
He Shu Huan bertemu dengan kedua orang muda dan mudi yang menjadi sahabat -sahabatnya di luar persahabatannya dengan Bi Guan,Gu Chuan dan Yu Man Ji di Pulau Buangan.
Kedua sahabat lain He Shu Huan ini bernama Chang Wu Lin murid Ketua Sekte Chang To atau pulau Chang sedangkan Lan Xue Ling murid dari Ketua Sekte Gunung Yang dan Gunung Qi.
Mereka bertemu di hutan yang mengarah ke arah gunung Kuo saat He Shu Huan tengah mencari orang sakti ahli ilmu hipnotis yang menculik Alina dari desa Kuo.
Di hutan itulah mereka bertemu kembali setelah belasan tahun lamanya mereka tak6 pernah jumpa dan kali ini mereka berdua bertemu dengan He Shu Huan untuk melaporkan sejumlah serangan yang di lakukan para musuh mereka di berbagai tempat yang berhubungan dengan guru -guru dan para orang tua senior yang di miliki oleh He Shu Huan ,Chang Wu Lin dan Lan Xue Ling yang telah tewas terbunuh oleh para musuh yang di pimpin oleh Pangeran Muda yang menjadi junjungan Wen Bai Zen kepada He Shu Huan.
He Shu Huan pun memimpin mereka menuju ke gunung Kuo sebagai misi balas dendam Chang Wu Lin dan Lan Xue Ling serta 700 anggota Sekte gabungan yang kini menjadi Sekte Serigala Emas Sakti.
"Kalau aku tujuan ku datang ke Gunung Kuo untuk mencari tahu orang yang menculik isteriku Alina menggunakan ilmu hipnotis yang sangat licik dan tak bermoral yang kemungkinan juga berasal dari Sekte Naga Kuo."Kata He Shu Huan dengan nada yang datar namun ramah kepada para sahabatnya itu.
"Gunung Kuo sudah dekat dari kita yang berada di desa pintu air gunung Kuo."Kata Lan Xue Ling di dekat He Shu Huan.
"Ada banyak kawanan kera di sekitar desa pintu air gunung Kuo."Kata Chang Wu Lin berjalan lebih depan daripada He Shu Huan dan Lan Xue Ling serta 700 anggota Sekte Serigala Emas Sakti.
"Aku sudah membeli pisang banyak untuk kita bisa memberi makan kera -kera yang menjadi aral rintangan kita dapat sampai ke gunung Kuo."Kata salah satu dari 700 anggota Sekte Serigala Emas Sakti yang menjinjing banyak sekali pisang yang bergelantungan di sekitar tubuhnya.
"Eumm kalau kera biasa sih bagus sekali di beri pisang tapi kalau kera tak biasa seperti orang -orang yang bergelantungan di dahan -dahan pohon di sekitar kita sama sekali tidak baik di beri pisang."Kata He Shu Huan nada datar.
"Baiknya kita beri buah apa untuk orang -orang yang menjadi kera gadungan itu,Huan ?"Tanya Chang Wu Lin tersenyum kecil kepada He Shu Huan.
"Batu tanah liat dari kedua telapak sepatu kita."
__ADS_1
Jawab He Shu Huan mempraktekannya kepada Chang Wu Lin dan kawan -kawannya yang lain.Ia menggunakan daun lebar mengambil tanah liat yang menempel lengket di telapak sepatunya lalu ia kepal hingga tipis dan ia gunakan sebagai alat serang menyambit ke arah orang -orang yang jungkir balik di dahan -dahan pohon di jalanan ke gunung Kuo.
Wutt,pluk ,brukk!!
Orang -orang itu jatuh ke tanah dalam keadaan tak lagi bernyawa.
"Kita mulai mencontoh He Shu Huan untuk habisi para anggota Sekte Naga Kuo laknat itu."Kata Lan Xue Ling yang merupakan gadis binal yang amat brutal serta liar telah melakukan hal sama seperti yang di lakukan He Shu Huan kepada para Sekte Naga Kuo yang sudah mengintai mereka dari atas dahan -dahan pohon daun warna coklat di sekitar Gunung Kuo.
Wutt,pluk,brukkk!!
Sekitar 300 orang Sekte Naga Kuo tewas tanpa mereka ketahui penyebab mereka jatuh dari atas pohon tempat persembunyian mereka.
"Mmm Buah pisang nya untuk kita saja karena aku dan kalian semua tentu sudah kelaparan."Kata He Shu Huan membagi -bagikan buah pisang kepada para sahabatnya.
Namun di sekeliling pohon itu ada berbagai alat jebakan yang sudah di persiapkan oleh pihak musuh untuk menghadapi mereka di tengah jalan dan kalau bisa para musuh itu dapat membunuh mereka sebelum tiba di gunung Kuo.
"Ada mata -mata burung hantu mencorog ke arah kita."Kata Chang Wu Lin yang sudah siapkan diri dengan pedang pusaka Chang di tangan kanan.
"Mereka mulai bergerak ke arah kita..!"Kata Lan Xue Ling yang menggerakan pedang pusaka Yang Qi di tangan Kiri.
He Shu Hian dengan tenang sekali menikmati buah pisang yang ke 10 buah untuk makan malam dan ia menunggu gerakan formasi burung hantu dari pihak musuh yang meluncur serempak ke arah mereka di jalan menanjak ke gunung Kuo.
Wer,wer,wer,wushh..!!
__ADS_1
He Shu Huan menggigit kulit buah pisang dengan kasar yang lalu di semburkan ke arah musuh yang sedang melayang ke arah dirinya dan para kawan -kawannya itu.
Namun akibatnya para musuh terjun bebas dari gerakan melayang yang melenceng dengan satu gerakan miring tak beraturan sehingga mereka bertabrakan satu sama lain dan tewas di ujung pensil mereka sendiri.
Cus,jleb..!!
"Pensil untuk menggambar di kertas gambar yang mereka jadikan sebagai senjata tajam menyerang kita."Kata Chang Wu Lin merampas pensil kuas di jasad para musuh itu.
Lalu Chang Wu Lin melemparkan pensil kuas ke arah empat penjuru di tanjakan menuju ke gunung Kuo dengan kekuatan dashyat sekali sehingga para musuh yang bersembunyi di balik pepohonan dan batu -batu tebing gunung Kuo terjun bebas pula dalam keadaan tak bernyawa.
Wush,jleb,jleb..!!
"Manusia -manusia pengecut yang hanya bisa gunakan penyerangan curang terhadap kita."Kata Lan Xue Ling mencemooh para musuh itu.
"Mereka ingin tahu kekuatan kita untuk di laporkan kepada para pimpinan mereka di Gunung Kuo."
Kata He Shu Huan mencorongkan sepasang mata ke arah puncak gunung Kuo yang di tutup oleh 90 orang yang bagaikan pintu -pintu manusia yang berbaris rapi dengan senjata tajam berupa kuas panjang ke atas.
"90 manusia pintu gunung Kuo."Kata Chang Wu Lin mengenali formasi para anggota Sekte Naga Guo yang berjumlah 90 orang itu.
"Mmmm...Pimpinan formasi itu ada di belakang dari 7 orang berbaris ke samping kanan yang di dekat pohon bunga Kuo."Kata Lan Xue Ling nada tenang sekali.
"Mmm salah pimpinannya ada di tengah dari kiri ujung puncak gunung Kuo."Kata He Shu Huan yang cermat dalam pengamatan untuk hadapi para musuh-musuh yang menghadang jalannya dan para sahabatnya.
__ADS_1
Bersambung..!!