
Sunyi senyap tak ada suara apa pun yang dapat di dengar oleh segenap makhluk hidup di sekitar lembah itu bahkan suara nyamuk pun tak dapat terdengar karena tempat itu sungguh sepi senyap luar biasa.
Namun He Shu Huan yang memiliki pendengaran yang luar biasa tajam sekali dapat mendengar suara gesekan langkah kaki -kaki yang bergerak ke arah utara dari tempat ia berdiri di atas tebing lembah gunung batu jika ia tahu nama lembah itu.
"Suara langkah kaki siapakah di bagian arah utara tempat ku berdiri?" Tanyanya."Hmm ,aku ingin tahu."Imbuhnya dengan nalar yang sangat tajam sekali.
Wush!!
"Ei ,di manakah Shu Huan ?" Tanya Shi Lin kaget sekali saat gadis ini terbangun tak menemukan He Shu Huan berdiri di atas tebing.
"Aku tidak tahu ,aku mengantuk sekali."Jawab Du Ling meringkuk kembali di jerami di bawah tebing dekat arah menuju ke goa gunung batu.
Shi Lin menepuk bahu Du Ling untuk bangun dan mencari He Shu Huan ke arah goa gunung batu di mana Bi Guan dan para wanita itu telah selesai dan menanti mereka kembali kumpul bersama Bi Guan dan ke 4 wanitanya.
"Guan ,apakah kau tahu di manakah Shu Huan Gege?"Tanya Du Ling nada cemas.
"Loh bukankah dia bersama dengan kalian berdua ke arah tebing?"Tanya Bi Guan mengerutkan dahi.
"Justru kami ingin tahu Huan Gege ada di mana karena kami sudah kehilangan dia saat kami tidur di dekat tebing lembah ini."Jawab Shi Lin dengan nada khawatir.
"Emm ,Shi Lin kau menggoda Du Ling sampai He Shu Huan marah dan pergi dari penjagaan mu sebagai pengawal pribadinya di perjalanan kali ini menggantikan Kakak Xiao -ku."Kata Bi Guan nada kerus menegur Shi Lin karena Bi Guan tak suka Shi Lin dekat dengan para wanitanya dan juga Du Ling yang ingin di dekatkannya kepada He Shu Huan.
"Um..Dia pikir aku ingin bercumbur mesra dengan Du Ling..!Uh ,dasar genit cabul."Umpat Shi Lin di dalam hatinya kepada Bi Guan.
"Ah sudahlah,ayo sebaiknya kita pergi mencari He Shu Huan ke arah tebing itu dahulu."Kata Wang Yi Tou menengahi perdebatan Bi Guan dengan Shi Lin.
"Ya,ayo."Sahut Bi Guan mendelik kasar kepada Shi Lin sambil merangkul para wanitanya untuk pergi bersama -sama mencari dan menemukan He Shu Huan.
Brr!!
Mereka tiba di atas tebing namun tak menemukan He Shu Huan di sekitar lokasi itu bahkan Bi Guan mencorongkan sepasang mata macan kumbang tajamnya ke segala arah namun Bi Guan tak juga berhasil menemukan sahabatnya itu.
"Ummm..Apa yang harus ku lakukan sekarang ini?
Aku tak mungkin bisa meninggalkan mereka di tempat berbahaya ini ,dan aku tak bisa biarkan He Shu Huan menempuh perjalanan berbahaya ini seorang diri apalagi di saat hati dan pikirannya sedang kacau memikirkan Alina."Kata Bi Guan di ataa tebing lembah gunung batu.
"Kau tunggulah di sini ! Biarkan aku yang mencari Shu Huan Gege."Kata Shi Lin melesat tanpa pamit lagi kepada Bi Guan untuk mencari He Shu Huan.
__ADS_1
Brr!!
He Shu Huan tertarik pada sebuah lembah yang amat curam di hadapannya.Maka tanpa berpikir lagi He Shu Huan meluncur ke dasar lembah yang tak di ketahui olehnya.
Namun He Shu Huan tanpa sadar mendatangi lembah tak berhati atau lembah neraka.He Shu Huan melalui perasaannya saja yang membuat ia harus datang ke tempat itu.
He Shu Huan terbelalak kaget melihat Alina dan seorang pria muda akan bersiap melakukan ritual pernikahan di hadapan 7 pria tua dan 7 wanita tua yang terlihat sangat sadis bukan main.
"Zhi Long ,cepatlah kau dan mempelai wanita mu memberikan penghormatan kepada kami."Kata pria yang paling tua dari orang -orang liar itu.
Zhi Long pria itu menarik Alina untuk memaksa Alina untuk melakukan ritual pernikahan yang tak di hendaki oleh Alina yang tertotok urat syarafnya dan Alina cuma bisa berdoa adanya keajaiban yang datang kepadanya.
Wuttt,cring,brukk!!
Zhi Long roboh di lantai dengan kepala bocor oleh sebutir pasir yang menembus tempurung kepala.
"Zhi Long..!!!" Teriak para tetua di tempat itu kaget sekali.
"Ah ada apa ini?? Siapa yang sudah membunuh Zhi Long kita? " Tanya salah satu dari 7 wanita tua liar sadis .
Jawaban mereka telah datang dengan kecepatan yang amat luar bisa cepat dan tahu -tahu Alina di atas pangkuan seorang pria sangat tampan duduk santai di meja altar upacara pernikahan.
"Huan Gege..Oh ,Huan Gege..Huhuhuhu..."
Alina merangkul He Shu Huan dengan tangisan yang sangat di rindukan oleh He Shu Huan yang memeluk erat Sang istri dengan menatap luar biasa sadis sekali bagaikan Iblis pencabut sukma sendiri kepada 7 pria tua dan 7 wanita tua pemilik Lembah Neraka yang melongo melihat kehadiran dirinya yang tak di ketahui oleh seluruh penghuni di lembah neraka itu.
"Sayang ,cup cup cup jangan nangis lagi karena aku suami mu sudah datang untuk menolongmu, sayang.Dan,aku akan membalaskan semua hal yang telah mereka lakukan terhadap mu."Kata He Shu Huan halus seraya mengecup lembut puncak rambut Sang istri.
"Manusia muda dari mana yang sudah lancang sekali mendat...Akhh!!"
Salah satu dari tujuh pria yang menegur He Shu Huan telah tewas terbakar lilin merah pernikahan yang di tusukan ke bola matanya oleh He Shu Huan menggunakan ilmu sinkang pulau abadi yang sudah mencapai tingkat tak manusiawi lagi apabila sudah marah.
He Shu Huan tak berhenti dengan dirinya hanya membunuh seorang saja.Ia menghempaskan satu persatu peralatan di meja altar pernikahan ke arah 6 pria tua dan 7 wanita tua dari pemilik lembah neraka.
Wushh,brushh!!
"Akhhh!! " Teriakan kematian salah satu dari 6 wanita tua yang ingin menyerang He Shu Huan dan Alina sekaligus di meja altar.Namun He Shu Huan menggendong Alina dengan cepat di tangan kanan dan tangan kiri menyambitkan api lilin lain ke arah para wanita sadis itu lalu berhasil pula He Shu Huan membunuh salah seorang dari 7 wanita sadis itu.
__ADS_1
"Apakah kau ini adalah Pendekar Besar Serigala Emas Sakti ?"Tanya salah satu 6 pria tua dengan wajah berubah ketika melihat sepak terjang maha sadis He Shu Huan terhadap para saudara dan saudarinya.
"Emm..Iya..Dia juga adalah suamiku..Uh..Kalian sudah tak tahu diri sekali menawan ku dan paksa aku untuk menikah dengan murid kalian yang bau busuk itu."Jawab Alina di atas lengan kanan He Shu Huan yang membalas ucapannya dengan kecupan lembut yang membara kerinduan yang amat jelas.
"Alina..Aku tahu dirimu adalah Alina karena aku mengenali aroma tubuhmu yang khas dan kulitmu yang halus selembut giok salju yang tak ada dua di dunia ini."Kata He Shu Huan dengan nada yang sangat menyiratkan perasaan rindu yang sangat besar sekali dan mendalam sekali terhadap Alina.
"Huan Gege ,aku sangat terharu kamu begitu rindu aku ."Kata Alina membalas kembali ciuman halus dan hangat He Shu Huan.
Mereka berdua tak memperdulikan 6 orang pria dan 6 orang wanita serta para penghuni lembah tak berhati yang dengan amat marah merasa di hina dan di abaikan serta sakit hati karena dua orang kawan mereka telah terbunuh begitu mudah oleh He Shu Huan.
"Kita bunuh mereka bersamaan..!! Ayo kita serang mereka..!!" Teriak 12 orang itu yang menyerang ke arah He Shu Huan dan Alina bersamaan dengan para anak buah mereka.
Wut,wut,wutt!!
Wush,brrr,desss!!!
"Akkhhhh!! " Teriakan kematian para penghuni di lembah tak berhati yang terbunuh oleh ilmu angin beliung He Shu Huan yang berputar sangat cepat merobohkan mereka bagaikan daun-daun yang tertiup angin saja dan rontok dari pohonnya serta jatuh ke tanah.
He Shu Huan sudah membawa Alina keluar dari lembah tak berhati untuk berkumpul bersama Bi Guan dan para wanita Bi Guan di lembah gunung batu.
Namun mereka berdua tertahan di tengah jalan ke arah lembah gunung batu karena mereka melihat Shi Lin bertarung sengit melawan sekelompok orang berpakaian bergambar seruling dan kepala tengkorak manusia yang menawan seorang gadis yang mirip sekali dengan Alina.
"Siapakah gadis itu ? Dan ,siapakah mereka?" Tanya He Shu Huan dengan sorotan mata tajam nan ganas sekali.He Shu Huan merapatkan tubuh Alina di dekat dada bidangnya.
"Anggota Sekte Naga Gurun dan gadis itu adalah Ha Lin ,dia mirip dengan ku karena ia memakai metode ilmu mengubah wajah melalui sinkang yang mengandung pil bunga kecantikan abadi di gunung Giok Api di daerah selatan atau lebih tepat di pulau kecil bernama Pulau 8."Jawab Alina yang memberitahu He Shu Huan yang di ketahuinya dari Wen Bai Zen yang pernah menyandera Alina untuk di bawa ke Istana Gurun Pasir Biru Tua di bagian barat yang berdekatan dengan Kerajaan India dan Nepal yang juga berbatasan dengan pegunungan Himalaya.
"Emmm..Istana Gurun Pasir Biru Tua,Wen Bai Zen ,
Pangeran Muda Gu Thong Zi putra dari Raja Gu yang di hukum seumur hidup di penjara terlarang di pulau tembaga es."Kata He Shu Huan dengan senyuman menawan hati yang merekah bahagia karena ia sudah menemukan istrinya tercinta.
"Huan Gege,sebelum ke Istana setan itu ,kita habisi saja dahulu mereka yang mengganggu kita dan juga Shi Lin sahabat kita itu"Kata Alina yang sudah dapatkan kembali pedang pusaka baru dari He Shu Huan berikan kepadanya sebagai pedang barunya.
"Sahabat kita ?Hmm ,dia saingan mu bodoh."Kata He Shu Huan memukul halus dahi Alina dengan bibirnya.
"Saingan ku ?? Apa maksudmu?" Tanya Alina nada polos dan tak tahu menahu kalau Shi Lin adalah seorang gadis bukan seorang pria yang di kira Alina dan Bi Guan serta yang lainnya.
Bersambung..!!
__ADS_1