
"Sudahlah ,kita harus tetap kuat dan bersemangat untuk misi kita tercapai demi negeri kita tercinta bisa selalu aman dan terjaga baik oleh kita semua sebagai pemilik negeri Ming Tunggal."Kata He Shu Huan menguatkan Ming Ming dan Bi Guan serta Alina dan juga dirinya.
Ming Ming melihat Daun Bawang juga menatap dirinya seakan berkata."Yang kuat untuk menjadi sosok wanita terkuat di dunia ini."
Ming Ming mengangguk mencoba untuk pahami itikad yang di maksud dari tatapan mata keledai unik itu dan ia berdiri bersama dengan Bi Guan di sisinya.
"Aku minta maaf karena aku nyaris melakukan hal bodoh dengan niat ingin membunuh anak kita di dalam rahim ku sendiri..,Huan Gege sekali lagi aku mohon maaf kepada mu."Kata Ming Ming yang di belai lembut kedua pipinya dengan kecupan manis Bi Guan.
"Aku juga minta maaf karena aku telah menampar mu ,sayang."Kata Bi Guan menatap sayu Ming Ming.
Alina terisak -isak di dada bidang kekar He Shu Huan dengan posisinya menghadap ke arah hutan dalam dan tak sengaja dirinya melihat lubang di balik semak belukar yang tertutup tubuh atletis He Shu Huan.
"Huan Gege..Coba kau berbalikan badanmu..dan lihat penemuan air mata ku ini."Kata Alina halus.Ia mendorong halus tubuh He Shu Huan yang cepat berbalik dan melihat hal sama.
"Sayang ,air mata mu membawa berkah untuk kita semua.."Ucap He Shu Huan mencium bibir Alina.
Bi Guan juga melihat lubang tertutup semak -semak belukar."Mungkinkah jalan menuju ke arah Istana Kekaisaran Gi?!" Ucapnya sambil menggigit lembut bawah bibir Ming Ming.
"Mungkin saja..Marilah kita periksa lubang unik itu bersama -sama."Sahut He Shu Huan antusias dan ia mengajak Alina menyelusuri lubang tertutup itu dan di ikuti Bi Guan yang merangkul Ming Ming.
Mereka bersama-sama memasuki lubang itu dan tak sengaja muncul di sebuah kamar mewah dari dalam lemari pakaian seorang wanita lalu mereka juga tak sengaja menyaksikan adegan yang amat membelalakkan sepasang mata mereka.
He Shu Huan menyentilkan kancing bajunya ke arah sepasang muda -mudi yang sedang aduhai itu hingga tewas terkena sentilan kancing baju di sertai ilmu sinkang racun ular piton.
Wut,jleb,jleb!!
"Ah kau sentimental sekali Huan Gege ,hmm kau membunuh orang yang sedang bermesraan yang tak sengaja terlihat oleh mu yang juga terlalu amat lancang sekali mengganggu waktu pribadi orang di rumah orang itu sendiri." Kata Alina tersenyum.
"Ahhh seterah penilaian mu sajalah ,sayang.Aku ini cuma tak suka merusak sepasang mata polos ku ini."Kilah He Shu Huan yang di berikan sepasang mata tak percaya Bi Guan dan Ming Ming serta di tertawain oleh Alina.
__ADS_1
"Aish yang benarnya kamu itu memiliki sepasang mata polos ?!"Ujar Alina mencibirkan sepasang bibir merah dan manisnya itu kepada He Shu Huan yang tak tahan ******* bibirnya hingga memar.
"Aduduhh..Ini pasti di katakan bibir mu sangat amat polos !" Imbuh Alina menjilat bibirnya yang nyeri oleh ulah He Shu Huan yang sudah ambil pakaian pasangan itu dan mereka berdua telah jadi sepasang suami dan istri yang amat dekat di sisi Kaisar Gi Hong Zi yakni putra dan menantu Gi Hong Zi.
Bi Guan dan Ming Ming sudah melesat keluar dari kamar menuju ke bagian timur dari Istana Gi Hong Zi dan mereka bertemu dengan sepasang suami -istri di perpustakaan.
"Yuk kita gunakan mereka." Ajak Bi Guan lincah.
Ming Ming membunuh sepasang suami -istri itu dengan pisau belatinya dengan satu kali lemparan saja lalu mereka berdua menyamar sebagai adik dan adik ipar dari Kaisar Gi Hong Zi.
"Auw aku lapar sekali..Yuk kita cari makanan di dapur Istana Kekaisaran Gi "Kata Ming Ming nada manja sekali memegang perutnya kepada Bi Guan yang mengajaknya melesat ke arah lain.
Brrrr!!
Bi Jin Xiao duduk di bangku taman menatap langit yang lumayan cerah untuk malam hari itu dan ia menunggu kedatangan Wen Hui Ling yang pura -pura dayang Istana bagian kamar tidur dari Putri Gi Hong Siu.
"Halo.." Sapa seorang gadis amat cantik jelita dan manis sekali datang ke taman istana kasim.
"Halo juga."Sapa Bi Jin Xiao mengenali Putri ke 30 dari Gi Hong Zi yang bernama Putri Gi San Se.
"Sedang apa kamu seorang diri di taman yang amat gelap di malam hari yang sangat gelap juga?
" Tanya Putri Gi San Se merayap duduk di samping Bi Jin Xiao yang bagaikan tersengat lebah segera berdiri tegak di samping bangku taman.
"Maaf Putri hamba sedang mencari angin segar sebelum hamba tidur di kamar tidur hamba."Kata Bi Jin Xiao cepat kabur dari putri cabul dan genit itu.
Sesudah Bi Jin Xiao pergi datanglah Wen Hui Ling yang tak dapat menemukan Bi Jin Xiao itu telah di kejutkan oleh sergapan tangan besar yang telah menutupi mulutnya lalu ia pun jatuh pingsan.
"Bawa gadis ini kehadapan Tuan Adipati Gi Yuen di kediamannya."Kata wakil dari Kaisar Gi Hong Zi yang kini sibuk dengan putri Gi San Se di bangku taman istana kasim.
__ADS_1
Tetapi sebuah seruling telah menotok ubun-ubu keduanya hingga berlubang dan ada seorang lain lagi telah melenyapkan kedua jasad keduanya lalu kedua orang itu melesat cepat ke arah gedung di sisi sayap barat Istana Kekaisaran Gi.
Tuk,brush,blaar!!
Brrr!!
Dapur Istana Kekaisaran Gi telah di porakporanda oleh Bi Guan dan Ming Ming yang sangat senang berpesta pora menikmati makanan dan minuman terbaik untuk Kaisar Gi Hong Zi dari para juru ahli masak terbaik di seluruh negeri Zi.
"Wah ada bebek panggang saus tiram."Seru Bi Guan tak banyak cakap lagi langsung di serbulah makanan itu oleh si pendekar hobi makan enak dan mahal.
"Ada daging empal goreng saus kepiting manis dan lezat.."Kata Ming Ming yang langsung santap menu lezat itu.
Dua jam kemudian mereka berdua telah tidur di atas meja dapur dalam keadaan kekenyangan sampai mereka terjaga oleh hirur pikuk di pintu ke arah dapur Istana Kekaisaran Gi barulah mereka melesat bagaikan sepasang elang cantik di atas langit malam yang cukup cerah namun amatlah ganas karena mereka telah menghabisi seluruh juri ahli masak terbaik Kekaisaran Gi di pintu arah dapur Istana Kekaisaran Gi
Wush crak,crak!!
Wush,jleb,jleb!!!
Brr!!
Di koridor mereka berdua bertemu dengan Kakek Raja Dewa Pengemis Laut Timur Wang Yi Tou yang menyamar sebagai pengawal pribadi dari Gi Hong Zi sendiri yang menyelipkan surat kecil di kepalan tangan Bi Guan.
"Terimakasih Locianpwe."Kata Bi Guan seraya ia melesat ke arah sebuah kuil dalam Istana Gi ,dan mereka menemukan seorang wanita cantik nan lembut sedang bersimpuh di depan patung Sang Buddha yang selalu tersenyum lembut.
"Siapakah kalian berdua yang datang ke kuil ini ?"
Tanya wanita usia 40 tahun yang masih terlihat cantik kepada mereka berdua.
Bersambung..
__ADS_1