Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Menara Terbengkalai 2.


__ADS_3

Plakk..!!


Plakk..!!


Dess..!!


"Aughh..!!"Pekik beberapa orang anggota Sekte Elang Hitam yang dada ,punggung dan tengkuk mereka yang terkena pukulan naga es dan naga api milik He Shu Huan.


Alina menerjang dengan pedangnya membentuk perisai yang sangat hebat sekali sehingga musuh yang mengeroyoknya terdesak hebat olehnya.Ia terus menerus mendesak para musuh untuk tidak masuk ke menara usang.


Wutt..!!


Bi Guan melemparkan bubuk mesiu dari jendela yang berlubang dan ia menggunakan anak panah membakar sejumlah musuh yang mencoba untuk menerobos masuk melalui daun jendela itu.


Wusshh..!!


Brushh!!


"Aghhhh...!!!" Pekik kematian beberapa musuh yang terbunuh oleh Bi Guan.


Ming Ming membidikkan anak panah es dari arah jendela di lantai lainnya.Ia menembakkan panah es ke arah musuh yang menggunakan layangan raksasa untuk masuk ke menara usang itu.


Wushh..!!!


Jleb,jleb,jleb,jleb...!!


He Shu Huan menggerakkan telapak tangan ke arah musuh -musuh yang ia tahu memiliki ilmu silat yang cukup hebat juga.Ia berada di halaman depan menara usang.


Plak,plak,dess...!!


"Bocah hina..Jika kau berani majulah dan hadapi aku secara jantan..!!"Tantang pria tua usia 60 yang menggunakan tombak yang sangat tajam ke arah He Shu Huan.


"Dengan senang hati ku akan menerima tantangan mu..Kakek biadab..!!"Balas He Shu Huan yang kini mengeluarkan pedang naga perak yang sangatlah sakti menghadapi tombak milik musuhnya.


Wutt..!!!


Trang..!!


Trang..!!


Trang..!!


Pedang naga perak beradu ketajaman dengan tombak di tangan musuhnya yang merasakan jari tangan musuhnya kebas dan mati rasa karena ia gunakan ilmu pedang mata api yang sangat panas dan hebat sekali.


"Aughh..!Bocah ini sungguh tangguh bukan main."


Kata Kakek sakti itu yang mengakui kehebatan ilmu pedang He Shu Huan.


He Shu Huan tak memberikan kesempatan untuk musuhnya dapat mengelak darinya lagi.Ia makin mendesak musuh hingga kakek sakti itu terpaksa menggunakan ilmu tapak elang api hitam untuk menyerang He Shu Huan.


Wutt..!!

__ADS_1


He Shu Huan menggunakan telapak naga es di tangan kirinya yang menyambut pukulan maut itu yang akhirnya membuatnya menang telak dari kakek yang akhirnya terpucat -pucat dan robohlah kakek itu dengan wajah biru membeku.


Desss..!!


Alina menerjang kembali musuh -musuh itu yang telah terdesak oleh ilm pedang naga biru yang amat dashyat sampai beberapa musuh ada yang berhasil terpotong olehnya.


Wushh..!!


Crakk..!!


Jlebb..!!


Crakk..!!


Jlebb...!!


Bi Guan meninju wajah musuh yang menerobos masuk melalui jendela lainnya.


Bugh..!!


"Auhh..!!"


Bruakk..!!


Ming Ming menebas lengan musuh yang terlihat olehnya ingin menjebol jendela yang masih rapat.


Crakk..!!


Crakk..!!


He Shu Huan melayang kembali ke atas tugu di puncak menara usang.Ia berhadapan dengan pria berkumis perak yang menunggunya untuk ia bisa dan sanggup bertarung hidup dan mati melawan pria itu.


Brrr..!!


"Luar biasa hebat sekali kau bocah hina tapi aku bukan orang yang suka memuji bocah sialan yang patut di musnahkan seperti mu..!!Bersiaplah kau untuk mati di ujung pedang elang perak ku..!!"


Pria berkumis perak itu menggerakkan pedang di tangannya secara horizontal dengan ilmu ginkang yang sangat cepat sekali seperti seekor elang di langit yang siap menerkam mangsanya.


Wushh..!!


Crang..!!


He Shu Huan melakukan hal sama namun lebih baik dari si pria kumis perak yang pedangnya itu melengkung dan patah oleh kekuatan pedang naga perak di tangan He Shu Huan.


Wushh....!!


He Shu Huan menerjang bagaikan seekor naga yang tak dapat di bendung kekuatannya oleh pria kumis perak yang akhirnya terjengkang dari atas tugu puncak menara usang dan terpotong lima bagian oleh He Shu Huan.


Crak,crak,crak,crak..!!


"Shu Huan..Cepatlah kau masuk kembali ke dalam menara usang ini..!!"Panggil Bi Guan yang melihat pertarungan antara He Shu Huan dengan pria kumis perak di atas tugu puncak menara usang.

__ADS_1


"Ada apa ,Guan?"Tanya He Shu Huan melayang ke jendela yang sudah jebol dengan kedua kakinya.


Bruakk..!!!


"Bisakah kau tak gunakan cara maling seperti itu lagi agar aku tidak selalu waspada terus menerus terhadapmu ,Huan?'Tegur Ming Ming mendekap kedua tangan di dadanya.


"Hehe..Aku minta maaf adik ku sayang."Jawab He Shu Huan mengangkat tangan tanda minta maaf kepada Ming Ming.


Alina datang dari pintu menara dengan pedang yang berlumuran darah para korban pedang naga biru dengan wajah tetap tenang dan cantik jelita luar biasa.


"Kakak Huan.."Panggil Alina menaiki tangga ke lantai atas dan di sambut He Shu Huan dengan pelukan hangat serta membawanya masuk ke tengah ruangan menara untuk melihat peluru dan bola bom yang ada di kotak persegi empat dan bentuk limas.


"Bentuk limas ini mirip dengan Pulau kecil di dekat perairan utara dan selatan yang dekat sekali pada selat Yuen."Kata Alina mengambil benda bentuk limas dari kotak besi bentuk limas.


"Pulau kecil di dekat selat Yuen..?Emm.."Gumam He Shu Huan mengusap dagu di rambut tebal Alina.


"Ya ,ada gugusan pulau yang tidak tercantum di peta Kekaisaran Ming yang pernah kita lihat tapi kita tak pernah mengunjungi pulau itu dari dekat."


Jawab Bi Guan yang ikut merangkul Ming Ming.


"Pulau apakah itu?" Tanya He Shu Huan dengan hati penasaran.


"Hmm..Jikalau kamu mau tahu pulau kecil itu kita bisa melakukan pelayaran musim panas ke pulau kecil itu tahun ini."Usul Alina.


"Boleh juga ide mu,sayang."Kata He Shu Huan.


"Sekaligus kita bisa mengunjungi Kota Hanoi yang belum kita lihat sejak paman Wong meninggalkan Pulau Abadi kita."Kata Bi Guan yang membuat He Shu Huan teringat kembali salah satu penghuni tua Pulau Buangan yang masih hidup dan telah lama sekali meninggalkan Pulau Abadi sebelum He Shu Huan dan kawan -kawannya merantau ke daratan tengah.


"Kota Hanoi,Vietnam."Kata Alina menatap kedua mata He Shu Huan.


"Iya,apakah kau tak pernah mengenal seorang datuk ahli bom yang bernama Wong Su Yuen dari Kota Macau?"Tanya He Shu Huan merengkuhnya dan mencium bibir Alina berulang kali.


"Kau jangan mencari kesempatan di saat kita ini sedang bekerja."Tegur Alina yang merasakan He Shu Huan memainkan lidahnya.


"Siapa bilang kita sekarang sedang bekerja?Kita sedang wisata malam."Kata He Shu Huan yang kini menjilati bibir lembut Alina dengan lebih baik dan lembut lagi.


"Cukup..!Nanti dulu bersantainya..!"


Alina melepaskan diri dari terkaman bibir He Shu Huan.


"Ahh..Ya,Guan kau rapikan barang -barang ini dan taruhlah di gudang persenjataan militer kita di gunung Ming Utara."Kata He Shu Huan dengan nada memerintah kepada Bi Guan yang melototi Ming Ming yang terkekeh senang di bebaskan dari terkaman Bi Guan di malam hari itu oleh He Shu Huan karena tugas negara lebih penting daripada tugas pribadi mereka.


"Iya,ya Yang Mulia."Jawab Bi Guan lemas.


"Sayang ,kita sudah selesai wista malam,yuk kita bisa pulang ke rumah."Kata He Shu Huan yang mengejar Alina yang telah meninggalkan menara usang lebih dulu daripada dirinya.


"Masih ada wisata malam lainnya yang harus di selidiki oleh kita sampai tuntas."Kata Alina yang berjalan ke Istana yang paling kuno dan terlama usianya di seluruh Istana Kekaisaran Ming.


"Istana Bunga Seroja."Baca He Shu Huan yang kini di belakang Alina dengan tepat sekali.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2