
Beberapa hari kemudian He Shu Huan ,Alina dan kedua orang bayi kembar mereka akan segera tiba di pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Ming untuk pulang ke Istana Kekaisaran Ming.
Namun siapa sangka pintu terblokir ketat dan di jaga para pasukan yang sangat mengherankan hati He Shu Huan dan Alina yang menggendong kedua orang bayi kembar mereka.
"Ada apa ini ,kenapa kalian menghalangi kami masuk ke wilayah ku sebagai penguasa kalian?!"
Teriak He Shu Huan menggelegat memandangi para pasukan inti Kekaisaran Ming baik di depan maupun di atas tembok pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Ming telah bersiaga satu untuk bidik mereka berdua dengan anak panah perak yang di kenali He Shu Huan sebagai anak panah perak milik Bi Guan ,sahabat terdekatnya sendiri.
"Ahh ,pasukan Bi Guan?Tak mungkin Bi Guan juga telah mengkhianati kita..!"Terkejutlah Alina saat ia melihat Bi Guan berdiri di atas menara tertinggi di pintu gerbang ke wilayah Ibukota Kekaisaran Ming dengan pistol motif elang terarah kepada He Shu Huan.
"Bi Guan, apa maksudmu melakukan ini kepada ku dan Huan Gege sahabat dan adik kandung mu?!"
Tanya Alina dengan nada melengking namun Alina tetap menghaluskan karena Alina begitu sayangi Bi Guan kakak paling di cintainya.
"Dia bukan Bi Guan."Kata He Shu Huan yang diam -diam menatap lurus pistol yang sudah bidikkan peluru ke arah nya.
Namun peluru itu berhenti di udara dan berbalikan arah menyambar pemiliknya sendiri yang tersedak peluru pada hidungnya dan jatuh dari atas menara pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Ming dengan tubuh kaku alias sudah tewas.
Bruakk..!!
"He Shu Huan kau sungguh jenius sekali tetapi kau juga sangat maniak terhadap pusaka persilatan yang saat ini di ada di genggaman mu ,maka ku harap kau bisa bekerjasama dengan baik untuk kau berikan pusaka itu ataukah seluruh orang di Ibukota Kekaisaran Ming menjadi taruhan dari sikap egois mu dan sifat sok pahlawan mu itu."
Kata seorang pria yang berdiri dengan pedang melengkung tajam yang terarah kepada He Shu Huan dari atas tembok pintu Ibukota Kekaisaran Ming.
"Kakak ,sebaiknya kita apakan Ibunya,kakak -kakaknya dan adik kembarnya,4 anak laki -laki nya yang berada di Istana Kekaisaran Ming yang kini di bawah kekuasaan Raja Muda Si Yen kita?"
Tanya seorang pria lebih muda kepada pria yang lebih tua itu.
"Kita siksa di atas bara api sampai melolong yang dapat menyiksa keangkuhan dan ketamakan si biadap di bawah kita itu."Kata pria yang bernama Si Teng dengan nada sinis kepada Si Kung namun tatap mata terarah kepada He Shu Huan.
"Ternyata orang -orang marga Si yang membelot dari Nona mereka sendiri dan sekarang berani sekali mengancam ku dengan menyandera para anggota keluarga dan rakyatku yang berada di Ibukota Kekaisaran Ming.Apakah kau pikir aku takut kepada kalian bajingan laknat?!"Hardik He Shu Huan yang menggerakkan telapak tangannya ke atas dan ke depan.
"Celaka ..!! Jangan sampai dia berani melawan kita !Serang dia dan bunuh istri serta kedua anak bayinya itu..!!"Perintah Si Teng dengan nada keras kepada para pasukannya.
Para pasukannya meluncurkan seribu anak panah dari depan ke arah He Shu Huan dan Alina yang sedang menggendong kedua bayi kembar beda jenis kelamin mereka berdua.
Selain para pasukan itu ,para pasukan di atas juga membidikkan 3000 peluru api kepada He Shu Huan dan Alina.
Wer,wer,wer,wer..!
Dor,dor,dor..!!
__ADS_1
Namun 1000 anak panah dan 3000 peluru api tak dapat menyentuh kulit He Shu Huan dan Alina juga kedua orang bayi kembar itu karena 1000 anak panah dan 3000 peluru api terhenti di udara dan hanya hitungan nol koma 1 detik telah terbang ke arah pemiliknya sendiri bagaikan kutu lampu di siang hari saja.
Wush,syutt...!!
"Awas...Hyaahh..!!!"
Jleb,jleb,jleb,jleb..!!
Wuttt,syuttt..!!
Dor,dor,dor,dor,dor,dor...!!
Si Teng dan Si Kung terbelalak kaget sekali lihat 1000 para pasukan memanah mereka tewas dan 3000 para pasukan menembak mereka juga telah tewas dengan ajaib sekali oleh He Shu Huan.
"Shu Huan...!!"Teriak Bi Guan dan Ming Ming yang datang dari samping kanan mereka telah bawa para pasukan yang sesungguhnya.
"Masuklah dan habisi mereka yang sudah berani maling di rumah kita."Perintah He Shu Huan nada lebih kejam lagi kepada para pasukannya yang di pimpin oleh Bi Guan dan Ming Ming.
"Siap ,Paduka kami laksanakan..!"Sahut Bi Guan dan Ming Ming serta 50000 para pasukan Ming Sejati yang dulu adalah para pasukan Liao telah menerobos Ibukota Kekaisaran Ming mengawali Alina yang mendapatkan perintah dari He Shu Huan untuk masuk bersama Bi Guan dan Ming Ming.
"Ya,Kakak Huan..Hati -hatilah."Kata Alina dengan nada halus kepada He Shu Huan.
"Manusia sombong yang patut kita binasakan..!"
"Iya..Marilah Kak Teng kita bunuh manusia sinting dan biadab ini..!"
Si Teng dan Si Kung menyerang He Shu Huan dari kanan dan kiri secara bersamaan.Keduanya telah mengerahkan pedang melengkung dan senjata kuas untuk membunuh He Shu Huan.
Syutttt...!!
Serangan mereka berdua luput dari He Shu Huan yang bergerak bagaikan singa saja telah berhasil terhindar dari serangan maut kedua musuhnya itu.
"Jahanam..!Matilah kalian..!!" Hardik He Shu Huan yang menggunakan telapak tangannya yang telah membentuk moncong ular cobra dengan gerakan ilmu silat ular cobra pula telah mematuk leher Si Teng dan Si Kung dengan tepat.
Cus..Cus..!!
Bruak,bruak..!!
Brrr..!!
He Shu Huan sudah berkelebat menuju ke arah Istana Kekaisaran Ming dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada gerakan para pasukan Serigala dan Macan Utara yang di pimpin oleh Bi Guan dan Ming Ming yang mengawal ketat Alina dan kedua orang bayi kembar itu.
__ADS_1
Brrr..!!
He Shu Huan sudah tiba dan mengejutkan Raja Muda Si Yen dan para pasukan Raja barbar itu yang mengurung Han Ji Yun dan yang lainnya di dalam Aula Utama Kekaisaran Ming.
"Shu Huan..Setelah kau dan Bi Guan pergi ke luar rumah ,mereka telah datang ke rumah kita tanpa kami ketahui..Kami minta maaf."Kata Yo Hu nada sedih dalam keadaan kaki kanan telah hilang dan Su Kian In telah tewas bersama Ming Li dan ada Ming Bing serta keluarga nya.
"Yang Mulia..Kami lalai menjaga Rumah Kita.."
Kata beberapa temannya yang merintih kesakitan karna luka batin dan luka fisik.
"Matilah kalian yang sudah lalai menjaga rumah dan keluargaku..!"Hardik He Shu Huan dengan nada bengis mengeluarkan ilmu sinkang pulau abadi yang dashyat sehingga tidak hanya para pasukan Raja Muda Si Yen juga para pasukan yang mendapatkan tugas untuk menjaga rumah dan keluarganya.
Wushh,bressss..!!
"Aghhhhh...!!"
Sekitar 700000 tewas karena serangan kejam He Shu Huan yang sudah marah sekali karena ia tahu adanya pengkhianat di dalam rumahnya sendiri.
"Kau..Kau membunuh orang -orang mu sendiri?!"
Raja Muda Si Yen terpucat -pucat melihat betapa kejamnya He Shu Huan.
"Raja gila..Apakah aku harus baik hati terhadap anak mu yang pura -pura menjadi Ibu kandungku untuk mempermudah dirimu dan para pasukan mu mendapatkan rumahku?"Tanya He Shu Huan yang melotot tajam dengan tangannya membuat cakar yang mencengkeram batang leher Raja Muda Si Yen hingga putus.
Tash..!!
Bruakk..!!
"Yang Mulia..Putri Si Hua yang menyamar sebagai Ibu Suri Han Ji Yun telah melarikan diri melalui pintu belakang...!"Lapor seorang kasim muda di dekat ke 4 orang putra He Shu Huan dan anak -anak Bi Guan serta anak -anak mendiang Gu Chuan.
"Terimakasih atas laporan mu..!"Kata He Shu Huan yang mendekat ibunya yang menatapnya dengan ketakutan.
"Ibu..Kenapa kau begitu ketakutan kepadaku??!"
Tanya He Shu Huan mencekik leher halus dan muda gadis yang menyamar sebagai ibunya.
"Huan Huan..!!"Panggil Han Ji Yun yang di kawal Alina dan para pasukan Bi Guan dan Ming Ming telah tiba di pintu Aula Utama Istana Kekaisaran Ming.
"Ibu..!" Panggil He Shu Huan yang sudah buang jasad penyamar ibunya dengan seenaknya saja ke tumpukan para jasad musuhnya untuk memeluk ibunya dengan perasaan rindu dan lega.
Bersambung..!!
__ADS_1