenyum.
Shi Lin diam -diam mengintai mereka dari tempat persembunyian gadis itu dengan tujuan ingin tahu tentang keadaan He Shu Huan sesudah Alina telah meninggal dunia karena Shi Lin ingin memberikan hiburan kepada He Shu Huan.
Namun Shi Lin merasa tak enak hati mengganggu suasana di dalam ruangan keluarga Istana Kasih Abadi.Gadis ini pun segera memutuskan untuk Shi Lin kembali ke Graha Bunga Matahari.
Di tengah jalan Shi Lin berpapasan dengan Ibu Suri Han Ji Yun yang ingin mengunjungi putra dan cucu -cucu kandung dari Ibu Suri Han Ji Yun.Ia pun segera memberikan salam hormatnya kepada Ibu kandung He Shu Huan ini.
"Hormat hamba Shi Lin kepada Ibu Suri Han Ji Yun yang terhormat semoga Ibu Suri Han selalu sehat dan panjang umur..!" Sapa Shi Lin dengan sikap anggun yang di mendapat nilai yang sangat baik di dalam pandangan sepasang mata Han Ji Yun.
"Ya,terimakasih Shi Lin."Jawab Han Ji Yun dengan nada keibuan terhadap Shi Lin.
"Ibu,kita harus cepat melihat Kakak Huan dan juga keponakan -keponakan ku di Istana Kasih Abadi."
"Iya,ya,Ming Ming..,Baiklah Shi Lin sampai jumpa lain waktu dan aku pasti akan mencari waktu yang tepat untuk mengunjungi mu agar kita dapat jalin keakraban sesama anggota Keluarga Istana Ming Sejati."Kata Han Ji Yun tersenyum begitu ramah.
"Ya,terima kasih Ibu Suri Han atas kemurahan hati Anda kepada hamba Shi Lin."Jawab Shi Lin begitu cerdas mencari perhatian Han Ji Yun .
Ming Ming melirik Shi Lin dengan lirikan kesal luar biasa terhadap kecentilan gadis itu menurut hati Ming Ming adalah terlalu mencari muka untuk Shi Lin bisa menggantikan posisi Alina melalui Han Ji Yun yang memberikan dukungan terhadap Shi Lin.
Di lorong yang mengarah ke tepi sungai Huang Ho telah berdiri seorang gadis muda yang sangat luar biasa cantik jelita sekali dengan pakaian yang juga indah bukan main.Gadis ini adalah Alina.
"Alina..!"
"Kakak Guan..!"
__ADS_1
"Syukurlah kau bisa tiba tepat waktu di tepi sungai Huang Ho untuk kita berdua bisa pergi bersama -sama ke Mongolia untuk menemui Putri Ma Ye Ri Kolega kita."Kata Bi Guan yang membawa Daun Bawang untuk menjadi tunggangan Alina menuju ke Mongolia.
"Ya,Kakak Guan.Apakah kita sudah bisa berangkat ke Mongolia sekarang?"Tanya Alina menunggangi Daun Bawang yang siap menemaninya dan Bi Guan berpetualang ke wilayah Mongolia.
"Ya,ayolah kita berangkat sekarang..Daun Bawang antarkanlah kami kepada Putri Ma Ye Ri sahabat baru kami di Kerajaan Mongolia."Kata Bi Guan.
Daun Bawang memahami ucapan Bi Guan maka keledai itu pun langsung memacu larinya yang tak kalah cepatnya dengan lari kuda pilihan di dunia.Ia telah membantu Bi Guan dan Alina melewati batas wilayah Tionggoan Utara menuju Ke Mongolia.
He Shu Huan berdiri di atas tembok besar melihat kepergian Alina dan Bi Guan di temani oleh Daun Bawang ke Mongolia.Ia memberikan senyuman yang sangat menawan hati melalui tatapan mata yang semakin tajam saja.
"Alina,cepatlah kau minum pil bunga api suci agar racun kelelawar Es bisa di musnahkan secepatnya dari dalam tubuhmu."Kata He Shu Huan pada saat ia memandikan Alina dengan ramuan khas pulau Abadi di kolam api dan es yang di taburi bunga -bunga sakura pilihan di dalam bak mandi pribadi He Shu Huan.
"Huan Gege,tubuhku tak merasakan sakit apapun."
Kata Alina sesudah sadar telah berada di dalam air es yang di kelilingi api suci oleh He Shu Huan.
"Ya,karena racun kelelawar Es telah membekukan sel darah mu tetapi untungnya kau memiliki ilmu sinkang naga api biru yang membantu mu secara otomatis membuyarkan racun dan menghilangkan racun melalui kelenjar keringat mu yang kini aku bantu agar organ lain dari fisik mu tak mengalami kerusakan akibat racun kelelawar Es."Kata He Shu Huan mengerahkan ilmu sinkang api dan es suci melalui kedua telapak tangannya ke dalam air bak mandi itu
Selama beberapa menit proses menyembuhkan Alina akhirnya He Shu Huan sanggup menolong istrinya dari kematian yang tak wajar.He Shu Huan pun tahu bahwa ia harus waspada terhadap para musuh yang bermain halus terhadap dirinya untuk menjatuhkan dirinya dari posisi Kaisar Ming Huan di seluruh Tionggoan.
"Alina..Tugasmu dan Guan sekarang adalah bantu Ma Ye Ri mengalahkan dan membunuh Raja Tua Deng yang menjadi musuu bebuyutan keluarga Ma Ye Ri agar Ma Ye Ri dapat mempercayai niat baik kita sebagai kolega nya."Kata He Shu Huan usai memasukkan Alina ke dalam lubang di balik meja rias Alina.
"Ya,Kakak Huan.Aku tahu tugasku."Jawab Alina.
"Hati -hati sayang ku."Kata He Shu Huan mencium Alina sebelum menutup kembali lubang di balik meja rias Alina.
Lalu He Shu Huan melakoni sandiwaranya dengan sangat cerdas bukan main sampai seluruh orang Istana Kekaisaran Ming percaya kalau dirinya kini telah kehilangan istrinya sendiri.
"Baiklah..Sudah saatnya bagi ku untuk mencari tahu tentang bukti kuat yang membantu ku ambil alih kedua Klan terbesar di Kekaisaran Ming untuk menaklukan Kekaisaran Liu sebelum hari ulang tahun Alina ke 21 tahun pada tanggal14 bulan dua tahun depan."Kata He Shu Huan dengan sepasang mata berkilat tajam luar biasa.
__ADS_1
Bersambung..!!